
Dalam ruangan gelap tanpa sedikitpun cahaya, Tang Hai mengambil kembali obor untuk menerangi jalannya.
Tak jauh darinya, sebuah peti mayat yang begitu besar, itu setidaknya memiliki panjang hampir lima meter dan lebarnya dua meter.
Tang Hai melompat dan dengan Qi yang mengalir melewati garis meridiannya, Tang Hai merasakan kedua lengannya dipenuhi kekuatan.
Klak!!
Ketika penutup peti mati itu terbuka, sebuah tengkorak seperti struktur manusia, tetapi itu memiliki panjang dua kali lipat dari manusia normal.
Itu tidak lain adalah tengkorak dari pemimpin Supreme Demon Tuan Chen. Dia dulunya adalah seorang Kultivator tak terkalahkan di ranah Dewa Semesta.
Bahkan jika tiga Patriak dari ras besar bergabung, mereka masih bukan lawannya. Sayangnya, karena kesombongan dari Tian Chen, dia meremehkan lawannya yang berakibat pada Kematiannya.
Kematian Tian Chen juga sangat mempengaruhi ras Supreme Demon hingga membuat mereka lenyap dari Alam Dewa.
"Hahaha ... Jika aku bisa membangkitkan pemimpin Supreme Demon, Alam Dewa akan menjadi milikku."
Tang Hai yang penuh dengan keserakahan, tidak menyadari bahwa Leng Aran berjalan mendekat kearahnya dengan pedang panjang di tangannya.
Craatt!!
Tanpa bisa Tang Hai sadari, sebuah pedang panjang telah menusuk tubuhnya, pedang itu menusuk tepat di mana jantungnya berada.
"K–Kau ... Murid sialan–."
Bahkan sebelum Tang Hai dapat menyelesaikan ucapannya, tubuhnya sudah ambruk terlebih dulu dengan darah terus mengalir dari tepat dimana dia di tusuk tadi.
"Hahaha ... Dasar pak tua idiot, aku sangat berterimakasih karena telah menemukan tempat ini untukku."
Leng Aran tertawa keras, dia turun dari peti mati setelah menendang mayat Tang Hai turun.
Leng Aran berjalan menyusuri sekitarnya untuk melihat apakah ada harta peninggalan dari Supreme Demon Tian Chen.
Bahkan jika itu hanya sedikit dari peninggalan nya, itu sudah cukup bagi Leng Aran untuk meningkatkan kekuatannya.
"Pak tua yang bodoh, bermimpi untuk membangkitkan kembali sang pemimpin Supreme Demon, dia sudah mati ratusan ribu tahun yang lalu, bagiamana dia bisa bangkit kembali." Leng Aran tidak bisa berhenti untuk terus menertawai betapa bodohnya gurunya.
Sementara itu, mayat Tang Hai yang tergeletak di tanah tiba-tiba menyerap aura hitam yang ada di dalam makan itu.
Selang beberapa detik, mayat Tang Hai terlihat melalukan pergerakan.
"Bwahaha... Akhirnya, aku Supreme Demon Tian Chen bangkit."
Tawa yang menggema keras di seluruh ruangan mengangetkan Leng Aran yang sedang mencari harta.
Dia merasakan keringat dingin mengucur di punggungnya, dia dengan sekuat tenaga berbalik untuk melihat itu.
Tetapi sebelum dia bisa melihat apa itu sebenarnya, kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya.
"Manusia memang makhluk bodoh yang serakah. Mereka bahkan mengkhianati rekannya sendiri karena harta kecil seperti itu " Tian Chen tertawa ringan.
Dia menatap mayat Leng Aran sebentar kemudian melahap sisa aura di tubuhnya.
"Dari ingatan tubuh ini, sepertinya sudah ratusan ribu tahun berlalu semenjak kematian ku. Ras Naga, Ras Phoenix, dan ras-ras lain semuanya punah? Hahaha ... Alam Dewa sebentar lagi akan berada dalam genggaman ku."
"Oh, Chi Zhen? Penguasa Alam Dewa? Menarik, aku akan mencoba bertarung dengannya nanti. Sebelum itu, aku harus menemui ras ku yang lain."
Dua pasang sayap muncul secara tiba-tiba di belakang punggung Tian Chen, dia menggepakkan sayapnya dan mulai terbang meninggalkan tempat itu.
Sementara saat ini, Zhukai duduk di sebuah meja dengan banyak kertas di depannya.
Dia terus membuat jimat untuk persiapan melawan Supreme Demon, karena Kai tidak tahu kekuatan pasti miliki musuh, dia tidak mau meremehkan musuhnya.
Ketika Kai tengah sibuk menulis Rune kuno, notifikasi System berdengung di kepalanya.
Ding.
[Supreme Demon Tian Chen telah bangkit, bunuh dia dan dapatkan 1 Milyar Poin Takdir dan 1 juta Poin Angkasa]
Kai berhenti menulis, mendengar pemberitahuan misi dari System, Kai menunjukkan sedikit ketertarikan.
