
Eror? apa yang sedang terjadi?
Kai bertanya-tanya dalam hatinya, ini adalah pertama kalinya ia mendapati bahwa System nya eror. Karena Alasan yang tidak ia ketahui System nya tidak dapat memindai Cincin Hitam yang ada dalam dagangan Pria tua itu.
Benda yang dapat menjadikan System menjadi eror, jelas bukalah benda biasa. Itu adalah harga yang tidak ternilai.
Kai menjadi begitu bersemangat, tanpa berlama-lama lagi dia segera bertanya pada pria tua pemilik toko.
"Pak tua, berapa harga untuk cincin ini?" Kai berkata sambil menunjuk kearah cincin Hitam.
"Ini? Haha.. Kau bisa memilikinya asalkan kamu bisa menahan satu serangan dariku!" Pria tua itu tertawa kemudian berdiri menggunakan sebuah tongkat kayu.
Kai menggunakan Kekuatan dan melihat bahwa Pria tua itu tidak memiliki Qi sama sekali, tetapi insting bertarungnya mengatakan bahwa akan ada bahaya yang mendekat. Ia menganggap pria tua itu dengan serius, kemudian mengaktifkan Title Kaisar Bintang dan juga Naga Dao nya.
Kekuatan Kai saat ini melonjak sekali lagi, dan hampir menyamai seorang Holy Emperor tingkat tinggi. Di tambah lagi kekuatan fisik tubuhnya yang begitu kuat. Seharusnya tidak cukup sulit untuk menahan serangan itu.
Sesaat ketika dirinya bersiap untuk menhan serangan, sebuah tingkat dengan sangat cepat menyerang kearah dadanya, itu begitu cepat sampai bahkan Kai tidak dapat melihat gerakannya sepenuhnya.
Tanpa ragu-ragu, Kai segera menggunakan kedua tangan untuk menahan serangan dan terjadilah sebuah ledakan di ikuti oleh suara tulang yang patah.
Kai terpental begitu jauh hingga menabrak 5 bangunan rumah, seluruh tubuhnya mati rasa dengan rasa sakit dapat ia rasakan di sekujur tubuhnya.
Sebuah aliran hangat terasa di dalam tenggorokan, ketika Kai membuka mulutnya sebuah darah segar mengalir keluar.
"Haa... Uhukk!!!"
Kai begitu beruntung dapat menahan sseraqgan itu, jika ia tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk bertahan, seluruh tubuhnya benar-benar akan hancur tak bersisa.
Serangan yang Pria lakukan padanya bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang Demigod, itu setidaknya lebih tinggi Hingga Kai hanya bergidik ngeri ketika memikirkannya.
Ia juga akhirnya menyadari bahwa Barang yang barusan ia beli ternyata hanyalah sampah dimatanya.
Sama seperti ekspresi yang Kai tunjukkan, Pria tua itu melotot di mana tubuh Kai berada, matanya yang tertutup oleh rambut putih tiba-tiba menyala, dan ia dengan keras berkata.
"Haha, akhirnya ada seseorang yang sangat berbakat di Alam Kecil ini... Ramalan yang orang itu tunjukkan padaku memang tidak salah."
Pria tua itu menghilang dengan sangat cepat, itu bahkan sama seperti Teleportasi yang Kai miliki. Tiba-tiba tubuh Pria tua itu muncul tepat dihadapan Kai dan dengan gembira berkata.
"Anak muda yang begitu berbakat, Apakah kamu bersedia menjadi muridku?"
Belum selesai untuk menyembuhkan seluruh tubuhnya menggunakan tubuh Naga, Kai mendapati sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal yang baru saja ia dengar.
"Pak Tua, apa yang kamu bicarakan. Aku tidak berminat memiliki guru." Kai dengan susah payah bangkit dan menolak nya secara sopan.
Memang benar! dengan adanya System di sisinya, Kai benar-benar tidak memerlukan seorang guru.
Pria tua itu tidak marah ataupun kecewa, ia kemudian mengeluarkan sebuah Pil dan memberikannya kepada Zhukai.
"Anak muda ambilah Pil ini!!"
Pil itu berwarna Coklat kehitaman, Hanya dengan mencium aromanya saja, Kai sudah dapat menebak bahwa Pil ini bukanlah Pil biasa.
