Re-system

Re-system
Gara-gara Seekor Belut



Disebuah tempat yang begitu gelap tanpa sedikitpun cahaya. Sosok Naga yang begitu besar dengan empat kaki yang awalnya tertidur kemudian membuka matanya.


Matanya yang merah tajam menatap ke keatas dengan senyum beringas di wajahnya. "Pewaris Dewa Bintang!? Hahaha, akhirnya aku bisa balas dendam setelah apa yang dia lakukan padaku dan juga saudaraku."


Naga itu menggepakkan sayapnya yang begitu besar, dia terbang keatas tetapi sebuah pelindung menghadang jalannya.


"Tch, bahkan sudah lebih dari seratus ribu tahun! Pelindung sialan itu masih terus menggurungku."


Naga besar itu kembali turun dan meletakkan kepalanya diatas tanah dan kembali tertidur.


"Hehehe, aku akan menunggu sedikit lebih lama lagi sampai murid bodoh itu bisa mengeluarkan ku dari sini."


Naga itu memejamkan kedua matanya masih dengan seringai lebar di wajahnya.


***


Sebuah jalan dengan dua bebatuan tinggi kanan dan kirinya, dua siluet berwarna putih melesat melewati jalan itu dengan cepat.


"Kai, berhenti dulu. Aku sudah lelah." Wei'er Yunlan berkata, nafasnya sudah terengah-engah dengan butiran keringat mengucur membasahi pakaiannya.


"Haahh, kau benar-benar sangat merepotkan hah." Kai menghela nafas dengan sedikit tawa.


Dia berlutut dan membuka punggungnya dan berkata, "Ayo naik, aku akan menggendongmu."


"A–Apa!! Aku tidak mau."


"Sudahlah, jangan terlalu keras kepala atau mungkin kau ingin aku tinggalkan disini."Ucap Zhukai menakut-nakuti.


Tubuh Wei'er Yunlan bergetar, sorot matanya menatap Zhukai. Dia menggertakkan giginya dan berkata dengan keras.


"Kamu, pria jahat."


Dia dengan malu mengangkat rok panjangnya dan mendekatkan dirinya di punggung Zhukai.


Kedua tangannya dengan lembut memeluk leher Zhukai sementara dada besarnya menempel punggung Kai.


"Sensasi ini.. Haa.." Kai tertawa jahat sambil berusaha menikmati daging lembut yang menempelkan di punggungnya.


"Kyaa~.."


Wei'er Yunlan berteriak ketika kedua telapak tangan Zhukai menyentuh paha bawahnya.


"Kau sudah siap?" Mengabaikan teriakan dari Wei'er Yunlan, kai sedikit menoleh dan bertanya.


"Ya.."


Setelah mendengar jawaban dari Wei'er Yunlan, Kai menguatkan kedua otot kakinya dan melesat melewati bebatuan yang ada di depannya.


Ketika siang hari tiba, Kai berhenti tepat di samping air terjun.


"Kita akan beristirahat disini, kamu mandilah terlebih dulu. Aku akan mengecek daerah di sekitar sini."


Kai pergi meninggalkan Wei'er Yunlan disana sendiri, sebelum itu dia memasang ribuan Array pelindung untuk melindungi sungai tempat Wei'er Yunlan mandi.


Kratak!! kratak!!


Kai menggerakkan otot-otot tubuhnya yang sudah kaku, "Saatnya pemanasan."


Whuss!!


Zhukai melesat menjadi sebuah bayangan hitam, dengan pedang panjang di tangannya. Dia membelah setiap monster yang ditemuinya.


Kai juga bertemu dengan beberapa Ogre dan Kobold meski mereka tidak bisa mengeluarkan sihir, tetapi tubuh fisik dan kecepatan mereka sangat kuat biasa.


Kai juga bertemu dengan ogre penyihir dan mengalahkannya kurang dari tiga gerakan.


Ketika Kai kembali, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan dari Wei'er Yunlan...


Kai menggunakan Teleportasi untuk langsung pergi kesana. Tepat ketika dia tiba, sebuah kemudahan yang begitu luar biasa tepat berada di depan matanya.


Tubuh Wei'er Yunlan yang telanjang tanpa sehelai kain pun menutupi tubuhnya. Itu begitu bersih tanpa noda sedikitpun.


"Ada apa.." Kai mengabaikan itu dan bertanya.


"I–Itu.." Wei'er Yunlan menunjuk sebuah tempat dengan tangannya yang bergetar.


Tempat yang di tunjuk oleh Wei'er Yunlan barusan terdapat sebuah belut berwarna hitam legam.


