
Ketika Kai dan Wei'er Yunlan menghabiskan makan malam mereka, sambil menunggu Wei'er Yunlan membayar biaya makan malam. Kai duduk menatap keluar jendela sambil meneguk segelas arak yang masih tersisa sedikit.
"Glup... Haaa.."
Kai sangat puas dengan makanan dan arak yang disajikan oleh rumah makan itu.
Setelah ia dan Wei'er Yunlan meninggalkan rumah makan, Kai dihadang oleh ratusan pasukan dengan seorang pria bertubuh besar memimpin mereka semua.
"Pemimpin, wanita itu! dia yang membuat dua penjaga gerbang terluka parah seperti itu." Ucap seorang penduduk tanpa rasa takut.
Dengan adanya kapten penjaga bersama mereka, menangani dua orang seperti mereka merupakan hal mudah baginya. Itulah yang penduduk itu pikirkan.
"Dia? Wanita lemah itu? Apakah para prajurit walikota menjadi sangat lemah hingga kalah dari orang sepertinya." Kapten penjaga menghina dengan kasar.
Dalam hidupnya, ia tidak pernah sekalipun kalah dari seseorang. Dengan kekuatannya yang setara dengan Master Pedang, itu membuatnya menjadi sangat sombong.
"Oh, apakah pria seperti memiliki hak untuk mengatakannya? Kau hanya mengandalkan tubuh besarmu itu. Bahkan jika kau bertarung melawan dia, kau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menang." Kai mencibir dan berkata dengan nada tidak senang.
Meski hubungannya dengan Wei'er Yunlan tidak sedekat yang orang lain pikirkan, bagiamana pun Kai sudah berjanji untuk membawanya keluar dari Dunia itu.
Ia juga tidak begitu suka dengan wajah sombong dari ketua penjaga itu.
"Kau? Hahahaha... Sungguh sangat lucu, pria sepertimu yang tidak memiliki sedikitpun mana di dalam tubuhmu beraninya menghinaku." Kapten penjaga tertawa terbahak-bahak sambil terus mencemooh Zhukai dengan kejam.
"Lihat dia, begitu berani menghina kapten penjaga seperti itu. Pemimpin, bagiamana jika aku memberinya sedikit hadiah hahaha." Seorang prajurit mengajukan dirinya dengan penuh kepercayaan diri.
"Baiklah, beri dia pelajaran tapi jangan sampai membunuhnya. Tapi jika kau tidak sengaja membunuhnya mungkin tidak apa-apa hahaha."
Kai menyuruh Wei'er Yunlan untuk berdiam diri, dia berjalan menuju ke sebuah lapangan luas yang berada tidak jauh dari tempatnya berada.
"Heh, pria ini sungguh tidak sabar untuk dipukuli."
"Hentikan omong kosong mu dasar botak sialan, jika kau memang ingin bertarung datanglah kemari." Kai mengatakannya dengan suara keras hingga terdengar oleh beberapa penduduk yang sedang berjalan-jalan di dalam kota.
"Lihat itu, sepertinya orang yang membuat keributan di gerbang tadi sudah ditemukan. Ayo kita lihat, mungkin ada pertarungan yang cukup menyenangkan."
Teman di sampingnya mengangguk, mereka berdua bergabung dengan pasukan walikota untuk menonton pertarungan Zhukai dengan salah satu pasukan.
Jumlah orang yang berdatangan semakin banyak dan terus bertambah hingga lapangan tempat Zhukai bertarung dipenuhi oleh penduduk kota.
"Hah, ada banyak penduduk disini. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mempermalukannya." Pikir prajurit itu menyeringai jahat.
Dia memandang rendah Zhukai dan berkata dengan angkuh, "Aku tidak akan terlalu mempermalukan mu, maka dari itu aku akan memberimu tiga kali kesempatan untuk menyerang terlebih dulu."
Kai menyeringai lebar, dia tidak tahu apakah pria di depannya saat ini adalah orang bodoh atau terlalu percaya diri dengan kemampuannya, Kai juga tidak berniat untuk menolak hal itu.
"Tentu.."
Kai tiba-tiba hilang dari pandangan semua orang, detik berikutnya ledakan keras mengejutkan semua orang bahkan kapten penjaga sendiri.
Sebenarnya, hanya kurang dari satu tarikan nafas. Seorang prajurit yang setara dengan petarung tinggi langsung terkapar tidak sadarkan diri. Bahkan armor yang terbuat dari baja hancur berkeping-keping.
