Re-system

Re-system
Waktu di Dunia Jiwa



Kai dan Zi Lin Yue saling bertatapan untuk waktu yang lama, suasana diantara mereka berdua sangat canggung karena tidak ada satupun diantara mereka berdua yang berbicara.


Hingga setelah jeda waktu beberapa saat, Zhukai memulai pembicaraan.


"Lin Yue, apa yang kamu lakukan disini?" ucap Zhukai sambil tersenyum canggung.


Ia tidak tahu pertanyaan lain selain itu di dalam benaknya.


"Oh, emm... A–Aku ada beberapa urusan tadi, lalu apa yang kamu lakukan di hutan ini?" Zi Lin Yue balik bertanya.


Zhukai menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjawab sama seperti yang Zi Lin Yue ucapkan.


"Hmm, apakah kamu ingin bertemu dengan Jiang Lin sekarang?"


"Baiklah, aku juga tidak memiliki urusan lain sekarang, tapi... dimana dia?"


Zhukai tersenyum tipis, dia mengibaskan tangannya di udara kosong. Tak lama setelah itu, sebuah portal transparan muncul di depan mereka berdua.


"Ahh..."


Zi Lin Yue tersentak kaget dan mundur beberapa langkah kebelakang.


"P–Portal apa itu!?" ujar Zi Lin Yue terkejut.


Dia bisa merasakan adanya energi hukum yang sangat kuat berasal dari dalam portal transparan. Ia tidak tahu tujuan dari portal itu, tetapi itu jelas bukan di dunia ilahi.


"Apa yang kamu tunggu Lin Yue, ayo pergi." Kai menggenggam pergelangan tangan Zi Lin Yue dengan erat dan menariknya masuk kedalam portal.


Tepat setelah dua orang itu masuk kedalam portal sepenuhnya, portal transparan itu secara perlahan mulai memudar.


Ketika Zi Lin Yue kembali membuka mata, apa yang dia lihat di depan matanya benar-benar membuatnya kagum.


"Kai, dimana ini?" Zi Lin Yue bertanya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Padang rumput luas di depannya.


"Hehe, aku tidak menyangka kamu akan terkejut seperti itu. Kita sekarang berada di dalam dunia jiwaku."


"Apa!! Dunia jiwa!?" Zi Lin Yue sangat kaget setelah mendapatkan jawaban dari Zhukai.


Semua orang jelas tahu bahwa dunia jiwa adalah dunia yang tercipta setelah orang itu memahami hukum ruang dan waktu.


Selain itu, Kultivasi di mana mereka bisa membuat dunia jiwa adalah di ranah Raja Dao. Tetapi karena syarat untuk membuat dunia sangat sulit, tidak banyak yang bisa membuatnya.


Bahkan jika mereka bisa, luas yang bisa mereka buat tidak kurang dari sebuah ruam berlantai dua.


Tetapi apa yang di lihat Zi Lin Yue saat ini adalah sebuah dunia jiwa yang memiliki luas seperti satu benua.


Bagaimana dia tidak terkejut setelah melihat itu?


Zi Lin Yue sendiri memiliki sebuah dunia jiwa sendiri, tetapi jika harus dibandingkan dengan yang Zhukai miliki, dunia jiwa milik Zi Lin Yue sama sekali tidak layak.


Menekan keterkejutan di dalam dirinya, Lin Yue menyentuh dadanya dengan kedua tangannya.


"Lalu dimana adik Jiang, Kai?"


Zhukai tersenyum, dia tidak menjawab melainkan langsung menarik tubuh Zi Lin Yue kedalam pelukannya.


Kai dengan gerakan cepat segera menggendong tubuh Zi Lin Yue.


Saat Zhukai mencium aroma harum yang berasal dari rambut Zi Lin Yue, itu membuatnya terhipnotis sesaat.


"K–Kai kenapa kamu hanya diam saja? Ayo cepat bawa aku kesana." Zi Lin Yue dengan wajah memerah berkata dengan suara pelan.


Ia jelas sangat malu dengan situasinya saat ini, selama hidupnya, tidak ada satu pria pun yang memperlakukan dirinya seperti ini.


Melihat wajah malu-malu Zi Lin Yue, Kai merasa detak jantungnya meningkat cepat.


"O–Oh baiklah, aku akan segera membawamu kesana."


Whus!!


Zhukai dan Zi Lin Yue terbang ke tenggara dimana kediaman Zhukai berada.


Sementara itu, di halaman rumah yang sangat luas. Terlihat seorang wanita yang sedang menjemur pakaian di sana.


"Hufft... Ini yang terakhir." Wanita itu mengusap keringat yang mengucur di dahinya sambil menjemur pakaian terkahir yang ada di dalam sebuah bak kayu.


