
Di Kerajaan Ao Nan, Kai baru saja tiba dan menarik perhatian para orang lainnya, mereka menjauh dan tidak ada yang berani mendekat padanya.
"Ada apa? Kenapa semua orang terlihat sangat takut padaku?" Kai terus berjalan maju dan berhenti ketika melihat sebuah poster yang bergambarkan wajahnya di sana.
"Siapa orang jelek ini?" Ucap Kai sambil mengambil poster yang tertempel di dinding tepi jalan, ketika ia memperhatikan lebih teliti, gambar orang yang ada di dalam poster itu terlihat cukup mirip dengannya.
Tetapi ketika ia mihat kembali wajah orang yang ada di gambar Poster itu, kerutan muncul di keningnya.
"Hoo.. Jadi sekarang aku menjadi buronan di seluruh Benua Teratai..."
Dalam perjalanan datang Ke Kerajaan Ao Nan, Kai semoat mendapatkan beberapa informasi penting seperti tentang AhZhuan, dan juga dua benua lainnya.
Tepat ketika Kai berbalik, ia dihadang oelh seorang pria bertubuh besar dengan kulit coklat matang.
"Hmph.. Kau orang yang ada di Poster itu, Beraninya kau menunjukkan wajahmu di kerajaan ini, Menyerah saja dan serahkan dirimu pada Kekaisaran Teratai tiga." Pria beetubuh besar itu berkata dengan penuh kepercayaan diri, selah memandang Remeh Zhukai.
"Jadi apa jika aku tidak mau menyerah, apa kau pikir dengan kekuatan mu yang lemah seperti itu dapat menahan satu seranagnku!!" Kai mencibir sambil mengepalkan tangannya.
"Kau–..."
Bamm!!
Kepala Pria itu meledak ketika pukulan Kai melesat kearahnya, Kai bahkan belum mengenai tubuhnya tetapi hanya dengan tekanannya saja sudah membunuh pria itu.
Ding..
Notifikasi dari System terdengar, tapi Kai memilih untuk mengabaikan nya, "Heh, karena semua orang memiliki niat jahat padaku, jangan salahkan aku jika bertindak kejam.." .
Kai menutup matanya, Tangannya membentuk sebuah telapak. Detik berikutnya, sebuah cahaya keluar dari telapak tangannya dan membentuk sebuah telapak tangan raksasa..
Telapak tangan Raksasa itu hampir seukuran setengah dari Luas Kerajaan Ao Nan, "Hiaa..."
"Telapak Dunia!!.." Gambaran telapak tangan yang begitu besar mulai turun dari atas langit dan menimpa setengah Kerajaan Ao Nan.
Area yang terkena serangan telapak tangan mulai menjadi reruntuhan, Notifikasi dati System terus bergema di kepala Kai.
Telapak Dunia yang baru saja Kai keluarkan merupakan gabungan dari 200 Telapak tangan yang lain. Dalam 9 bulan waktu Kai di Gurun Xinju, selain memburu Biantang Buas, ia juga melatih keterampilan beladiri miliknya.
"Summon!!.." Kai berkata dengan dingin, Ia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang namanya hati nurani.. Setelah hampir 10 tahun berada di Dunia dimana Hukum Rimba bekerja, Kai segera memahami hanya yang kuat yang dapat bertahan hidup.
Ketika Kai mencoba membangkitkan para Mayat yang barusan ia bunuh dengan Telapak Dunia, Layar Hologram tiba-tiba muncul di depannya dengan sebuah pesan.
[Mayat yang dapat di Summon telah mencapai tingkat maksimum (200.000/200.000), jumlah yang dapat di Summon akan bertambah seiring dengan Kenaikan Profesi Necromancer milik Kai Gege.. Necromancer (Bintang Satu) Untuk Naik tingkat diperlukan 18.500/20.000 Death Aura]
[Setiap orang belum tentu dapat menghasilkan Death Aura]
"Huh.. Jadi seperti itu!!.." Kai berhenti menatap layar Hologram dan mengalihkan pandangannya kearah lain..
Dalam pandangan matanya, tertangkap seorang Pria berambut merah menatap marah kearahnya... Sementara itu, dibelakang pria itu juga terdapat sepuluh orang yang masing-masing memiliki Kultivasi seorang Early God.
"Necromancer tercela!! Beraninya kau membunuh para penduduk kerajaanku.. Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku, aku pasti akan membunuhmu!!.." Raja Ao Nan ya g merupakan seorang Dewa Emas tahap awal berkata dengan kemarahan yang meluap-luap..
