
Bayangan hitam melintas dari jalan raya hingga menimbulkan sebuah gerakan angin yang cukup kencang. Dengan kecepatan Kai saat ini ia hanya membutuhkan waktu 1 menit untuk sampai di sekolah.
Di dalam sebuah gang yang cukup sempit, Kai berhenti berlari dan mulai merapikan kerah bajunya yang terbuka saat berlari.
Setelah melihat ke sekitar dan tidak menemukan seorangpun disana, Kai mulai berjalan dengan sambil memakai sebuah topi hitam. Saat itu Kai sampai di depan pintu gerbang masuk sekolah, terlihat banyak murid perempuan serta laki-laki masuk kedalam.
Penampilan Kai yang cukup mencolok mulai di tatap oleh para murid perempuan yang sedang duduk di bangku taman.
Kai mengabaikan tatapan para gadis genit itu dan berjalan maju menuju pintu masuk gedung sekolah. Kai mulai mengingat-ingat dimana kelasnya berada.
Setelah jeda waktu yang singkat, Kai akhirnya mengingat dimana ruang kelasnya berada, yaitu di lantai 3 ruangan nomor 4 dari samping tangga.
Tak menunggu lama, Kai segera bergegas masuk kedalam kelas takut kalau pembelajaran akan dimulai. Saat ini Kai telah berada di depan pintu masuk ia berdiri dan mulai melepas topi hitamnya, setelah topi hitam yang menutupi rambut Kai telah terlepas kini terlihat wajahnya yang sangat tampan dengan rambut pendeknya yang sudah tersisir rapi.
Jujur saja, Kai masih menyukai gaya rambut panjang nya saat berada di Dunia Kultivator, tapi saat ini dengan rambut panjangnya serta setelan seragam sekolah itu akan terlihat sangat aneh.
Klak....
Kai memegang gagang pintu dan membuka pintu kelas, begitu pintu terbuka sebuah pandangan dingin segera tertuju kearahnya.
Sedikit jejak kejutan terlintas di matanya tetapi sesaat setelah itu sorot matanya kembali tenang seperti biasa. Kai segera mengalihkan pandangan matanya dan menatap seluruh teman sekelas dan pandangannya berhenti pada sosok perempuan suram yang duduk di pojok ruangan dekat dengan jendela.
"Yola?."
Aura hitam pekat dengan fluktuasi energi gelap mengelilingi tubuh gadis suram tersebut, dengan fakta ini Kai yakin bahwa peristiwa hilangnya beberapa siswa terkait dengannya.
Setelah sepasang mata Kai dan Yola saling bertatapan Kai menggunakan sedikit kekuatan spiritual untuk mengujinya.
Energi spiritual yang tak terlihat dengan cepat menyerang Yola tepat di bagian kesadaran miliknya, seketika itu Yola merasakan rasa sakit yang menggerogoti otaknya.
"Ahh... Ahhh..." Jeritan Yola yang sangat keras membuat seisi murid di dalan kelas menjadi terkejut.
Mereka semua menatap Yola yang sedang menggeliat di lantai sambil memegangi kepala, melihat hal itu Kai segera menghentikan serangan miliknya dan sedikit rasa bersalah terlintas di kedua matanya yang hitam.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan."
Kai segera berjalan dan segera duduk di tempat duduk nya, ia melihat ke samping dan dengan jelas melihat Yola yang di bantu berdiri oleh para murid perempuan. Seragam sekolahnya kini telah basah oleh keringat, terlihat cetakan bra dari balik kainnya.
Yola sekam mendapat tatapan tajam dari para murid laki-laki, segera menyadari ada yang salah, ia melihat tubuh nya dan cetakan bra berwarna merah terlihat jelas di balik seragam putihnya.
Perasaan malu bercampur marah merasuki pikirannya, ia menggunakan kedua tangan untuk segera menutupi dua buah dadanya dan berniat ke Toilet untuk mengeringkan pakaian nya. Sebelum itu ia mengarahkan pandangan penuh kebencian pada Zhukai yang saat ini sedang santai mengobrol dengan Rei dan Han.
"Oh itu benar..." Kai berhenti berbicara dan mengalihkan pandangannya kepada Yola, ia mengungkapkan Senyum jahat dari wajahnya yang tampan.
Melihat senyuman jahat itu, Amarah Yola semakin membesar. Ia mendengus dingin dan segera berlari keluar.
Kriiinngg!!
Bel masuk telah berbunyi yang menandakan di mulai nya pembelajaran, Kai menaruh tas dan mengambil sebuah buku dari dalam tas.
Waktu berlahan berlari, saat itu matahari mulai terbenam kearah barat, saat ini Kai menatap jam tangan di tangannya yang menunjukkan pukul 15.30.
