
Sudah dua hari berlalu semenjak Zhukai meninggalkan Kota Han dan menuju ke Kota Ashura.
Dia terus terbang selama dua hari penuh tanpa beristirahat sedikitpun, meskipun begitu tidak ada keringat di wajah Zhukai seolah-olah dirinya tidak kelelahan.
"Hmm, dari yang persepsi ilahiku tangkap. Aku akan sampai di Kota Ashura kurang dari tiga jam."
Kai terus terbang dengan kecepatan tinggi hingga tiba-tiba sebuah cahaya merah seperti meteor datang kearahnya.
Kai dengan reflek menghindari itu dan menjauh beberapa meter.
"Hahaha, akhirnya kutemukan juga kau! Pembunuh adik Miao!.."
Hal yang Kai kira adalah sebuah meteor ternyata adalah seorang pria dengan wajah yang tidak asing.
Itu karena Kai telah bertemu dengannya pada saat berada di Benua Xuanzhen. Utusan sekte matahari, Ling Lung.
"Jadi apa yang akan terjadi jika aku membunuhnya?" Kai sama sekali tidak terlihat takut, bahkan setelah merasakan tekanan dari Ling Ling yang seoang Original God puncak dia tidak bergeming sama sekali.
"Hoho, kau memiliki sedikit keberanian rupanya. Aku akui itu, tetapi omong kosong saja tidak akan menyelenggarakan hidupmu."
Ling Lung mengambil pedang yang tersarung dengan rapi di genggaman tangan kirinya.
Dia tiba-tiba melesat mencipta siluetnya berwarna hitam, kecepatan Ling Ling bukanlah tandingan bagi Zhukai dengan kekuatannya saat ini.
Tetapi bagi Zhukai, ini adalah latihan yang sangat bagus. Karena perbedaan Kultivasinya dengan Ling Ling sangatlah besar, ia tidak bisa mengurangi perbedaan kekuatan itu hanya dengan tubuh spesialnya saja.
Tetapi dia adalah Dewa Bintang, pengalaman bertarungnya bukanlah sesuatu yang dapat Ling Lung bayangkan.
Tepat setelah Ling Lung datang kerahnya, Kai tiba-tiba menghilang. Sebuah senyuman keras menghantam perut Ling Lung sebelah kirinya hingga membuatnya terhempas sangat jauh.
"Heh, dimana kepercayaan dirimu tadi idiot."
Pertama yang Kai lakukan untuk mengurangi perbedaan kekuatan itu adalah dengan memprovokasi Ling Lung.
Jika tidak seperti itu, kemungkinannya untuk menang tidak kurang dari tiga puluh persen.
"Bajingan!! Beraninya kau menghina murid sekte matahari sepertiku." Ling Lung berkata dengan marah, salah satu tangannya memegang perut bagian kirinya yang baru saja terkena pukulan Zhukai.
Meski Kultivasinya tinggi, tetapi fisik diantara mereka bagaikan langit dan bumi. Zhukai dengan bantuan dari tubuh dewa dan tubuh naga kuno membuatnya bisa bersaing dengan seorang Kultivator di ranah Original God tingkat tiga.
"Sekte dewa matahari!? Pfftt, apakah itu sekte yang menampung para sampah? mereka sungguh idiot membiarkan sampah sepertimu lulus." Kai terus mengejek Ling Lung tanpa henti hingga membuatnya benar-benar marah.
"Keparat!! Akan ku, cabik-cabik dirimu hingga menjadi banyak potong." Ling Lung meraung dengan keras.
Salah satu mata pedangnya menyala memancarkan aura agung yang begitu kuat.
Karena waktu itu adalah siang hari, Ling Lung dapat memanfaatkan cahaya matahari untuk menambah daya ledak dalam serangannya.
"Seni Pedang matahari : Pedang gerhana..."
Seolah langit menjadi gelap, pedang di tangan Ling Lung terus-menerus mengeluarkan cahaya yang begitu terang hingga membuat Zhukai sedikit kesulitan melihat.
"Matilah!!.."
Sebuah tebasan lurus melengkung menghantam tempat dimana Zhukai berada. Ledakan keras terjadi sesaat setelah serangannya menghantam tubuh Zhukai.
"Hahaha, makhluk fana sepertimu seharusnya bangga bisa bertahan selama itu setelah bertarung melawanku." Ling Lung tertawa terbahak-bahak ketika melihat kumpulan asap di tepat Zhukai berada.