Dia meraung dengan begitu keras kemudian melemparkan tombaknya kearah Zhukai..
Whuss!!
Tombak melesat dengan begitu cepat seperti anak panah, Melihat kecepatan dari Tombak itu, Kai tidak dapat menganggap remeh para musuhnya.
Ia menghindar dengan sangat baik dan membalas menyerang dengan sebuah tebasan beruntun..
Duarr!! Duar!! Boomm!!
"Baik Yang Mulia!!.."
Sepuluh orang itu melesat menjadi siluet berwarna-warni yang masing-masing melepaskan tekanan mereka yang juga merupakan seorang Early God, Dewa Putih tahap akhir..
Di hadapakan dengan sepuluh orang Rekam Early God yang tidak lemah, Kai sedikit mengerutkan kening..
"Undead satu, Undead dua, Undead tiga.. Kalian bertiga tahan dulu sepuluh orang ini sementara aku akan menghasisi Orang itu dulu.."
Seketika mucul tiga bayangan hitam dari dalam bola hitam yang ada di telapak tangan Zhukai, bayangan hitam itu merupakan tiga Undead Terkuat miliknya, walaupun mereka mungkin tidak akan bertahan lama, tetaoinitu sudah cukup bagi Kai untuk membunuh Raja Ao Nan.
Tiga Undeadnya segera menghadang Sepuluh bawahan Raja Ao Nan dan menyisakan Kai dan Raja Ao Nan seorang diri.
"Sial!!.." Raja Ao Nan mengumpat dalam hatinya, Ia tidak pernah berfikir bahwa Kai memiliki 3 Undead yang Kultivasi mereka semua berada di Ranah Early God..
"Aku tidak akan menahan diri lagi!!!... Transformasi Naga!!.."
Kuli tubuh Kai terkelupas berbubah menjadi sisik-sisik byang sama kerasnya dengan berlian, Dua pasang sayap mulai tumbuh di ikuti dengan dua tanduk di kepalanya.
Fisik Kai meningkat beberapa kali lipat begitu juga dengan kekuatan tempurnya.
"Tarian pedang Api, Api Phoenix.. Menyatu!!"
Whengg!!
Tanpa butuh waktu lama, Kai melesat maju dan menebas pedangnya Kedepan, Serangannya membentuk sebuah huruf X besar di udara..
Raja Ao Nan mengeluarkan keringat dingin ketika menghadapi tekanan besar dari Tarian Pedang Api, ia merasakan sebuah beban yang begitu berat menghantam tubuhnya, membuatnya tidak dapat bergerak.
"Sial!! Sial!!.." Raja Ao Nan mengeluarkan sebuah perisai berwarna emas yang merupakan Artefak miliknya, ia dengan kuat menahan perisai di depannya untuk menghadang dua tebasan Api yang mengarah kepada dirinya.
"Kekeke, Dia termakan Umpan.." Kai berkata dengan seringai jahat di wajahnya, Ketika dua serangan pedang Api Miliknya hendak mengenai Perisai dari Raja Ao Nan. Tiba-tiba dua tebasan itu menghilang..
"Apa!! Apakah barusan itu hanyalah ilusi!!" Raja Ao Nan membelalakkan matanya tidak percaya.
Tepat ketika ia menurunkan penjagaannya, ia merasakan perasaan tidak nyaman dari belakang tubuhnya..
Belum sempat ia dapat berbalik, Ia terkena dua tebasan Pedang Api Zhukai yang tadi menghilang..
Ding
[Membunuh seorang Early God, Dewa Emas. Mendapatkan 10 Triliun Poin System, mendapatkan 20 Triliun Poin Pengalaman]
Raja Ao Nan yang dikenal kuat diantara Para Raja-raja Lainnya mati tanpa dapat melakukan perlawanan.
Kai berbalik untuk melihat tiga Undeadnya yang ia perintahkan untuk menahan sepuluh bawahan Raja Ao Nan, tetapi tiba-tiba ia merasakan tekanan kuat mengarah padanya..
Sebuah tebasan pedang terbentuk di udara dan dengan cepat mengarah pada dirinya, Kai tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dan memutuskan untuk menahan serangan itu dan...
Bamm!!
Tubuhnya terpental begitu jauh menabrak bangunan-bangunan di Kerajaan Ao Nan..
Kai bangkit dan merasakan tangannya kebas karena menahan serangan barusan.. "Seperti nya aku mendapatkan musuh yang sangat kuat kali ini.."
***
Bersambung..