
Lengannya kirinya yang terpotong berubah menjadi cahaya hitam yang kemudian terserap masuk kedalam tubuh Asmodeus.
Ketika asap hitam itu telah sepenuhnya di murnikan di dalam tubuh Asmodeus, perubahan yang sangat jelas terjadi pada tubuhnya.
Lengan kanannya yang terpotong beregenerasi kembali sementara tubuhnya menjadi sedikit lebih besar dan lebih hitam.
Matanya yang begitu merah layaknya darah menatap Zhukai dengan penuh niat membunuh.
Grrrr...
Rrrooaarrr!!
Raungan keras yang berasal dari Asmodeus seketika menghancurkan rantai emas yang mengenakannya.
Dia mengangkat kedua tangannya dan menahan serangan dari Excalibur hanya dengan tangan kosongnya.
Telapak tangannya melepuh ketika bersentuhan dengan gambaran pedang Excalibur yang mengandung sihir cahaya.
Tetapi apa yang terjadi di detik berikutnya benar-benar membuat Kai terdiam. Perlahan-lahan cahaya dari Pedang Excalibur dilahap oleh cahaya hitam dari Raja Iblis Asmodeus hingga beberapa detik berlalu, pedang Excalibur kehilangan cahayanya.
"Sihir apa yang digunakannya barusan?" Merasakan bahwa energi gelap di dalam tubuh Raja Iblis Asmodeus semakin besar, itu membuat Zhukai mengerutkan keningnya.
Dua bilah berwarna hitam melesat dengan cepat datang kearahnya, hanya dengan minat sekilas Kai sudah tahu arah lintasan serangan itu.
Dia memutar tubuhnya di udara untuk menghindari serangan yang datang kearahnya.
Duarr!!
Tepat ketika Kai menghindari dua bilah berwarna hitam, Asmodeus sudah berada tepat di depannya dan melepaskan sebuah pukulan keras.
Booomm!!
Tubuh Zhukai terhempas menghantam tanah, retakan tanah terlihat dimana Zhukai terjatuh tadi.
Kau segera berdiri, dia mendongak keatas dan minat bahwa Asmodeus sedang menyeringai padanya.
"Apa yang kau tertawakan!?" Menyeka noda darah di bibirnya, Kai berkata dengan kasar.
"Khe khe khe... Tidak ada, hanya saja melihat dirimu masih bisa bertahan setelah bertarung dalam waktu yang begitu lama. Aku akui kegigihanmu."
"Kenapa aku harus peduli, tidak lama lagi kau juga akan menyusul gurumu di alam baka."
Kai berdiri diam di tempatnya. Bahkan ketika Asmodeus melesat dengan cakarnya yang tajam kearahnya, Kai sama sekali tidak bergeming.
"Bwahaha... Apakah kau begitukah ketakutan hingga tidak bisa bergerak! Maka aku akan memberimu kematian cepat."
Siluet Asmodeus terus mengeluarkan cahaya hitam yang berputar-putar di sekeliling tubuhnya.
Tetapi, hal yang Asmodeus tidak ketahui adalah. Kai masih memiliki sebuah kartu truf untuk mengalahkannya.
Sebagaimana dia membunuh Gu Long dengan teknik itu, Kai tidak percaya bahwa Asmodeus yang memiliki kekuatan lebih lemah dari Gu Long bisa bertahan.
Sama seperti waktu itu, Kai menggabungkan Tubuh Dewa Kematian dan Tubuh Dewa nya. Ia juga mengaktifkan Title Sang Penakluk.
Duarr!!
Ledakan keras mendorong tubuh Asmodeus jauh kebelakang, cahaya hitam dan emas saling berputar-putar di sekeliling Zhukai menciptakan sebuah badai yang begitu besar.
Hingga ketika badai besar itu berakhir, sosok pria berambut hitam panjang dengan sayap penuh bulu berwarna hitam terbang diatas udara.
Di tangannya, sebilah pedang hitam panjang dengan aura kematian yang sangat pekat terus merembes keluar.
Bahkan Raja Iblis Asmodeus yang telah membunuh banyak sekali nyawa manusia dan ras-ras lainnya begitu ketakutan di bawah tekanan itu.
"Tidak, ini bukan sesuatu yang bisa aku lawan. Aku harus melarikan diri.." Raja Iblis Asmodeus menggepakkan sayapnya mencoba melarikan diri, tetapi tekanan dari Pedang Hitam menguncinya hingga tidak bisa bergerak.
Duarr!!
Khuakkk!!