Kai mengambil dan dengan cepat segera menelan Pil itu, Kai tidak ragu karena bila pria tua itu berniat membunuhnya, Ia dapat membunuh Kai sedari tadi.
Akhirnya setelah Pil larut kedalam perut dan menyebar keseluruh tubuh, Luka yang Kai alami perlahan pulih, bukan hanya itu Kultivasi nya juga meningkat sebanyak 3 secara berturut-turut.
Merasa tubuhnya dipenuhi energi, dan juga tubuhnya sudah tidak sakit lagi. Kai mengungkapkan ekspresi gembira, Pil barusan adalah sebuah harta yang tak ternilai harganya. Bahkan Di toko System tidak memiliki Pil seperti itu.
Kai menebak-nebak dalam hatinya, Siapa sebenarnya identitas pria tua itu.
"Bagaimana? apakah kamu masih tidak mau untuk menerima ku sebagai gurumu?" Melihat ekspresi kaget di wajah Zhukai, Pria tua itu mengungkapkan ekspresi bangga dalam hatinya.
"Sebelum itu, bisakah aku tahu nama senior ini?"
"Emm..." Pria tua itu berfikir seakan-akan ia telah melupakan namanya sendiri.
"Entahlah, Aku sudah lupa, tetapi orang biasanya memanggil diriku Iblis pedang!"
Iblis pedang? bukankah nama itu terlalu keren untuk orang tua seperti dia?
Setelah berfikir untuk waktu yang cukup lama, Kai akhirnya mendapatkan kesimpulan. "Senior tua, bolehkah aku ijin terlebih dulu pada istri-istri ku?"
Pria tua itu mengangguk, setelah mendapatkan persetujuan dari Pria tua, Kai segera menghilang dari tempatnya berada.
"Teleportasi? hehe ternyata ada orang selain dirinya di dunia ini yang memiliki Teknik itu." Tepat setelah kepergian Kai, pria tua itu terkejut melihat teknik yang baru saja Kai tunjukkan.
***
Di dalam penginapan, tepatnya di dalam Kamar yang telah Kai pesan. Empat orang sedang asik bermain masing-masing. Yola dan Yui sedang asik bermain sebuah permainan ular tangga, sedangkan Yi dan Chiyan sedang membicarakan sesuatu sambil tertawa.
Di samping tempat tidur, Kai tiba-tiba muncul dan mengagetkan mereka berempat.
"Halo ketiga istriku yang manis.. Apakah kalian bersenang-senang selama berbelanja tadi." Kai mengungkapkan senyuman manis sambil berkata.
"Em.." Mereka semua mengganguk dan merasa bingung dengan kemunculan Kai yang tiba-tiba.
"Suamiku.. Apakah kamu memiliki sebuah masalah?" Chiyan yang sudah hidup bersama dengan Kai selama 17 tahun sangat mengerti tentang tingkah lakunya.
"Benar, sebenarnya seorang Pria tua yang misterius ingin aku menjadi muridnya, Apakah diantara kalian ada yang keberatan?"
Mereka bertiga saling menatap, dan Yi menjawab dengan suara lembut, "Apakah hanya itu saja Kai Gege? Jika Kai Gege ingin menjadi muridnya, kenapa harus meminta pendapat kami terlebih dulu, itu adalah kebebasan yang Kai Gege miliki untuk memilih."
Kai sangat senang mendengar respon istrinya, sebagai hadiah, Kai mendekat dan mencium kening ketiga istrinya. Mereka bertiga senang tetapi Yui yang merasa diacuhkan mulai mengerutkan kening sambil cemberut.
"Kakak!! Kakak laki-laki, kenapa hanya mereka saja yang mendapat hadiah, kemari dan berikan Yui hadiah juga."
Mendengar kata-kata yang barusan Yui ucapkan, Kai hanya menghela nafas panjang.
Ia berjalan mendekat kearah Yui dan menciumnya juga.
Semua orang menjadi senang.
***
Sementara itu, Pria tua itu yang sudah menunggu cukup lama di pasar tiba-tiba menyadari adanya sebuah energi spiritual mengungkap senyuman tajam.
"Akhirnya dia datang."