
Di kedalaman Hutan yang sangat jauh, dua siluet hitam sedang berlari dengan kecepatan yang mungkin tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Setelah menyelamatkan Anggita klan serta Keluarganya, Yola membawa mereka semua kembali ke tempat klan fox berada.
Dengan kecepatan mereka saat ini mereka berdua akan sampai dalam kurun waktu 15 menit. Kekuatan Kai perlahan mulai pulih, saat ini ia sudah memulihkan Kekuatannya sekitar 30 persen.
15 menit kemudian, Kai dan Yola berhenti tepat di pinggir sungai, Yola berdiri di depan Kai sambil mengucapkan mantra kuno. Ketika Kai mendengar mantra yang baru saja Yola ucapkan ia begitu terkejut karena bahasa dalam mantra tersebut sama seperti bahasa yang digunakan di dunia Kultivator.
"Jangan-jangan Klan fox juga berasal dari dunia Kultivator?" Sebuah pemikiran terlintas di benak Zhukai.
Selesai mengucapkan mantra, sebuah penghalang tipis muncul.. "Ini sebenarnya sebuah Array ilusi!!" Kai berseru melihat sebuah dinding tipis didepannya. Karena kekuatan roh miliknya masih belum pulih, ia tidak menyadari adanya Array ilusi tersebut.
Yola mengajak Kai memasuki dalam penghalang tipis, Kai merasakan sesuatu seperti air mengalir melalui tubuh nya, saat itu juga ia membuka mata nya. Kai tiba-tiba berseru kaget melihat pemandangan di depannya ini, ternyata ini adalah sebuah dunia kecil yang cukup luas. Udara dalam dunia kecil itu begitu segar, serta pasokan energi spiritual dalam dunia ini juga cukup tebal jika di bandingkan dengan bumi.
Yola kembali menyeret tangan Kai dan mengajaknya memasuki desa. Tiba di desa, Yola di sambut dengan tatapan hangat oleh setiap orang tetapi ketika melihat seorang manusia dibelakang Yola mereka mengernyit dan mendengus dingin.
Kai sadar akan hal itu dan memakluminya, Klan mereka baru saja diambang kehancuran oleh ulah manusia. Yola juga menyadari situasi itu dan berbalik menatap Kai di belakangnya.
Kai hanya menanggapi tatapan Yola dengan senyum menawan membuat Yola memerah, mereka terus melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah rumah yang terbuat dari batu dan tumbuhan. Rumah itu merupakan rumah terbesar diantara banyak rumah lainnya, Kai yakin bahwa rumah didepannya adalah milik Patriak klan fox.
Tok... Tok... "Ayah ini aku Yola, aku sudah membawa orang yang telah menyelamatkan klan kita kemari." Yola berkata dengan suara yang manis.
Beberapa saat kemudian sebuah suara pintu terbuka terdengar, dari dalam ruangan terlihat seorang wanita paruh baya berpenampilan sama dengan Yola. Dengan hanya melihat fakta itu saja, Kai dapat mengetahui bahwa wanita ini adalah ibu Yola.
"Ibu, dimana ayah?"
Ibu Yola memandang Kai di belakang Yola dengan pandangan hormat dan juga penuh perhatian, "Oh iya, Bu ini adalah tuan yang aku sebutkan, dia yang telah menyelamatkan klan fox kita."
Yola memperkenalkan Kai pada ibunya dan mengajak Kai masuk kedalam rumahnya, Rumah itu begitu sederhana. Ada berbagai perabotan rumah yang terbuat dari kayu yang diukir dengan sangat cantik. "Sepertinya klan fox masih mengikuti budaya nenek moyang." Kai berfikir.
Kai duduk disebuah kursi batu dan Yola yang duduk disisinya, situasi mereka berdua sangat canggung setelah apa yang baru saja terjadi beberapa saat lalu.
"Dimana ayah mu Yola?"
Yola tersentak sesaat kemudian berdiri dan bertanya pada ibunya dimana ayahnya saat ini berada.
Tok... Tok... "Sayang aku sudah pulang, tolong buka pintunya!"
Suara ketukan pintu kembali terdengar, Suara pria paruh baya juga ikut terdengar disertai ketukan pintu.
Kai berdiri dan membuka pintu rumah tersebut. Begitu pintu terbuka, Kai begitu terkejut melihat seorang pria paruh baya dengan otot yang sangat besar di sekujur tubuhnya, menilai dari kekuatannya Pria paruh baya ini haruslah seorang Kultivator Ranah Pembentukan Core puncak dan hampir menembus Ranah Pejuang perunggu.
