Re-system

Re-system
CHAPTER 71



Sebuah Tusukan Pedang yang meliuk-liuk mengarah kepada Kai yang sedang berdiri tegap diatas Arena Pertarungan.


Pedang yang di pegang oleh tetua sekte hampir mengenai Tubuh Kai, tapi sesaat sebelum pedang itu dapat mengenai Tubuh Kai, Tiba-tiba Tetua sekte itu terpental sangat jauh.


"Niat Pedang!!.." Sebuah Perwujudan Pedang yang terbuat dari Qi keluar dari Tangan Kai, Pedang besar berwarna biru langsung menebas kearah Kaki kanan Tetua Sekte.


Tetua Sekte tidak bisa bergerak dikarenakan Tekanan yang luar biasa dari Niat Pedang yang Kai keluarkan.


Akibatnya Niat Pedang yang Kai keluarkan berhasil menebas salah satu Kaki Tetua Sekte, "Argghh..." Teriakan yang sangat keras terdengar di Arena Pertandingan.


Tetua Sekte Memegangi Kakinya yang telah buntung dan mulai mengalirkan Qi dari tangannya untuk menghambat pendarahan yang ada di kakinya.


Kai menatap ke atas Langit, Sinar matahari yang sudah diatas kepala terlihat 3 Orang yang sedang terbang diatas awan.


"Heh Ada orang lain yang datang juga ternyata.."


Kai berjalan mendekat Kearah Ling Hao dengan Wajah dinginnya, Ling Hao yang sudah terkena racun dan juga salah satu kakinya terluka menjadi semakin ketakutan ketika melihat Kai mendekat kearahnya..


"Siapa Kamu!!... Kk..Kenapa kau mencoba membunuhku?" Ling Hao mengetahui bahwa pria Di depannya memiliki Niat membunuh yang sangat kuat dan itu semu di tujukan padanya.


Kai tidak menjawab dan terus berjalan kearah Ling Hao dengan sebuah belati kecil di tangan kanannya.


Saat Jarak antara dirinya dan Ling Hao, Kai melemparkan Belati itu kearah Ling Hao, Dengan sangat Cepat belati itu menancap Salah satu mata lIng Hao dan membuatnya berguling-guling Kesakitan.


"Arrgghh!! Mataku!!..."


Tetua Sekte melihat muridnya yang sedang kesakitan hanya bisa terdiam karena dirinya sendiri sudah tidak bisa bergerak.


Saat Tetua Sekte melihat bayangan 3 Orang di atas awan, sebuah cahaya harapan terlihat di matanya.. Ia mencoba berdiri dengan satu kaki dan berteriak dengan Lantang.


"Tetua Agung!!..."


3 Orang yang terbang di Langit segera menyadari Bahwa tetua sekte Murid dalam sedang memanggil nya.


Ia segera turun ke arena pertarungan dengan 2 orang mengikuti di belakangnya, Tetua Agung melihat jejak darah di arena pertarungan dan meningkatkan kewaspadaannya.


Matanya menyapu ke seluruh arena Pertarungan dan berhenti di sebuah Pemuda yang membawa belati kecil di tangan kanannya.


Ia mendekat kearah Tetua Murid dalam dan bertanya, "Apa yang terjadi? Bagaimana keadaanmu bisa seperti ini... dan juga siapa pemuda yang membawa belati Disana?".


Tetua Murid Dalam sambil mengambil nafas panjang-panjang mulai menjawab pertanyaan dari Tetua Agung.


"Begitulah Tetua Agung!!.."


Tetua Agung menjadi geram setelah mendengar cerita dari Tetua Murid dalam tapi dia juga tetap waspada kepada Pemuda yang sedang mencoba membunuh Ling Hao.


Tetua Agung mengambil sebilah pedang dari samping bajunya dan mulai berjalan dengan mengendap-endap dan mencoba menyerang Zhukai secara diam-diam.


Saat jaraknya dan Zhukai terpaut 10 Meter, Tetua agung dengan cepat langsung mengeluarkan tekniknya dan mencoba menusuk jantung Kai.


"Matilah Kau bicah!!.."


Saat ujung Pedang berjarak 5 Meter Kai langsung berbalik dan tersenyum aneh, "Mau Mencoba membokong ku, Tidak bisa semudah itu Goblok.."


Kai mengeluarkan Tinju Kaisar dan memukul mata Pedang yang dipegang oleh Tetua Agung,


"Cyarr!!..."


Bam!


Pedang yang di pegang Tetua Agung langsung pecah seketika, Dan pukulan Kai pun tepat mengenai Dada Tetua Agung.


