
Tak jauh tempat Kai memandang, dia melihat dua dilut saling bertarung seolah-olah memperebutkan sesuatu.
Melihat pertarungan kedua Binatang itu, Kai menjadi semakin tertarik. "Sepertinya ada tontonan bagus disana.."
Kai melesat menjadi bayangan hitam dan dengan cepat naik keatas pohon dan menyamarkan auranya agar tidak disadari oleh kedua binatang itu.
"Grr.. Graa.." Seekor serigala dengan taring panjang melompat maju dengan cakar-cakarnya yang panjang.
Sementara itu, rusa dengan dua tanduk panjang menundukkan kepalanya mencoba menahan serangan serigala dengan tanduk panjangnya.
"Rusa itu akan kalah!" Dari balik dedaunan, Kai berkata dengan ekspresi serius melihat kearah pertarungan dua Binatang Buas itu.
Benar saja, tepat ketika rusa bertanduk itu mengira Serigala akan mengigit lehernya, arah serangan serigala segera berbalik menuju punggung Rusa yang terbuka lebar.
"Hehe, aku tidak bisa mengabaikan Poin Pengalaman gratis seperti ini." Kai mengeluarkan seringai dingin diikuti oleh tawanya yang begitu menyeramkan.
Kai masih diam dan tidak bergerak seolah menunggu sesuatu. Tepat ketika punggung rusa itu terkena gigitan dan cakaran tajam dari Serigala, Kai segera berubah menjadi asap hitam dan menghilang seketika.
Ketika Kai muncul, seringai di wajahnya semakin melebar. "Hehehe, terimakasih atas kerja kerasmu serigala bodoh.."
Kai menggunakan pedangnya untuk mengakhiri Nyawa Rusa bertanduk. Dengan kekuatannya saat ini, membunuh Rusa Bertanduk yang sedang sekarat adalah suatu hal yang mudah.
Ding
[Kai Gege membunuh Binatang Buas Peak God Realm, Dewa Kuno Tahap Bumi. Mendapatkan 150 Triliun Poin System, mendapatkan 300 Triliun Poin Pengalaman]
Setelah mendapat Notifikasi dari System, Kai segera menatap Serigala bertaring dengan tatapan penuh niat membunuh..
Whuss!!
Kai melesat maju dan menebas dengan pedangnya, Kecepatan Serigala bertaring juga tidak kalah lambat dengan Zhukai..
Dia dengan muda menghindar dari tebasan Kai dan membalas dengan sebuah gigitan dari taring tajamnya.
Crttta!!
Ketika serigala membuka mulutnya, Kai dengan refleks nya yang begitu cepat segera memutar pedangnya dan menusuk kearah mulut serigala itu.
Meski begitu, serigala bertaring masih belum mendapatkan luka yang fatal, bahkan kecepatannya tidak berkurang setelah menerima luka seperti itu.
"Luka seperti itu tidak mempengaruhi nya?" Kai mengerutkan kening ketika menyadari serangannya tadi sama sekali tidak berefek pada Serigala bertaring.
"Kekeke.. Mau adu kecepatan? Baiklah!!."
Kai merubah penampilannya menjadi Tubuh Petir Abadi, Kilatan-kilatan petir berwarna emas terlihat di sekitar tubuhnya.
Dengan berubahnya penampilan Zhukai, dia melihat kecepatan dari serigala bertaring terasa seperti melambat. Sebenarnya bukan serigala bertaring yang melambat, tetapi ia saat ini terlalu cepat sehingga Serigala bertaring bukanlah saingannya.
"Tarian Pedang Api!!.."
Kai melesat maju, bekas jejaknya menimbulkan sebuah kilatan petir disertai dengan hawa panas yang datang dari pedangnya.
Whuss!!
Tebasan vertikal secara cepat mengarah kepada serigala bertaring, meski kecepatan serigala itu begitu cepat, tetapi Tebasan Pedang Kai juga tidak kalah cepatnya.
Slashh!!
Meski sudah menghindar dengan kecepatan tercepatnya, Salah satu kaki serigala bertaring terkena sayatan Pedang Kai.
Serigala itu meraung dengan keras, mata merahnya menatap Kai dengan penuh kemarahan..
"Auu..." Serigala itu melolong dengan sangat keras.
Kai mendengus dan menyeringai dingin, "Aku sudah menunggu ini!!.."
Tak berselang lama setelah lolongan serigala berhenti, dari balik pepohonan keluar puluhan serigala lain dengan wajah ganas.
"Aauuu.. Aauuu..."
Whuss!!
Kai menghilang dari tempat ia berada barusan, ketika dia muncul kembali, Ia berjarak ratusan meter dari para serigala.
