
Dalam secarik surat yang dia dapat beberapa saat yang lalu, itu berisi tentang informasi mengenai artefak yang berkaitan dengan ras iblis.
Itu memang ada di kerajaan singa, tepatnya di gudang istana. Artefak yang dimaksud adalah cincin raja iblis, itu berisi jiwa raja iblis yang dapat digunakan untuk membangkitkan raja iblis kembali.
Tetapi karena Kai sudah tahu terlebih dulu, dia akan mencurinya terlebih dulu dibandingkan dengan para ras iblis itu.
Dibalik pohon yang berada tak jauh dari istana raja, Kai bersembunyi sambil melihat situasinya.
"Ada banyak kesatria kuat yang berjaga disana, meski aku bisa melewati mereka sekaligus, tapi aku tidak ingin menyia-nyiakan Qi sedikitpun."
Kai tiba-tiba teringat tentang sesuatu, sebuah teknik dimana ia tidak perlu menggunakan sedikitpun Qi miliknya.
"Lapisan tak terlihat!."
Kai mengatur pernafasannya, tepat di detik selanjutnya tubuhnya menghilang dengan begitu cepat tanpa meninggalkan jejak ataupun auranya sedikitpun.
Whusss!!.
Hembusan angin bersama dengan melesatnya tubuh Zhukai melewati puluhan kesatria itu. Tetapi ada seorang pria tua yang sedikit menyadari keberadaannya.
Pria itu memiliki sebuah tatapan tajam, tetapi kondisi tubuhnya saat ini benar-benar buruk.
"Pria ini kuat, tetapi kondisi fisiknya sudah sangat buruk."
Tanpa pikir lama, Kai terus berlari melewati para penjaga dan menuju ke gudang istana. Karena dia sangat asing dengan tempat itu, Kai sama sekali tidak tahu kemana dia harus pergi.
"Mungkinkah ruangan itu?"
Kai membuka pintunya secara perlahan, tepat setelah pintu terbuka sebuah suara terdengar.
"Ah, Ahhh~.. Pangeran, kamu terlalu ganas."
Klak!!..
Kai kembali menutup pintu, wajahnya membatu. "Sial, apakah semua keluarga istana selalu melakukan Mantap-mantap setiap saat." Kai menggerutu kesal, dia segera berbalik dan terus menyusuri ruangan istana.
Tak lama kemudian, Kai berhenti tepat di sebuah pintu yang cukup besar. Ada sebuah segel yang menutup pintu itu, "Hmm, jika seseorang dengan ceroboh membuka pintu ini, maka sebuah alarm peringatan akan berbunyi."
Kai menyeringai lebar, "Tapi itu tidak berguna padaku."
Profesinya sebagai Master Array benar-benar sangat membantunya, selain dia bisa membuka beberapa segel kuno, Kai juga bisa membuat jimat dari itu.
"Apa-apaan Rune ini!!? Ini sangat mudah, ataukah aku yang terlalu hebat ahahaha.." Ujarnya.
Selang beberapa detik berlalu, segel yang menyegel pintu itu akhirnya terbuka. Ketika Kai menggunakan tangannya untuk membuka pintu, sebuah cahaya berkilauan memenuhi kedua matanya.
"Woow.. Jika aku menjarah semua ini, aku akan menjadi sangat kaya."
Kai membalikkan badannya dan menutup pintu itu rapat-rapat, dia masih fokus dalam tujuan utamanya datang ke gudang itu.
"Cincin raja iblis!! Dimana aku bisa menemukannya?"
Kai terus mencari menggunakan mata ilahinya, meski begitu ada banyak cincin di dalam sana.
"Jika aku tidak bisa menemukannya, bukankah akan lebih baik jika aku membawa semuanya? Hehehe..."
Kai mengambil salah satu cincin ruang yang masih kosong dari dalam Inventory nya, dia dengan senyuman jahat mengambil semua cincin yang ada disana dan juga beberapa koin emas yang menggunung.
"Fyuuhh~ Aku kenyang, saatnya pergi."
Ketika Kai hendak pergi meninggalkan gudang istana, pintu itu tiba-tiba terbuka.
"Cepat kalian periksa setiap sudut disana, penyusup itu pasti masih berada di dalam sini."
Seorang pria paruh baya dengan penuh martabat memerintahkan setiap pasukan yang berdiri di sampingnya. Hanya sekilas, Kai sudah bisa menebak siapa identitas orang itu.