Retakan Besar terbuat di Dinding Arena.. Tubuh Tetua Agung dipenuhi dengan Darah segar, Dua mencoba berdiri tapi seluruh badannya sangat sakit hingga membuatnya kehilangan kesadaran.


2 Orang yang tadi mengikuti Tetua Agung di belakangnya mulai bergegas membantu Tetua Agung yang sedang sekarat.


Setelah memasukan Pil kedalam mulut Tetua Agung, Kedua orang berjubah Hitam itu langsung membawa tubuh Tetua Agung Pergi menjauh.


Tetua Murid Dalam yang melihat kejadian itu tidak Henti-hentinya menampar wajahnya sendiri, "Apakah Ini Mimpi... Plak!!.... Bagaimana Tetua Agung bisa kalah hanya dengan satu Pukulan dari anak itu..."


Tetua Murid Dalam terus menerus menampar Pipinya layaknya orang bodoh, Kai tidak memperhatikan Tetua murid dalam dan kembali berjalan kearah Ling Hao.


Kai membuka Topeng Penyamaran Yang ia pakai dan berkata pelan, "Apakah Kau ingat diriku.. Kakak!!!.."


Ling Hao tidak bisa berkata Apa-apa, Ia tidak menyangka Orang yang telah membuatnya seperti ini ternyata Adiknya yang telah Ia Bunuh 2 Tahun Lalu..


Kai terkekeh Kecil, Ia mengeluarkan sebuah benda Aneh dari dalam Cincin Ruang di tangan kirinya dan melemparkan benda itu ke tubuh Ling Hao.


Seketika Sekujur Tubuh Ling Hao kejang-kejang, Mulutnya mulai mengeluarkan busa dan hidungnya mengeluarkan sebuah darah segar.


Ling Hao ingin berteriak tapi, Tubuhnya tidak merespon... Kai menatap jijik kearah Kakaknya terbaring Disana .


Ia berbalik badan dan meninggalkan Kakaknya yang sedang kejang-kejang di Atas Lantai Arena.


Ia terbang Tinggi diatas Awan dan meninggalkan Sekte Seribu Pedang, Bagaimana pun Ia dan sekte Seribu Pedang tidak mempunyai Dendam apapun..


Sesudah Kai meninggalkan Sekte Seribu Pedang, Tubuh Ling Hao mengeluarkan Bau Busuk yang sangat menyengat, Perlahan-lahan Muncul Petir Hitam dari atas langit dan Menyambar Tubuh Ling Hao hingga meledak.


Duar!!..


Arena Pertarungan Hancur menjadi Tumpukan batu dengan Mayat Ling Hao yang sudah menjadi debu.


Di Atas Langit Ibu Kota Kekaisaran Terlihat sebuah bayangan Hitam diatas Awan, Bayangan Hitam itu terbang sangat cepat menuju arah Barat..


"Hei, Ling Zhukai.. Aku telah membalaskan Dendam mu, Kuharap Kau bisa hidup lebih Baik di kehidupan keduamu!!."


Tanpa Sada Mata Zhukai Berlinang Air mata, Ia tidak tahu kenapa Air mata bisa keluar di wajahnya..


Tapi juga ada sedikit perasaan Bahagia di dalam hatinya, "Terima Kasih."


Deg


Kai kaget mendengar Suara yang sangat pelan di Telinganya, Ia tersenyum kecil dan menatap keatas Langit, "Kau kah itu!! Selamat Tinggal."


Kai menambah Kecepatannya dan terus mengarah Ke arah Barat..


Matahari Mulai terbenam di gantikan Oleh Cahaya Bulan yang Mulai muncul, Kai saat ini sedang berada tepat di atas Lautan Darah..


"Aku Ingat waktu dulu, aku pernah menemukan Sebuah ras Phoenix di Sebuah Pulau kecil di Lautan darah, Karena sekarang aku sudah cukup Kuat apa sebaiknya aku menjadikannya Bawahan ku?"


Kai mengunakan Persepsi Ilahi nya, untuk mencari Letak Burung Phoenix di Lautan Darah..


Persepsi Ilahi merupakan sebuah Kemampuan yang hampir sama dengan Kesadaran Ilahi, Bedanya Persepsi Ilahi dapat mencangkup Jarak Ribuan Bahkan Puluhan Ribu Km.


Singkatnya Persepsi Ilahi bisa disebut Versi Terbaru dari Kesadaran Spiritual.


Kai terus mencari selama 3 Jam hingga Persepsi Ilahi nya mendeteksi adanya Aura Phoenix yang berada di Lautan Darah di Tenggara.


Tanpa Butuh Waktu Lama Kai langsung terbang menuju Tempat Ras Phoenix berada..