Saat wanita itu berbalik, dia sedikit terkejut saat melihat Zhukai muncul secara tiba-tiba di depan pintu gerbang.


"Sayang, aku tidak menyangka kamu akan datang lebih cepat dari biasanya. Apakah ada masalah?" Jiang Lin membuang air yang ada di dalam bak kayu sambil bertanya.


Sontak setelah Jiang Lin berkata seperti itu, Kai sangat terkejut. Dia seger mencari alasan lain untuk menjawab.


"Haha, lihatlah siapa ini, apakah kamu masih mengingatnya?"


Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, dari belakang sosok wanita cantik berjalan dengan anggun.


"A–Adik Jiang, l–lama tak bertemu." Zi Lin Yue mengangkat tangannya sambil tersenyum.


Tubuh Jiang Lin bergetar saat melihat wanita cantik yang berdiri di samping Zhukai.


"K–Kakak Yue, apakah ini benar-benar kamu?"


Zi Lin Yue memberi anggukan kecil, "Tentu saja, apakah kamu sudah lupa dengan kakakmu sendiri haha.."


Jiang Lin melepas pelukannya dari Zhukai dan segera memberi Zi Lin Yue sebuah pelukan, "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi kakak."


"Aku juga tidak pernah menyangka ini adik Jiang."


Jiang Lin sebenarnya sudah menganggap Zi Lin Yue sebagai kakak kandungnya setelah dia menyelamatkan di persimpangan dimensi dulu.


Ia tidak pernah menyangka bahwa dia akan bisa bertemu dengan Jiang Lin lagi dimasa depan.


Sementara itu, pintu rumah tiba-tiba terbuka. Sepuluh wanita cantik keluar dengan masing-masing dari mereka dipenuhi dengan keringat.


"Suamiku, apa yang membuatmu datang lebih cepat dari biasanya?" Chiyan bertanya, di belakangnya, seorang gadis kecil terlihat malu untuk keluar.


"Sayang, cepat keluar dan temui ayahmu." ucap Chiyan dengan lembut pada putrinya.


Zhu Yan mengangguk lemah, dia berjalan pelan keluar dan mendekatkan dirinya pada Zhukai.


Karena tubuh Zhukai yang sangat tinggi, dia sama sekali tidak bisa minat wajah ayahnya.


Kai sedikit tertawa, dia mengangkat tubuh putrinya dan menggendongnya. "Kamu tumbuh dengan cepat ternyata putriku."


"Apakah kamu ingin hadiah dari ayah?"


Mendengar kata 'hadiah' keluar dari Zhukai, mata Zhu Yan seketika bersinar.


"Hadiah, aku ingin hadiah dari ayah."


Zhukai tersenyum, dia meletakkan kembali tubuh Zhu Yan di atas tanah. Kai sedikit berlutut dan membuat beberapa gerakan tangan yang akhirnya memunculkan sebuah bunga dan permen.


"Ini hadiah untuk Yan'er karena bersikap baik " Kai mengelus kepala putrinya dengan lembut sambil memberikan permen di tangannya.


Sementara itu, Zi Lin Yue cukup terkejut dengan kemunculan banyak wanita cantik dari dalam rumah itu.


Tetapi apa yang membuatnya terkejut adalah hawa keberadaannya tiga wanita yang berdiri paling belakang.


"Siapa mereka bertiga?"


Tepat setelah Zi Lin Yue menyelesaikan ucapannya, wajahnya berubah pucat seketika.


Tekanan yang sangat kuat mengunci tubuhnya membuat nafasnya menjadi sesak.


"Ughh..." Zi Lin Yue memegangi dadanya yang kesakitan dengan kedua kakinya yang mulai lemas.


Saat ketika rasa sakit itu membuat kesadarannya Zi Lin Yue hampir menghilang, Kai sudah terlebih dulu membantunya.


"Kamu baik-baik saja, Lin Yue?"


Zhukai menggenggam erat telapak tangan Zi Lin Yue sambil mengalirkan Qi miliknya masuk.


Tak lama setelah itu, wajah Zi Lin Yue kembali membaik. Dia menatap Zhukai sambil tersenyum lebar, "Terimakasih.."


Zhukai membalas tersenyum, "Sama-sama, apakah kamu yakin sudah baikan?"


Zi Lin Yue mengangguk pelan, dia menatap tiga sosok wanita itu kemudian bergumam pelan.


"Aku tidak perlu khawatir lagi dengan keselamatan mu sekarang."


"Apa!? Apakah kamu baru saja mengatakan sesuatu?"


"T–Tidak ada, terimakasih sudah membawaku kesini."


***


Bersambung..