Re-system

Re-system
Cairan Pengendali Jiwa



Matahari sekarang hampir sepenuhnya tenggelam dan kegelapan malam sudah mulai terlihat. Di sebuah jalanan yang sepi terlihat seorang pria berseragam sekolah dengan seorang gadis yang memiliki sebuah telinga kucing dibalut oleh selembar kain putih tipis.


Zhukai saat ini tengah melonggarkan kekuatan Cengkraman nya pada Yola, ia menatap tubuh Yola yang begitu putih dan halus seperti giok. Kai sudah tak dapat menahan nafsunya lagi. Di bagian bawah perut, adik kecil Kai mulai perlahan berdiri tegak.


"Jadi apakah kau masih tidak mau memberitahu ku?" Kai masih mengungkapkan tatapan dingin tapi bagaimanapun ia juga seorang pemuda yang dalam masa pubertas. Melihat sebuah keindahan yang sangat cantik di depannya, bagiamana dia bisa menahan nafsunya.


"Cih, lakukan apapun sesukamu. Aku tidak akan memberitahumu apapun." Yola menatap Zhukai dengan pandangan jijik, ia mendengus dingin kemudian melihat adik kecil Kai yang terbangun membuat wajahnya memerah.


"Begitukah?"


Kai telah sepenuhnya melepas cengkraman pada leher Yola, ia merencanakan otot lehernya dan mulai menarik tubuh Yola dalam pangkuannya.


Pa Pa... Suara tamparan keras mulai terdengar, Kai dengan keras menampar pantat sexy milik Yola hingga membuat gumpalan daging itu menjadi merah.


"Ahh.. Dasar orang cabul henti-.. Ahhh." Merasakan tamparan Kai semakin keras, Yola mengeluarkan erangan yang menggugah nafsu.


"Cepat katakan!!" Ucap Kai dengan suara dingin, ia juga memasukkan niat membunuh kedalam suaranya.


Yola menjadi terdiam untuk beberapa saat, setalah itu ia menatap Kai dan dengan acuh tak acuh berkata, "Aku tidak akan memberitahumu!"


Mendengar jawaban darinya ekspresi Kai semakin dingin ia berkata dengan niat membunuh yang pekat merembes dari tubuhnya, "Bagus!! Bagus!! sebenarnya aku tidak ingin menggunakan cara jahat seperti ini karena kau adalah seorang wanita, tapi karena kau bersikeras..."


Kai mengambil sebuah botol kaca dari kantongnya, di dalam botol kaca itu terdapat sebuah cairan Hitam yang menjijikan. Kemudian Kai mengalihkan pandangannya pada Yola yang saat ini tergelatak di tanah tidak berdaya.


Seakan tahu apa yang sedang Kai pikirkan saat ini Yola mengertakkan gigi nya, tetapi seluruh tubuhnya saat ini bergetar. "Kau!! cepat berhenti! jika tidak."


Sebelum Yola dapat menyelesaikan ucapannya Kai telah memegang erat tangan kirinya, "Jika tidak apa?"


Kai membuka tutup botol kaca yang berisi cairan Hitam. setelah tutup botol telah berhasil terbuka, tercium sebuah aroma busuk keluar dari sana bahkan Kai sendiri ingin muntah ketika mencium baunya.


Kai menggunakan Kekuatan Roh nya untuk mengunci pergerakan Yola, dengan kedua tangannya ia secara paksa membuka mulut Yola dan mulai menuangkan cairan Hitam pekat itu kedalam mulut nya.


Tidak seperti yang Kai harapkan, setelah sedikit cairan itu memasuki mulut Yola, dia segera memuntahkan cairan itu walupun dengan seluruh tubuhnya yang telah terkunci dengan kekuatan Roh Kai saat ini.


"Huhh.. Kurasa tidak ada pilihan lagi." Kai dengan enggan menuangkan cairan Hitam itu kedalam mulutnya, Ia memandang Yola yang saat ini sudah tidak bisa bergerak kemudian mulai mencium mulutnya.


Saat berciuman dengan Yola, Kai juga menuangkan cairan Hitam itu kedalam mulut Yola. Kai memasukkan lidahnya kedalam mulut Yola untuk menghilangkan fokusnya pada cairan Hitam.


Dua orang di jalan sepi pada malam hari sedang berciuman entah reaksi apa yang akan dipikirkan oleh orang-orang ketika melihatnya.


Tanpa butuh waktu lama cairan itu langsung masuk kedalam tubuh Yola dan mengalir keseluruh tubuhnya bahkan mulai memasuki jiwanya.


Yola kembali ke akal sehatnya dan menyadari bahwa tubuhnya sudah dapat digerakkan, ia segera mendorong Zhukai menjauh dari tubuhnya.


"Gahh.. Hoekk!!.."


