
Ting!!
Ting!!
Bunyi tabrakan besi terdengar keras di Tengah Hutan, banyak pohon yang telah tumbang akibat pertarungan dari dua orang itu.
Kai menyeringai sambil mengeluarkan salah satu tekniknya, dua kilatan pedang raksasa mengambang tinggi di udara dan itu segera menyerang wanita bercadar.
Tal berhenti sampai disitu, Kai segera meluncurkan tebasan lain yang mengarah ke punggung Wanita itu yang terbuka lebar.
"Kau benar-benar memaksa ku menggunakan teknik ini, Domain Pedang.. Seribu tusukan membara." Ucap Wanita itu dengan nada dingin ketika ia mulai membacakan sebuah mantra kuno.
Whengg!!
Waktu seakan-akan terhenti, muncul sebuah lapisan tipis mengelilingi Zhukai dan area disekitarnya. Pandangan matanya kini menjadi gelap.
Slashh!!
Tiba-tiba, ia merasakan bahwa bagian bawah kakinya terkena sayatan Pedang dan itu membuatnya mengalami luka yang tidak dangkal.
"Sial, apa-apaan ini." Kai mengumpat dengan kesal, di dalam Domain Pedang, ia sama sekali kehilangan kelima indra nya.
Slashh!!
Datang lagi serangan yang tepat menyerang punggungnya yang terbuka lebar, "Urghh.." Kai sedikit mengernyit menghadapi situasi ini.
Ia ingin menghubungi System tetapi saat ini situasinya juga sangat sulit hingga pikirannya tetap fokus menghadapi situasi saat ini.
"Sialan kau wanita licik, beraninya kau menggunakan cara busuk seperti ini." Seru Zhukai dengan tubuhnya penuh dengan luka. Jika bukan karena tubuh Naganya yang mencapai tingkat maksimal, ia sudah lama hancur dari tadi.
Dia menggunakan Langkah bayangan untuk mencoba pergi, tetapi bahkan setelah ia melakukan gerakan itu berkali-kali, Kai masih kembali ke tempat ia berada.
Kai segera menutup matanya mencoba menenangkan pikirannya, Jika kelima indranya tidak berfungsi, ia hanya perlu menggunakan hatinya.
Kai berdiri diam mengabaikan serangan demi serangan yang membuat tubuhnya terkoyak, Kemudian tepat ketika dia membuka mata, dia sedikit menunduk membentuk sudut siku-siku, dan segera melepaskan sebuah pukulan keatas.
Ini adalah salah satu kemampuan bawaannya, Prediksi masa depan.
"Tinju Kaisar.."
Bang!!
Suara seseorang menghantam sebuah sesuatu terdengar keras, Perlahan pandangan Kai yang menghitam kembali normal, dan seluruh tubuhnya seketika berlutut.
Kai merasakan aliran rasa hangat mengalir di tenggorokan nya, dia membuka mulut dan darah mengalir deras keluar.
"Urghh.. Uhuk!!.." Kai hampir tidak dapat berdiri dengan kedua kakinya, otot dan kulitnya terkoyak memperlihatkan sebuah tulang berwarna putih bersih.
"Kuh.. Kamu.. Bagaimana bisa?" Ucap Wanita itu tidak percaya apa yang baru saja terjadi, Dia menetap Zhukai Seolah-olah sedang melihat seorang monster.
Sebenarnya Kultivasi wanita bercadar itu bukan sesuatu yang bisa Kai lawan, tetapi karena ia saat ini berada di Alam Immortal, kekuatannya ditekan hingga titik dimana ia bahkan tidak dapat melepaskan satu persen dari kekuatan Aslinya.
"Hehe, kau terlalu percaya diri dengan kekuatanmu sendiri.. Dengar baik-baik ini, aku tidak tahu alasanmu membantu Bajingan tua itu, tetapi karena kau berani membuat kekasihku dalam bahaya, rasakan sendiri akibatnya."
Kai mencoba bangkit dengan seluruh tenaganya, dia mengambil sebilah pedang yang tergeletak tak jauh dari tubuhnya berada.
"Seribu Pedang Roh..."
Whengg!! Whengg!!
Satu persatu muncul pedang roh melayang tepat di belakang Zhukai, Tidak berhenti sampai disitu Kai mencoba menggabungkan seribu Roh pedangnya menjadi satu.
Jika ia melawan banyak musuh yang memiliki basis Kultivasi yang setara atau lebih lemah darinya, mungkin Teknik seribu pedang Roh akan efektif. Tetapi lawan yang harus Kai hadapi saat ini adalah seseorang yang sangat kuat, bahkan Kai tidak yakin memiliki peluang untuk menang.