Teriakan dari Raja Iblis Asmodeus menggema di sekitar hutan, dia berlutut diatas tanah tanpa bisa sedikitpun menggerakkan tubuhnya.
Wei'er Yunlan yang berada tepat dibelakang Zhukai menatap penuh ketakutan melihat seluruh kejadian itu.
Meski aura kematian itu tidak ditujukan padanya, Wei'er Yunlan masih dapat merasakan seberapa besar aura kematian itu.
Karena insting milik ras peri miliknya, dia merasakan sedikit dari Aura Kematian milik Zhukai. Tubuhnya merinding ketakutan dan menatap Zhukai tidak percaya.
Tetapi ketika dia mengingat bembali kebaikan yang Kai tunjukkan padanya, itu semua bukanlah kepalsuan.
Kai mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya dan mengeluarkan kata-kata yang begitu pelan.
"Segel Domain : Pedang Iblis Penghakiman!!."
Aura Kematian meledak di dalam pedang, itu menyebar memenuhi kelesuruhan hutan.
Sinar hitam yang keluar dari dalam pedang segera membentuk ribuan pedang yang berkumpul menjadi lingkaran besar di atas udara.
Dan dari dalam lingkaran itu, pedang hitam raksasa yang sangat besar keluar dengan kilatan petir hitam di sekitarnya.
Zzrrttt!!
Asmodeus yang dihadapkan dengan pedang hitam raksasa itu merasakan degupan jantung nya seolah berhenti.
Air mata mulai memenuhi wajahnya dan di detik-detik terakhir dia mencoba memohon ampunan nyawanya.
Tetapi itu semua sudah terlambat, pedang hitam raksasa itu menebas tubuh Asmodeus beserta dengan jiwanya.
Duarr!!
Ledakan besar yang hampir menghancurkan seluruh gunung kesatria mengguncang dataran Bintang Jiwa.
Seluruh kerjaan yang ada di dalam Bintang Jiwa dengan jelas dapat merasakan sensasi dari guncangan itu.
Di atas langit gunung kesatria, sebuah pintu raksasa transparan tiba-tiba muncul. Itu mengejutkan hampir semua orang yang ada di sana.
Kai sendiri, dia terbang dengan membawa Wei'er Yunlan dalam pelukannya. Sayapnya terus mengepak dengan cepat terbang menuju ke pintu itu.
Di tangan Zhukai, terdapat sebuah kunci berwarna hitam yang dia dapatkan ketika membunuh Asmodeus.
Meski tubuhnya sedikit terluka setelah mengeluarkan Pedang Iblis Penghakiman, Kai sama sekali tidak terganggu dengan hal itu.
"Yunlan, apakah kamu sudah siap melihat dunia luar bersamaku?"
"Ya... Sayang."
Kai tersenyum bahagia, dia memasukkan kunci itu pada pintu di depannya dan seketika pintu itu terbuka.
Ketika Kai dan Wei'er Yunlan masuk kedalam sana, pintu raksasa itu seketika menghilang tanpa jejak.
Kejadian itu disaksikan oleh semua orang yang hidup di Bintang Jiwa. Mereka menyaksikan sosok pria dengan sayap hitam pekat menggendong seorang wanita yang memiliki cahaya putih disekitarnya.
Itu begitu indah dan diabadikan dengan membuat patung mereka di alun-alun setiap kerajaan.
Sementara Kai sendiri, ketika dia masuk kedalam pintu raksasa itu. Kesadarannya ditarik oleh sesuatu yang tidak di ketahui.
Dia terlentang pada sebuah tempat yang sangat gelap tanpa setitik cahaya. Tiba-tiba sebuah cahaya terang dari sebuah bintang besar tiba-tiba menerangi itu di ikuti oleh bersinarnya cahaya bintang yang lain.
Itu terlihat seperti ruang angkasa yang begitu luas dengan jutaan bintang yang sangat indah.
"Yunlan!? Dimana dia!"
Kai terus bergerak mengitari seluruh bintang-bintang itu dan tidak bisa menemukan satu orangpun kecuali dirinya disana sendirian.
Hingga tiba-tiba dia berdiri tepat di depan tujuh buah Bintang yang masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
Kai menatap bintang pertama dan merasakan hal yang familiar dengan nya. "Ini, jangan-jangan!!.."
Ketika Kai berada dalam keterkejutan, suara seorang pria terdengar dari belakangnya.
"Hoho.. Akhirnya kita bertemu, pewarisku atau bisa kusebut... Diriku di kehidupan ketiga!"
***
Bersambung..