Re-system

Re-system
Merekam Sesuatu...



Mendengar kata-kata Kekaisaran Macan Putih, Kai menjadi sedikit penasaran. Kekaisaran Macam Putih berada jauh di wilayah timur jauh-jauh datang kemari. Jelas itu bukanlah hal yang biasa.


Setelah beberapa kereta kuda masuk kedalam kota, ada satu buah Kereta terbesar yang di samping kanan kirinya dijaga oleh seorang pengawal yang basis Kultivasi nya tidak rendah.


Dari dalam kereta mewah itu, keluar sosok pria jangkung dengan rambut pirangnya serta wajahnya yang menunjukkan senyuman pada setiap orang.


"Hei lihat itu, dia adalah pangeran ketiga dari Jejak Macan Putih. Beberapa hari lagi Tuan Putri kedua dari Kekaisaran kita akan segera bertunangan dengannya. Ini akan membuat hubungan Ras Naga dan Ras Macan Putih semakin erat."


"Tidak hanya tampan dan berbakat, Pangeran ketiga juga seorang jenius yang sudah mencapai Alam Holy Emperor di usianya yang Ke-seratus limapuluh tahun."


"Benar jika ia bertunangan dengan Putri Xue Yu, meeka berdua akan menjadi pasangan yang sangat cocok untuk satu sama lain."


Kai awalnya tidak begitu tertarik dengan pembicaraan yang mereka bicarakan, tetapi setelah mendengar nama Xue Yu disebut, Kai mengerutkan kening dengan jejak emosi kompleks di kepalanya.


"Xue Yu? mungkinkah yang mereka maksudkan adalah Xiao Yu?" Kai bergumam dengan pelan sambil memegang dagunya layaknya seorang cendikiawan.


Kai terus mengawasi semua perwakilan dari Kekaisaran Macan Putih, juga pangeran ketiga yang memiliki maksud untuk melamar Xue Yu. Dia mencibir bagaimana pangeran ketiga itu bersikap, dia terlihat sopan di depan banyak orang tetapi itu sama sekali tidak alami.


"Heh, jangan menilai buku hanya dari sampulnya."


Setelah itu, dia menutup jendela dan membersihkan diri kemudian keluar dari penginapan.


Sementara itu, pangeran ketiga dari Kekaisaran Macan Putih dan para rombongannya segera menuju rumah walikota untuk bermalam di sana karena hanya rumah walikota yang merupakan bangunan paling mewah di kota ini.


Sampai di sana, seketika terjadi perubahan ekspresi di wajah pangeran ketiga. Senyuman yang tadinya membuat semua orang terkesan kini menghilang digantikan ekspresi dingin dan acuh tak acuh.


"Arggh, sungguh membuang-buang waktu saja. Jika bukan karena aku harus memiliki reputasi yang baik Dimata Xue Yu, mana mungkin aku akan memperlakukan orang rendahan seperti mereka seperti tadi."


Dia bernama Bai Wang, pangeran ketiga dari Kekaisaran Macan Putih dan juga jenius nomor satu di sana, Ayahnya bahkan tidak segan-segan untuk memberikan banyak sumber daya langka untuk membantu tingkat perkembangan darinya.


Ini menyebabkan Bai Wang menjadi seorang bocah manja dan sombong.


Bai Wang tidak menyadari bahwa kata-kata nya tadi di dengar oleh seseorang, itu adalah Zhukai. Kai yang keluar dari penginapan segera mengikuti Bai Wang untuk mencari sifat aslinya.


Ternyata dugaannya benar, "Pria seperti ini sangat tidak cocok untuk Xue Yu, aku harap Xue Yu dapat dengan tegas menolaknya ketika sampai di Kekaisaran Naga."


Tak lupa juga Kai menyimpan ucapan Bai Wang tadi dalam sebuah Cristal Waktu.


Kai kembali kedalam penginapan dan segera mengetuk Pintu kamar Gu Nan sebanyak beberapa kali.


Tok.. Tok... Tok...


Tak lama berselang setelah itu, Gu Nan membuka pintu dengan wajah lesu dan kantung mata di wajahnya.


"Hoamm... Ada apa Bos! Bukankah ini terlalu pagi untuk berangkat." Ucap Gu Nan sambil menguap dengan wajah lesu.


"Pagi? apakah kau terlalu asik ber*inta degan kekasihmu itu hingga lupa waktu!"


