
Setelah keluar dari penghalang desa peri, Kai berjalan sambil bertanya pada Wei'er Yunlan di sampingnya.
"Apakah kamu tidak takut jika sesuatu terjadi pada rasmu di masa depan."
"Tidak, itu karena aku percaya pada mereka.." Jawab Wei'er Yunlan dengan acuh tak acuh.
Mereka berdua berjalan menyusuri hutan dan bertemu dengan gorila, beruang, dan binatang buas lainnya.
Selama pertarungan, Kai dapat memperkirakan tingkat kekuatan milik Wei'er Yunlan. Jika di Alam Dewa, dia setidaknya berada di tingkat Immortal God tahap Abadi, selangkah menuju Dewa Semesta.
Tetapi rata-rata sihir yang dikeluarkan oleh Wei'er Yunlan memiliki tingkat kerusakan area dan itu sangat merugikan jika musuhnya hanyalah satu orang saja.
"Apakah kamu akan berpenampilan seperti ini ketika berada di kerajaan manusia? Bukankah ras kalian saling bermusuhan." Kai bertanya sambil memotong beberapa bagian dari mayat harimau yang dibunuhnya.
"Ah, aku sampai melupakannya.."
Wei'er Yunlan membacakan beberapa mantra sihir dengan bahasa yang tidak Kai ketahui, ketika sinar cahaya yang keluar dari tubuhnya menghilang, telinga panjang dan juga sayap di punggungnya menghilang.
Sekarang Wei'er Yunlan benar-benar terlihat seperti gadis muda berumur 20 tahun-an yang sangat cantik.
"Ehhh, ada apa denganmu?" Melihat tatapan Zhukai yang ditunjukkan padanya sedikit aneh, Wei'er Yunlan berkata.
"Tidak, tidak ada apa-apa haha.." Kai segera mengalihkan pandangannya dari Wei'er Yunlan dan tertawa canggung.
Ketika Kai sudah mengumpulkan banyak batu kristal dari mayat para monster, hari sudah menjelang malam..
"Kita akan bermalam disana."
Kai menunjuk sebuah tempat yang berada di pinggir sungai. Karena mereka telah membunuh cukup banyak monster hari ini, tubuh mereka mengeluarkan bau yang cukup menyengat.
"Kamu mandilah terlebih dulu, aku akan menyiapkan tenda dan juga api unggun nya."
Wei'er Yunlan mengangguk tanpa ragu, dia berjalan menuju ke sungai dan hendak melepas bajunya.
Tiba-tiba ia berhenti, dia berbalik dan menatap Zhukai sambil menunjukkan sedikit was-was.
"Tenang saja, aku tidak akan mengintipmu."
"Bagaimana aku bisa percaya itu."
"Aku bisa bersumpah dengan nama ku."
Dengan begitu, Wei'er Yunlan bernafas lega dan menyiapkan pelindung disekitar nya. Ia melepas semua pakaiannya memperlihatkan kulitnya yang begitu putih dan indah.
Dia turun kedalam sungai secara perlahan tanpa menimbulkan suara percikan air sedikitpun.
Wei'er Yunlan membasuh tubuhnya dengan air sungai sambil berendam di dalam sana. Selang beberapa menit berlalu, Wei'er Yunlan keluar dari sungai dengan sehelai kain tipis menutup tubuhnya.
"Kau sudah selesai? Cepat masuk kedalam sana dan gantian pakaian mu setelah itu makan."
Wei'er Yunlan mengangguk, dia menoleh ke arah lain dan melihat ada dua buah tenda berdiri tegak disana.
Dia masuk kedalam salah satu tenda dan mengganti pakaiannya.
Ketika dia keluar, sosoknya yang memakai gaun putih panjang dengan rambut terurai terlihat sedikit menakutkan.
"K–Kai, bantu aku mencarikan ikat rambut.."
Mendengar panggilan dari Wei'er Yunlan, Kai berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju kedalam tenda dimana Wei'er Yunlan berada.
Tepat ketika tirai tenda terbuka, sosok wanita dengan wajahnya yang tertutup rambut dan gaun putih mengingatkan Zhukai dengan hantu di bumi dulu.
"Aaaa..."
Kai berteriak ketakutan dan buru-buru berlari kearah api unggun, "Apaan itu tadi !!.."
Kai menghembuskan nafas panjang dan melirik kembali ke tenda milik Wei'er Yunlan. Tiba-tiba sosok wanita dengan gaun putih panjang keluar, tetapi rambut putih panjangnya telah teriak dengan rapi di belakang.
"Apa yang kamu teriakkan tadi?" Wei'er Yunlan bertanya dengan penasaran.