Semua penduduk yang menonton itu tercengang tidak percaya, bahkan jika itu kapten penjaga sendiri, akan sangat mustahil untuk mengalahkan seorang Petarung tinggi dalam sekali pukulan.
"Siapa lagi yang ingin melawanku, cepat datang kesini
Aku tidak punya banyak waktu." Kai menatap semua prajurit itu dan berhenti pada seorang pria bertubuh besar.
"Oh, bukankah orang yang berbicara omong kosong tadi? Jangan jadi pengecut dengan bersembunyi dibalik bawahanmu."
Mendapatkan provokasi dari Zhukai, kapten penjaga itu benar-benar marah. Jika dia tidak datang dsn menghadapi Zhukai saat ini, reputasinya akan benar-benar rusak.
"Keparat, jangan salahkan aku jika tidak sengaja membunuhmu.."
Sorot mata yang dipenuhi dengan kebencian dan niat membunuh terlihat dengan sangat jelas di wajah kapten penjaga.
"Mana senjatamu?"
"Untuk mengalahkanmu aku sama sekali tidak memerlukan senjata apapun."
Whuss!!..
Tanpa membiarkan Kai bersiap terlebih dulu, kapten penjaga melesat sambil mengangkat pedangnya bersiap untuk menebas Zhukai.
Boomm!!.
Semua orang kembali tercengang ketika kapten penjaga terdorong mundur beberapa meter ketika menahan pukulan Zhukai dengan pedang besarnya.
Kapten penjaga dapat merasakan lengan kanannya mati rasa karena benturan tersebut, dia menatap Zhukai dengan sedikit ketidakpercayaan. Ia kembali mengangkat pedangnya dan mengeluarkan teknik berpedang nya.
"Api Kemarahan!!.."
Dapat terlihat, sebuah bara api yang cukup panas keluar dari tubuh besar dan berotot kapten penjaga. Itu meningkatkan kekuatan serangan dan juga kecepatan geraknya.
Ketika Kai menyerang, kapten penjaga sudah berada di sampingnya dan menebas Zhukai dengan pedang besarnya.
"Apakah hanya segini kekuatan yang kau sombongkan? Tch, membuatku muak saja."
Kai mengumpulkan Qi yang sudah bercampur dengan mana kedalam kepalan tangannya dan memukul perut kapten penjaga hingga menyebabkan armor di tubuhnya hancur.
Kapten penjaga terpental begitu jauh dan menabrak rumah milik penduduk, "Kuakk!! Uhuk! Uhuk!..."
Belum sampai kapten penjaga dapat mengatur nafasnya, Kai kembali memukul nya tepat di wajahnya. Dia terus memukul dan memukul wajah kapten penjaga hingg tulang wajahnya rusak.
Hingga setelah Kai berhenti memukul lebih jauh lagi, kapten penjaga tergeletak tidak sadarkan diri dengan tulang hidung dan pipinya remuk.
"Yunlan, sembuhkan dia."
Wei'er Yunlan yang mendengar permintaan Zhukai segera mengikuti apa yang dia katakan, dia memalukan heal pada kapten penjaga. Seketika itu, seluruh luka yang dialami oleh kapten penjaga itu sembuh seketika.
Detik berikutnya, kapten penjaga itu segera mendapatkan kembali kesadarannya.
Kai kembali memukul kapten penjaga hingga dia kehilangan kesadran dirinya setelah itu menyuruh Wei'er Yunlan melakukan heal padanya.
"Aaa, ampuni aku tuan... Aku minta maaf."
Meski kepala penjaga itu memohon untuk beberapa kali, Kai masih terus memukulinya dengan cukup kejam.
"Sudah Kai, kurasa itu sudah cukup baginya.".
"Baiklah..."
Kai membersihkan kepalan tangannya yang dipenuhi dengan darah segar, dia menatap semua orang dengan tajam dan mendekat pada salah satu orang diantara kerumunan itu.
"Dimana penginapan terdekat dari sini.."
"A–Anu, i–itu berada tidak jauh dari sini. J–Jika anda tidak keberatan, saya akan mengantar anda kesana."
"Baiklah, tapi tunggu dulu sebentar."
Kai kembali menuju pada tubuh kapten penjaga yang tidak sadarkan diri setelah itu mengambil sebuah kantung yang berisi cukup banyak koin emas didalamnya.
"Ini kompensasi untukku karena kau membuang-buang waktu berhargaku, kalian semua cepat serahkan semua uang yang kalian miliki."
"Ini perampokan!!" Teriak Zhukai pada prajurit lainnya.
****
Bersambung