Re-system

Re-system
Wang Zhong



Suara itu terdengar begitu pelan, meski begitu Kai masih bisa mendengar suara itu dengan sangat jelas.


Dia segera menoleh ke arah kiri dan kanannya untuk mencari sumber suara tersebut. Karena hanya ada sebuah gubuk tua yang berada tidak jauh darinya, Kai segera berjalan ke gubuk tersebut.


Saat Zhukai sampai di depan gubuk tersebut, dia mengetuk pintu gubuk itu. Tak disangka, setelah Kai mengetuk pelan gubuk tersebut, pintu itu langsung terbuka.


Di dalamnya, terlihat seorang pria berambut merah pendek dengan tubuh yang sangat kurus. Dia terlihat seperti pria berusia 25 tahun pada umumnya, tetapi apa yang membuatnya terlihat aneh adalah betapa kurusnya tubuhnya.


Begitu tatapannya dan tatapan Zhukai saling bertemu, dia mengerutkan keningnya sambil berkata.


"Siapa kamu... Kenapa aku merasakan aura milik guru di tubuh mu." Begitu pria itu menyelesaikan ucapannya, terlihat perubahan ekspresi di wajah Zhukai.


Dia menatap lebih dalam pada pria kurus di depannya dengan tubuh bergetar, "Wang– Wang Zhong, apakah ini kamu!?"


Zhukai berjalan mendekat dengan tatapan mata dipenuhi kerinduan. Pria di depannya saat ini adalah salah satu diantara sepuluh murid yang ia banggakan.


Wang Zhong sendiri dulunya adalah seorang pria kekar dengan tubuh fisik yang sangat kuat. Diantara sepuluh murid yang Zhukai banggakan, Wang Zhong adalah muridnya yang memiliki tubuh fisik terkuat.


Melihat kondisinya saat ini, bagaimana Kai tidak sedih.


"S–Siapa kamu... Bagaimana kau bisa tahu namaku?" Wang Zhong berjalan mundur secara perlahan.


Tetapi setelah Zhukai mengeluarkan energi bintang nya, tubuh Wang Zhong bergetar sekaligus air mata mulai menetes di wajahnya.


"E–Energi ini... Tapi bagaimana bisa... Jangan-jangan." Air mata semakin mengucur deras di wajah Wang Zhong.


Dia menatap pria di depannya sesaat kemudian berlari dan segera memeluk pria itu dengan erat.


"Guru!!.. Jadi ini benar-benar kamu?" Seperti seorang anak kecil yang baru bertemu dengan orang tua mereka setelah selain lama.


Wang Zhong tanpa henti menangis hingga membuat pakaian Zhukai basah karena air matanya.


"Maaf karena baru bisa menemui mu sekarang, tapi mengapa kondisimu sangat buruk seperti ini..."


Setelah melepas pelukannya dari Zhukai, Wang Zhong memalingkan pandangannya. Dia menghela nafas panjang kemudian menjelaskan apa yang terjadi dengan sekte bintang primordial setelah kematian Zhukai.


"Itu..."


Wang Zhong menatap Zhukai kemudian mulai menjelaskan semua kejadian dan juga kekejaman yang dilakukan oleh dewa perang kuno setelah kematian dewa bintang.


Mereka tidak hanya menghancurkan sekte bintang primordial dan merampas harta sekte.


Tetapi mereka juga membunuh setiap murid sekte bintang primordial yang mereka temui. Setelah membunuh murid sekte bintang primordial, mayat murid sekte bintang primordial digantung di tiang yang ada di alun-alun kota.


Kabar itu dengan cepat tersebar di seluruh dunia ilahi, tidak sedikit orang yang mendengar kabar itu.


Tetapi tidak ada satupun Kultivator yang berniat membantu sekte bintang primordial.


Sedangkan untuk murid sekte lain yang masih hidup, mereka menyembunyikan identitas mereka sebagai murid sekte bintang primordial dan menjalani hidup dengan sembunyi-sembunyi.


Setelah mendengar seluruh cerita dari Wang Zhong, Zhukai menghela nafas dalam-dalam.


Meski dia sudah mencoba menahan amarahnya, tetapi membayangkan rasa sakit saat murid-muridnya di gantung, Kai merasa saat ini dia ingin mencabik-cabik dewa perang yang lain menjadi beberapa potongan.


