Re-system

Re-system
Keluarga Nalan



Sontak Nalan Han terkejut dengan perkataan Kai barusan, untuk sampai mencari istrinya di seluruh Dataran Jie. Kai pasti sangat mencintai istrinya itu.


"Hmm, baiklah.." Nalan Han mengangguk setuju, karena saat ini jiwanya berada di bawah kendali Zhukai. Dia sama sekali tidak memiliki hak untuk menolak.


Malam harinya, Kai dan seluruh pasukan serta Nalan Han berangkat menuju wilayah Keluarga Nalan menggunakan kereta kuda. Dalam gerbong kereta, Kai duduk dan tiba-tiba mengingat seseorang, dia mengerutkan dan memanggil Nalan Han untuk bertanya.


"Pak tua Han, apa kamu tahu tentang Ruo Fan?" Kai bertanya dengan pelan, meski begitu Nalan Han dapat mendengarnya dengan jelas.


"Hmm, Ruo Fan? Bukankah dia pemimpin Istana Es. Apakah tuan muda memiliki hubungan dengannya?" Nalan Han bertanya dengan terkejut.


"Tidak tidak, itu hanyalah masalah kecil saja.. Cepat katakan apa yang kau tahu tentang perempuan ini.."


Dengan cepat, Nalan Han mulai menceritakan apa yang diketahuinya tentang Ruo Fan.


Ruo Fan merupakan seorang jenius muda yang sangat berbakat di Dataran Jie. Dia memiliki Bloodline yang berada di tingkat Mistis yang sangat langka, bahkan di Dataran Luo sekalipun.


Itu adalah Bloodline Ratu Naga Es. Dengan memiliki Bloodline tersebut di tambah dengan bakat dari Ruo Fan, dia berhasil menembus Ranah Dewa Surgawi di umurnya yang ke 5.000 tahun. Itu terjadi tepat 2 tahun yang lalu.


Jika bukan karena faktor Usia Ruo Fan yang masih muda, dia mungkin berhasil membawa Istana Es menjadi Penguasa Dataran Jie.


Mendengar semua hal itu dengan mata terpejam, Kai mengeluarkan seringai lebar di wajahnya. "Hehe, Tak Kusangka wanita itu tidak hanya berbakat, tetapi dia juga memiliki Bloodline kuat seperti itu.."


Pada umumnya, untuk menembus Dewa Surgawi di Dataran Jie memerlukan waktu 15.000 Tahun. Bahkan untuk seseorang yang menembus di usia 8.000 tahun adalah seorang jenius seperti Iblis Pedang dan Long Wei (Raja Kerajaan Xumeng).


"Aku juga mendengar desas-desus bahwa Penguasa Dataran Luo tertarik dengan kejeniusan Ruo Fan dan berniat menjadikan dia sebagai muridnya." Lanjut Nalan Han.


"Ho, Penguasa Dataran Luo? Seberapa kuat dia?" Kai bertanya dengan sangat penasaran.


Namun, Nalan Han menggeleng-gelengkan kepalanya, "Maaf tuan muda, aku tidak tahu seberapa kuat orang itu. Kurasa dia sudah berada di Realm Dewa Semesta."


Meski awalnya dia terkejut, Kai segera kembali bersikap biasa dan menyuruh Nalan Han untuk pergi.


Dia menatap keluar dan melihat hutan dengan suara lolongan binatang buas yang mendampingi perjalanannya. Kai segera duduk dengan sikap Lotus dan memulai latihannya.


Ketika pagi hari menjelang, Kai menghentikan latihannya dan segera bertanya pada Nalan Han berapa la lagi untuk sampai di Wilayah Keluarga Nalan.


"Hmm, harusnya itu sekitar 200 Mil dari sini, mungkin beberapa jam lagi akan sampai." Jawab Nalan Han dengan ekspresi serius.


Kai mengangguk dan melanjutkan latihan sambil menunggu sampai di Wilayah Keluarga Nalan.


Ketika dia mendengar suara Nalan Han memanggil nya, Kai segera membuka mata dan menghentikan latihannya.


"Apakah kita sudah sampai?" Tanya Kai dari dalam gerbong kereta.


"Ya tuan muda."


Kai segera membuka pintu gerbong dan segera turun dari kereta. Wilayah milik Keluarga Nalan adalah sebuah kota yang terlampau luas layaknya Kerajaan.


"Hmm, ini luar biasa.. Aku tidak tahu kamu Keluarga Nalan mu memiliki wilayah seluas ini." Kai berkata dengan wajah penuh kekaguman.