"Eh.." Gu Nan segera sadar ada yang aneh dan buru-buru pergi kearah jendela dan melihat keluar.


Benar saja, ketika jendela terbuka, sinar matahari yang hangat meresap kedalam tubuh dan dagingnya. Itu sangat nyaman.


"Haihh.." Kai mengeluh sambil membuang nafas, tetapi tidak dapat dipungkiri apa yang dikatakan Gu Nan baru saja memang benar.


Bahkan setelah melakukan seharian penuh, Kai masih ketagihan dengan sensasinya. "Baik-baik, kalau begitu cepat dan bangunkan Bai Gu, kita akan melanjutkan perjalanan setelah kalian berdua bersiap-siap."


"Baik Bos..."


***


Karena tidak memiliki kegiatan yang lain, Kai Keluar dari penginapan untuk mencari udara segar.


Tiba disebuah taman luas nan indah, Kai bermaksud untuk menikmati keindahan disekitar dan duduk dibawah sebuah pohon besar.


Suara kicauan burung di pagi hari terdengar sangat nyaman di telinga, Kai bersandar di batang pohon sambil menutup kedua matanya.


Entah sudah beberapa waktu berlalu dan tiba-tiba ia mendengar sebuah suara pertempuran tak jauh dari tempat ia berada. Kainjuga mencium sebuah bau darah yang cukup pekat.


"Aneh.. ini adalah kota besar, siapa yang berani secara terang-terangan bertarung di kota ini."


Karena penasaran, Dia memutuskan untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi, tak jauh dari tempat dia berada, ada sebuah sungai jernih dengan beberapa pohon bambu tersusun rapi.


Kai menggunakan Langkah Bayangan unt sampai Disana, itu tidak hanya bisa menutupi tubuhnya tetapi auranya juga menghilang.


Dari tempat Kai berada saat ini, dia bisa mendengar sebuah suara sama dari dalam hutan bambu itu.


"Hentikan pangeran, tolong jangan lakukan ini kepada saya.. Saya sudah punya suami yang menunggu saya dirumah." Itu adalah sebuah suara tangisan wanita yang memohon pada seseorang.


"Pangeran Ketiga? bukankah itu Tunangan Xue Yu?" Pikir Kai dalam hati.


Ia mencoba untuk semakin mendekat agar dapat dengan jelas melihat semuanya.


Saat Kai sudah sangat dekat dengan sumber suara itu, betapa terkejutnya ketika ia melihat Pangeran Ketiga Kekaisaran Macan Putih sedang memperkosa seorang wanita cantik yang memakai baju pelayan.


"Diam!! atau aku akan membuat keluarga mu menderita." Bai Wang berkata dengan marah, setelah itu dia secara paksa mencium mulut pelayannya dan *******-***** dada pelayannya.


"Ahhnng.. Aku mohon pangeran, Pangeran sudah bertunangan dengan Putri Xue Yu, kenapa anda mencoba memperkosa saya yang rendah ini." Ucap Wanita itu menahan tangis di wajahnya, dia mencoba segala cara untuk menghentikan kejadian ini.


Plakk!!


"Sudah kubilang diam!! apakah kamu tuli, cukup patuhi saja apa yang aku inginkan." Bai Wang dengan kedua tangan segera merobek pakaian pelayannya, dapat terlihat sebuah pakaian dalam yang cukup seksi menambah kesan menggoda.


Bai Wang menjilati bibirnya tidak sanggup menahan rasa ***** lagi, "Ehehe, benar begitu. Jika kamu tetap patuh aku tidak akan memperlakukan mu seperti tadi."


"Kamu tidak perlu Khawatir tentang Xue Yu, sebentar lagi dia juga akan menjadi milikku. Setelah itu aku dapat menggunakan Tubuhnya sesuka hati.. Bwahaha."


Sementara itu, Pangeran ketiga tidak mengetahui bahwa ada orang lain selain mereka berdua yang berada disana. Di tambah lagi orang itu merekam semua kejadian dari awal hingga akhir.


Dia adalah Zhukai yang sedari tadi mengawasi mereka, Kai menggunakan Cristal waktu untuk merekam kejadian tadi. Ia tidak dapat menahan seringai dingin diwajahnya dan berkata dengan Pelan.


"Dasar idiot, jika aku menyebarkan video ini keseluruh Alam Immortal apa yang akan terjadi? mwehehe."