Re-system

Re-system
Kebenaran Pahit



Karena pedang besar yang melayang tepat di atas Klan Xia memancarkan tekanan yang sangat kuat.


Beberapa murid Klan Xia yang tengah berlatih tiba-tiba menyadari adanya aura yang sangat kuat berasal dari atas kepala mereka.


"Benda apa itu? Jangan-jangan itu serangan dari musuh! Segera beritahu tetua tentang ini." Seorang murid senior yang melihat itu segera memerintahkan murid junior untuk pergi memberitahu tetua Klan.


Sementara itu, pedang besar yang perlahan turun tepat di salah satu lahan kosong Klan Xia mendapatkan beberapa anak panah yang melesat pada mereka.


Kai yang menyadari itu segera memasang dinding pelindung untuk melindunginya dan juga tiga wanita di sampingnya.


"Siapa itu." Zhukai menatap lurus sambil membuka mata bintang nya.


Dari balik pepohonan, puluhan orang dengan pakaian hijau cerah bermunculan dengan busur di tangan mereka.


"Jangan mencoba melawan penyusup, kami adalah murid Klan Xia. Jika kau berani membuat masalah di sini, konsekuensinya tidak kecil." Ucap pria berbadan gemuk dengan wajah marah.


Meskipun dia tidak tahu seberapa tinggi Kultivasi Zhukai, dia bahkan tidak gentar sedikitpun.


"Sepertinya kamu memiliki murid hebat Yao'er.."


"Tentu saja Kai Gege..." Sosok gadis cantik yang berdiri di depan Zhukai berjalan maju kedepan.


Sosok wajahnya yang mempesona membuat puluhan pria yang memegang panah ternganga.


"M–Matriak!!.." Seorang pria paruh baya yang merupakan murid senior segera menyadari Xia Bing Yao hanya dengan sekali lihat.


Dia sudah pernah bertemu dengan Matriak Klan Xia sekali saat ujian murid dalam, tetapi untuk murid luar, mereka belum mengetahui wajah Matriak Klan..


"S–Senior, apa yang baru saja kamu kata–.."


Brak!!


Murid senior meletakkan tangannya di kepala belakang murid itu dan memaksanya bersujud.


Dia juga bersujud bersamaan dengannya, "Hormat pada Matriak Klan, maaf karena tidak menyadari kehadiran anda lebih awal."


Puluhan murid lain juga bersujud mengikuti apa yang senior mereka lakukan. Zhukai yang melihat sikap mereka tersenyum puas, dia sangat senang melihat murid Klan Xia yang sangat setia seperti mereka.


Saat pandangan Zhukai menyapu puluhan murid itu, tatapannya berhenti pada seorang pria yang berada di tengah-tengah.


Swoshh!


Siluet Zhukai menghilang seketika dari pandangan mereka, saat sosoknya muncul kembali, Zhukai sudah berada di tengah-tengah murid Klan Xia.


Tangannya mencengkram leher seorang pria yang merupakan murid dalam Klan Xia. Sontak saja, puluhan murid lainnya segera menarik senjata mereka dan mengarahkannya pada Zhukai.


"Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan dia."


Boomm!


Hanya dengan sekali pandangan dari Zhukai, puluhan murid itu segera terhempas jauh bagaikan dedaunan yang tertiup angin.


Mulut Xia Bing Yao terbuka, tetapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Ia tahu bahwa Zhukai memiliki alasan untuk melalukan itu.


"Padahal aku sudah membunuh rekan-rekan mu yang lain, tetapi beraninya kau masih menunjukkan diri disini." Zhukai berkata dingin dengan sorot matanya yang berwarna biru cerah menatap tajam pada murid itu.


Bahkan jika orang lain tidak menyadarinya, tetapi Zhukai bisa melihatnya dengan jelas dengan mata bintang nya.


Murid yang ada di cengkeraman tangannya saat ini tidak lain adalah penyusup yang dikirim oleh Martial God.


Dia meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Zhukai, sayangnya usaha yang dia lakukan hanya sia-sia saja.


Krakk!!


Zhukai seketika mematahkan leher pria itu kemudian membakar jiwa di tubuhnya dengan menggunakan Api Phoenix.


"Bajingan! beraninya kau membunuh saudara seniorku."


Seorang pria muda dengan rambut putih panjang berlari mendekati Zhukai. Puluhan murid lain yang mendapatkan kembali akal sehat mereka juga melakukan hal yang sama.


"Berhenti!!.."


