
"Apaa!! Dua tahun? kenapa lama sekali. Apakah aku bisa menggunakan Poin Percepat untuk menyelesaikan peningkatan System?" .
[Itu tidak bisa Kai Gege, tetapi Kai Gege bisa menggunakan Poin limited untuk mempercepat peningkatan selama satu tahun..]
"Meski kamu bilang begitu, datu tahun itu adalah waktu yang cukup lama Yi'er.." Kai berkata dengan sangat sedih.
[Maaf Kai Gege, tetapi hanya itu yang bisa Yi lakukan]
"Haaahh, baiklah kalau memang begitu.. Aku akan merindukanmu kalau begitu." Kai menghela nafas dan berkata pelan.
[Kai Gege, Kai Gege.. Sampaikan permintaan maaf kami pada kakak Chiyan karena tidak bisa datang saat dia sedang melahirkan] Ucap Yui melalui transmisi suara.
"Baiklah..."
Dengan begitu, Kai membeli Poin Limited seharga 200 Kuadriliun di Toko System. Tidak seperti poin yang lain, Poin Limited memiliki kegunaan seperti tiga Poin yang lain.
Tetapi itu sangat terbatas di Toko System.
Ding
[Kai Gege menggunakan Poin Limited, waktu peningkatan berkurang sebanyak satu tahun..]
Setelah semua hal itu, selain kubus hitam, Kai tidak dapat menemukan harta lain yang berguna baginya.
Pada akhirnya, Kai memutuskan untuk kembali ke kota Xiaoli setelah selesai menjelajahi lembah racun hitam.
Dia pertama-tama pergi ke Rumah makan Hea untuk mengisi perutnya. Seperti yang sudah Kai duga, dia segera bertemu dengan Meng Yudie tepat ketika menginjakkan kakinya masuk kedalam.
"Fufu~ Pria tampan, kita bertemu lagi.." Meng Yudie tersenyum menggoda sambil berjalan mendekat ke Zhukai.
"Sudahlah, berhenti main-mainnya, aku terlalu lelah saat ini."
Menghiraukan tatapan dari semua orang, Kai baik ke lantai atas dan memesan sebuah meja makan.
"Hei lihat pria bodoh itu, dia baru saja menolak Nyonya Yudie.."
"Ssttt... Pelankan suaramu bodoh, jika Nyonya Yudie mendengar ini, aku tidak bisa menjamin nyawamu bisa selamat."
Glupp!!
Mendengar penjelasan temannya barusan, pria itu menelan ludahnya ketakutan.
Sementara itu di lantai tiga, Kai duduk diatas kursi sambil memegang kendi arak di tangannya.
Dia meneguk kendi arak sebanyak beberapa kali, tetapi itu semua tidak membuatnya mabuk.
Karena tindakan Kai di lantai tiga, hampir sebagian orang yang ada di sana pergi karena merasa kurang nyaman.
Kai sama sekali tidak menghiraukan hal itu, dia memesan beberapa kendi arak lagi. "Haa, sekarang Yi'er dan Yui'er sedang dalam peningkatan.. Hmm.."
Setelah cukup puas mengisi perutnya, Kai berjalan ke meja pembayaran untuk membayar semua makanan yang dia pesan.
Dia membayar 15 batu raja untuk makanan dan arak yang dia pesan. Ketik Kai akan keluar dari rumah makam Hea, dia bertemu dengan Meng Yudie sekali lagi.
"Tuan tampan, apakah kamu belum mencari penginapan di kota ini? Aku memiliki seorang teman yang memiliki sebuah penginapan yang cukup terkenal di Kota Xiaoli." Ucap Meng Yudie tersenyum manis.
"Hmm, bagaimana kau tahu aku belum mencari penginapan?" Kai sedikit terkejut dengan tawaran Meng Yudie barusan dan berkata dengan dingin.
"Ah, aku hanya menebaknya saja.. Jadi apakah tuan tampan ini setuju dengan tawaran wanita ini?" Meng Yudie kembali lagi tersenyum dan menawarkan apa yang ia katakan tadi.
Meski Kai sedikit curiga dengan ucapan Meng Yudie, tetapi tidak ada salahnya untuk menerima tawarannya. Yang tidak Kai sukai dari Meng Yudie adalah fakta bahwa Kai tidak bisa menebak apa yang dipikirkan wanita itu sama sekali..
"Baiklah.."
