Re-system

Re-system
Kekasih Baru



"Kai, maafkan aku.. Aku sungguh tidak tahu bahwa itu dirimu." Ucap Jiang Lin sambil menangis terisak-isak di depan tubuh Kai yang tergeletak pingsan.


Walaupun dia tahu bahwa Kai hanya pingsan untuk sementara waktu, tetapi rasa khawatir dan bersalah di dalam hatinya tidak kunjung menghilang.


Dia menggenggam erat tangan Zhukai berharap bahwa Kai akan segera bangun.


Benar saja, tidak berselang lama setelah itu. Kai membuka matanya, "Uhuk!! Uhukk!!.."


Dia batu dengan begitu keras dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Kai, apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Jiang Lin dengan cemas saat melihat begitu banyak darah mengalir keluar dari mulut Kai.


"Aku tidak apa-apa... Hehe, aku tidak tahu bahwa kamu begitu cantik ketika sedang cemas." Kai berkata dengan sedikit menggoda.


"Berhenti membicarakan omong kosong, kamu baru saja terkena serangan dariku Huu.. Huu.."


Kai menghela nafas, kemudian menggunakan sisa tenaganya untuk mengangkat tangan kanannya, kemudian ia mulai mengusap air mata yang ada di wajah Jiang Lin dengan jarinya.


"Aiyo, gadis kecil.. Jangan menangis terlalu lama, aku sungguh tidak apa-apa sekarang." Kai berkata dengan tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada tubuhnya.


Sejujurnya, ia masih merasakan kesakitan hampir di setiap bagian tubuhnya. Tetapi karena saat ini ada Jiang Lin di depannya, ia tidak mungkin menunjukkan sisi lemahnya pada seorang wanita.


Kai tidak pernah menyangka bahwa akan bertemu kembali dengan Jiang Lin di Alam Dewa, sudah hampir sepuluh tahun sejak mereka berdua berpisah.


Awal pertemuannya dengan Jiang Lin bukanlah awalan yang baik, Dia sempat bertarung dengan Jiang Lin dulu saat Kultivasi nya ditekan hingga Ranah Emperor..


Bahkan di pertemuan mereka yang kedua, mereka juga saling bertarung satu sama lain. Sekarang Kultivasi sebenarnya dari Jiang Lin merupakan Middle God, Raja Dewa tahap setengah langkah .


"Apakah itu benar? Kamu tidak membohongiku bukan?"


Kai menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tidak mungkin aku akan membohongimu."


Pada akhirnya, dengan bantuan Tubuh Naga.. Luka parah yang Kai alami mulai pulih secara perlahan. Dia kemudian segera mengajak Jiang Lin kembali untuk menemui bawahnya.


Diatas langit, Kai dan Jiang Lin terbang bersebelahan, Kai menolah pada Jiang Lin dan mulai bertanya. "Gadis kecil, bagaimana bisa kamu ada disini? Bukankah waktu itu kamu sedang bersembunyi di Benua tengah bersama dengan Paman Jin?"


Mendengar panggilan gadis kecil dari Zhukai, alis Jiang Lin sedikit berkedut. "Siapa yang kau panggil gadis kecil hah? Asal kamu tahu, aku saat ini sudah berusia seribu tahun, jauh lebih tua darimu."


"Dan pertanyaan mu barusan... Semenjak berita bahwa dirimu menghilang dari Alam Kultivator, aku dan adik Lin terus berusaha mencarimu selama lebih dari setahun, tetapi kami bahkan tidak dapat menemukan sedikitpun jejak darimu seolah-olah Kamu tidak pernah ada."


"Meski begitu, adik Lin masih tidak menyerah dan terus mencarimu disetiap sudut Alam Kultivator. Waktu itu, ayahku datang sendiri dari Alam Iblis bermaksud untuk menanyakan bagaimana kabar ku..." Jiang Lin berhenti berbicara, sebuah rona merah mulai terlihat di bagian Pipinya.


"Gadis kecil, ada apa?" Tanya Zhukai dengan sedikit bingung.


Mengingat kembali apa yang dikatakan ayahnya waktu itu, Wajah Jiang Lin semakin memerah padam, dia segera menjawab Kai dengan dingin. "Diamlah!!.."


Jiang Lin masih terus diam hingga mereka berdua sampai di tempat para Bawahan Kai dan Suku Singa berada.


Melihat kedatangan dari Jiang Lin, Wei Chu sedikit gembira. Tetapi ketika dia melihat bahwa pemuda yang merupakan lawannya tadi berada tepat di sampingnya, Wei Chu tidak dapat menahan diri untuk bertanya.


"Umm.. Nona muda, kenapa pemuda ini ada bersama denganmu.."


Jiang Lin tidak menjawab, sebaliknya dia memberi tatapan tajam pada Wei Chu..


"Gadis kecil, kau masih belum memberitahu ku kenapa kau ada disini.." Tanya Kai pada Jiang Lin.


