
Melihat sosok bayangan hitam yang berdiri tepat di depannya, Zhukai sangat terkejut ketika menyadari bahwa bayangan itu memiliki wajah yang sangat mirip dengannya..
Apalagi pakaian mereka berdua, tidak ada sedikitpun yang terlihat berbeda.
Zhukai bahkan mengira bahwa bayangan yang berdiri di depannya adalah cerminan dirinya yang lain.
"Apa-apaan ini.. Kenapa bayangan ini bisa muncul secara tiba-tiba!?" Zhukai sedikit mengerutkan keningnya curiga.
Ia sudah menetap di dalam kubus hitam selama kurang lebih dua bulan, tetapi ia tidak merasakan adanya aura lain selain miliknya.
Swoshh..
Siluet bayangan hitam segera melesat untuk menyerang Zhukai, di tangan kanannya, sebilah pedang yang terbentuk dari bayangan tiba-tiba muncul.
"Hehe, sudah lama sekali aku tidak bertarung dengan seseorang." Zhukai merenggangkan otot-otot nya yang kaku.
"Mungkin ini akan cocok untuk latihanku juga setelah menerobos.
Saat dia lihat siluet bayangan nya datang dengan pedang berwarna hitam legam, Zhukai juga mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin ruang.
Sebuah pedang berwarna perak yang berada di genggaman tangan Zhukai mengeluarkan sinarnya saat Kai mengalirkan Qi kedalam pedang itu.
Pandangan Zhukai menjadi semakin tajam, dia memejamkan matanya sesaat kemudian melesat kedepan.
Boomm!!
Kai dan bayangan itu saling berhantam hingga menciptakan sebuah ledakan yang sangat kuat.
Duar!!
Tepat di detik berikutnya, Kai dikirim terbang sangat jauh hingga tubuhnya menghantam dinding kubus yang sangat keras.
Khuakk!
Kai meludahkan seteguk darah segar dari mulutnya, ketika dia mendongak keatas, dia melihat sebuah pedang hitam sudah berada tepat di depan matanya.
Tubuh Zhukai mematung, dia tidak tahu bagaimana dia bisa dikalahkan dengan sangat mudahnya.
Ketika Zhukai berfikir bahwa bayangan hitam itu akan mengakhiri hidupnya, bayangan hitam itu tiba-tiba hilang seketika seolah-olah dia adalah sesosok hantu.
Saat Kai membuka matanya kembali, bayangan hitam itu sudah benar-benar lenyap. Kai akan mengira bahwa semua itu hanyalah mimpi belaka jika rasa sakit di tubuhnya menghilang.
Tetapi rasa sakit yang dia alami sangatlah nyata hingga Zhukai meragukan bahwa kejadian barusan hanyalah sebuah mimpi.
"M–Makhluk apa itu sebenarnya, aku bahkan tidak bisa bertahan lebih dua nafas saat bertarung dengannya." Ucap Zhukai penuh dengan ketidak percayaan.
Jika dia mengingat kembali pola serangan yang dilakukan oleh bayangan hitam, itu merupakan salah satu teknik yang sering Kai gunakan.
Tetapi apa yang membuatnya terkejut adalah fakta bahwa bayangan hitam itu bisa memaksimalkan teknik itu lebih baik dibandingkan dengan dirinya.
"Aku sungguh enggan mengakuinya, tetapi bayangan hitam itu memang ratusan kali lebih baik dariku." Kai tersenyum kecut sambil berkata.
Dia duduk bersila dengan kedua matanya yang terpejam, ia mulai mengalirkan Qi ke organ-organ dalamnya yang sedang terluka.
Sementara itu di Alam Surgawi, sosok wanita dewasa yang sangat cantik sedang beristirahat setelah latihan yang cukup berat.
Wanita itu duduk di bawah pohon yang sangat besar dan melemaskan seluruh tubuhnya. Tepat di detik berikutnya, seorang pria paruh baya dengan tubuh dipenuhi oleh bulu berwarna perak mendatanginya.
"Yao, bagaimana latihan mu?" Pria paruh baya itu tersenyum dengan sorot matanya yang ramah.
"Ah, Paman Wukong!! Apa yang Paman lakukan disini?" Wanita itu tersentak kaget, dia buru-buru berdiri dan menuntun pria paruh baya itu untuk duduk di sampingnya.
