
Begitu waktu kembali berjalan normal, ledakan besar terjadi. Kabut asap yang tercipta dari serangan itu menutupi pandangan sembilan dewa perang kuno.
Tak berselang lama, terdengar suara tawa dari seseorang.
"Hahaha... Dengan serangan seperti itu, dia pasti tidak akan selamat." Sun God tertawa keras dengan wajah puas di wajahnya.
"Bahkan jika dia masih selamat dari serangan itu, setidaknya dia akan terluka parah. Apakah kita perlu menyiksanya terlebih dulu sebelum membunuhnya." ucap Moon God memberi saran.
Terlihat senyuman jahat di wajah setiap masing-masing dewa pernah kuno. Tapi tak lama setelah kabut asap menghilang, terdengar suara seorang gadis yang begitu lembut.
"Hihihi ... apa yang kalian tertawakan, apa kalian semua berubah menjadi idiot."
Mendengar suara wanita itu, benar-benar membuat sembilan dewa perang kuno tercengang.
Saat kabut asap benar-benar hilang sepenuhnya, sosok wanita yang sangat cantik sedikit melayang di udara sambil memperlihatkan senyuman manis di wajahnya.
"S–Siapa kau!!.."
Melihat kecantikan wanita itu, Sun God sedikit terpesona sesaat. Tapi itu segera menghilang setelah dia menyadari bahwa wanita itu memiliki hubungan dengan dewa bintang.
"Apa hubunganmu dengannya, aku peringatkan padamu. Tolong jangan ikut campur atau kami akan membuatmu sangat menderita." ancam Sun God dengan wajah serius.
Mendengar itu, Qi Yue tidak dapat menahan tawa keluar dari mulutnya.
"Hahaha, lucu sekali. Apa kalian benar-benar berpikir bisa melukaiku dengan kekuatan lemah seperti itu." Qi Yue menatap kesembilan deres perang dengan pandangan mata yang dipenuhi dengan ejekan.
"Cih, sungguh menjijikkan..."
"Apa!!.… Beraninya kau, aku akan memberikan ****** ini hukuman yang tidak akan pernah dia lupakan." Sun God menyeringai lebar sambil menatap Qi Yue dengan tatapan cabul.
Meski dia tidak senang dengan apa yang Qi Yue katakan, tapi paras wajah Qi Yue benar-benar sangat cantik hingga membuatnya ingin melakukan hal itu dengannya.
Saat Sun God hendak melangkah maju untuk menyerang Qi Yue, Martial God mengangkat kurus tangannya untuk menghentikan langkah Sun God..
"Apa maksudnya ini..." Sun God mengerutkan keningnya saat melihat Martial God mencoba menghentikan nya.
"Sadarlah idiot, prioritas utama kita adalah dewa bintang! wanita ini melindunginya, jelas dia adalah teman dewa bintang atau mungkin dia adalah kekasihnya." teriak Martial God dengan suara keras.
Sun God segera tersadar setelah mendengar teriakkan itu, dia benar-benar lupa tujuan utama mereka adalah membunuh dewa bintang terlebih dulu.
"Aku akan menahannya, kalian cepat bunuh dewa bintang saat itu." Sun God mengeluarkan senjatanya yang merupakan sebuah tombak panjang dengan lapisan cahaya emas di sekitarnya.
Sun God mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya, dia menatap tajam pada sosok Qi Yue kemudian melesat dengan cepat kearahnya.
Hembusan angin tercipta begitu Sun God melesat, tubuhnya menghilang sesaat kemudian muncul kembali tepat di depan Qi Yue.
Swosshh!!..
Sun God melepaskan serangannya dengan memfokuskan bilah tombaknya di bahu kiri Qi Yue.
Sayangnya, begitu tombak itu hampir mengenai tubuh Qi Yue, serangan Sun God malah mengenai udara kosong.
"Apa!! Dimana dia!?" Sun God mengerutkan keningnya melihat tubuh Qi Yue hilang secara tiba-tiba...
Tepat di detik berikutnya, sebuah tamparan keras mendarat di wajah Sun God hingga membuatnya terhempas dan jatuh dengan keras di tanah.
Boommm!!
Ledakan yang tercipta oleh Sun God mengejutkan dewa perang lainnya, mereka menatap serius ke arah wanita yang melindungi Zhukai.