Kilatan petir ditubuhnya menghilang digantikan dengan aura kematian yang sangat pekat.. Seringai dingin di wajahnya semakin melebar diikuti oleh suara tawa yang begitu menyeramkan.
"Kekeke... Badai Neraka!!.."
Asap Hitam segera terserap masuk kedalam Pedang Kaisar yang Kai pegang dengan kedua tangan. Mata hijaunya menatap lurus dengan pandangan kosong kearah kumpulan serigala itu..
Whuss!!
Tebasan raksasa berwarna hitam melesat lurus dan menghilang secara tiba-tiba.. Detik berikutnya, Ledakan keras terjadi di tempat puluhan serigala itu berada.
Teriakan-teriakan dari Neraka terdengar ketika ledakan terjadi. Area disekitar ledakan berubah menjadi sebuah tanah mati tanpa sedikitpun aura kehidupan..
Ding
[Kai Gege membunuh 14 Serigala bertaring Peak God Realm, Dewa Kuno Tahap Bumi. Mendapatkan 2,1 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 4,2 Kuadriliun Poin Pengalaman]
Setelah notifikasi System berakhir, Kai kembali ke penampilan normal dengan wajah pucat. "Uhuk!! Uhuk!!.."
Kai meludahkan sedikit darah dari mulutnya, "Haahh.. Padahal aku sudah menerobos Peak God Realm, kenapa tubuhku masih saja belum cukup kuat untuk menanggung efek samping dari Teknik Badai Neraka?" Kai berkata dengan sedikit frustasi, tetapi tak berselang lama, dia segera bangkit dan menyeka noda darah di sekitar mulutnya.
Setelah memulihkan diri untuk waktu tertentu, Kai berdiri dan menggunakan Persepsi Ilahinya untuk mencari Binatang Buas yang sekiranya dapat dia lawan dengan kekuatannya saat ini.
Waktu berlalu dengan cepat, menit berganti jam, jam berganti hari, dan hari berganti dengan Minggu. Sudah hampir 2 Minggu semenjak Kai mulai Leveling di Persimpangan Dimensi.
Ia sudah membunuh hampir 100 Binatang buas Peak God Realm, kekuatannya juga telah meningkat pesat, Kai kini sudah berada di Ranah Dewa Ilahi Tahap Langit.
Di sebuah tempat yang berada cukup jauh dari kawasan hutan, terlihat sebuah gubuk yang cukup untuk 4borang tinggal.
Dari dalam gubuk itu keluar sosok Pria tampan dengan pedang besar yang tersarung rapi di belakang punggungnya.
Dia menguap sebanyak tiga kali, kemudian matanya menatap tajam kearah kawasan hutan seolah-olah merasakan sosok yang begitu kuat mengarah kearahnya.
"Sial!! Biantang ini True God Realm!!.." Teriak pemuda itu dengan ekspresi serius.
Pemuda itu yang tak lain adalah Zhukai mengeluarkan Pedang Kaisar yang tersarung di belakang punggungnya..
"Hiaaa..."
Kai melesat maju menjadi siluet hitam dengan kecepatan tinggi, tepat ketika Kai menebas tubuh Harimau itu dengan pedangnya.
Ia merasakan sebuah tekanan hebat yang membuat tubuhnya terpental ratusan meter jauhnya.
Duarr!!
Kai berdiri dengan tubuh yang bersimbah darah, Ketika dia menatap lurus dimana harimau tadi berlari, ia tidak melihat apapun disana.
Duarr!!
Kai kembali terpental ratusan meter jauhnya dengan wajah yang sudah memar, "Apa-apaan serangan itu tadi!!"
"Hahaha, Lemah sekali!! Darimana sebenarnya kepercayaan dirimu berasal!!" Tepat setelah Harimau itu menyelesaikan perkataannya, Kai sudah menghilang terlebih dahulu..
"Sial, dimana dia! Aku terlalu bodoh sampai harus membiarkan mangsaku pergi.." Ucap Harimau itu dengan kesal, dia mencoba menggunakan Persepsi Ilahi nya untuk mencari dimana Kai berada, tetapi ia sama sekali tidak menemukan apapun..
"Grrraaa... Awas saja kau manusia!!."
Sementara itu, Kai yang baru saja menggunakan Teleportasi kembali muncul di depan sebuah Goa yang sangat besar.
"Ha Ha Ha.. Aku sebenarnya ingin menguji kekuatanku, tetapi True God sepertinya terlalu berlebihan!.."
Dengan tubuhnya yang dipenuhi dengan bekas luka, Kai berjalan dengan sangat pelan dan masuk kedalam Goa.