"Hiaaaatt..."
Wanita itu juga memperhatikan apa yang terjadi, karena ia telah terkena serangan Kai, dia sangat tahu seberapa kuat itu.
"Aku tidak boleh membiarkan pertarungan ini lebih lama lagi..." Gumam wanita itu pelan, sebuah tanda muncul di dahi putihnya.
Itu mengeluarkan sebuah laser yang melambung tinggi keatas langit.
Bamm!!
Duarr!!
Kesengsaraan Ilahi muncul dan menghantam tubuh wanita bercadar itu.
Early God, Dewa Kuning.
Setelah terkena Kesengsaraan Ilahi sebanyak 5 kali, tiba-tiba Kultivasi wanita itu meningkat menjadi seorang Dewa Kuning.
"Kau membuatku sangat marah.. Akan kuberitahu perbedaan diantara kita berdua."
Wanita itu mengeluarkan sebuah tekanan yang sangat kuat membuat Kai tidak bisa menarik nafas, Penyatuan pedang roh yang telah susah payah ia buat hancur seketika.
Bahkan dengan Title Sang Penakluk miliknya, itu tidak cukup untuk mengatasi perbedaan kekuatan seperti ini.
"Arhghh.." Kai berteriak kesakitan dan dia hampir saja jatuh berlutut tetapi Kai menjaga tubuhnya agar tidak jatuh menggunakan Pedangnya yang telah ia tancapkan ke tanah.
"Masih bisa bertahan?.." Wanita bercadar itu mengangkat alisnya, terlihat dengan jelas bahwa ia sangat terkejut dengan fisik yang Kai miliki.
"Kau memang sangat kuat bocah, Di usiamu saat ini, kamu sudah memiliki kekuatan yang tak terbayangkan. Jika kamu bukan musuhku maka aku tidak akan ragu untuk menjadikanmu sebagai suamiku.. Sayangnya.. " Dia mendesah pelan, kemudian matanya menatap tajam kearah Kai yang sudah tidak dapat bertahan lagi.
"Selamat Tinggal.."
Di atas awan, muncul sebuah pedang besar berwarna emas keperakan. Itu adalah serangan dari Wanita itu.
Itu bergerak cepat kebawah menuju tempat dimana Kai berada, Pedang raksasa itu seolah-olah seperti meteor yang sedang jatuh.
Kejadian itu disaksikan oleh seluruh orang yang mendiami Alam Immortal, mereka semua terjatuh tak sadarkan diri karena tidak kuat menahan aura dari pedang itu.
Sementara Itu, Gu Nan dan Bai Hu juga dalan posisi yang kurang baik, mereka jatuh berlutut dan hampir tidak bisa menarik nafas padahal jarak antara mereka dan pedang besar itu terpaut sangat jauh.
Sekarang, Zhukai seorang diri dihadapkan oleh sesuatu yang sangat mustahil ia hadapi.
"Apakah aku akan mati sekarang? Tidak!! Aku tidak boleh mati, Aku masih harus menjaga Yi dan yang lain di masa depan.. Bagaimana aku bisa mati di tempat seperti ini.."
Semakin pedang besar itu turun semakin besar tekanan yang harus Kai hadapi.. "Arghh.." Dia berteriak sekali lagi, Seluruh tulangnya remuk, organ dalamnya hancur, sedangkan sisik di tubuhnya menghilang.
Kai kembali kedalam wujud aslinya, transformasi Naganya benar-benar dihilangkan secara paksa akibat dari pedang besar itu.
Kai terjatuh diatas tanah, ia tidak dapat merasakan lagi seluruh tubuhnya. Pandangan matanya menjadi kabur, Sosok terakhir yang ia ingat adalah wajah gadis cantik dengan dua lesung pipi yang memberinya senyuman hangat disetiap hari.
"Maafkan Aku Yi'er.."
Kai tergeletak pingsan di atas tanah, tetapi kecepatan pedang itu tidak menurun tetapi semakin cepat.
"Huh, kurasa ini adalah akhirnya." Ucap wanita bercadar itu ketika mendapati Kai tergeletak pingsan di tanah.
Tiba-tiba, sebuah Kilatan cahaya putih terbang dengan cepat menghantam pedang raksasa itu dan menghancurkannya menjadi berkeping-keping.
"Apa yang sedang terjadi..." Wanita bercadar itu terkejut ketika melihat serangannya telah hancur.
Ia memfokuskan pandangan matanya kearah tempat dimana Pedangnya hancur dan ia melihat sosok pria dengan tubuh Kekar, menatap dia dengan penuh amarah.
Wanita itu seketika mendengus dingin dan mengucapakan sebuah nama, "Iblis Pedang..."