
Pagi harinya, ketika matahari mulai terbit. Kai terbangun di dalam Goa dengan Jiang Lin yang sedang tertidur di sampingnya.
Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seolah mencari sesuatu, "Dimana Wanita itu?" Pikir Kai dalam benaknya.
Setelah mencari ke setiap sudut Goa, Kai hanya dapat menemukan dua buah kertas putih dengan segel pelindung yang hanya memungkinkan Kai untuk membukanya.
Kai membuka surat itu yang kemungkinan di tinggalkan oleh Zi Lin Yue ketika dia dan Jiang Lin tertidur.
Maaf karena tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada kalian berdua, aku mendapat pesan kemarin bahwa ada sebuah masalah yang terjadi di Keluarga ku.. Jika suatu saat kalian berdua sudah cukup kuat, Kalian bisa mendatangiku di Dunia Ilahi... Hehe baru dengar bukan? Kalian akan mengetahuinya seiring dengan bertambah kuatnya kalian.. Dan juga, Ciuman kemarin.. Aku menantikannya lagi...
Salam hangat dariku, Zi Lin Yue yang cantik.
Setelah membaca habis surat yang ditinggalkan Lin Yue, Kai sedikit mengerutkan kening.
"Ciuman Kemarin? Apa maksudnya..."
Mau bagaimanapun Kai berfikir, dia tidak dapat mengingat kapan dia pernah berciuman dengan Lin Yue.
"Ah sudahlah.. Divine World? Apakah ini sama seperti Alam Dewa?.." Kai bergumam pelan sambil mengelus dagunya.
"Yi'er, bisa kamu jelaskan tentang Dunia Ilahi ini?"
[Dunia Ilahi adalah sebuah Galaksi yang lebih tinggi dari Alam Dewa. Disana, bahkan seorang True God Realm adalah hal yang biasa. Sumber daya, Energi Spiritual, serta harta langka yang memiliki efek yang sangat kuat terdapat disana.]
[Dunia Ilahi merupakan awal bagi seorang Kultivator untuk menuju keabadian]
Kai terdiam, ia sama sekali tidak pernah menyangka ada alam yang lebih tinggi dari Alam Dewa.
"Jadi, maksudmu tadi kekuatanku saat ini masih sangat lemah di bandingkan dengan mereka yang berada di Dunia Ilahi?"
[Tentu saja Kai Gege, True God Realm merupakan awal bagi Kai Gege untuk mencapai keabadian. Dengan Kai Gege memasuki True God Realm, Kai Gege akan membentuk sebuah Godhood di samping Dantian Kai Gege] Jelas Yi secara detail.
Kai mengernyit dalam hatinya, dia sangat paham apa maksud dari Yi. "Perjalanan ku masih panjang."
Sementara itu, Jiang Lin yang sudah terbangun dari tidur nya mulai berjalan kearah Zhukai sambil menguap beberapa kali.
"Hoaam.. Kai? Apa yang sedang kamu lakukan?" Jiang Lin memeluk Zhukai dengan lembut sambil meletakkan kepalanya di punggungnya Zhukai yang terbuka lebar.
"Oh, Jiang'er kamu sudah bangun.." Kai berbalik dan mengelus-elus kepala Jiang Lin dengan lembut.
"Ini Jiang'er.." Setelah cukup lama mengelus-elus kepala Jiang Lin, Kai mengeluarkan sebuah kertas putih dari balik lengan bajunya dan menyerahkan pada Jiang Lin.
"Apa ini?"
"Baca saja..."
Jiang Lin mengangguk dan segera membuka kertas putih yang Kai berikan padanya, Lin Yue menulis dua surat yang berbeda untuk Kai dan Jiang Lin.
Tak berselang lama saat Jiang Lin membaca surat yang di tinggalkan Zi Lin Yue, matanya mengeluarkan air mata yang kemudian mulai terjatuh keatas tanah.
"K–Kai.. Kakak Yue, D–Dia berkata kembali.. Hua.." Jiang Lin menangis dan membenamkan kepalanya pada dada Zhukai.
Baginya, Zi Lin Yue adalah sahabat sekaligus Kakak perempuan nya. Meski dia dan Zi Lin Yue hanya bersama untuk beberapa hari. Kedekatan diantara keduanya tidak dapat ukur oleh apapun.
