
"Eee, Bibi Yue. Bisakah kamu memangil guruku?" Ucap Kai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Lin Shen Yue mengangguk sebagai jawaban, dia kembali masuk kedalam rumah, beberapa detik setelah itu, Iblis Pedang keluar dengan rasa puas di dalam hatinya.
"Ada apa dengan ekspresi mu?" Kai mengerutkan keningnya sembari bertanya pada Iblis Pedang.
"Hohoho... Murid bodoh, dimana sopan santun mu. Ngomong-ngomong, darimana kamu mendapat harta itu." Iblis Pedang memasang raut wajah yang begitu aneh dengan salah satu alisnya meninggi.
Mendengar itu, Kai segera tahu bahwa harta yang Iblis Pedang maksud adalah Buku Icha-Icha tactics yang dia berikan kemarin.
"Guru, aku datang kemari untuk mengucapkan selamat tinggal..."
Iblis pedang terdiam ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Zhukai. Di detik berikutnya, dia menepuk pundak Zhukai dan memberikan sebuah kalung berwarna emas berkilauan.
"Guru, apa ini?" Kai bertanya sambil mengangkat hadiah pemberian gurunya.
"Ini hadiah dariku, itu bisa menyelamatkan mu dari situasi yang berbahaya.." Iblis Pedang tersenyum tulus sambil menjelaskan kegunaan dari kalung itu pada Zhukai.
Tubuh Kai menengang, dia dapat merasakan aliran rasa hangat mengalir keseluruh tubuhnya. Dia menatap gurunya dan tersenyum tulus.
"Terimakasih guru.."
Kai membungkuk memberikan sebuah penghormatan kepada gurunya. Setelah itu, Kai menatap gurunya dan mengambil sesuatu dari dalam Inventory nya.
"Guru, ini ambillah.."
Iblis Pedang memiringkan kepalanya dan berkata, "Apa ini.."
Kai mendekat dan membisikkan sesuatu yang hanya dapat di dengar oleh dirinya dan gurunya.
"Hohoho, kau memang tahu selera pak tua ini." Iblis Pedang terkekeh, tiba-tiba dia mengingat sesuatu di dalam benaknya.
Dia menggunakan kesadaran spiritualnya untuk mencari kedalam Cincin ruangannya. Beberapa detik setelah itu, Iblis Pedang menemukan apa yang dia cari.
Itu adalah sebuah buku usang berwarna hitam dengan sebuah pola aneh di tengah-tengah sampulnya.
"Kai, ini juga ambillah. Aku menemukannya secara tidak sengaja di reruntuhan kuno di Dataran Luo ketika aku masih muda dulu. Mengingat bakat yang kamu miliki, seharusnya kamu bisa memahami 10 persen dari kitab ini." Ucap Iblis Pedang dengan ekspresi serius.
Sudah hampir 100 tahun dia mencoba memahami buku usang itu, tetapi ia sama sekali tidak dapat memahami satu persen pun.
Tetapi ketika dia mengingat bakat Zhukai yang sangat menentang surga, ia memiliki harapan bahwa Kai mungkin bisa memahami buku usang itu dimasa depan.
"Ini? Apa yang terjadi... Argghh... Grrraaa..."
Niat membunuh di dalam diri Zhukai segera meledak-ledak, kepalanya merasakan rasa sakit yang begitu hebat.
Matanya menghitam sepenuhnya digantikan oleh seringai beringas di wajahnya. "Bunuh!! Bunuh!! Bunuh!!..."
Ini adalah hal yang sama ketika Kai memasuki mode mengamuknya. Tatapan mata Zhukai segera beralih pada Iblis Pedang depannya dan segera menyerang dengan kedua tangannya.
"Kai? Apa yang terjadi padamu.." Iblis Pedang berkata dengan begitu khawatir, dia segera memangil Pedang sucinya untuk menahan serangan dari Zhukai.
Sayanganya kekuatan penghancur Kai saat ini sudah meningkat drastis, itu memberikan daya ledak disetiap pukulannya.
Akibatnya, tubuh Iblis Pedang terlempar mundur begitu jauh hingga menabrak kediamannya.
Duarr!!
Rumah Iblis Pedang hancur menjadi puing-puing kecil. Sementara itu, Lin Shen Yue yang secara reflek sudah keluar dari rumah benar-benar terkejut ketika melihat tubuh Suaminya tergeletak di atas tanah.
"Sayang..." Teriak Lin Shen Yue dengan wajahnya yang mulai mengeluarkan air mata.
Dia melesat kearah Iblis Pedang dan hendak membantunya berdiri.
"Yue'er, kamu cepat pergi. Berbahaya disini!!.." Teriak Iblis Pedang sambil batuk-batuk dan meludahkan beberapa teguk darah.
"Tidak, jika aku pergi kamu juga harus ikut pergi." Lin Shen Yue memeluk tubuh Iblis Pedang erat-erat enggan untuk melepaskannya.
"Tidak, aku tidak bisa. Dia adalah muridku dan tanggung jawabku sebagai gurunya untuk menghentikannya.."