"T–Tidak ada apa-apa, cepat makan setelah itu tidur untuk melanjutkan perjalanan besok pagi."
"Hmm, ini cukup enak meski hanya dengan rempah-rempah seperti itu." Kai mengigit daging itu dengan lahap tanpa memperdulikan Wei'er Yunlan yang memperhatikan nya.
Sementara itu, Wei'er Yunlan meneteskan beberapa air liur dari mulutnya ketika mihat Zhukai makan.
"Kenapa kamu tidak mengambilnya? Apakah kamu tidak lapar?"
"Ah, maaf.."
Wei'er Yunlan mengambil sepotong daging yang ditusuk di dalam ranting kayu. Dia menelan ludahnya kemudian mulai mengigit daging itu secara perlahan.
"Ini enak~ Kai bagaimana kamu membuatnya, bahkan koki terhebat di desa kami tidak bisa membuat makanan seenak ini." Ucap Wei'er Yunlan tidak percaya.
Dia memakan daging itu dengan begitu lahap seolah-olah belum makan selama beberapa hari.
Ketika mereka berdua kenyang, Kai menatap Wei'er Yunlan yang ada di sisinya dan kemudian bertanya.
"Yunlan, bagaimana aku menggunakan batu ini?" Kai mengeluarkan bongkahan batu kristal berwarna merah dari dalam sakunya.
Itu adalah batu kristal yang dia dapatkan setiap kali membunuh binatang buas. Meski terdapat energi yang terkandung di dalamnya, Kai tidak tahu bagiamana cara untuk mengolahnya.
"Bukannya kamu hanya perlu menyerap energidalam batu ini saja? Apakah itu hal yang sulit–.."
Wei'er Yunlan terdiam, dia benar-benar lupa tentang Zhukai yang bukan berasal dari dunia ini.
Plak!.
Dia menepuk kepalanya sendiri dan menjelaskan pada Zhukai tentang mana dan sihir dan juga cara untuk mengolahnya.
Karena pemahaman Zhukai yang begitu cepat, dia segera paham hanya dengan satu kali penjelasan darinya.
Kai mengeluarkan semua batu kristal yang ada di dalam kantung nya. Kai menumpuk semua kristal itu menjadi satu kemudian mulai duduk dengan sikap Lotus di depannya.
Dia segera memejamkan matanya dan Mai mengingat kembali apa yang Wei'er Yunlan katakan padanya.
Berbeda dengan energi spiritual, Hal yang disebut mana adalah sebuah energi yang terus berputar di sekujur tubuh tanpa harus Kai kendalikan.
Itu berpusat pada sebuah tempat yang disebut sebagai inti mana. Karena Dantian tempat penyimpanan Zhukai berada di perut sekitar pusar, Kai hanya dapat memilih untuk menaruh pusat mana di otak atau di jantungnya.
"Lihatlah monster ini, aku hanya memberinya sedikit arahan dan dia sidah bisa menguasai konsep mana dengan begitu cepat. Jika aku bisa pergi dari dunia ini, kemana aku akan pergi selanjutnya?..."
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Pagi hari perlahan menjalang sementara Wei'er Yunlan menjaga Kai ketika sedang berlatih, dia benar-benar sangat bosan.
"Hmph, seberapa lama lagi aku harus menjaga pria ini." Wei'er Yunlan menggembungkan pipinya karena kesal, ketika dia hendak mengutuk Zhukai dalam hatinya. Kai tiba-tiba terbangun.
"Luar biasa! Hal yang kau sebut sebagai mana ini sungguh tak terduga. Aku bahkan bisa menggabungkannya dengan Qi milikku setelah berlatih semalaman." Kai berkata dengan begitu gembira.
Dia mengambil sebilah pedang dari dalam Inventory dan menyuruh Wei'er Yunlan untuk melihatnya.
Slash! Swosshh!!..
Kai mengayun pedangnya dengan begitu indah, tubuhnya yang begitu lincah dan dipenuhi dengan kekuatan membuatnya terlihat sangat keren.
Boomm!!..
Hingga gerakan terakhir, Kai mengumpulkan Qi dan Mana dalam ujung pedang dan melemparkan nya pada sebuah batang pohon yang berada cukup jauh darinya.
"Sangat hebat!.." Bahkan Wei'er Yunlan sendiri dibuat tidak percaya dengan pencapaian Zhukai dalam waktu satu malam.
"Hehe, aku tahu itu. Kita akan sarapan terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.."
Wei'er Yunlan mengangguk dan memotong daging seperti yang Kai perintahkan, sementara Kai sendiri mengumpulkan rempah-rempah dan beberapa bumbu.
Setelah mereka selesai sarapan, Kai merapikan tenda dan melanjutkan perjalannya
***
Bersambung.