"Hahaha, apakah aku tidak boleh menemui keponakanku yang imut ini." Sun Wukong berkata dengan penuh candaan.
"Hmph, paman selalu berkata seperti itu saat bertemu denganku." Wanita itu tersenyum.
"Jadi apa yang ingin paman sampaikan?" Wanita itu bertanya sambil menyuruh seorang pelayan membuatkan teh hangat.
Tetapi hal yang tak berubah darinya dari dulu adalah senyumannya yang sangat menawan.
"Ini mungkin sudah telat untuk mengatakannya, tetapi satu bulan yang lalu, aku benar-benar merasakan aura milik saudara bintang."
Deg–
Tepat setelah ucapannya berkahir, Xia Bing Yao yang mendengar itu diam mematung karena terkejut.
"B–Benarkah i–itu paman Wukong?" Xia Bing Yao berkata dengan penuh harapan.
Ia telah melakukan latihan tertutup untuk beberapa bulan ini dan menutup semua koneksi dengan dunia luar.
Karena Xia Bing Yao baru keluar dari latihan tertutupnya beberapa hari yang lalu, ia jelas tidak mengetahui apa yang terjadi sebulan yang lalu.
"Ya itu benar, aku tidak mungkin salah merasakannya." Jawab Sun Wukong.
Detik berikutnya, ekspresi Sun Wukong tiba-tiba berubah. Xia Bing Yao yang melihat itu sedikit mengerutkan keningnya kemudian mencoba untuk bertanya.
"Jadi apa yang terjadi paman Wukong, apakah kamu bisa menemukannya?"
Sun Wukong menggeleng, dia menatap wajah Xia Bing Yao kemudian berkata dengan suara berat.
"Aku memang merasakan aura miliknya, tetapi itu secara tiba-tiba menghilang bahkan sebelum aku bisa datang kesana."
Saat Sun Wukong melihat wajah Xia Bing Yao sekali lagi, ia merasa cukup terkejut karena keponakannya itu tidak terlihat sedih.
"Mungkin Kai Gege saat ini memiliki urusan yang harus dilakukan, tapi entah mengapa ... Aku bisa merasakan bahwa tak lama lagi Kai Gege akan datang kesini." Ucap Xia Bing Yao dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Haha, kurasa aku tidak perlu mengiburmu lagi." Sun Wukong tertawa kecil.
Sebelum dia pergi, ia memberikan Xia Bing Yao beberapa nasehat supaya bisa menerobos ke ranah berikutnya.
***
Seorang pria tampan yang terlihat sedang berkultivasi perlahan membuka matanya saat merasakan sebuah bayangan hitam muncul.
Pria itu menyeringai lebar, tatapan matanya terfokus pada sebuah bayangan hitam.yang saat ini sedang berdiri tegak di depannya.
"Hmm, sudah hampir satu tahun berlalu semenjak aku terjebak disini. Aku tidak mau percaya bahwa aku masih belum bisa mengalahkan mu." Zhukai berkata sedikit tertekan.
Selama hampir satu tahun terjebak di dalam kubus hitam, Kai menghabiskan tiap harinya dengan bertarung dengan bayangan hitam.
Walaupun setiap pertarungan mereka Zhukai dikalahkan, tetapi peningkatan keterampilan bertarungnya juga meningkatkan dengan sangat drastis.
Dan untuk pertarungannya dengan bayangan hitam kemarin, Kai bahkan berhasil meninggalkan satu serangan di tubuh bayangan hitam.
Meskipun itu hanya satu serangan, itu sudah sangat membuat Zhukai gembira.
"Baiklah, kali ini aku pasti yang akan memenangkan pertarungan ini." Zhukai terkekeh sambil berdiri dari tempatnya.
Whuss!
Sebuah pedang perak yang menyala muncul di genggaman tangannya.
Zhukai memfokuskan seluruh konsentrasi nya dan menghela nafas panjang.
Saat Zhukai membuka kedua matanya, dia segera melesat dan mencipta afterimage dirinya yang lain.
Ketika dia dan bayangan hitam itu saling berbenturan, ledakan besar tercipta di dalam kubus hitam.
***
Bersambung...