Serangan yang ia keluarkan setidaknya berisikan 70 persen dari kekuatan penuhnya, ia tidak percaya bahwa Zhukai bisa selamat dari serangan itu.
Tetapi yang tidak ia ketahui, sebuah pelindung muncul tepat di depan Zhukai sesaat sebelum serangan itu mengenai tubuhnya.
Itu adalah keterampilan khusus yang hanya bisa dimiliki oleh seorang Qi Lin suci, itu akan bangkit ketika Qi Lin suci sudah dewasa.
Tetapi berbeda dengan kondisi Xiao Hu, dia sudah bisa menggunakan keterampilan khusus itu di usianya yang baru beberapa hari.
Entah seberapa kuat serangan yang dilepaskan oleh seseorang, pelindung itu tidak akan retak ataupun hancur. Tetapi untuk nya bisa di gunakan sehari sekali oleh ras Qi Lin suci.
Ketika kabut asap di udara menghilang tertiup angin, terlihat Zhukai dengan senyum mengejek tanpa sedikitpun luka yang tertinggal di tubuhnya.
"Bangga? Apa yang harus dibanggakan dari serangan lemah tadi."
"Bajingann!!!!..."
Ling Lung tidak menahan diri lagi, dia mengeluarkan tekanan yang begitu kuat bahkan membuat Zhukai sedikit kesulitan bernafas.
"Tekanan ini setidaknya sedikit lebih kuat dari Iblis Agung. Karena Qi dalam tubuhku tidak cukup untuk mengeluarkan Lubang Hitam Kematian, aku hanya bisa mengandalkan teknik itu."
Whusss!!
Ling Lung melesat dengan pedang di tangannya yang bercahaya karena terisi penuh oleh energi spiritual.
Bahkan dengan mata ilahinya, Kai masih belum bisa melihat arah serangan dari Ling Lung. Akhirnya, sebuah serangan mendadak mengenai tubuh belakang Zhukai bahkan sebelum Kai dapat bereaksi.
Dia terhempas jauh menghantam laut mencipta sebuah ledakan besar.
"Pukulan matahari penghancur."
Ling Lung mengaliri telapak tangannya dengan Qi yang mengalir dari dalam meridiannya. Cahaya matahari juga secara otomatis terserap masuk melewati pori-pori kulitnya, dan berkumpul di telapak tangannya, membuat itu bercahaya terang.
Swosshh!!
Sebuah cetakan pukulan yang sangat besar turun dari atas langit, dengan tekanannya yang begitu kuat itu menghantam laut dimana Zhukai berada.
Ledakan bersamaan dengan ombak di dalam laut terus terjadi ketika Ling Lung melepaskan serangannya kebawah.
Tetapi apa yang tidak ia sadari adalah Kai sudah tidak ada disana sedari tadi.
"Sungguh orang yang bodoh.."
Jauh di belakang Ling Lung, Kai yang telah mengumpulkan serangannya di pedang hitam menebas maju.
"Badai Neraka!... Hyaaatt!!"
Sebuah tebasan hitam lengkung muncul dan melesat dengan cepat kearah Ling Lung. Saat itu, Ling Lung yang terfokus menyerang Zhukai yang dikiranya ada di bawah laut terlambat bereaksi.
Salah satu lengannya terpotong karena Ling Lung menurunkan kewaspadaan nya. Darah segar mengalir dari lengan Ling Lung yang terpotong tadi, jatuh dan membuat air laut berubah warna.
"Arghh... Lenganku."
Ling Lung mengerang kesakitan sambil memegangi salah satu lengannya yang telah terpotong.
Bintang terus mengalir dengan cepat menghentikan darah yang mengalir dari lengan kiri Ling Lung.
Dia kembali menatap Zhukai yang saat ini melesat kearahnya, amarah yang ada di kepalanya seketika menghilang di gantikan oleh dirinya yang begitu dingin tanpa emosi.
Booomm!!
Sekali lagi Kai terpental oleh tekanan yang keluar dari tubuh Ling Lung.
"Dasar adik bodoh! Bahkan sampai dikalahkan dengan sangat memalukan oleh lawan dengan Kultivasi jauh di bawahmu."
Kai yang sudah mendapat kembali keseimbangan begitu terkejut mendengar hal itu. Meski itu adalah tubuh Ling Lung, tetapi jiwa yang ia rasakan dari tubuhnya sangat berbeda.
"Hmm, jadi orang ini memiliki dua jiwa dalam satu tubuhnya.."
***
Bersambung.