Yola menepuk-nepuk dadanya mencoba memuntahkan cairan Hitam yang baru saja memasuki tubuhnya, tapi itu percuma saja karena saat ini cairan Hitam itu telah menyebar keseluruh tubuhnya dengan cepat.


Merasakan usahanya sia-sia, Yola berbalik memandang Zhukai yang saat ini sedang berdiri sambil mengeluarkan seringai jahat, "Kau!! Kau!! apa yang kau masukkan kedalam mulutku Huh!!."


"Mati Kau manusia!!."


Tepat saat Yola selesai mengucapkan kata-kata itu, tubuhnya bergetar dan rasa sakit yang hebat mulai menggerogoti seluruh tubuhnya persis sama dengan apa yang dia alami ketika pagi hari.


Yola menggunakan sisa kesadarannya untuk bangkit tapi usaha itu hanya sia-sia. Zhukai menatap Yola yang sedang berusaha bangkit dan berjalan pelan mendekatinya.


"Kau, apa yang kau lakukan padaku!" Tubuh Yola gemetar dengan jejak ketakutan melintas di matanya, Ia tidak takut mati, tapi ia takut jika ia mati di tangan orang ini entah apa yang akan ia lakukan pada tubuhnya nanti.


"Hehe, bukankah kau sendiri yang mengatakan untuk melakukan apapun? kenapa sekarang kau ketakutan seperti itu?"


Zhukai semakin mendekat kearah Yola berada, sebaliknya saat ini yola berusaha sekuat tenaga untuk menjauh dari Zhukai.


Setelah tiba di depan Yola, Zhukai berkata dengan suara dingin, "Sekarang cepat katakan!"


"Ahh, itu..." Yola kembali menggeliat di tanah sambil mengeluarkan erangan kesakitan, Air mata saat ini sudah membahasi wajahnya. Dari kecil sampai sekarang dirinya belum pernah merasakan jenis rasa sakit seperti ini.


"Akan kukatakan, akan kukatakan.. Tolong cepat hentikan aku sudah tidak kuat menahannya lagi."


Yola merintih dan memohon pada Zhukai dengan seluruh tubuhnya yang sudah lemas. "Hehehe, seharusnya kau mengatakan lebih awal, maka kau tidak akan tersiksa seperti ini."


"Sebelum itu bisakah kau memberitahu padaku, apa yang sebenarnya apa cairan Hitam itu?" Yola bertanya dengan tubuh lemahnya yang saat ini dibantu Kai duduk.


"Itu adalah Cairan pengendali jiwa, aku membuatnya sendiri menggunakan beberapa herbal berbahaya dan juga satu tetes darahku. Jadi siapapun yang dengan sengaja atau tidak meminum cairan itu akan menjadi budak selamanya, kecuali aku sendiri yang membatalkannya."


Jejak harapan Dimata Yola seketika menghilang setelah selesai mendengar jawaban langsung dari Zhukai, ia menghela nafa dengan jejak kesedihan terlihat di mata indahnya.


Segera ia mulai berbicara tentang menghilangnya berbagi siswa secara tidak masuk akal selama beberapa Minggu terakhir.


Itu semua memang ada hubungannya dengannya, Yola merupakan anggota klan Rubah sekaligus putri langsung dari pemimpin klan, ada berbagai jenis binatang buas sepertinya berada di bumi, tapi mereka semua menutup diri pada urusan dunia.


Bahkan klan serigala es juga telah tetapkan sebagai legenda. Suatu hari klan milik Yola di serang oleh seorang pria berjubah hitam dengan kepalanya yang tertutup kerudung.


Diantara beberapa ratus jumlah anggota klan Rubah hanya Yola sendiri yang berhasil selamat, saat itu dirinya hanya berusia 7 tahun.


6 tahun setelah tragedi itu terjadi, Yola kembali bertemu pria misterius itu di sebuah gunung yang terletak tidak jauh dari Kota Huanglong.


Ia tahu dari pria itu bahwa seluruh keluarganya saat ini masih hidup, tapi jika dia ingin menyelamatkan seluruh keluarga dan Klannya Yola harus memenuhi beberapa persyaratan dari pria misterius tersebut.


Saat ini Yola telah berhasil memenuhi 2 dari 3 syarat yang diajukan oleh pria berjubah hitam, sedangkan syarat ketiga. Yola harus membawa 100 Tubuh seorang manusia yang masih perawan dan perjaka.


Selesai mendengar cerita dari Yola, Kai begitu terkejut karena bukan hanya klan rubah saja yang terdapat di bumi, melainkan ada ribuan klan tersembunyi yang berada di bumi.


Ia juga telah memperkirakan kekuatan pria berjubah hitam yang telah menyerang klan rubah, Kai menduga bahwa pria tersebut saat ini ada di ranah pejuang perunggu menengah atau pejuang perunggu puncak.


"Sekarang cepat bawa aku ke tempat dimana kau menyembunyikan para siswa."


Yola Menganguk kemudian menyuruh Zhukai mengikutinya.