
Eh!!!
Melihat ular itu gemetar ketakutan, Kai mengeluarkan ekspresi yang aneh. Sebelum ia mengaktifkan Title Kaisar Bintang, Binatang itu begitu sombong dan sangat bangga akan dirinya.
"Apakah kau mengenaliku?" Meskipun Kai sudah tahu jawabannya, ia masih tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.
Ular berkaki yang saat ini berada di depan Kai sekiranya adalah Binatang Kuno, Jika Kai bisa mendapatkan bawahan seperti dirinya itu akan meningkatkan kekuatan pasukan yang ia miliki. Ia juga dapat kembali membentuk sebuah Kekaisaran yang hanya dihuni oleh para Binatang seperti yang Kaisar Bintang lakukan dulu.... Betapa Indahnya itu...
Ular Berkaki mendapatkan pertanyaan dari Kai dan dengan tubuhnya bergetar ia menjawab dengan terbata-bata, "Ii.. Iya, Kaisar Bintang adalah Pemimpin dari kami Ras binatang, bahkan leluhur saya adalah salah satu pengikut Kaisar Bintang dimasa lalu."
"Hmm.." Kai bersikap sangat tenang tetapi dalam hatinya ia begitu senang, "Hehe aku mendapatkan bawahan baru."
Ia memandang Ular Berkaki dan berkata, "Jadi, apakah kamu juga bersedia menjadi pengikut ku?"
Ular berkaki empat linglung sejenak, tetapi perasaan itu segera menghilang dan dengan dingin mulai menjawab, "Maaf Tuan Kaisar, aku memiliki sumpah pada diriku sendiri untuk tidak pernah tunduk kecuali orang itu lebih kuat dariku!"
Walaupun leluhur nya adalah salah satu pengikut dari Kaisar Bintang, tetapi Ular Berkaki tetap bersikeras untuk tidak tunduk pada orang yang kekuatannya lebih lemah darinya.
"Begitu Ya!! Baiklah, mari kita lanjutkan pertarungan tadi."
Kai begitu bersemangat sambil memegang pedang Thunderbird di tangan kanannya, Tubuhnya mengeluarkan cahaya biru, kemudian segera memasuki pedang yang ia genggam dan membuatnya bersinar.
"Pedang Pemusnah, gerakan ke-tiga."
Aliran Air terbelah menjadi dua, dan serangan yang Kai lakukan mengarah ke Ular berkaki dengan cepat membuat sebuah Kilatan pedang ber elemen Air.
Ular Berkaki begitu kaget, "Bagaimana anak ini bisa begitu kuat dengan cepat." Tetapi karena ada serangan yang sangat kuat mengarah kepadanya. Pikiran itu seketika hilang.
Kulit nya yang berwarna hijau terkelupas, kemudian muncul sebuah sisik berwarna perak seperti layaknya sisik Naga.
Bangg!!
Ketika sisiknya dan serangan Kai saling bentrok, timbul ledakan Keras membuat air yang disekitar menguap. Melihat hal itu, sebuah ide muncul di kepala Kai.
"Kenapa aku begitu bodoh!!.."
Kai melayang tinggi keluar dari dalam Air, kemudian muncul dua api berbeda warna dikedua telapak tangannya. Ia menggabungkan dua api itu sehingga membentuk sebuah api baru yang lebih kuat.
Setelah api baru terbentuk, Kai melemparkannya kedalam Sungai dan...
Seperti yang Kai harapkan, Air sungai langsung menguap dan hanya dalam waktu singkat seluruh sungai mengering tanpa menyisakan air sedikit pun.
"Haha, Sekarang seluruh sungai sudah mengering.. kini kita seimbang."
Kai tertawa terbahak-bahak dan kembali kedalam pandangannya yang fokus dan penuh konsentrasi.
Ia memutar pedangnya kebelakang dan seketika menghilang dari tempatnya berada dan muncul kembali dibelakang Ular.
"Pedang Pemusnah, Gerakan Ke-tujuh!!."
Pedang Thunderbird membentuk beberapa kilatan cahaya pedang secara bergantian menyerang Ular berkaki hingga tidak dapat menyerang balik.
"Pedang Pemusnah, Gerakan Ke-lima!!.."
10 Kilatan itu Akhirnya menjadi satu dan menyerang Ular berkaki secara bersamaan, itu menimbulkan kerusakan Destruktif yang sangat kuat hingga membelah tanah sejauh 200 meter jauhnya.
Noda darah mengalir deras di perut Ular berkaki, Dia mengernyit karena tidak dapat membalas sama sekali, bahkan dengan perubahan fisiknya, Kai masih dapat melukainya dengan kejam.
