
Pada hari yang sama saat Zhukai meninggalkan goa latihan, terjadi sebuah kejadian dimana kereta kuda yang berniat mengantar herbal pada Klan Xia di jarah oleh para bandit.
Tidak pernah terpikirkan oleh seseorang bahwa akan ada bandit yang berani menjarah kereta kuda yang jelas milik Klan Xia.
Siapa Klan Xia? mereka tidak lain adalah penguasa mutlak Alam Surgawi. Bahkan sekte dewa perang tidak berani menyingung mereka tanpa alasan yang jelas.
Di perjalanan dimana Hutan yang terletak satu mil dari Klan Xia, terlihat siluet hitam melesat melewati banyak pepohonan lebat.
Siluet hitam itu tidak lain adalah Zhukai yang telah keluar dari latihan tertutup. Dia awalnya berniat untuk langsung pergi ke Klan Xia, tetapi setelah mendengar desas-desus dari desa sebelumnya. Kai berniat untuk menangkap para bandit sebelum kembali ke Klan.
Sementara itu, di sebuah tempat jauh di pedalaman hutan. Terlihat sekelompok orang yang tengah berpesta dengan banyakan arak dan daging di atas meja makan.
Mereka tak lain adalah para bandit yang merampok kereta kuda milik Klan Xia. Jumlah mereka cukup mengejutkan untuk disebut sebagai kelompok bandit.
Jika Zhukai menghitung jumlah mereka, para bandit itu memiliki anggota yang berjumlah hampir 3000 orang dengan Kultivasi rata-rata di ranah Godly God.
Tetapi untuk beberapa orang, mereka hampi mencapai Celestial God Langit Ke-lima. Tentu kekuatan mereka tidak kecil, bahkan akan sulit bagi sekte kecil untuk berurusan dengan mereka.
"Hmm, melihat dari pakaian mereka dan juga tato di tubuh mereka... Tidak salah lagi, mereka pasti kelompok bandit."
Zhukai bergumam dari balik pohon sambil menatap tajam pada kerumunan orang yang sedang berpesta disana.
"Hahaha... Ketua, siapa yang menyangka bahwa kita berhasil menjarah herbal-herbal yang Klan Xia beli dari Ibukota. Jika kita menjual ini kembali, berapa banyak batu dewa yang berhasil kita dapatkan."
"Ya kau benar, tetapi kita akan menunggu sampai situasi aman sebelum menjual herbal ini kembali. Jangan jual semuanya, cukup setengahnya saja." tegas seorang pria yang dipanggil ketua oleh anggota bandit lainnya.
"Setengah saja? kenapa kita tidak menjual semuanya saja Ketua?" tanya pria bertubuh besar sedikit bingung.
Ketua kelompok bandit itu menghela nafas sambil menatap anggotanya dengan kosong tanpa ekspresi.
"Kau bodoh atau apa!! Apa kau tidak lihat, beberapa herbal ini adalah herbal langka, akan sulit bagi kita untuk menemukan herbal seperti ini lagi di masa depan."
Mendengar ocehan dari ketuanya, pria itu segera tertawa canggung. "Hehehe, maaf aku tidak tahu."
"Tapi ketua, bagaimana kau tahu bahwa di Klan Xia sedang terjadi perebutan kekuasaan?"
"Hmph, temanku memberitahu hal itu padaku. Jika tidak, bagaimana kita bisa begitu berani merampok herbal mereka."
Tetapi setelah ucapannya berkahir, tanah tempat mereka berpijak tiba-tiba bergetar.
Ketua bandit segera mengambil pedang yang terletak tidak jauh darinya dan memerintahkan para anggotanya untuk bersiaga.
Bahkan sebelum anggota bandit mempersiapkan diri, kepala mereka telah terpisah dari tubuhnya.
Dalam satu serangan itu, lebih dari 40 anggota kelompok bandit terbunuh. Di tengah-tengah mayat anggota kelompok bandit yang telah mati, terlihat sosok pria muda yang wajahnya tertutup oleh jubah hitam yang ia kenakan.
Walau penampilan pemuda itu terlihat biasa, tetapi pedang hitam di punggungnya terus mengeluarkan niat membunuhnya sedari awal.