Ia mengucapkan selamat tinggal pada Rei dan Han. Dalam perjalanan pulang kerumah, di sebuah jalan yang cukup sunyi bahkan tidak terdengar kegiatan apapun di sana, Kai melihat sesosok perempuan menghadang jalannya.
Ia memiliki mata berwarna merah menyala, selain itu terlihat juga sebuah telinga dan ekor kucing dari tubuh gadis yang menghadangnya.
"Hmm..." Kai menaikkan alisnya berpura-pura terkejut melihat siluman berwujud manusia di depannya ini. Dirinya mengeluarkan seringai dingin dan melemparkan tasnya ke tanah.
" Jie Jie, tidak pernah aku sangat akan bertemu seorang praktisi tenaga dalam yang berusia. sangat muda." Tawa seram gadis itu sekam membawa perasaan takut ketika memasuki telinga.
"Cukup basa-basi nya, cepat katakan dimana para siswa yang menghilang sekarang, Kalau tidak!!."
Kai dengan teliti menatap siluman itu dan memperkirakan kekuatannya hanya di ramah Pembentukan Qi Tier 7, Ia awalnya cukup terkejut tapi segera perasaan itu hilang di gantikan oleh sikap tenangnya.
"Jie Jie, Bagaimana jika aku tidak mengatakannya? Aku cukup terkejut saat merasakan serangan miliki di kelas tadi pagi, Tapi itu masih terlalu lemah untuk mengalahkan ku dalam wujud ku saat ini." Siluman itu seakan tidak memperhatikan perkataan Kai sama sekali.
Kai mendengus dingin, Ia berjalan pelan Kedepan sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku. setelah tatapannya terfokus pada siluman itu Kai segera menghilangkan meninggalkan sebuah Kilatan petir dan bayangannya di tempat ia berada.
Whuss!!
Kai muncul kembali di belakang tubuh Gadis siluman itu, gerakannya yang sangat cepat tanpa membuat sedikitpun suara mengejutkan gadis siluman.
Gadis siluman memiliki reflek yang cukup cepat, ia segera menggunakan kedua tangannya untuk memblokir serangan yang di tujukan Zhukai kearahnya.
Tapi bagaimana bisa seorang yang hanya berada di Ranah Pembentukan Qi Tier 7 dapat menahan kekuatan serangannya yang saat ini telah mencapai Ranah Pejuang Perunggu.
Meski begitu Kai saat ini hanya menggunakan sebagian kekuatannya karena jika ia mengerahkan seluruh kekuatannya maka tubuh gadis itu pasti telah hancur tak bersisa.
Bam!!
Setelah dapat menahan serangan yang Kai lakukan tubuh gadis siluman seketika terhempas ke udara dan mendarat di tanah dengan jejak darah terlihat di sekitar mulutnya.
"Tch..." Gadis siluman itu meludahkan darah segar dan menatap Zhukai dengan pandangan penuh amarah.
Ia meraung dan menerjang kearah Kai dengan sebuah cakar tajam di kedua tangannya, Saat cakarnya hampir mengenai tubuh Kai, dengan cepat Kai langsung mencengkram leher gadis siluman tersebut.
"Arggh.." Gadis siluman itu meronta-ronta di udara, mata merahnya memunculkan jejak ketakutan yang mendalam. Ia tak pernah menyangkan pemuda yang ia remehkan ternyata begitu kuat. Bahkan dari awal ia dapat langsung membunuhnya dengan mudah, tapi sepertinya pemuda itu hanya bermain-main dengannya saja.
"Sudah selesai? sekarang cepat katakan dimana para murid yang menghilang disekolah?" Melihat mata gadis itu yang telah menunjukan tanda menyerah, Kai menyeringai dingin dan bertanya.
Gadis itu tetap tidak menjawab yang membuat Kai semakin menyeringai dingin dalam hatinya.
Tangan kirinya saat ini tengah memegang leher gadis siluman itu yang merupakan temannya Yola. Sambil tersenyum jahat Kai menggunakan tangan kanannya untuk meremas dua buah bola besar yang ada di depan matanya kini.
"Ahh.. Hentikan!" Gadis siluman itu mengeluarkan sebuah teriakan yang sangat menggoda sehingga membuat Kai tambah bernafsu untuk meraba-raba tubuh mulusnya.
Kai mendekatkan kepalanya ke telinga Yola dan membisikkan sesuatu, "Jika kau masih tidak mau mengatakan nya, aku tidak bisa menjamin bahwa tubuhmu akan kehilangan keperawanan nya hari ini."
Kai mengeluarkan suara jahat dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada dua buah keindahan besar yang saat ini tengah ia pegang.