Iblis Pedang berdiri dengan Pedang panjangnya, dia menutup kedua matanya. Garis-garis putih dengan Rune kuno di dalamnya segera menyebar keseluruh tubuh Iblis Pedang.
Sebuah tanda emas muncul di tengah-tengah dahinya, ketika Iblis Pedang membuka kedua matanya, matanya mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang.
Teknik Terlarang : Evolusi Bloodline
"Yue'er segera menjauh dari sini..."
"Tapi..."
Mau tidak mau, Lin Shen Yue hanya bisa menuruti apa yang suaminya katakan. Sebelum di pergi, dia dan Iblis Pedang saling menatap untuk waktu yang cukup singkat.
"Kembalilah dengan selamat.."
Dengan begitu, Lin Shen Yue berbalik dan segera menjauh dari pertarungan Kai dengan Iblis Pedang.
"Sekarang, Ayo lawan aku dengan sekuat tenagamu..." Iblis Pedang tersenyum beringas, dia segera melesat maju sambil menggenggam erat pedangnya.
Whusss!!
****
Di Dunia Jiwa, Yi dan Yui yang saat itu sedang berlatih membuka kedua matanya.
"Gawat.. Energi itu mencoba bangkit di dalam tubuh Kai Gege. Jika kita tidak menghentikannya, Kai Gege bisa kapan saja membunuh gurunya dan juga keberadaannya akan segera diketahui oleh orang-orang itu." Yi berkata dengan wajah serius, dia menatap adiknya.
"Baik Kakak.." Yi dan Yui saling bertatapan dan menyatukan kedua tangan masing-masing.
Detik berikutnya, tubuh mereka berubah menjadi cahaya putih dan menghilang seketika.
Sementara Iblis Pedang dengan sekuat tenaga mengayun pedangnya pada Zhukai, Kai bergerak menghindar dengan begitu mudah dan membalas dengan sebuah pukulan keras.
Dentang!!
Pukulan itu terhadang oleh pedang panjang yang ada di genggaman Iblis Pedang. Meski begitu, Iblis Pedang masih terpental beberapa langkah kebelakang.
"Arghh..."
Rasa nyeri dapat ia rasakan di kedua tangannya, Belum sempat Iblis Pedang bisa bwrnqfas lega, Kai sekali lagi melesat dan menghantam dengan sebuah pukulan keras.
Iblis Pedang menggunakan pedangnya untuk menahan serangan Kai yang akan datang,
Duarr!!
Pedang yang Iblis Pedang hancur menjadi kepingan kecil. Sementara itu, dia terpental cukup jauh dan mengeluarkan seteguk darah segar.
"Haaa.. Tak pernah kusangaka aku akan mati di tangan muridku sendiri. Yue'er, maafkan aku." Iblis Pedang berkata pelan sambil memejamkan kedua matanya
Secara tiba-tiba, Kai tiba di depannya dengan aura pembunuh yang begitu pekat merembes keluar dari tubuhnya.
Tetapi sebelum Kai dapat melepaskan pukulan kearah Iblis Pedang, tubuhnya diselimuti oleh cahaya putih yang begitu terang.
Hanya dalam satu tarikan nafas, tubuh Zhukai menghilang bersama dengan cahaya itu.
Meraskaan niat membunuh yang secara tiba-tiba menghilang, Iblis Pedang membuka salah satu matanya.
"Eh, dimana dia?" Iblis Pedang menyapu are disekitarnya dan tidak menemukan Tanda-tanda Kai sama sekali.
"Haahh, kuharap kamu baik-baik saja.." Iblis Pedang berdiri menggunakan sisa tenaganya kemudian mencari keberadaan Istrinya.
Sementara itu, di sebuah pada rumput yang begitu luas, terlihat cahaya putih melesat dengan cepat menuju ke pinggiran sungai.
Cahaya putih itu berhenti dan perlahan menghilang, Tepat ketika cahaya putih itu menghilang, sosok laki-laki telanjang dengan wajah menakutkan dan mata hitam legam meraung keras.
"Bunuh!! Bunuh!! Bunuh!!..."
Whusss!!
Dua sosok wanita cantik muncul secara tiba-tiba dan segera memeluk Kai dengan erat.
"Kai Gege, ini aku kumohon sadarlah.."
Dua sosok wanita cantik itu adalh Yi dan Yui. Meski mereka secara terus-menerus memanggil nama Zhukai, tidak ada respon dari Kai yang mereka terima.
Sebaliknya, Death Aura di dalam tubuh Zhukai semakin bergejolak dan menyerang Yi dan Yui dengan brutal.
"Ahh..."
Tubuh Yi dan Yui terhempas mundur karena Death Aura tersebut. Yi mengerut matanya, dia mengeluarkan Rantai secara tiba-tiba dan mengikat kedua tangan Kai dengan rantai itu.
"Yui, cepat lepas bajumu. Kita tidak punya banyak waktu, rantai ini hanya bisa menahan kaingegw selama dua menit." Ucap Yi sambil melepas pakaian yang dia kenakan.
Yui mengangguk dan juga melepas pakaiannya. Dia segera mencium bibir Zhukai sementara Yi sudah memasukkan anunya kedalam adik kecil Kai.
***
Bersambung..