
Saat ketika Zhukai melihat Zi Lin Yue hampir kehilangan kehilangan kesadarannya, berbagai pertanyaan mulai bermunculan dalam benaknya.
"Bukankah Lin Yue adalah Dewi Roh? bagaimana bisa dia hampir kehilangan kesadarannya di sini?"
Jika Zhukai tidak salah mengingat, tidak ada seorangpun d dunia jiwa yang memiliki basis Kultivasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Zi Lin Yue.
Tetapi untuk Yi, Yui, dan Yue, Kai masih belum tahu seberapa kuat mereka bertiga saat ini. Untuk Qi Yue, Kai memiliki sedikit gambaran tentang seberapa kuat darinya.
Untuk dapat menghentikan waktu saat di Lelang Semesta, jelas sekali Kultivasi Qi Yue sangat tinggi sampai-sampai Zhukai tidak bisa membayangkan seberapa kuat dia saat ini.
"Lin'er ajaklah dia masuk kedalam, kurasa dia kelelahan saat ini." ujar Zhukai pada Jiang Lin.
Jiang Lin mengangguk, "Baiklah sayang, aku akan mengajak kakak Yue masuk."
Setelah melihat siluet dua wanita itu masuk kedalam rumah, Zhukai akhirnya mendatangi Yi, Yui, dan Yue yang saat ini sedang duduk di bangku halaman.
"Kai Gege, apakah kamu tidak lupa dengan janji kita?" Melihat Zhukai datang kearahnya, Yi tersenyum manis sambil berdiri dari bangku taman.
"Janji? Ah, tentu saja aku mengingatnya." Zhukai tersenyum canggung.
Karena banyaknya masalah yang sedang kau alami saat ini, dia hampir melupakan janji yang dia buat dengan Yi.
"Hmph, apa kamu yakin tidak melupakannya Kai Gege." Yi mendengus sambil menatap Zhukai dengan cemberut.
Melihat reaksi yang Kai buat tadi membuatnya curiga.
"Hahaha, bagaimana mungkin aku lupa dengan janji yang aku buat."
"Jadi, kapan kita akan berkencan?" Yi memeluk lengan Zhukai sambil berkata menggoda.
Merasakan adanya sentuhan lembut di lengannya, Kai merasakan aliran darahnya mendidih.
Sementara itu, Yui dan Yue menatap tajam pada Kai dan Yi yang bermesraan tanpa memperdulikan mereka berdua yang duduk disana.
"Cih, Yui, apa kau tahu apa yang mereka berdua janjikan?" Qi Yue berkata dingin, walaupun dia, Yi, dan Yui termasuk salah satu pecahan jiwa.
Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa mengetahui isi pikiran dari yang lainnya.
Yui menggeleng pelan, "Tidak, kurasa kakak merencanakan sesuatu untuk menghabiskan waktu berduaan bersama Kai Gege."
"Apa!! Bukankah itu tidak adil!?"
"Tidak, aku tidak akan membiarkan mereka berdua melakukan itu." Qi Yue berjalan mendekati Zhukai dan Yi yang tengah bermesraan.
"Hubby, kenapa kamu tidak mengajakku sekalian." Qi Yue memeluk lengan kiri Zhukai dan berbisik menggoda.
Yui yang melihat mereka bertiga dari kejauhan menghela nafas panjang, "Haahh, aku juga harus berusaha."
Pada akhirnya, Kai mengencani mereka bertiga secara bersamaan di Kota yang berada dekat dari Klan Xia.
Dengan adanya wanita cantik yang menemani Zhukai, dia segera menjadi pusat perhatian dan menerima banyak kebencian dari para pria.
"Tch, siapa pria itu. Beruntung sekali memiliki tiga gadis cantik yang menemaninya." ujar seorang pria jangkung dengan tatapan iri.
"Sialan! aku benar-benar ingin memukul pria itu, lihatlah wajahnya. Itu seolah mengejek kita secara tidak langsung."
Dengan jelas, Kai bisa mendengar semua ucapan dari para Kultivator pria yang ada di kota.
Meskipun begitu, Kai tidak peduli dengan apa yang mereka katakan. Karena saat ini dia memiliki kekuatan untuk melindungi istrinya, ia tidak perlu lagi memerintahkan istrinya untuk menggunakan cadar.