[Apakah Kai ingin mengambil misinya?] Yi bertanya sopan.
Kai bisa mengabaikan 1 Milyar Poin Takdir itu, tetapi untuk 1 juta Poin Angkasa, bagaimana dia bisa mengabaikannya.
"Tian Chen? Siapa dia ... Aku akan bertanya pada Zhen'er tentang ini."
Kai menaruh pena diatas meja, dia berdiri melangkah maju untuk menemui putranya.
Saat ini, Chi Zhen terlihat sibuk dengan banyaknya pikiran yang ada dalam benaknya.
Dia juga telah meminta seluruh muridnya yang tengah menjalankan misi untuk kembali.
"Kau terlihat sibuk Zhen'er, apakah ada yang bisa ayah bantu untukmu?" Kai datang setelah mengetuk pintu tiga kali.
"Tidak apa-apa ayah, aku tidak ingin merepotkan mu." Chi Zhen menolak secara sopan.
"Katakan saja apa yang kau butuhkan, aku akan sebisa mungkin untuk menyiapkannya."
Karana Kai saat ini memiliki sedikit waktu luang, dia bisa memanfaatkannya untuk membantu putranya.
"Oh tunggu dulu ..." Kai tiba-tiba teringat dengan misi System nya.
"Apakah kamu tahu siapa Tian Chen?"
Mendengar nama Tian Chen keluar dari mulut ayahnya, Chi Zhen terkejut, dia menatap Zhukai dan berbalik bertanya.
"Bagaimana ayah tahu nama itu?"
"Sudah katakan saja siapa dia."
Chi Zhen menghela nafas berat, meski sejarah tentang ras Supreme Demon adalah hal yang umum, tetapi untuk masalah Tian Chen, hanya sedikit orang yang mengetahui tentangnya.
"Dengarkan ini ayah... "
Chi Zhen mulai bercerita tentang siapa itu Chi Zhen dan kekejamannya serta kekuatannya yang begitu hebat di era kuno.
Kai mendengar seluruh penjelasan itu dengan bosan, menurut apa yang dikatakan putranya, Tian Chen adalah seorang Kultivator terkuat dalam sejarah Alam Dewa.
"Aku kira siapa dia? Tetapi dari penjelasan Zhen'er, Tian Chen ini lebih lemah dari Iblis Agung Tetapi karena Yi'er memberi hadiah yang begitu besar hanya untuk membunuhnya, aku harus sedikit waspada dengan hal ini."
Sebelum meninggalkan ruangan Chi Zhen, Kai memberitahu putranya untuk tidak terlalu khawatir.
"Jangan terlalu dipikirkan Zhen'er, kau bisa bergantung pada ayahmu ini."
Karena dia memiliki jutaan Undead, Kai merasa bahwa itu jumlah yang sangat banyak dan cukup untuk berhadapan dengan pasukan Supreme Demon.
Setelah ia meninggalkan ruangan Chi Zhen, Kai kembali menulis jimat. Karena setelah perang dimulai, Kai harus membunuh terlebih dulu pemimpin mereka agar kekuatan mereka melemah.
Kai tidak bisa mengabaikan Poin gratis yang datang padanya, maka dari itu, sesaat sebelum perang dimulai, Kai akan menyuruh setiap Kultivator yang bertempur untuk memakai jimat miliknya.
Jimat itu memiliki pelindung yang cukup kuat untuk melindungi nyawa pemakainya, tetapi ada alasan lain mengapa Kai membuat jimat itu.
Ketika orang yang memakai jimat yang Kai berikan dan membunuh beberapa Supreme Demon, Kai secara otomatis mendapatkan Poin Takdir dari Supreme Demon yang dibunuhnya.
"Mwehehe Poin gratis tidak boleh disia-siakan."
Sementara itu, jauh di dalam sebuah dunia kecil yang gelap. Tian Chen memimpin para Supreme Demon yang lain dan berjalan keluar dari dunia kecil itu.
"Hahaha, dengan kekuatan pasukan ku saat ini, tidak ada seorangpun di Alam Dewa yang bisa menghentikan kami." Tian Chen berkata dengan penuh kebanggaan.
Jumlah pasukan di belakangnya setidaknya ratusan ribu? Atau bahkan lebih banyak dari itu.
"Pasukan ku, kita akan membalas dendam atas apa yang telah terjadi ratusan tahun yang lalu." Tian Chen berbalik, memasang para bawahannya dan berteriak keras.
"Ya, bunuh mereka, siksa mereka semua, jangan sampai ada seorangpun yang selamat."
Dengan begitu, perang besar antara ras Supreme Demon yang dipimpin oleh Tian Chen dan pasukan Ashura yang dipimpin oleh Zhukai akhirnya dimulai.
***
Bersambung.