Kai bagaimanapun juga hanya bisa memeluk Jiang Lin dengan erat sambil mengelus-elus kepalanya. Kai juga mengalirkan Qi hangat miliknya untuk membuat Jiang Lin menjadi lebih tenang.
Sementara itu, dada Zhukai telah basah akibat air mata Jiang Lin yang bercampur dengan ingusnya.
"Apakah kamu sudah membaik Jiang'er.." Kai bertanya dengan sangat lembut.
Jiang Lin mengangguk sambil menatap dada H
Zhukai yang telah basah kuyup, "Maaf karena membuat bajumu kotor.."
"Sudah-sudah, yang penting kamu sudah tidak menangis lagi. Bukankah begitu?" Kai tertawa kecil sambil menghapus air mata yang tertinggal di bawah mata indah Jiang Lin.
"Kai, Apakah kamu tahu apa itu Dunia Ilahi?" Jiang Lin mundur satu langkah kebelakang dan bertanya.
"Hmm.. Kita sudah sedekat ini dan kamu masih memanggilku Zhukai?"
"Bukan begitu.. Aku hanya belum terbiasa memanggil mu dengan panggilan yang lebih intim." Ucap Jiang Lin dengan kepala sedikit menunduk menutupi wajahnya yang mulai memerah.
"Haha, aku hanya bercanda Jiang'er, panggil saja aku sesukamu, dan untuk pertanyaan mu tadi... Aku tidak memiliki informasinya yang lebih jelas tentang Dunia Ilahi, tetapi yang pasti, Dunia Ilahi adalah Alam yang lebih tinggi dari Alam Dewa."
Sama seperti reaksi Zhukai ketika pertama kali mendengarnya, Jiang Lin jika sama terkejutnya.
"Alam yang lebih tinggi dari Alam Dewa.. Tidak mungkin kan.."
"Itu memang benar Jiang'er, meskipun kamu tidak percaya, Dunia Ilahi merupakan Alam yang lebih tinggi dari Alam Dewa."
Jiang Lin terdiam untuk sesaat, dia memandang Zhukai dengan tatapan sedih.
"Jika memang benar seperti itu, bukankah kita tidak akan pernah bertemu dengan Kakak Yue lagi.." Mata Jiang Lin berkaca-kaca dan siap menangis kapan saja.
"Tidak bisa bertemu kembali? Hahaha, apakah kamu meremehkan kekuatan Kekasihmu ini?" Kai tertawa dengan lantang sambil mengetuk kepala Jiang Lin pelan.
Mendengar hal itu, Jiang Lin kembali teringat dengan kenaikan Kultivasi Zhukai dengan sangat cepat. Dia menghembuskan nafas panjang sambil menatap Kai dengan senyuman indah.
Setelah Kai memberinya beberapa herbal untuk berlatih, Kai melangkah keluar Goa bermaksud untuk mencari beberapa hewan untuk dijadikan makan malam.
Sebelum itu, Kai memasang Array Pelindung tingkat Dewa dengan darahnya agar memastikan Jiang Lin benar-benar aman.
Di dalam Hutan, Kai beruntung menemukan beberapa kelinci liar dan ayam hutan. Kai juga menemukan beberapa hewan yang cukup kuat. tetapi mereka hanya bisa bertahan selama beberapa tarikan nafas.
Tiba-tiba ketika Kai akan melanjutkan perburuannya, langkahnya terhenti.. "Ada seseorang yang menghancurkan Array yang aku pasang!!.."
Kai buru-buru menghilang menggunakan Skill Teleportasi nya untuk kembali ke Goa. Benar saja, tepat ketika dia berada di depan mulut Goa, Array Pelindung tingkat Dewa telah hancur karena serangan destruktif yang sangat kuat.
"Sial!! Jiang'er.." Kai berteriak dengan khawatir dan segera berlari masuk kedalam Goa.
Di dalam sana, terlihat seorang Pria paruh baya yang memaksa Jiang Lin keluar dengan menarik tangannya.
"Bajingan!!.. Apa yang hendak kamu lakukan pada Kekasihku.." Kai berlari dengan kencang Kedepan dengan pedang biru secara tiba-tiba muncul di genggaman tangannya
***
Bersambung..