
Array penghalang berupa dinding tipis perlahan mulai menghilang, terlihat Kai masih saja berdiri diam sambil menatap langit berbintang.
Sejenak ia mulai kembali memikirkan apa alasan keluarga Cheng mengawasinya, tapi ia tak menemukan satupun alasan yang tepat. Ia akhirnya kembali masuk kedalam rumah, melihat sosok Chiyan sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV, tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di kepalanya.
"Apakah ini semua ada hubungannya dengan ibu?" Kai berfikir dalam hati, tapi ini juga salah satu kemungkinan, Kai bahkan tidak dapat mengingat masa lalunya. satu-satunya hal yang ia ingat dimasa lalu adalah saat dirinya berada di sebuah hutan yang gelap ditemani suara lolongan binatang buas.
Sampai saat ini kenangan itu membuatnya merasa tidak enak, kenapa hanya kejadian itu yang dapat ia ingat, sedangkan yang lain !?..
Kai menghilangkan pikiran itu dari kepalanya, ia berjalan diam-diam kearah Chiyan dan memeluk lehernya dari belakang.
"Waa!!"
Chiyan sontak kaget dan memandang Kai dengan cemberut, "Kamu anak nakal!!.."
Setelah Kai melepaskan pelukannya dari lengan Chiyan tiba-tiba ia merasakan sebuah Fluktuasi energi spiritual, walupun itu samar tetapi auranya sama dengan yang ia rasakan setiap hari.
Ia ragu-ragu sebentar, kemudian kembali memeluk leher Chiyan dari belakang, Sama!! ternyata Selama ini yang selalu melindunginya adalah ibunya!?.
Kai begitu kaget dan memandang ibunya dengan pandangan yang sama sekali berbeda, "Ibu... Katakan padaku, apa kamu mempunyai hubungan dengan Keluarga Cheng ...!?"
Walupun ekspresi Kai tidak berubah tetapi nada yang ia ucapkan sedikit dingin, Tubuh Chiyan menegang, ia berbalik dan menerima pandangan dingin dari Zhukai membuat hatinya sedikit sakit.
Ia memaksakan senyum di wajahnya dan berkata, "Apa yang kamu bicarakan, mana mungkin Ibu memiliki hubungan dengan Keluarga Tirani seperti Keluarga Cheng."
Chiyan mencari alasan yang cukup baik untuk menjawab pertanyaan yang Kai ucapkan, tetapi jawaban konyol seperti itu, bagaimana Kai bisa percaya.
"Begitu ya!! Ibu aku kembali ke kamar dulu." Kai mengungkapkan senyuman lebar dan segera menaiki tangga menuju kamarnya.
Di tangga senyuman Kai perlahan-lahan mulai menghilang, ia kembali ke ekspresi nya yang dingin dan acuh tak acuh.
"Kenapa ibu berbohong kepadaku?"
Kai dengan jelas dapat mengetahui perubahan ekspresi dalam wajah Chiyan, ia juga dapat tahu bahwa ibunya berbohong dari suara detak jantungnya.
"Jika ibu tidak ingin memberitahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, aku akan mencari tahu sendiri.."
Ia membersihkan diri dan berjalan ke tempat tidurnya, seperti biasa ia mengambil sikap Lotus dan mulai mempraktekkan Budidaya Pelahap Bintang.
Whus!!
Whuuus!!
Kultivasi Kai semakin meningkatkan, begitu pula dengan jangkauan serapan Budidaya Pelahap Bintang.
Energi Spiritual membentuk sebuah bola-bola cahaya kecil dan mulai diserap oleh tubuh Zhukai dengan cepat.
Esok paginya, sinar matahari menembus jendela dan mengenai Tubuh Zhukai, ia membuka mata dan menyudahi Kultivasinya.
Dalam kurun waktu satu malam di tambah dengan beberapa Pil yang ia konsumsi, Kai berhasil menembus Ranah Pejuang Perunggu Puncak dan memasuki Ranah Pejuang Perak
Ia melakukan rutinitas paginya dan berjalan turun ke bawah tangga, Ia melihat Chiyan yang bersikap biasa-biasa saja seolah melupakan kejadian kemarin.
"Kai Sayang, ayo sarapan."
Kai tidak menjawab dan langsung duduk tanpa berbicara apapun, Ia mengambil semangkuk nasi dan juga beberapa lauk dan menghabiskan itu semua dalam semenit.
"Bu, aku keluar.."
Mengganti pakaian yang ia pakai dengan baju Jersey, Kai membuka pintu dan mulai olahraga pagi.
.
Chiyan berteriak ketika Kai hendak berlari pagi.
"Bukankah kamu harus sekolah hari ini."
Kai berbalik dan melihat wajah cemas Chiyan, ia sedikit melunak dan menjawab dengan senyuman hangat, "Aku berhenti sekolah selama sebulan, ada hal penting yang ingin aku lakukan."
Sebenarnya alasan Kai berhenti sekolah adalah untuk pergi berkultivasi di Gunung, Setelah ia keluar dari klan rubah Ia merasakan energi spiritual yang cukup pekat berasal dari sisi Timur Hutan.
"Kalau begitu aku pamit, dan juga selama sebulan ini aku tidak bisa pulang kerah terlebih dulu." Kai berbalik dan hendak membuka pintu.
"Tidakk!!.."
