
"Apa!!.. Dia seorang Pemanggil Undead!!.. apakah kau tidak salah berkata!" Walikota berkata dengan terkejut, ekspresi wajah nya kini menjadi semakin serius.
Mendengar kata-kata Pemanggil Undead dari Walikota, Putri Lun menjadi sangat tertarik. Dia berjalan maju dan bertanya pada orang itu sambil tersenyum, "Halo Paman, jika boleh tahu, bagaimana ciri-ciri orang itu?"
Orang yang di tanya itu tertegun sesaat karena terpana oleh kecantikan Putri Lun, "Dia memiliki Rambut hitam panjang, aku tidak dapat dengan jelas melihat wajahnya karena tertutup oleh jubah hitam yang dia pakai... Oh dan juga terdapat sebuah pedang panjang di belakang punggungnya."
"Orang berjubah hitam dengan pedang panjang di punggung?.. Mungkinkah di orang tadi! Hehe ini semakin menarik saja."
"Tuan putri mengenai kejadian ini.."
"Aku paham walikota, aku akan meminta ayahku untuk mengirim bantuan, Aku bertaruh Necromancer itu pasti tidak akan lolos.."
Setelah itu, Putri Lun dan Walikota berjalan kembali ke Rumah Walokta.
****
Disebuah penginapan di Kota Win, Kai terbaring di tempat tidur sambil menatap lurus kearah Layar Hologram di depannya.
Kai membeli Pil Ilahi tingkat tinggi dari Systemnya, dia menghabiskan 100 Milyar Poin untuk itu.
"Huh.. Sama sekali tidak ada informasi yang berguna, sebaiknya besok aku harus segera pergi ke Kota yang lebih besar." Ucap Kai kemudian menelan puluhan Pil yang ada di tangannya.
Menjelang Pagi hari, Kai membuka mata, tidak ada peningkatan besar dalam Kultivasinya.. Semakin tinggi Kultivasi seseorang maka akan semakin Sulit untuk baik tingkatan.
Kai sebenarnya hanya butuh beberapa dorongan untuk membuatnya naik dati seorang Dewa Putih menjadi Dewa Emas.. Walaupun Pil yang ia beli dari Systemnya cukup membantu tetapi itu masih tidak cukup untuk membantunya menerobos.
"Oh, aku masih memiliki 1 Milyar Poin dari Pohon Poin... Yui, bagaimana caraku mengambilnya?" Tanya Kai pada Yui sambil menatap lurus kearah layar Hologram.
[Mudah saja, kakak laki-laki tinggal mengucapkan 'Ambil Poin' setelah itu, Poin secara otomatis akan di tambahkan ke dalam Status]
"Kalau begitu.. 'Ambil Poin'."
Ding
[Poin simpanan di Pohon Poin berhasil diambil... Total Poin : 1 Milyar]
"Semudah itukah? Hehe, bukankah jika aku terus menanam pohon bukankah Poin ku akan menjadi Unlimited?.."
[Tentu saja itu hanyalah khayalan Kakak, Maksimal Pohon Poin hanya dapat menghasilkan 1 Triliun perbulan]
"Haa... Baiklah kalau begitu, Aku ingin menanam Pohon Poin, kau bisa mengambil Poin ku sebanyak yang kamu mau.."
Setelah Kai selesai menanam Pohon, ia bersiap-siap untuk pergi meninggalkan Kota Win.
Tetapi tepat ketika ia hendak turun ke bawah, terdengar suara langkah kaki yang begitu keras di luar penginapan.
Mereka memakai baju perang yang lengkap, Pedang, Zirah, Helm, Tameng, Tombak, dan lain-lain.
Kai termenung sejenak, "Ada apa sebenarnya kenapa mereka datang ke penginapan ini seolah-olah mencari seorang kriminal." (Ia tidak tahu bahwa dirinya yang sedang di cari wkwk).
Tepat ketika Kai turun ke bawah, Pemilik penginapan segera mengangkat tangannya dan menunjuk kearahnya sambil berteriak, "D-Dia orangnya.. Dia adalah orang yang sedang kalian cari."
Segera, para prajurit itu menoleh kearah Zhukai dengan niat membunuh yang begitu besar, "Kau pemanggil Undead jahat, cepat serahkan dirimu dan menerima hukuman dari Kerajaan Bunan." Ucap seroang Kapten dari para prajurit sambil mengangkat pedangnya kearah Zhukai..
"Heh, Bagaimana jika aku tidak mau?"