"Bagaimana? Apa kalian bertiga senang?" Zhukai tersenyum manis sambil menatap tiga wanita yang sedang meminum jus jeruk di depannya.
Melihat senyuman Zhukai, wajah Yi, Yui, dan Yue berubah menjadi sangat merah seperti tomat.
Tapi di detik berikutnya, mereka bertiga menjawab itu secara bersama-sama.
"Y–Ya, kami menyukainya."
"Kai Gege."
Melihat Yui menarik lengan bajunya, Kai segera mengetahui apa yang di inginkan oleh wanita cantik itu.
Dengan menggunakan kain bajunya, Zhukai menghapus noda minuman di bibir Yui.
"Curang! Kai Gege, lakukan juga padaku." Yue yang sangat mudah untuk cemburu segera berteriak.
Suara teriakannya terdengar oleh semua orang yang ada di dalam restoran itu yang akhirnya membuat kelompok Kai menjadi pusat perhatian.
"Sstt... Pelankan suaramu Yue'er."
"Hmph, salahmu sendiri karena bersikap tidak adil."
Zhukai tersenyum canggung sambil menahan amarahnya dari sikap manja Qi Yue.
"Haahh, ini mungkin cocok untuk melatih tingkat kesabaranku." Zhukai menghela nafas panjang dan mengusap noda minuman di bibir merah Qi Yue.
Pada akhirnya, setelah hampir lima jam berlalu semenjak Kai memulai kencan dengan mereka bertiga. Kai memutuskan untuk kembali ke dunia jiwa.
Setelah sampai di dunia jiwa, Zhukai memasuki kamarnya dan menutup pintu kamar hingga menyisakan dirinya sendirian disana.
"Haahhh, hari ini benar-benar melelahkan. Jika saja mereka bisa memilih pakaian lebih cepat, aku tidak akan menunggu disana untuk waktu yang lama."
Mengingat kembali bagiamana ketiga istrinya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membeli baju, itu merupakan waktu yang sangat membosankan bagi Zhukai.
"Oh benar, aku mendapatkan tiga hadiah dari System waktu itu, ini adalah waktu yang tepat untuk melihatnya."
Kai membuka Inventory dan mengambil tiga benda yang ada di sana, dua diantaranya adalah sebuah kartu dan sisanya adalah sebuah buku berwarna merah dengan gambar pedang di sampul buku itu.
"Yui'er, bisakah kamu mengindentifikasi ketiga barang ini?"
[Tentu saja Kai Gege]
Tak berselang lama setelah itu, infomasi ketiga barang itu muncul di depan Zhukai dalam bentu layar hologram.
Ding
Nama : Kartu Double Exp
Jenis : Artefak sekali pakai.
Deskripsi : Sebuah kartu yang dapat menggandakan poin pengalaman setelah Kai Gege menggunakannya.
Nama : Kartu Peningkatan Instan.
Jenis : Artefak sekali pakai.
Deskripsi : Sebuah kartu yang dapat memungkinkan Kai Gege untuk menggunakan kembali kekuatannya Kai Gege sebagai Dewa Bintang.
Nama : Skill Sword Emperor.
Jenis : Kitab kuno milik Kaisar Pedang.
Deskripsi : Sebuah teknik yang sudah dianggap hilang dari dunia, teknik berpedang yang sangat hebat sampai-sampai membuat orang itu menjadi salah satu eksistensi terkuat.(Satu-satunya teknik peninggalan Sword Emperor).
Setelah membaca deskripsi dari ketiga hadiah yang system berikan, Kai tidak tahu harus berkata apa.
"T–Teknik ini... Terlalu luar biasa."
"Sword Emperor? Jika dia memang ahli pedang terkuat, kenapa aku tidak pernah mendengarnya di kehidupan keduaku?" Zhukai kembali merenung.
Bahkan setelah mengingat dengan keras, Kai sama sekali tidak pernah mendengar nama Sword Emperor ataupun menemukan nama itu di catatan kuno.
"Haahh, mungkin aku akan menemukan sesuatu di masa depan."
Setelah Zhukai memasukan kartu peningkatan instan dan kartu double exp, akhirnya di hadapannya saat ini hanya tersisa sebuah buku merah yang melayang di udara.
"Yah, saatnya mempelajari teknik ini."
***
Bersambung..