Chiyan dengan cepat menghalangi jalan Zhukai untuk mencegahnya keluar, "Kenapa Sebulan, hal penting apa yang ingin kamu cari, Ibu juga ingin membantumu!!.." Chiyan berkata dengan pelan, Wajahnya cantiknya perlahan mengeluarkan air mata.
"Membantu? Kemarin aku sudah bertanya pada ibu dan apa jawaban ibu saat itu?" Kai masih mengungkapkan ekspresi dingin tetapi hatinya sangat sakit ketika melihat air mata di wajah cantik.
Tubuh indah Chiyan bergetar, Air matanya semakin banyak hingga membasahi pakaian yang ia pakai, Kemarin malam? bukankah itu tentang Keluarga Cheng!
"Itu.. Itu..." Chiyan berkata dengan terbata-bata, ia menjadi linglung, jika ia memberitahu Zhukai kenyataannya Ia takut bahwa Kai akan membencinya, jika ia berbohong Kai akan pergi meninggalkan nya.
"Jika ibu tidak ingin mengatakan kebenarannya aku tidak akan memaksa, Kalau begitu aku pergi Bu."
"Berhenti!! Akan ibu katakan, tolong jangan membenci ibu!" Chiyan terisak-isak mendekat kearah Zhukai dan mengajaknya duduk di sebuah kursi di ruang tamu.
"Aku memang ada hubungannya dengan keluarga cheng, juga aku bukan Ibu kandungmu."
Mendengar Perkataan Chiyan yang menyebutkan "Aku bukan ibu kandungmu" membuat tubuh Kai bergetar, Ia menatap Wanita cantik di depannya. Perasaannya bercampur aduk, sisi lain ia senang bahwa Wanita cantik di depannya bukan ibu kandungnya jadi ia bisa melakukan hal intim dengannya. Sisi lain ia bertanya-tanya, siapa ibu kandungnya? kenapa ia membuangnya?
Melihat perubahan ekspresi yang begitu kompleks di wajah tampan Zhukai, Chiyan menarik nafas berat, ia mengertakkan giginya dan berkata, "Aku adalah sahabat dari ibu kandungmu saat itu, ia dan aku berteman dengan sangat baik, sayangnya ketika kamu lahir. Kamu dilahirkan dengan tubuh cacat yang tidak memungkinkan untuk berlatih beladiri, ia menyerahkan mu padaku dan memberiku uang yang sangat banyak untuk merawat dirimu."
*Aku tidak menerima uangnya saat itu, aku benar-benar kecewa dengannya, hanya karena tubuh cacat yang tidak bisa berlatih seni beladiri ia tega membuang mu demi reputasi keluarganya."
Kai mendengus dingin mendengar bahwa ibu kandungnya membuang dirinya hanya demi reputasi keluarga, bukankah nasibnya sama dengan Ling Zhukai di Alam Kultivator!!..
"Hahahaha... Apa dia dari keluarga Cheng?" Kai menertawai nasibnya sendiri yang benar-benar buruk, tetapi ia sangat bahagia karena Chiyan bersedia merawatnya hingga besar bahkan menyayangi nya seperti anaknya sendiri.
"Emm .." Chiyan mengangguk, ia memegang tangan Kai yang dipenuhi dengan otot mencoba untuk menenangkan nya.
Kai terdiam beberapa saat, ketika ia mengalihkan pandangannya pada tubuh Chiyan, Bahkan pada saat pikirannya sedang kacau saat ini ia tidak bisa begitu saja melepaskan pandangannya dari keindahan yang ada di depan matanya.
Kecantikan Chiyan dapat di bandingkan dengan Bibi Yao dan Jiuyang Lin.. Kai benar-benar puas mengetahui ia bukan ibu kandungnya, sedangkan untuk ibu kandungnya ia akan membalasnya nanti.
Kai menggenggam tangan Chiyan dan segera menarik tubuh Chiyan kearah pelukannya, Kaget Chiyan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan dengan lemas berada di pelukan Zhukai.
Hidungnya dapat mencium bau yang begitu jantan dari Tubuh Zhukai, Wajah Chiyan memerah dan tanpa sadar menyukai bau tersebut.
Kai juga mulai menikmati bau yang begitu Harum dari tubuh Chiyan, adik kecilnya bereaksi dan membesar.
Chiyan segera sadar ketika merasakan sebuah pedang yang menusuk di sela-sela pantat nya, "Kai cepat lepaskan aku, apa yang coba kamu lakukan pada ibumu!!" Chiyan marah dan mencoba kabur dari pelukan Zhukai. Tetapi ia tidak tahu bahwa Kai seorang Kultivator dengan tubuh fisik yang kuat biasa, bahkan dengan seluruh usahanya, Kai tidak bergerak satu inchi pun.
"Ibu? aku tahu kamu memang telah merawat ku hingga saat ini, tapi bukankah kamu baru saja bilang bukan ibu kandung ku? Mwehehe...." Kai mengeluarkan seringai dingin di wajahnya yang aneh.
"Kamu!.... apa yang ingin kamu lalukan?" Chiyan sangat gugup saat ini, bahkan sampai saat ini ia belum pernah di sentuh oleh pria manapun, Tetapi Kai telah ia anggap seperti keluarga sendiri.
"Hehe, Tentu saja... Memakan Dirimu." Kai mengatakan itu dengan wajahnya yang penuh dengan Gairah.