Sedari tadi, Ular berkaki sudah tahu bahwa Kai hanya menggunakan 75 persen dari Kekuatan Aslinya, ia begitu kagum dan dengan buru-buru ia bersujud dan menerima Kai sebagai tuannya.
Kai mengangguk puas dan melirik Ular berkaki bertanya, "Siapa nama mu?"
"Bawahan ini tidak memiliki nama!"
Kai diam sebentar dan mulai berfikir seolah-olah mencari nama yang tepat.
"Haa, Gu Nan, bagaimana dengan itu?" Kai bertanya sambil menggaruk-garuk kepalanya, ia sama sekali tidak hebat dalam memberi nama orang lain.
Mata Ular berkaki menyala terang, ia bersujud dan buru-buru berkata, "Bawahan ini menyukai namanya tuan Kaisar!"
"Haha... Baiklah, mulai sekarang namamu adalah Gu Nan. Sebelum itu, bisakah kamu mengubah wujudmu terlebih dulu."
Gu Nan mengangguk dan tubuhnya mulai bercahaya terang, saat itu ekornya menghilang, kaki-kaki yang berada di bawah tubuhnya menghilang.
Perlahan-lahan sebuah tangan, kaki, dan kepala manusia muncul.. dan selang beberapa detik berlalu, proses perubahan Gu Nan selesai.
Dalam wujud manusia nya, Gu Nan memiliki kulit sawo matang dengan kedua mata besarnya mampu memandang ke segala arah.
"Baik, sekarang ikuti aku!"
Kai turun ke tanah dan berjalan dengan tenang menuju pecahan pedang kaisar bintang. Walaupun saat ini sinar matahari begitu terang, Kilatan Cahaya keperakan dari pecahan pedang masih dapat terlihat dengan jelas.
"Haha aku sungguh beruntung, dengan ini hanya tersisa dua lagi pecahan yang harus aku dapatkan."
Pecahan yang ada di dalam sungai yang mengering berjumlah empat, sementara itu didalam Inventory nya, Kai memiliki 14 Pecahan.
Dengan itu, hanya butuh dua lagi agar Kai dapat menyelesaikan misi dan meningkatkan Title Kaisar Bintang miliknya menjadi Dewa Bintang.
Setelah memandang pecahan itu untuk waktu yang cukup lama, setelah itu dia segera memasukkan 4 pecahan pedang ke dalam Inventory.
"Ayo pergi Gu Nan!"
Kai segera memegang bahu Gu Nan dan segera menghilang dari tempatnya berada.
***
Tempat dimana Kai berhenti sebelum kembali ke sungai, sekarang muncul kembali sebuah cahaya terang dan ketika cahaya itu menghilang, Kai dan Gu Nan muncul secara tiba-tiba.
"Bos-bos.. Teknik tadi benar-benar sangat hebat, kamu hanya perlu memegang bahu ku dan kita berdua menghilang secara tiba-tiba."
Kai Tersenyum mendengar kata-kata Gu Nan, ia berbalik dan segera bertanya sesuatu, "Gu Nan, kamu sudah tinggal disini untuk waktu yang cukup lama bukan, katakan padaku apa saja yang kamu ketahui tentang Lembah Naga Suci!."
Mendengar pertanyaan dari Kai, Gu Nan terkejut pada awalnya, kemudian ia mulai menceritakan apa tentang Lembah Naga.
Menurut cerita dari Gu Nan, lembah Naga sudah ada sangat lama sekali, itu setidaknya sudah berada di Dunia ini selama ratusan juta tahun.
Itu dulunya adalah salah satu dari tempat suci milik Ras Naga yang biasanya Ras Naga gunakan untuk memberikan penghormatan pada Sang Dewa Naga.
Selain itu, ada banyak sekali herbal langka dan juga tempat aneh yang dapat meningkatkan kekuatan seseorang, Itu disebut Langkah Surga.
Sebuah tangga yang mengarah kepuncak gunung, dan memilliki 1000 anak tangga untuk bisa sampai di puncak.
Setiap langkah bagaikan siksaan bagi seseorang Kultivator, bahkan ras Naga yang dikatakan memiliki fisik yang sangat kuat, tidak bisa mencapai puncak dari Langkah Surga.'
Selesai mendengar cerita dari Gu Nan, Kai menjadi semakin bersemangat, ia mengepalkan tangannya dan berkata dengan, "Itu pasti yang aku cari, untuk meningkatkan Tubuh Naga.. Seharusnya Langkah Surga harus aku taklukan."