Re-system

Re-system
Mendapatkan Kembali Kesadaran



Dalam waktu yang terhenti itu, Zi Lin Yue secara terus-menerus mencium mulut Zhukai dengan sangat panas.


Sambil memasukkan lidahnya kedalam mulut Zhukai, Lin Yue juga mengalirkan sebuah energi putih dari tubuhnya dan secara perlahan-lahan masuk kedalam tubuh Zhukai melalui ciuman itu.


"Aku harap kamu segera sadar.." Lin Yu'er bergumam pelan sambil melepas ciumannya.


Tepat setelah Lin Yue selesai berciuman dengan Zhukai, waktu yang berhenti juga telah kembali normal.


Sementara itu, Zi Lin Yue yang baru saja berciuman dengan Zhukai berjalan mundur beberapa langkah kebelakang dengan wajah memerah.


Dia memandang Zhukai yang saat ini terdiam, tubuhnya mengeluarkan aura panas dan terlihat pertarungan antara cahaya putih dan cahaya hitam di dalam tubuhnya.


Sebenarnya, cahaya putih yang Lin Yue masukkan kedalam tubuh Zhukai melalui ciuman tadi sama halnya seperti penawar racun.


"Kakak Yue, apa yang baru saja terjadi?" Jiang Lin bertanya dengan sangat cemas.


"Entahlah, aku juga tidak tahu." Lin Yue berkata sambil mencoba menutupi wajahnya yang memerah.


Dia tidak bisa melupakan momen dimana dia mencium Zhukai dengan panas, ini karena ciuman tadi merupakan ciuman pertama bagi dirinya.


Duar!! Duarr!!


Ledakan energi di dalam tubuh Zhukai mulai meledak-ledak, sementara itu, Kai meraung dengan keras seolah-olah mencoba mengambil kesadarannya kembali.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, Kai yang saat itu telah berhasil menekan Aura Kematian yang ada di tubuhnya dengan cepat adalah karena bantuan dari energi putih dari Lin Yue.


Tubuhnya dipenuhi dengan luka goresan pedang, serta beberapa organ dalamnya terluka.


Kai menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit yang terus meningkat seiring dengan waktu. Dengan sisa kesadarannya, dia dengan cepat memasukkan Pedang Hitam kedalam Inventory.


Setelah memastikan bahwa Pedang Hitam telah masuk kedalam Inventory, Kai menatap lurus kearah dua wanita yang sedang berdiri cukup jauh darinya.


Tubuhnya bergetar dengan sedikit air mata menetes di wajahnya, "Jiang'er? Apa yang kamu lakukan disini?"


Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Kai berdiri dengan kaki gemetar dan berjalan dengan sangat pelan kearah Jiang Lin.


Sementara itu, mendengar Kai memanggil namanya, Jiang Lin menangis dan segera berlari dengan sangat cepat kearah Kai berada.


Hanya dalam beberapa langkah, tubuh Kai seketika jatuh keatas tanah dan tidak sadarkan diri. Aliran darah terus mengalir dengan deras dari luka sayatan yang ada di sekujur tubuhnya.


"Kai!! Kai!! Apa yang terjadi padamu.." Jiang Lin yang sudah mendekat berteriak dengan khawatir.


Dia segera duduk dan mengangkat kepala Zhukai dan menaruhnya diatas pahanya.


"Kakak Yue, kenapa darah di tubuh Kai terus mengalir?" Ucap Jiang Lin dengan khawatir sambil menggunakan Qi miliknya untuk menghentikan pendarahan di tubuh Zhukai.


Tetapi itu adalah hal yang sia-sia, karena sebanyak apapun dia menggunakan Qi miliknya untuk menghentikan pendarahan di tubuh Zhukai. Darah masih terus mengalir dengan deras.


Sementara itu, Zi Lin Yue yang sudah berada di samling Jiang Lin mulai meraih tangan Zhukai dan memeriksa denyut nadinya.


"Sudah kuduga, efek samping dari Aura Pembunuh itu terlalu kejam. Denyut nadi pemuda ini terlalu lemah dan juga karena Energi Hitam dari Pedang tadi, Dantian pemuda ini telah rusak..." Zi Lin Yue bergumam pelan sambil menghela nafas.


Ding


[Karena Tubuh Naga tidak mampu untuk menyembuhkan luka Kai Gege saat ini, System secara otomatis mengambil 5 Kuadriliun Poin System untuk menyembuhkan luka Kai Gege]


Dengan berakhirnya notifikasi dari Systemnya, tubuh Zhukai mengeluarkan cahaya putih yang kemudian berputar mengelilingi tubuhnya.