"S–Siapa kau!! apa kau memiliki masalah dengan kami."
Melihat nyawa puluhan anggota melayang tanpa bisa berbuat apa-apa, wajah ketua bandit menjadi pucat.
Meskipun begitu, dia masih memberanikan diri untuk bertanya. Tapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari pemuda misteriusnya itu.
"Tch, tidak peduli siapa kau, karena kau berani membunuh bawhanku, tidak ada akhir yang baik untukmu."
Wajah pucat di wajah ketua bandit segera menghilang digantikan dengan seringai lebar di wajahnya.
Meskipun pemuda itu kuat, tetapi dia tidak percaya bahwa pemuda itu akan bertahan dari serbuan ribuan bandit lainnya.
Atas teriakan dari pemimpin bandit, ribuan anggota yang masih dalam keterkejutan segera mengambil pedang mereka.
Amarah terlihat dengan jelas di wajah masing-masing bandit dan merkea berlari untuk menyerang Zhukai dari berbagai arah.
Melihat ada banyak orang yang mengepungnya, Zhukai dengan acuh mencibir.
"Tidak peduli seberapa banyak jumlah kalian, di hadapan kekuatan absolut, kalian sama seperti seekor semut."
Kai menyeringai dingin, dia mengangkat tangannya untuk menggenggam pedang hitam yang ada di punggungnya.
Tubuhnya melesat mencipta banyak afterimage di berbagai tempat.
Swoshh!!
Tanpa ada satupun bandit yang melihat pergerakan Zhukai, mereka semua mati bahkan tanpa mengetahui bagaimana mereka bisa terbunuh.
Melihat bawahannya satu demi satu terkapar di atas tanah, ketua bandit akhirnya merasakan apa yang mereka sebut sebagai kematian!!
"Tidak, aku tidak boleh mati di tempat ini. Maafkan aku, tetapi aku pasti akan membalas dendam untuk kaliandi masa depan."
Ketua bandit segera berlari meninggalkan para bawahannya yang bertarung mati-matian dengan Zhukai.
"Mau pergi kemana! Jangan bertindak pengecut dan lawan aku."
Jauh di depannya, ketua bandit bisa melihat Zhukai berdiri tegak dengan seringai mengerikan di wajahnya.
Wajah ketua bandit kembali cemas dan juga penuh kepanikan. Ia berbalik kebelakang dan melihat bahwa Zhukai sedang bertarung dengan bawahannya.
Lalu siapa pria yang berdiri jauh di depannya saat ini. Ia terus memutar otaknya dan berfikir dengan keras agar bisa lolos dari situasinya saat ini.
Tetapi seberapa keras dia berfikir, tidak ada satupun cara yang membuatnya lolos dari situasinya saat ini.
Karena tidak memiliki pilihan lain, ketua bandit itu akhirnya memutuskan untuk bernegosiasi dengan Zhukai.
"Ha Ha... Kultivator terhormat, tidak baik jika kita melanjutkan pertarungan ini bukan. Bagaimana kalau begini, kau bisa mengambil harta jarahan kami dan membiarkan ku hidup."
Senyuman di wajah ketua bandit semakin melebar. Orang biasa tidak mungkin menolak tawaran besar seperti itu
Tetapi satu hal yang ketua bandit tidak ketahui, Kai disini bukan untuk merampok herbal mereka melainkan untuk membunuh mereka semua.
Slashh!!
Kai menusukkan pedang hitam tepat di jantung ketua bandit, serangan itu juga segera mengakhiri hidup dari ketua bandit.
"Seharusnya kau tahu tidak ada akhir bahagia untuk pembunuh kejam seperti mu."
Tepat setelah Zhukai membunuh ketua bandit, ia segera menarik kembali bayangan dan membunuh pasukan bandit yang tersisa.
Setelah mengambil kembali herbal milik Klan Xia yang di simpan di salah satu bangunan di sana markas bandit.
Kai akhirnya melanjutkan perjalanan kembali ke Klan Xia. Karena jarak antara dirinya dan Klan Xia tidak terlalu jauh, Zhukai sampai disana tepat saat sore hari tiba.
***
Bersambung..