Raja kerajaan singa, Lyon.
"Tch, bagaimana mereka tahu."
Tepat setelah Kai menyelesaikan kalimatnya, raja Lyon berkata pada pria disampingnya. "Apakah benar kau melihat bahwa pintu ini terbuka beberapa saat lalu?"
Kai menghembuskan nafas pelan, dia berjalan dengan begitu pelan melewati para prajurit kerajaan.
Slashh!!.
Sebuah tebasan pedang mengarah padanya, Kai secara reflek menghindar dan menundukkan kepalanya.
"Ada apa Goldon?" Melihat kesatria terkuatnya bersikap aneh, Raja Lyon tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
"Tidak ada yang mulia, hanya saja saya merasakan ada sesuatu yang mendekat. Kurasa itu hanya perasaanku saja." Jawab Goldon dengan sopan.
"Whoaa, itu hampir saja. Insting pria tua ini sangat menakutkan." Kai berdecak kagum sembari berjalan keluar.
Ketika Kai sudah benar-benar keluar dari istana, dia akhirnya bisa bernafas dengan lega.
Tubuhnya kembali terlihat, tetapi jubah hitam yang menutup tubuhnya membuatnya tidak kelihatan dalam gelapnya malam.
"Mungkin besok para iblis itu akan memulai serangan."
Whusss!!
Tubuhnya perlahan menghilang menjadi asap hitam hingga Zhukai hilang sepenuhnya.
Kai kembali muncul di tengah-tengah hutan dan meregangkan tubuhnya yang cukup lelah, dia duduk diatas sebuah batu kemudian mengeluarkan banyak batu mana di dalam cincin ruang.
"Aku tidak bisa menang hanya dengan mengandalkan tubuh fisikku. Setidaknya kekuatan mana ku harus mencapai tingkat Mage untuk mengeluarkan sihir tingkat tinggi.'
Kai menelan puluhan batu itu sekaligus, urat-urat di lehernya mulai bermunculan. Sekujur tubuhnya dimulai dari kepala mulai bergetar dengan begitu hebat.
Noda darah menetes keluar di mulutnya karena tingkat penyerapan yang terlalu berlebihan. Aliran mana dengan begitu cepat mengalir melalui pembuluh darah dan menuju kedalam jantungnya.
Waktu telah berlalu dengan sangat cepat, malam hari yang semakin gelap dengan cahaya bulan purnama sebagai penerang.
Zhukai membuka kedua matanya, energi mana terus berputar-putar di dalam jantungnya hingga memadat menjadi satu.
"Masih belum cukup, aku butuh lebih banyak mana lagi." Meski dia berkata seperti itu, tetapi ia telah kehabisan batu mana.
Satu-satunya hal yang dapat ia lakukan saat ini adalah melatih Fist Eternal Dragon.
Kai menarik nafas panjang, dia mulai berdiri dan mengaktifkan tubuh naga kuno. "Fist Eternal Dragon, bentuk pertama.."
Kai dengan gila mengalirkan Qi kedalam kedua tangannya, dia terus mengontrol aliran Qi miliknya agar tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Energi Spiritual yang merembes keluar dari telapak tangannya mulai membentuk sebuah gambaran kepala naga yang begitu besar. Tidak berhenti sampai disitu, Kai terus memaksakan dirinya untuk terus mengalirkan Qi agar membentuk kepala naga agar terlihat nyata.
Duarr!!
Hanya dalam waktu setengah jam, sebuah gambaran kepala naga dengan taring-taring panjang tercetak di dalam kepalan tangan Zhukai.
Kai melangkah kebelakang beberapa langkah dan melepas pelukannya pada sebuah batu besar yang berada tak jauh darinya.
Booomm!!
Batu itu meledak menjadi kepingan kecil, bukan hanya itu. Ledakan dari batu itu menyebabkan beberapa pohon hancur dan terbakar menjadi abu.
Keringat mengucur deras dari kepalanya, Kai sedikit berlutut dan mengatur nafasnya.
"Tch, jika saja terdapat energi spiritual di dunia ini.." Walau dirinya terus menggerutu kesal, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
Hingga beberapa detik kemudian...
Duarr!!..
Ledakan keras yang berasal dari gerbang kota mengejutkan dirinya dan juga para kesatria dana juga penduduk setempat.
"Sepertinya sudah dimulai... Kekeke.. "
****
Bersambung.