"Kalau begitu aku akan mengeksekusi mu di tempat. Hiaaa.." Kapten dari prajurit itu berlari maju dengan pedangnya yang sudah bercahaya.
Kai dengan mudah menghindari semua serangannya tanpa terlihat kesusahan sedikitpun. Hal ini membuat Kapten Prajurit itu menjadi marah..
"Penjahat tercela, sebenarnya aku ingin memberimu kematian yang mudah.. tetapi salahkan dirimu sendiri jika aku bertindak kejam.. Roh Pedang Api keluar!!.."
Pedang yang di pegang Kapten Prajurit mengeluarkan sebuah cahaya merah menyala, sebuah Cahaya merah berbentuk manusia keluar..
"Hoamm.. Ada apa, kenapa kau sampai memanggil ku seperti ini?." Tanya Roh pedang itu dengan malas
"Tch.. Diam! Cepat bantu aku untuk menghadapi bajingan itu.."
Roh dari Pedang Api segera berbalik dan melihat Kaibyang saat ini berdiri tegak sambil menatap tajam kearahnya.
Dia segera merasakan tekanan dari Api yang lain dan itu membuat kekuatan Apinya menghilang, "Tidak mungkin.. Bagaimana bisa Api ku menghilang secara tiba-tiba!!" Ucap Roh Pedang tidak percaya, dia menatap Kai dengan penuh kecurigaan.
Tepat setelah itu, sebuah seringai dingin muncul dari sudut mulut Zhukai, "Kekeke.. Hanya api lemah beraninya memamerkan kekuatan mu di depanku.. Maka padanlah untuk selamanya.."
Kai mengangkat telapak tangannya, seketika muncul sebuah Api Ungu yang sangat panas membuat semua orang mengeluarkan Butiran-butiran keringat dari tubuh mereka.
"Sial tidak mungkin kan!! Ini Api Neraka.." Seru Roh Pedang ketakutan, dia mencoba kabur kembali masuk kedalam pedang, tetapi itu terlambat karena Api Neraka telah membakar nya terlebih dulu.
Menyaksikan seluruh kejadian yang begitu mendebarkan itu, semua orang segera ketakutan.
"Ni'er!!..." Teriak Kapten Prajurit yang merupakan pemilik dari Roh Pedang.
Ketika ia menyadari bahwa kontak antara dirinya dan Roh Pedang menghilang, kemarahan dan kebencian nya pada Kai segera meluap-luap.
"Apa yang kalian lihat, cepat bantu aku untuk membunuhnya.."
Para prajurit seketika terkejut dan mulai mengepung Kai dari berbagai sisi, "Ternyata kalian cukup terlatih juga.." Kai berkata sambil mencibir..
Para Prajurit menjadi marah dan menyerang Kai secara membabi-buta..
"Kekeke.. Apa kalian meremehkan ku karena tidak menyerang dan terus bertahan? Hehe Kalian terlalu naif.."
Kai membentuk sebuah Qi pedang berwarna biru di tangannya, Jubah yang ia pakai untuk menutupi wajahnya terlepas dan memperlihatkan wajahnya yang begitu tampan.
Kai menebas secara acak, tetapi di detik berikutnya, semua orang yang telah mengepung nya terkapar tewas dengan bekas luka yang begitu dalam di bagian dada.
"Ahh..." Pemilik penginapan berteriak sangat keras, ia tidak pernah melihat seseorang yang dapat membunuh semudah ini..
Sementara itu, ekspresi wajah dari Kapten Prajurit menjadi pucat, melihat semua bawahannya mati dalam sekejap membuatnya menjadi sangat ketakutan..
Menurut penyelidikan nya, Seorang Necromancer seharusnya tidak memiliki kemampuan bertarung yang hebat karena mereka bergantung pada Undead yang mereka panggil. Tetapi melihat Zhukai yang dapat dengan mudah membunuh para anak buahnya, semua ekpektasi nya segera menghilang.
Ia bergerak mundur perlahan mencoba melarikan diri, tetapi tubuhnya tidak mau mengikuti pikirannya.
"Hehe, saatnya giliran mu." Kai berjalan mendekat, setiap langkah kakinya bagaikan seorang Dewa Kematian yang mendekat.
"Berhenti!!...." Sebuah suara yang begitu lembut membuat Kai mengerutkan kening. Dia menatap kearah Pintu masuk penginapan yang sudah rusak dan melihat sosok Wanita yang di temui nya di gerbang masuk.
****
Bersambung.
Nanti mungkin bakal Update 1 chapter lagi.. Tungguin aja😊