Sinar cahaya yang begitu silau sehingga membuat Jiang Lin dan Zi Lin Yue menutup matanya.


Tepat ketika sinar cahaya menghilang, Goresan di tubuh Zhukai menghilang, aliran darah yang keluar juga terhenti.


Detak jantung dan denyut nadi Kai segera membaik secara perlahan. Melihat hal yang baru saja terjadi, Jiang Lin dan Zi Lin Yue memasang ekspresi tidak percaya.


"Kakak, Apa kamu tahu apa yang baru saja terjadi?" Jiang Lin berbisik Pelan pada Lin Yue.


"Ini aneh, bagaimana dia bisa sembuh hanya dalam beberapa detik? Jika itu orang normal, mungkin mereka tidak bisa bertahan sedetikpun ketika menderita luka seperti tadi."


Tetapi bagaimanapun dia berfikir, Lin Yue tidak dapat menemukan jawaban yang masuk akal.


"Hah.. Adik Jiang, mari kita bawa pria ini ke tempat yang aman terlebih dulu.."


Jiang Lin mengangguk setuju, dia kemudian memapah tubuh Zhukai yang tidak sadarkan diri kemudian membawanya ke sebuah goa yang cukup besar.


Di dalam Goa, Jiang Lin meletakkan tubuh Zhukai di tanah dan menggunakan pahanya sebagai bantal untuk kepala Zhukai.


"Kai, cepat bangun~.." Jiang Lin berkata dengan sedih..


Satu hari berlalu dengan sangat cepat, Kai yang saat itu sedang tertidur perlahan membuka matanya.


Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Jiang Lin yang tertidur pulas.


"Jadi itu bukan mimpi? Tapi bagaimana bisa Jiang Lin berada di sini, Tempat ini terlalu berbahayanya.."


Dia mengangkat tangannya dan Mai membelai pipi Jiang Lin dengan sangat lembut.


Kai berdiri dan merasakan tubuhnya dipenuhi dengan energi. "Eh, kekuatan ini? Apakah aku telah menerobos?" Kai berkata dengan sangat terkejut, dia menutup matanya dan merasakan ada perubahan terhadap Dantian nya.


"Benar saja, aku telah menerobos. Apalagi, itu adalah dua terobosan secara beruntun.."


Kai tertawa dengan keras tetapi tak berselang lama setelah itu, tawanya terhenti digantikan oleh ekspresi serius di wajahnya.


"Siapa itu? Kenapa bersembunyi?" Ucap Kai dengan dingin.


Dari dalam ruangan gelap di dalam Goa, keluar sosok yang begitu cantik dengan tahi lalat kecil di bawah bibirnya. Bibirnya yang merah dengan tatapan tajamnya membuat wanita itu terlihat sangat seksi.


"Hihi.. Kamu memang. bukan pemuda pemuda biasa, pantas saja Adik Jiang begitu menyukaimu bahkan sampai rela mempertaruhkan nyawanya untuk mencari keberadaan mu.." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Zi Lin Yue.


Mendengar perkataan Lin Yue, Kai segera menoleh dimana Jiang Lin tertidur, "Jiang'er, kamu pasti telah melalui banyak hal sulit. Maafkan aku, setelah ini aku berjanji akan melindungi dirimu." Kai mengambil sebuah selimut dari Inventory dan mulai menutupi tubuh Jiang Lin agar tidak kedinginan.


"Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan dari Jiang'er?"


Kai meningkatkan kewaspadaan nya terhadap Lin Yue. Entah mengapa saat pertama kali dia melihat Lin Yue, selalu ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya.


"Ada yang aneh dengan wanita ini.. Kenapa aku merasakan bahwa dia telah melakukan sesuatu terhadapku?" Pikir Kai dalam benaknya.


"Yui'er, Analisis dia!.."


Ding


Nama : Zi Lin Yue


Umur : ???


Ras : ???


Kultivasi : ???


"Ayolah.. Kenapa kamu begitu dingin terhadap ku, apakah begini caramu berterimakasih pada orang yang telah membantumu.." Zi Lin Yue tersenyum mengabaikan tatapan dingin Kai yang diarahkan padanya.


"Oh, dan perkenalkan juga, namaku Zi Lin Yue kamu bisa memanggilku Zi Lin atau Lin Yue atau terserah mu.."


"Eh, Benarkah? Kalau begitu maaf karena telah mencurigai mu.. Namaku Zhukai.." Kai menjabat tangan Lin Yue dengan senyuman cerah di wajahnya.


****


Bersambung..