"Emm, Ayahku memerintahkan ku untuk membawa semua suku Iblis di sini. Untuk alasannya aku tidak tahu."


Kai mengangguk sebagai jawaban, dia segera berjalan menuju Tang Shuo dan yang lainnya.


"Semuanya, aku minta maaf... Lupakan tentang balas dendam karena kalian akan pergi ke Alam Iblis bersamanya." Ucap Kai menatap para bawahannya dengan ekspresi sedih.


"Kenapa kita harus ikut dengan dia, Aku tidak mau.. Aku telah bersumpah setia padamu Tuan, dan aku akan melaksanakan sumpahku hingga mati." Tegas Patriak Suku Banteng.


Kai beralih pada Tang Shuo, dia tahu bahwa yang lain mungkin tidak setuju tapi Tang Shuo memiliki pemikiran yang lebih luas dari yang lain.


"Aku mengerti..." Ucap Tang Shuo singkat kemudian segera berbalik dan berjalan kearah Jiang Lin dan Suku Singa.


"Dasar Penghianat!!.."


Semua tatapan dati berbagai suku pada Tang Shuo adalah kebencian yang begitu besar.


"Hah.. Kalian semua juga pergilah bersamanya!!." Kai berkata dengan tegas.


"Tapi Tuan...."


"Ini adalah perintahku!!.."


Dengan berat hati, mereka berbalik meninggalkan Kai dan pergi ke tempat dimana Tang Shuo dan Wei Chu berada.


Kai menghembuskan nafas panjang, ia sangat tahu bahwa semua bawahannya sangat setia padanya, bahkan Tang Shuo sekalipun.. Tetapi karena keadaan memaksa dirinya, pada akhirnya dia mengalah. Dia kemudian berjalan menghampiri Jiang Lin dan berniat mengucapkan selamat tinggal.


"Gadis kecil, karena kau diperintahkan oleh ayahmu untuk membawa semua suku Iblis di Benua ini ke Alam Ibilis maka aku akan mengalah padamu.. Kuharap kita bisa bertemu lagi dimasa depan ketika aku sudah menjadi kuat... Selamat tinggal."


Setelah Kai menyelesaikan kalimatnya, dia berbalik untuk pergi dan melambaikan tangannya.


Tetapi bahkan sebelum ia dapat melangkahkan pergi, Jiang Lin menarik lengan baju Kai.


"Ada apa?" Kai bertanya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Itu, bisakah Kau pergi lebih lama lagi.." Walaupun ekspresi nya dingin, masih terlihat jejak rona merah di wajah cantiknya.


Kai tanpa sadar memberikan anggukan, dia dan Jiang Lin baru saja bertemu beberapa saat lalu. Mungkin tidak sopan untuk meninggalkan dia sekarang..


Ketika malam hari tiba, Kai dan Jiang Ling menghabiskan waktu berdua di bawah sebuah pohon yang memiliki banyak buah.


"Gadis kecil, Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


Jiang Lin tetap diam, hatinya berdegup dengan kencang karena ini adalah pertama kalinya dia begitu dekat dengan seorang pria.


"Gadis kecil? Halo? Apakah kamu mendengar ku?"


Di panggil terus-menerus oleh Zhukai, Jiang Lin tersadar dari lamunannya, dia memantapkan hatinya dan menatap Kai dengan lembut, eksepsi dingin di wajahnya telah menghilang..


"Aku ingin jadi Istrimu!!.."


Suasana ketika menjadi hening, Kai tertegun untuk beberapa waktu, "Apakah kamu serius? Sudahkan ayahmu mengetahui ini? Aku tidak ingin mati muda tahu.. Haha.."


Mendapati bahwa Kai menganggap ucapannya barusan sebagai candaan entah mengapa hati Jiang Lin menjadi sakit, "Kamu... Kamu... Aku membencimu.."


Dia sudah bersusah payah memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya, tetapi Kai malah menganggap itu sebagai candaan.


Jiang Lin berdiri dan hendak berlari, Kai dengan cepat menggenggam tangan lembut Jiang Lin dan dia pun menarik Jiang Lin kedalam pelukannya.


"Aku bercanda Lin'er, Tetapi apakah kamu tidak keberatan dengan ku? Aku sekarang sudah memiliki 6 Kekasih di tambah denganmu itu akan menjadi 7." Bisik Kai pelan ke telinga Jiang Lin.


Jiang Lin masih dengan tenang membenamkan kepalanya di dalam dada Zhukai yang hangat. "Tentu saja aku tahu bodoh. Jika tidak, mana mungkin aku akan menyatakan perasaan ku padamu." Jiang Lin berkata dengan pelan sambil membiasakan dirinya dengan bau yang begitu jantan dari tubuh Zhukai.


Kehangatan itu hanya terjadi dalam beberapa saat karena bencana yang begitu besar akan segera terjadi...


****


Bersambung..