"Wang Zhong, lalu dimana saudara-saudara mu yang lain?"


Mendengar itu, Wang Zhong menundukkan kepalanya sambil merenung sesaat.


"Hahh.. Mereka semua sudah pergi... Apa guru masih ingat dengan Yang Tian?"


"Ya, bukankah dia adalah murid pertama ku sekaligus kakak kalian?"


Dengan helaan nafas panjang, Wang Zhong kembali berkata.


"Dia sudah mati..."


"Apa!!!..." Tubuh Zhukai membeku, dia sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Memang benar, Kakak Tian adalah yang paling cepat diantara kami semua. Jika dia melarikan diri saat itu, dia pasti masih hidup saat ini. Tapi..."


Mengingat seluruh kejadian itu, Wang Zhong kembali meneteskan air matanya.


"Kejadian itu? cepat jelaskan apa yang terjadi!"


"Setelah penyerbuan besar-besaran yang dilakukan oleh dewa perang kuno, Kakak Tian mencoba menahan mereka seorang diri sehingga memberikan waktu untuk kami melarikan diri."


"Tapi dengan kekuatan Kakak Tian yang saat itu masih berada di ranah God of Creation Langit Ke–Tiga, dia jelas bukan tandingan dewa perang."


"Berkat pengorbanannya, ada banyak murid sekte yang berhasil melarikan diri."


Setelah mendengar cerita itu dari Wang Zhong, Kai menepuk pundak muridnya dan memberitahu bahwa dia tidak perlu merasa bersalah.


"Ini semua salahku karena menjadi seorang pemimpin yang buruk, aku benar-benar minta maaf.."


Jika saja Zhukai tidak ceroboh dan terbunuh oleh sebelas dewa perang kuno waktu itu. Murid-murid nya tidak akan mati dan sektenya juga tidak akan hancur seperti ini.


Setelah berbicara dengan Wang Zhong lebih jauh, Kai segera mengumpulkan banyak herbal dan membuat sebuah pil untuk memulihkan kondisi tubuh Wang Zhong.


"Ambil ini, itu akan memulihkan kondisi tubuhmu secara perlahan. Kau juga harus makan lebih banyak untuk mengembalikan tubuhmu seperti dulu."


Wang Zhong mengangguk dengan bersemangat. Dengan kembalinya Zhukai, ia merasa tidak akan lama lagi sekte bintang primordial untuk kembali bangkit.


"Baik guru..."


***


Sementara itu di sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi di atas gunung, seorang wanita dewasa duduk di meja yang ada di depan halaman rumahnya.


Seorang pelayan keluar dari rumah sambil membawa nampan yang bersisi satu cangkir teh yang masih hangat.


"Kamu bisa kembali!."


Setelah meletakkan secangkir teh di atas meja, pelayan itu membungkuk dan segera berbalik pergi.


Saat wanita dewasa itu menyesap teh yang ada di atas meja, dia sedikit melirik ke arah kirinya sambil bergumam pelan.


"Hmm, sebentar lagi mereka datang..."


Sambil tersenyum, wanita itu mulai memejamkan kedua matanya.


Begitu kedua mata wanita itu terpejam, terjadi sebuah sobekan dimensi yang berada tepat di sebelah kirinya.


Dari dalam sobekan dimensi itu, terlihat dua orang gadis cantik berjalan keluar. Mereka berdua memasang senyum di wajah masing-masing.


"Halo ibu...."


Kedua gadis itu membungkuk sambil menyatukan kedua tangan mereka.


"Oh, kenapa kalian berdua terlambat.." Tanpa melirik sedikitpun, wanita itu bertanya.


"Maaf ibu, aku memiliki sedikit masalah sebelum kembali." Zi Lan Mei tersenyum manis.


Dia dan adiknya duduk tepat di samping wanita cantik itu, "Jadi, apa alasan ibu memangil kami berdua?" Zi Lin Yue bertanya setelah dia duduk.


"Hmm, kalian berdua sudah cukup lama menyendiri bukan? Kebetulan ibu baru saja menemukan pasangan yang cocok untuk kalian berdua."


Begitu wanita itu menyelesaikan ucapannya, Zi Lin Yue dengan tegas menolak.


"Tidak, aku tidak mau!!.."


****


Bersambung...