"Itu? Itu yang kau takutkan.." Kai menepuk kepalanya dan menatap Wei'er Yunlan dengan sedikit rasa kesal.


"Apa yang kau maksud itu!! Itu adalah belut, apakah kamu tidak melihatnya." Wei'er Yunlan berdecak kesal sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


Kai menghela nafas, dia berenang menuju ketempat dimana belut itu berada. Dia menangkapnya dengan kecepatan yang luar biasa dan berenang menuju ke tepi.


"Ekhemm.. Sebelum itu sebaiknya kau tutupi tubuhmu itu dengan sesuatu." Kai berkata dengan malu sambil sedikit menoleh kearah Wei'er Yunlan.


"Aaa–Apa.. Cepat berbalik dasar mesum."


Kai hanya tertawa senang dan membalikkan badannya, dia membunuh belut itu dengan belati kecil dan membersihkan isi perut dari belut itu.


Kai kemudian melapisi belut itu dengan berbagai rempah dan juga bumbu kemudian memanggang diatas api.


"Kau mau?" Melihat Wei'er Yunlan berjalan kearahnya dengan pakaian baru, Kai menyerahkan setengah potongan tubuh belut padanya.


"Tidak, itu menjijikkan.."


"Kalau tidak mau ya sudah, nyam~.."


Wei'er Yunlan yang minat Zhukai memakan belut itu dengan sangat lahap menjadi begitu penasaran.


"Apakah itu memang enak?"


"Coba saja sendiri."


Wei'er Yunlan yang awalnya ragu-ragu sedikit mengigit daging belut itu.


"Ini cukup enak.."


Hingga beberapa saat setelah mereka menghabiskan daging belut hitam itu, Kai merasakan rasa panas yang menyebar dengan cepat keseluruh tubuhnya.


Hal yang sama juga terjadi dengan Wei'er Yunlan, "Ahh.. Ada apa ini."


Dia bernafas dengan terengah-engah, tepat ketika matanya dan Zhukai saling bertatapan. Rasa panas itu menyebar dengan sangat cepat.


"Ha, Ha, Ha.." Kai sendiri cukup terkejut, dia memeriksa tubuhnya dan tidak menemukan sedikitpun masalah.


Bahkan jika itu racun, itu akan muda di netralkan oleh tubuh Dewa Kematian.


"Sial, ini bukan racun. Jadi apa ini.."


Perasaan itu membuat pikiran Zhukai menjadi kosong. Dia menjadi begitu bergairah sehingga adik kecilnya berdiri tegak.


Wei'er Yunlan sendiri yang hanya memakan sedikit dari belut itu masih dapat menjaga pikirannya.


"Ha, aku benar-benar lupa. Itu adalah belut cinta.. Cih, bagiamana aku bisa melupakannya."


Hingga beberapa saat kemudian, Wei'er Yunlan tidak dapat menahan lagi rasa panas di dalam tubuhnya dan melepas semua pakaiannya.


"Ha, Ha, Ha.."


Secara tiba-tiba, Kai menerkamnya dengan tubuh telanjang dan mulai mencium bibirnya dengan cukup kasar.


Kai yang sudah tenggelam dalam nafsunya tidak dapat mengendalikan lagi pikirannya, dia dan Wei'er Yunlan melakukan hal itu di tempat terbuka di dalam hutan.


Untungnya Kai telah memasang Array Pelindung tadi hingga tidak ada orang lain yang bisa masuk.


Dia memasukkan lidahnya kedalam mulutnya Wei'er Yunlan dengan kedua tangannya terus meraba dada dan juga area sensitif milik Wei'er Yunlan.


"Ahhh~ Ahmmm~.." Wei'er Yunlan tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya menikmati perasaan dimana Kai meraba tubuhnya.


Mereka berdua terus melakukan itu dengan sangat ganas hingga malam hari tiba.


Wei'er Yunlan yang sudah tidak kuat pingsan diatas tanah sementara Kai sedikit bisa mendapatkan kembali kesadarannya.


Dia begitu terkejut melihat tubuh Wei'er Yunlan yang telanjang dan dipenuhi dengan cairan putih. Sementara dirinya sendiri juga telanjang.


"Jangan-jangan...!!"


Kai menghela nafas dan mengambil sebuah selimut dari Inventory nya, dia mengangkat tubuh Wei'er Yunlan dan menaruhnya diatas sebuah kasur yang Kai keluarkan beberapa saat lalu.


"Aku akan bertanggung jawab, maaf!!."


Dia berjalan menuju ke sungai dan merendam tubuhnya disana. "Bulan malam ini, itu sangat indah."


***


Bersambung.