
Di dalam Profound Ark, Kai sama sekali tidak merasakan tekanan udara. Padahal Profound Ark itu terbang begitu tinggi diatas langit.
Setelah Kai memeriksanya lebih teliti, dia dapat melihat sebuah pelindung tipis yang mengelilingi sekeliling kapal.
"Saudaraku, apakah ini pertama kalinya bagimu naik Profound Ark?" Tang Ye Bertanya ketika melihat ekspresi penuh kekaguman di wajah Zhukai.
Kai mengangguk sebagai jawaban dan kembali menuangkan arak kedalam cangkir kecil dan meneguknya dalam sekali tegukan.
"Huaahh.. Saudara Ye, setelah ini kamu akan pergi kemana?" Ucap Kai sambil menaruh cangkir nya di atas meja.
"Kemana? Tentu saja kerumah bordil yang ada di Kerajaan Awan cerah untuk mencoba setiap gadis yang ada disana hahaha..." Tang Ye berkata dengan sangat keras sampai-sampai suaranya terdengar oleh beberapa orang yang berada tak jauh darinya.
Semua perempuan memberi Tang Ye tatapan jijik sementara yang laki-laki membuat tatapan iri.
"Pelankan suaramu bodoh, kau terlihat seperti seorang maniak ***..." Kai mencibir pelan sambil menuangkan kembali arak kedalam cangkirnya.
Meski Tang Ye terlihat seperti seorang pria tampan yang cabul, dia memiliki basis Kultivasi yang sangat tinggi.
True God Realm, Dewa Abadi Tahap Saint...
Bahkan jika Kai mengerahkan seluruh kekuatan serta mengaktifkan semua Titlenya, kekuatannya mungkin akan menyamai Tang Ye. Tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkannya.
Di tengah-tengah perjalanan, Profound Ark yang Kai naiki mengalami serangan dari beberapa binatang buas di udara.
Tetapi semua binatang itu hanya memiliki basis Kultivasi yang rendah, hal itu pula yang membuat Kai malas untuk membunuhnya.
Pada akhirnya, puluhan penjaga yang telah disewa oleh pemilik Profound Ark mengalahkan binatang buas itu dengan sedikit perlawanan.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Matahari telah tenggelam digantikan oleh bulan purnama yang begitu terang.
Di dalam ruangan sebuah kamar, Kai duduk bersila sambil mengeluarkan puluhan batu dewa dari Inventory nya.
Kai juga mengambil beberapa herbal dan juga mengambil sebuah Pil berwarna hijau terang.
Setelah Kai menelan pil itu, dia mulai mengolah Budidaya Pelahap Bintang miliknya bersamaan dengan Bloodline Kera Suci.
Tepat diatas kepala Kai, muncul sebuah lubang hitam yang menyerap dan memurnikan esensi murni dari batu Dewa. Sementara itu Pil yang baru saja Kai telan kini telah di murnikan di dalam Dantian nya yang kemudian di salurkan keseluruh Meridian yang ada di dalam tubuh Kai.
Proses tersebut memakan waktu yang cukup lama... Ketika tengah malam tiba, Kai membuka kedua matanya. Dapat terlihat disekujur tubuhnya terdapat cairan hitam lengket dengan bau busuk.
"Kai berdiri dan segera membuang bajunya yang dipenuhi dengan cairan hitam. Dia kemudian membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di dalam Profound Ark.
Ketika Kai keluar, dia segera membaringkan tubuhnya diatas kasur. "Jian'er... Keluarlah..."
Whusss!!
Di langit-langit, terlihat sebuah retakan dimensi yang kemudian terbentuk sebuah portal transparan.
Dari dalam portal itu, keluar sesosok gadis raja dengan senyuman berseri-seri di wajahnya. Gadis remaja itu segera terjatuh tepat diatas kasur di samping Zhukai.
"Tuan, kamu akhirnya memanggilku.." Ucap Biao Jian tersenyum senang.
"Hahaha, apakah kamu sangat senang bersama denganku?" Ucap Kai lembut sambil membelai rambut panjang Biao Jian.
"Emm...." Biao Jian mengangguk sambil menikmati belaian tangan Kai yang besar.
"Mari tidur.." Kai menarik selimut dan memakaikannya untuk menutupi tubuhnya.
"Tuan... Peluk aku.." Seru Biao Jian dengan manja.
