
Di sebuah tempat yang merupakan tempat berkumpulnya para dewa perang kuno, terlihat sepuluh pria dengan wajah pucat menatap satu sama lainnya.
"Apa yang sudah aku katakan, kalian dengan bodohnya mengatakan itu hanyalah lelucon. Dan sekarang ... Light God juga sudah terbunuh." Moon God dengan wajah kesal menatap dewa perang kuno yang lain.
Dia benar-benar sangat marah karena hampir dari mereka semua tidak ada yang mempercayai apa yang dia katakan.
Meskipun Martial God dan Water God percaya dan mulai waspada akan datangnya serangan dari Zhukai, tetapi tidak ada yang tahu dimana Kai akan menyerang saat itu.
"Tsk, berhentilah mengatakan omong kosong. Cepat pikirkan saja cara untuk melawannya di situasi saat ini." Sun God berkata sambil memukul meja dengan tangannya.
Beberapa dewa menjadi diam, tetapi tidak untuk Martial God. "Apakah ini akan terjadi jika kalian semua percaya dengan ucapan Moon God? Dengan memperkirakan hancurnya sekte cahaya, kekuatan dewa bintang pasti lebih kuat dibandingkan dengan dirinya di masa lalu."
Berhenti sesaat, Martial God menghela nafas panjang sebelum kembali berkata.
"Aku tidak tahu siapa selanjutnya yang menjadi target dewa binatang, tapi yang jelas kita semua harus membangun Array Teleportasi agar bisa dengan mudah mengirim bantuan."
Mendengar saran dari Martial God, mata semua dewa perang berubah celah.
"Itu saran bagus, aku setuju."
"Ya, aku juga setuju..."
Dengan ada banyak dewa pernah yang setuju, Martial God mengukir senyum kemenangan di wajahnya.
"Tch ... Aku juga setuju." Meskipun SunnHod enggan mengakuinya, tapi ide yang di berikan Martial God memang sangat bagus.
Di setiap alam di dunia ilahi sebenernya sudah memiliki Array Teleportasi, tapi ada batas seberapa banyak orang yang bisa di kirim lewat Array Teleportasi tersebut.
"Tunggu dulu, sebelum kalian pergi. Semua orang harus menjaga plat dewa mereka tetap menyala."
Moon God dengan tenang memberitahu semua orang, plat dewa adalah sebuah tanda yang menunjukkan bahwa mereka adalah dewa perang.
Artefak seperti itu biasanya terbuat dari batu roh dan gabungan dari material lain. Dengan menyuntikkan berkah dewa kedalam plat tersebut, plat itu menjadi terhubung satu sama lainnya.
Setelah menerima anggukan dari seluruh dewa perang, Moon God akhirnya bisa menghembuskan nafas lega.
"Dewa bintang!! Kali ini kami pasti akan membunuhmu seperti ratusan ribu tahun lalu."
Tepat setelah ucapannya berakhir, tubuh Moon God ikut menghilang seperti dewa perang lainnya.
Achooo~...
Sambil mengusap ingus di hidungnya, Zhukai bergumam. "Siapa bajingan bodoh yang berani membicarakan ku."
Dia duduk bosan sambil menunggu daging binatang yang ia masak matang sempurna.
Sebelum itu, terdengar suara langkah kaki seseorang dari balik semak-semak.
"Siapa itu? cepat keluar!."
Atas perkataan Zhukai, seorang pria muda berwajah tampan berjalan mendekat kearahnya.
"Ini aku ketua sekte?" ucap pria itu yang tidak lain adalah Yu Hanlong.
"Kenapa kamu datang ke sini? apakah kamu tidak ikut berpesta bersama dengan yang lainnya." Tanya Kai dengan sikap acuh.
"Tidak ... sebenarnya aku datang mencari anda untuk mengucapkan terimakasih. Jika saja–.."
Sebelum Yu Hanlong menyelesaikan ucapannya, Kai sudah berkata terlebih dulu.
"Ini semua adalah takdirmu. Itu saja yang ingin aku katakan, jadi cepat pergilah."
Karena Kai ingin menikmati waktunya sendiri, dia tidak ingin ada orang lain yang datang mengganggunya. Kecuali para istrinya..
"Takdir ya... Baiklah ketua sekte, terimakasih untuk pencerahannya. Aku merasa akan menerobos saat ini."
Tepat setelah mendengar Yu Hanlong menyelesaikan kalimatnya, mata Zhukai menyala.
"Pencerahan? Menerobos? Sialan, betapa beruntungnya orang itu." Sambil menatap sosok Yu Hanlong yang perlahan menghilang, Zhukai sedikit tertawa.