Dengan begitu, Kai segera memerintahkan Nalan Han menuntun pasukannya untuk masuk kedalam kota dan menuju ke Kediaman Keluarga Nalan.


Nalan Han mengangguk dan segera memimpin pasukan berjumlah ratusan ribu orang itu untuk masuk kedalam kota.


Karena status Nalan Han sebagai penguasa kota, Penjaga gerbang segera mengenali dan membungkuk memberi hormat untuk Nalan Han.


Sementara itu, Kediaman Keluarga Nalan berada di pusat kota. Itu adalah sebuah mansion dengan luas ribuan mil.


"Cepat buka gerbang!!.."


Dengan perintah Nalan Han, Pria yang menjaga gerbang mengangguk dan mendorong gerbang hingga terbuka.


Dengan begitu, pasukan yang berjumlah ratusan ribu segera masuk kedalam mansion Keluarga Nakan dan menaruh kereta kuda di halaman milik Keluarga Nalan.


"Kenapa disini begitu ramai? Dan juga kenapa banyak dekorasi yang terpasang disini, apakah ada seseorang yang akan melangsungkan pernikahan." Kai berkata dengan pandangan matanya terus menyapu ke area disekitarnya.


"Itu benar tuan muda, salah satu putriku akan melangsungkan pernikahan dengan pangeran ketiga dari Kerajaan Xumeng.." Jawab Nalan Han tersenyum bangga.


"Heh, Putri? Jika aku tidak salah ingat bukankah kamu memiliki dua orang putri? Juga apakah dia orang yang sama dengan orang yang berniat membunuhku dulu.."


Dengan perkataan Kai barusan, Nalan Han mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya dan tersenyum canggung sebagai balasan.


"Haha, kenapa kamu setakut itu Pak tua Han, aku hanya bercanda.." Ucapan yang Kai katakan barusan memang benar apa adanya, dia sama sekali sudah melupakan semua perbuatan Nalan Han dan kedua putrinya dulu.


Sekarang hal utama yang Kai prioritas kan adalah mencari Xia Bing Yao. Sudah hampir 30 Tahun semenjak Xia Bing Yao meninggalkan sisinya, suara lembut dan wajah cantik dari Bing Yao masih terekam dengan jelas di dalam ingatannya.


Tak berselang lama setelah itu, dari jauh Kai dapat mendengar suara seorang gadis memangil Nalan Han.


Suara itu tidak begitu asing di telinganya, Kai segera berbalik untuk melihat siapa orang itu. Benar saja, wajah yang begitu familiar terlihat ketika Kai memutar badannya.


"Yoo.. Gadis kecil, kita bertemu lagi..." Kai mengungkapkan senyuman lebar sambil menatap Nalan Xing yang sedang berlari menuju Nalan Han yang ada di sampingnya.


Senyum cerah di wajah Nalan Xing segera menghilang di gantikan oleh tubuhnya yang bergetar dimakan rasa takut.


"K–Kamu, K–Kenapa kamu masih hidup.." Nalan Xing mengangkat jarinya yang bergetar sambil menujuk Zhukai yang berada di samping ayahnya.


Sementara itu seringai lebar masih tetap tertahan di wajah Zhukai, dia berjalan mendekat kearah Nalan Xing.


"B–Berhenti! Atau aku akan memukulmu dengan tongkat kayu ini.." Nalan Xing berjalan mundur secara perlahan sambil menggenggam erat tongkat kayu di tangannya.


"Hehe, kau ingin memukulku dengan itu? Silahkan saja hahaha..."


Nalan Xing tanpa berfikir lagi segera memukul Zhukai dengan tongkat kayu yang dia genggam, Sayanganya karena ketahanan fisik Zhukai yang begitu kuat. Tingkat kayu itu segera patah ketika mengenai tubuhnya.


"Eee.. Hn Hn, Huaaa... Ayah, tolong aku.." Nalan Xing menangis dan berlari kearah Nalan Han untuk berlindung.


Sementara itu, Kai tertawa terbahak-bahak sambil menikmati menggoda Nalan Xing.


"T–Tuan muda ini..."


"Tenang saja Pak tua Han, aku hanya bercanda saja.."


Mendengar itu, Nalan Han bernafas lega dan segera menenagkan putrinya. Dia segera mengajak Kai untuk masuk kedalam kediamannya dan mengatur beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan terenak untuk Zhukai.


***


Bersambung..