Kai tersenyum tipis dan memeluk tubuh Biao Jian. Dalam pelukan itu, Kai merasakan ada dua buah dada yang begitu lembut menyentuhnya.
Kehangatan memenuhi tubuh mereka berdua, tanpa bisa Kai sadari. Dia sudah tertidur lelap.
Suatu malam berlalu...
Kai menutup kedua matanya dan fokus mencari Biao Jian menggunakan kontrak darah mereka berdua.
"Tuan? Ada apa memanggilku?" Terdengar suara dari Biao Jian dari dalam kamar mandi.
"Ah, kau kira kamu pergi kemana ehhhh...." Kai membelalakkan matanya terkejut ketika melihat Biao Jian keluar dari kamar mandi tanpa pakaian.
"Mana pakaianmu? Cepat pakai.." Seru Kai sambil menutup kedua matanya.
Meski dia sering melihat tubuh telanjang Istrinya, tetapi Biao Jian bukanlah salah satu istrinya.
"Ehhh...." Biao Jian berteriak dengan wajahnya memerah, dia segera kembali masuk kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Ketika dia keluar dari kamar mandi, terlihat rona merah di wajahnya.
"Haahh, Jian'er Kemarilah.." Kai melambaikan tangannya menyuruh Biao Jian untuk duduk di sampingnya.
Karena saat ini Biao Jian mulai tumbuh dewasa, suasananya di antara mereka menjadi cukup canggung.
"Ada apa tuan?" Tanya Biao Jian malu-malu dan duduk tepat di samping Zhukai.
"Apakah kamu masih ingat dengan Yu Sha? Pria yang menyamar sebagai ayahmu dulu?" Ujar Zhukai menatap Biao Jian serius.
Biao Jian mengangguk dan bertanya, "Kenapa tuan?"
"Hmm... Apakah kamu sudah lupa tentang janjiku dulu? Setelah sampai di Dataran Luo, aku akan membantumu mencari keluargamu.." Sebuah senyum muncul di wajah tampan Kai dan berkata pada Biao Jian.
Biao Jian terdiam, wajahnya menunduk dan tidak menjawab sepatah kata pun.
"Ada apa Jian'er, apakah kamu tidak senang dengan itu?" Senyuman di wajah Zhukai hilang, dia segera bertanya pada Biao Jian kenapa dia bersedih.
"J–Jika aku telah menemukan kembali keluargaku. Bukankah aku tidak bisa bersama tuan lagi? Aku tidak mau itu..' Teriak Biao Jian dengan tetesan air mata bermunculan di wajahnya.
Dia segera melemparkan tubuhnya kedalam pelukan Zhukai sambil menangis tersedu-sedu.
"T–Tapi Jian'er... Bukankah keluargamu akan merindukanmu–.."
"Aku tidak peduli itu!!.." Biao Jian berteriak keras sambil menggenggam erat pakaian Zhukai.
Kai menghela nafas panjang setelah itu memeluk erat tubuh Biao Jian dan mengelus-elus kepalanya mencoba menenangkan Biao Jian.
"Baik-baik, aku tidak akan meninggalkan Jian'er..."
Setelah menenagkan Biao Jian untuk waktu yang cukup lama, Biao Jian akhirnya tenang dan tertidur pulas.
Kai meletakkan tubuh Biao Jian di atas kasur dan memakaikannya selimut agar tidak kedinginan.
Setelah itu, Kai berdiri dan berjalan keluar dafi dalam kamarnya.
"Yo saudaraku.. Apakah kau tidak bisa tidur?" Dari kamar di sebelah Zhukai, Yang Ye keluar dengan ekspresi puas di wajahnya.
"Ya.. Tunggu– Bukankah kamarmu ada di sebelah sana, apa yang baru saja kau lakukan di sini..." Kai menaikkan salah satu alisnya menatap kearah Tang Ye.
"Ahaha.. Tentu saja itu untuk mantap-mantap dengan gadis disana.. Kau tahu, desahannya sangat menggoda. Sebenarnya aku ingin melakukannya sampai pagi hari. Tapi... Hahhh.."
Setelah mendengar ucapan Tang Ye, Kai memberinya sebuah tatapan aneh. "Saudaraku.. Pantas saja kau belum menemukan seorang Istri..."
Tepat ketika Kai hendak melanjutkan perkataannya, Profound Ark yang dia naiki di serang oleh sesuatu...
***
Bersambung..