Saat melihat daging yang ia bakar hampir matang dengan sempurna, Kai mengeluarkan sebilah pedang hitam dan meminta Qi Yue untuk keluar.
Whus!!
Gelombang angin muncul secara tiba-tiba, sosok wanita cantik dibalut oleh gaun hitam melayang di udara kosong dengan senyuman manis di wajahnya.
"Hubby, ada apa?" Sambil tersenyum dengan menggoda, Qi Yue berjalan ke sisi kanan Zhukai.
"Duduklah!."
Setelah Qi Yue duduk di sampingnya, Zhukai kembali melanjutkan perkataannya.
"Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?"
"Kalau berbicara tentang hadiah ..." Qi Yue dengan lembut mendekatkan bibirnya ke wajah Zhukai dan memberi kekasihnya sebuah ciuman.
Tubuh Zhukai membeku begitu merasakan sentuhan lembut di bibirnya, tanpa ia sadari wajahnya memerah karena hal itu.
"Hehe ... Suamiku, kamu terlihat lucu."
Sambil tertawa menggoda, Qi Yue menyandarkan kepalanya di pundak Zhukai.
"Gadis ini ...!"
Kai mengambil daging yang sudah matang itu kemudian mulai memotongnya menjadi dua.
"Suapi aku~.."
Sambil membuka mulutnya, Qi Yue membuka lebar mulutnya.
"Hahhh..." Zhukai menghela nafas kemudian menyuapi Qi Yue dengan daging yang telah ia masak itu.
Saat cahaya bulan perlahan menghilang, fajar akhirnya tiba.
Di hutan yang terletak di dekat sekte Ling Tian, seorang pria muda tertidur dengan menggunakan pohon besar di belakangnya untuk bersandar.
Bahkan saat ia tidur, dia tidak melepas pelukannya pada wanita cantik yang duduk di sampingnya.
Saat Zhukai terbangun, dia segera menoleh ke sisi kanannya dan melihat bahwa Qi Yue masih tertidur pulas.
"Haha, gadis ini ... kenapa kamu terlihat sangat manis!."
Zhukai memandang wajah Qi Yue selama satu jam hingga akhirnya dia membangunkannya.
"Ayo bangun, ini sudah pagi."
Dengan malas, Qi Yue membuka kedua matanya. Bola matanya yang berwarna biru kehitaman menatap Zhukai.
"Ada apa?" Melihat tatapan Qi Yue padanya, Kai bertanya.
Dia membuka lebar kedua tangannya sambil bergumam, "Gendong~..."
"Ha!?..."
Meski Kai terkejut pada awalnya, dia menghela nafas panjang sambil mengukir seringai di wajahnya.
"Baiklah..."
Dengan sebuah ide yang terbesit di dalam benaknya, Kai menggendong tubuh kekasihnya dan berjalan ke danau yang terletak di dekat mereka.
Byuur!!
Begitu Kai sampai di pinggir danau, dia segera melempar tubuh Qi Yue kedalam danau.
"Kyaa~ .."
Dengan perasaan terkejut, Qi Yue menatap kesal pada Zhukai saat dia keluar dari dalam danau.
"Jahat..."
"Hahaha, maaf-maaf."
Pagi hari itu, Kai membersihkan diri bersama dengan Qi Yue di dalam danau. Selain itu juga, Qi Yue juga membantu Zhukai membersihkan adik kecilnya yang sedang berdiri....
Siang hari di sekte Ling Tian, Kai duduk di sebuah kursi yang berada di atas sebuah bangunan besar.
Dia menatap jutaan murid dan juga tetua sekte cahaya yang telah berpihak padanya.
"Mulai saat ini, akan menjadi anggota sekteku ... Ling Tian Sect."
"Baik ketua sekte..." Mereka semua segera berlutut sambil menundukkan kepala mereka. Karena Kai telah memberi mereka kesempatan untuk balas dendam terhadap sekte cahaya. Mereka sangat berterima kasih kepada Zhukai.
"Ini adalah hadiah dariku."
Kai memberikan jutaan orang itu sebuah cincin ruang dengan sumber daya Kultivasi di dalamnya.
Sedangkan untuk para tetua, Kai memberi mereka sumber daya sekaligus sebuah buku yang mungkin membantu mereka menerobos ke tingkat berikutnya.
"Terimakasih banyak ketua sekte!!..."
Sorakan hangat menggema dengan keras di seluruh sekte Ling Tian. Sementara itu, setelah Kai menemui Lung Ken dan berbicara beberapa patah kata dengannya, Kai akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Alam Cahaya untuk memenuhi janjinya terhadap Ye Jin.
***
Bersambung...