Tiba-tiba saja, teriakan dari seorang gadis menghentikan langkah mereka.


"Mat–Matriak!? Mengapa kamu menghentikan kami, pria itu baru saja membunuh salah satu murid dalam Klan Xia. Mengapa kamu hanya diam dan melihatnya saja." Pria yang merupakan teman dari orang yang telah Zhukai bunuh berkata menunjukkan ketidaksenangan.


"Apakah kau berani melawan perintahku!!" Wajah Xia Bing Yao merah padam.


Orang itu yang hanya berstatus sebagai murid biasa, tetapi dia sungguh berani mengacungkan senjata pada kekasihnya? Bagaimana mungkin Xia Bing Yao tidak marah.


Bahkan jika Zhukai membunuh murid Klan Xia, dia pasti memiliki alasan untuk itu.


Sementara itu, Zhukai meletakkan tangannya pada mayat yang baru saja dia bunuh. "Death Memory?!"


Aura kematian yang sangat pekat memenuhi tubuh Zhukai, kesadarannya di tarik oleh sebuah energi misterius hingga memunculkan beberapa gambaran di depan matanya.


Saat kesadaran Zhukai kembali ke tubuhnya, dia menatap Xia Bing Yao dan membisikkan sesuatu.


"Apa!!? Jadi, masih ada ratusan penyusup di dalam Klan saat ini?" Xia Bing Yao berteriak.


Tetapi karena Zhukai sudah membuat penghalang, tidak seorang bisa mendengar teriakan Xia Bing Yao barusan.


"Benar, dari informasi yang aku dapat dari pria itu, seseorang bernama Xia Wen berniat melakukan pemberontak."


"Saat ini dia sudah mendapatkan dukungan dari beberapa tetua Klan, dia bahkan juga membuat beberapa hubungan dengan dewa perang kuno."


Wajah cantik Xia Bing Yao menunjukkan sedikit kerutan, dia sangat terkejut dengan informasi yang Zhukai berikan padanya.


Xia Wen sendiri adalah paman keduanya yang merupakan adik dari ayahnya. Dia sangat terpukul setelah mengetahui bahwa pamannya akan melakukan pemberontak kan pada Klan Xia.


Selama Xia Bing Yao memimpin Klan Xia, Xia Wen belum pernah sekalipun menunjukkan ketidaksenangan.


Tetapi saat ini, Xia Bing Yao akhirnya tahu bahwa Xia Wen diam-diam mengumpulkan kekuatan untuk memulai pemberontak padanya.


Karena Xia Bing Yao sudah tahu rencana dari Xia Wen, tidak ada alasan lagi bagi Xia Bing Yao untuk menahan diri.


"Kai Gege, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Apa!? Kenapa kamu masih bertanya, tentu saja kita harus membunuh para pengkhianat itu."


Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, seorang pria tua yang membawa tongkat kayu datang secara tiba-tiba.


"Oh, ternyata Matriak Klan baru saja tiba. Maafkan ketidaksopanan ku karena baru saja datang." Pria tua itu membungkuk.


Meskipun pria tua itu membungkuk pada Xia Bing Yao, Kai tidak merasakan sedikitpun ketulusan dari perkataannya.


"Benar, dia juga termasuk salah satu tetua yang bergabung dengan Xia Wen."


Tatapan Zhukai semaki dingin saat melihat wajah pria tua itu, "Tidak perlu berpura-pura lagi kau pak tua sialan, aku akan mengakhiri hidupmu disini."


Zhukai melesat cepat dengan sebilah pedang di tangannya, dia menebas maju dan mengincar punggung pria tua yang terbuka lebar.


Sayangnya, serangannya di hentikan oleh sejenis array pelindung yang melindungi tubuh pria tua.


Tetapi bagaimana bisa lapisan pelindung tipis itu bisa menghentikan serangan Zhukai. Hanya berselang beberapa detik saja, terdengar bunyi ledakan.


Boomm!!


Kratak!!


Array pelindung itu perlahan retak dan hancur seketika. Pria tua yang merupakan tetua Klan terpental jauh hingga tubuhnya menghantam pohon besar.


"Apa ini Matriak! kenapa kamu hanya diam saja dan tidak membantuku." Tetua itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Serangan Zhukai yang barusan jelas melukai beberapa organ dalamnya.


"Cukup omong kosong nya! apakah kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan dengan Xia Wen!!.."


Deg–


Tetua itu melebarkan matanya terkejut, dia mengangkat mulutnya tetapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar.


"Mati!!.."


***


Bersambung...