Sebaliknya reaksi pria paruh baya itu menjadi sangat marah, ia mengerutkan kening dan menatap Kai dengan tatapan penuh kebencian, "Bajingan!! apa yang sedang kau lakukan di rumahku hah!."
Ayah Yola meraung dan menyerang Kai dengan kedua cakar lancipnya. Tidak seperti Yola, pria paruh baya ini begitu cepat dan memiliki pengalaman bertarung yang dapat dibandingkan dengan orang-orang dari Alam Kultivator.
"Apa yang kau lakukan padaku bajingan keparat! cepat lepaskan teknik busukmu ini." Ayah Yola terus meraung dan dengan gila mengalirkan Qi keseluruh tubuhnya tapi itu sia-sia saja karena seluruh Meridian nya telah tertutup sehingga tidak dapat mengaliri Qi dengan baik.
Mendengar teriakan keras dari Patriak sekte banyak anggota klan fox mulai waspada dan segera keluar dari rumah masing-masing menuju rumah Patriak klan.
"Lihat ada seorang manusia yang sedang menyerang Patriak." Teriak seorang anggota klan tang rumahnya tidak jauh dari tempat Patriak klan berada.
"Bangsat, bagiamana manusia ini memasuki klan kami, apakah dia juga satu anggota dengan pria berjubah hitam saat itu."
Yola dan ibunya yang saat ini sedang berada di dapur terkejut dengan teriak Patriak klan, mereka berdua segera bergegas keluar dan melihat seluruh anggota klan fox dengan marah mengelilingi Kai dengan niat membunuh yang cukup menekan.
"Semuanya berhenti!!" Suara teriak seorang gadis terdengar dari dalam rumah, mereka semua cukup familiar dengan suara ini dan segera menoleh dan mendapati Putri patriak klan sedang menatap mereka semua dengan amarah yang berapi-api.
"Apa begini cara kalian memperlakukan penyelamat klan kita hah!" Yola mendengus dingin sambil menatap para anggota klan. Ia menatap Kai yang saat ini sedang berdiri di dekat ayahnya, Ia dengan lembut berjalan kearah Kai dibawah tatapan ingin tahu semua orang.
"Maafkan saya Tuan."
Kata-kata yang Yola ucapkan saat itu mengejutkan seluruh orang, mereka kembali mengingat apa yang baru saja Yola tentang pemuda itu yang menyelamatkan klan mereka
"Yola? apa yang baru saja kamu ucapkan, kenapa kau meminta maaf pada si bangsat ini."
Patriak sekte yang sudah dikendalikan marah tidak dapat mencerna apa yang baru saja Yola ucapkan.
"Ayah, apakah begini caramu memperlakukan dermawan klan fox?"
"Dermawan? apa yang kamu maksud dengan itu?" Patriak sekte tidak dapat mencerna apa yang baru saja Yola katakan dengan otak kecilnya.
"Pemuda ini- maksud saya Tuan ini merupakan orang yang telah membunuh Pria berjubah yang menyerang klan kita, dia juga yang berhasil menghapus kutukan jiwa di dalam kristal darah."
Yola kemudian mulai menceritakan seluruh kejadian dari awal hingga akhir, setelah Yola selesai bercerita Seluruh wajah Anggota klan dan Patriak sekte menjadi suram. Pemuda ini telah menyelamatkan klan nya tanpa imbalan apapun dan dia? apa yang telah dia lakukan kepadanya.
Setelah efek dari serangan Kai berakhir, Patriak sekte segera bersujud dan meminta maaf pada Kai apa yang telah ia lakukan, "Maaf Tuan atas apa yang telah aku lakukan tadi, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya." Butir-butir keringat membasahi tubuh Patriak sekte, karena jika Kai tidak menerima permintaan maaf dirinya. Patriak sekte tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan nasib klan fox.
"Tidak perlu dipikirkan Paman, Tolong berdirilah. Aku dan putrimu merupakan teman dekat. Ketika dia mempunyai masalah tentu saja aku harus membantunya.
Walupun Kai dan Yola hanya mengenal selama beberapa saat, tetapi hubungan mereka telah semakin dekat sejak kejadian tadi.
"Benarkah itu?"
Kai menganguk sebagai jawaban, Setelah itu wajah tertekan dari para anggota klan kembali semula.
Patriak sekte berdiri dan dengan teriakannya yang sangat keras, "Malam ini Klan fox akan merayakan pesta untuk menghormati sang dermawan."
Di malam hari yang cerah itu lampu-lampu yang terbuat dari elemen cahaya mulai menyinari Desa klan fox.