Dengan jawaban Kai barusan, Meng Yudie mengungkapkan senyuman aneh dan menjadi pemandu Kai menuju ke penginapan.
"Hehe, karena itu adalah tuan tampan, aku berinisiatif mengantarmu sendiri.." Ucap Meng Yudie tersenyum menggoda.
"Uh, hentikan sikapmu itu. Apakah kau tidak takut suamimu akan salah paham jika melihat kita seperti ini?"
"Pffttt... Ahahahaha...." Mendengar apa yang Kai katakan barusan, Meng Yudie tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa.
Kai mengerutkan kening mendengar tawa dari Meng Yudie kemudian berkata, "Apa yang kau tertawakan? Apakah itu hal yang lucu?"
"Tidak, tidak.. Tuan tampan, wanita ini belum bersuami, aku bertanya-tanya apakah tuan tampan berminat untuk menikahiku.."
Suasana menjadi hening seketika, mendengar perkataan Meng Yudie barusan, Kai tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"Hahaha, aku hanya bercanda kenapa kamu serius seperti itu.." Meng Yudie tertawa terbahak-bahak.
"Sial, berhenti mempermainkan ku.. Juga, jangan panggil aku tuan tampan. Zhukai, kau bisa memanggilku seperti itu."
Di jalanan yang sangat sepi, selain dari suara dari binatang. Terdengar suara langkah kaki dari dua orang.
Mereka adalah Kai dan Meng Yudie, "Kai, itu adalah penginapan yang aku maksud."
Kai mengangguk dan segera masuk kesana bersama dengan Meng Yudie. Di luar terlihat jelas sebuah papan besar bertuliskan Penginapan bulan sabit.
Tempat itu terlihat cukup besar dan memiliki 5 lantai. Ketika Kai masuk kedalam, dia dibuat terkejut karena dekorasi serta perabotan di dalam penginapan benar-benar lengkap.
Dia berjalan ke meja resepsionis untuk memesan sebuah kamar, "Permisi, aku ingin memesan satu buah kamar selama satu minggu.."
"Baik tuan, karena satu hari memerlukan biaya 10 batu raja, tuan perlu membayar 50 batu raja untuk menginap selama satu minggu.." Jelas resepsionis itu.
"Eh, apakah dia bodoh? Meski aku dulunya cukup bodoh dalam hal matematika, bukankah 10 kali 7 itu 100?" Pikir Kai dalam benaknya..
"Siapa yang peduli, ini adalah keberuntunganku.." Kai menyeringai lebar dan menyerahkan 50 batu raja sebagai bayaran.
"Terimakasih telah membayar biaya penginapan, ini adalah kunci kamar anda.."
Setelah menerima kunci kamarnya, resepsionis itu secara pribadi mengantarkan Zhukai menuju ke kamar nya.
Sementara itu, Meng Yudie sudah pergi terlebih dulu karena ada kepentingan. "Hahh, aku belum mengucapkan terimakasih padanya. Yah, aku akan berterimakasih ketika bertemu dengannya kembali."
"Tuan, ini kamar anda.."
Kai mengangguk dan berterimakasih kepada resepsionis itu. Setelah membuka pintu kamarnya dan masuk, Kai segera menutup kembali pintunya rapat-rapat.
"Untuk berjaga-jaga, aku sebaiknya memasang Array pelindung disekitar kamar.."
Setelah jeda waktu tertentu untuk memasang Array Pelindung, Kai segera beranjak ke kasurnya dan mengambil sebuah kubus hitam yang tersimpan di dalam Inventory nya.
"Jika aku tidak salah mengingat, Undead King itu seharusnya mendapatkan kekuatannya dari kubus ini.."
Karena rasa penasarannya, Kai mencoba menyuntikkan sedikit Qi miliknya kedalam kubus hitam.
Tetapi, tidak ada relasi yang terjadi sama sekali pada Kubus hitam itu. "Hahh, sudah kuduga pasti seperti ini.."
Kai memasukkan kembali kubus hitam itu dan memilih untuk mengeluarkan Buku udang yang gurunya berikan padanya.
"Eh, aku bisa membukanya..." Kai menjadi sangat terkejut ketika dia dapat membuka buku usang itu.
Pertama kali ketika dia ingin membaca dan memahaminya, dia sama sekali tidak dapat membuka satu lembar pun dari buku usang itu.
"Baiklah, ayo kita lihat apa isi di dalam buku ini.."
***
Bersambung..