"Kalian benar-benar bernai membunuh suamiku saat ada aku disini ternyata...."
Qi Yue menyeringai lebar, aura kematian yang begitu pekat tanpa henti keluar dari tubuhnya.
Delapan dewa perang kuno yang merasakannya segera menjauh, "Sial, itu tadi terlalu berbahaya. Siapa sebenarnya wanita ini."
"Keparat, jika terus seperti ini dewa bintang akan melakukan terobosan tidak lama lagi." Dengan perasaan was-was, Martial God mengeluarkan sebuah kapak dari cincin ruangnya.
Itu tidak lain adalah Kapak Guntur Ilahi.
"****** sialan! beraninya kau menghentikan kami. Akan kutunjukan padamu apa konsekuensi karena berani melawan kami. Dewa perang kuno!!..."
Tepat setelah Martial God menyelesaikan perkataannya, dia melesat maju sambil memegang gagang kapak dengan kedua tangan,nya.
Saat Martial God mengayunkan kapak di tangannya pada Qi Yue, cahaya emas keluar dari dalam kapak.
Cahaya emas itu kemudian merubah warna langit dan memunculkan sebuah petir keemasan dan menyambar ke tempat dimana Martial God mengayunkan kapaknya.
Zzrrtttt!!
Ctarr!!
Tanah tempat Qi Yue berdiri beruang hitam setelah terkena sambaran petir. Meski petir itu hanya sampah jika di bandingkan dengan petir merah, tetapi itu masihlah sebuah petir ilahi.
"Hmm, serangan itu cukup kuat. Tak ku sangka akan ada artefak kuat seperti ini di dunia ilahi."
Qi Yue cukup terkejut melihat serangan yang di timbulkan oleh Kapak Guntur Ilahi. "Aku tidak ingin terlalu menggunakan kekuatan ku, meski kekuatanku telah pulih seperempat. Tetapi untuk menghadapi para ras di dunia sana, ini masih belum cukup."
Qi Yue juga sedikit takut jika dia menggunakannya, para ras kuat di dunia atas akan menyadari keberadaannya.
Meski dia hanyalah perwujudan dari pecahan jiwa, Qi Yue masih belum bisa menunjukkan keberadaannya sebelum Zhukai benar-benar telah bertambah kuat.
Karena alasan itu, Qi Yue hanya menghindari setiap serangan dari Martial God sambil mengulur waktu hingga Zhukai berhasil menerobos.
"Apa kalian buta! cepat bantu aku mengurus wanita ini..." Melihat hanya delapan dewa pernah lain hanya diam saja, Martial God benar-benar sangat marah.
Setelah mendengar teriakan Martial God, delapan dewa perang lain mulai mengeluarkan senjata mereka dan mulai menyerang Qi Yue dari berbagai arah.
Tapi bagaimana bisa mereka di bandingkan dengan Qi Yue yang memiliki kecepatan yang tidak masuk akal.
Boomm!! Boomm!! Boomm!!
Ledakan demi ledakan terus terjadi di berbagai tempat. Sun God yang melihat bahwa 60 juta prajuritnya telah terbangun setelah pingsan karena aura kematian Qi Yue tersenyum penuh kemenangan.
"Kita bis terus fokus bertarung dengannya, 60 juta prajurit itu telah terbangun." Sun God berkata dengan senyuman kemenangan.
Delapan dewa perang lain juga sangat gembira mendengar itu, "Hahaha... Cepat perintahkan mereka untuk mengakhiri nyawa dewa bintang. Kita harus menahan wanita ini agar tidak ikut campur." ujar Earth God pada delapan dewa perang lainnya.
Sembilan dewa perang kuno terus menyerang Qi Yue tanpa henti, mereka sama sekali tidak memberi kesempatan kepada Qi Yue untuk melindungi Zhukai.
Setelah menerima perintah dari Sun God, 60 juta pasukan dewa perang segera berlari kearah Zhukai dengan niat untuk membunuh.
Dari jauh, Qi Yue yang melihat puluhan juta pasukan dewa pernah berlari kearah Zhukai tersenyum manis.
"Kalian sudah terlambat bodoh..."
Tepat setelah jarak antara pasukan dewa perang hanya terpaut beberapa meter dari Zhukai, Kai membuka kedua matanya...
Sambaran petir turun dari atas langit.
Zzrrtttt..!!
Ctarr!!..
****
Bersambung...