
"Grr.. Hyahh..".
Gadis itu melompat dengan begitu cepat keatas dengan sebilah pedang pendek di tangannya. Seolah-olah terdapat jejak tanah di udar, gadis itu menginjak udara kosong.
"Eh, teknik ini sangat aneh.."
Slashh...
Puluhan sayatan pedang berwarna biru vmengarah pada Zhukai dengan kecepatan tinggi. Hanya dengan kibasan sayapnya, puluhan pedang itu segera menjauh dan menghilang.
Dari balik pusaran angin yang terbuat dari kebasan sayap Zhukai, muncul siluet hitam yang secara cepat menusuk padanya.
Whuss!!..
Kai menghindar dengan Langkah bayangan, dia membalas serangan gadis itu dengan sebuah pukulan keras.
"Hmm, ternyata pedang ini yang membuatnya dapat melukaiku dengan mudah.."
Ketika menerima pukulan dari Zhukai, gadis misterius itu secara tidak sengaja melepaskan pedang pendek dari tangannya.
Dia tersungkur kebawah, dia segera bangkit dan menyadari bahwa Pedangnya telah hilang.
Gadis itu mendongak keatas dan melihat Zhukai sedang bermain-main dengan pedangnya.
Wajahnya sedikit ketakutan dan ia mencoba untuk melarikan diri.
"Gadis kecil, kau mau kemana?" Kai tiba-tiba muncul di depannya dan tersenyum licik.
"Aaa.. M–Maafkan aku tuan, aku hanya ingin merahasiakan identitas asli ku.."
"Mwehehe, aku akan melepaskan mu asal...." Seringai di wajahnya semakin melebar, dia memasukkan pedang pendek kedalam Inventory.
Kai menatap tubuh gadis itu dan mengambil sebuah tali untuk mengikat kedua tangannya.
"Bajingan mesum!! Apa coba kau lakukan.." Gadis pemilik toko berteriak keras hingga suaranya terdengar di telinga Yu Chi Lan yang berada di dalam kereta kuda.
"Apa yang sedang dilakukan anak itu. Kenapa dia pergi begitu lama.." Karena jarak kereta kuda ke toko cukup jauh, Yu Chi Lan tidak menyadari adanya pertarungan disana.
Dia juga tidak mengaktifkan Persepsi Ilahi nya dan fokus bermain dengan putrinya.
"Ibu, kenapa kakak belum kembali juga?" Biao Jian yang sedang duduk di pangkuan ibunya mulai bertanya.
"Ibu juga tidak tahu, kamu tunggu dengan patuh disini ya. Ibu akan mencarinya.."
Yu Chi Lan membuka pintu kereta, dia segera melesat untuk mencari Zhukai di tempat toko yang di datangi nya.
Ketika dia sampai, pemasangan yang dia lihat membuatnya terkejut. Terlihat Zhukai sedang mengikat seorang gadis yang hanya menggunakan sehelai kain untuk menutupi tubuhnya.
"Mesum, apa yang sedang coba kau lakukan.." Yu Chi Lan berteriak keras, wajahnya memerah merona dengan pandangannya kebawah sedikit malu.
"Ah.." Menyadari bahwa Yu Chi Lan sedang salah paham, Kai segera melepas gadis itu dan melesat kearah nya.
"I–Ini tidak seperti yang kamu lihat Lan'er, aku hanya, hanya mengintrogasi nya saja.." Kai tertawa canggung dengan mata sedikit tertutup.
Meski begitu, Yu Chi Lan sama sekali tidak mempercayai apa yang Kai. Karena dia baru saja melihat Kai ingin memperkosa gadis tersebut, semua penjelasan yang Kai berikan hanya sia-sia.
"Diam, aku tidak percaya sedikitpun apa kau katakan... Aku akan memberitahu Jian'er apa yang kau lakukan saat ini.."
Yu Chi Lan berbalik, ketika dia ingin melesat pergi. Kai sudah menghadangnya terlebih dulu.
"Apa yang coba kau lakukan? Apa kau ingin menghentikan ku?"
Kai sadar bahwa dia sama sekali bukan tandingan Yu Chi Lan, tetapi dia memiliki rencana licik dalam benaknya.
"Menghentikan mu? Aku mungkin tidak bisa, tapi..."
Ssttt!!
Whusss!!
poinnya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
"Bajingan!! Cepat lepaskan aku.." Meski tubuhnya tidak bisa bergerak, tetapi Yu Chi Lan masih dapat berbicara.
Kai meninggalkan Yu Chi Lan dan kembali berjalan menuju gadis pemilik toko yang kedua tangan nya sudah terikat.
"B–Berhenti.. A–Aku minta maaf.." Sorot matanya begitu ketakutan, air mata mulai menetes keluar dari matanya.
"Tenang saja, aku tidak akan menanyai identitas mu. Aku hanya akan bertanya satu hal."
"Apakah kamu mengenal Meng Yudie?"
Sontak dengan pertanyaan Kai barusan, ekspresi wanita itu menjadi aneh.
Dia membuka mulutnya dan menjawab dengan suara terbata-bata, "Aaa.. Aku tidak mengenal orang yang kamu maksud.."
Dia mengalihkan pandangan tidak berani menatap Zhukai secara langsung.
"Tidak, aku bukan orang yang ingin mencelakainya. Bisa dibilang, aku ini adalah temannya."
Melihat ekspresi penuh ketulusan di wajah Zhukai, gadis itu melunak. Dia kemudian menjawab bahwa dirinya adalah adik Meng Yudie.
"Pantas saja, wajah kalian berdua sangat mirip.." Kai tertawa kecil, dia melepas ikatan yang mengikat tangan gadis itu.
"Oh sebelum itu, boleh aku tahu namamu? Aku Zhukai.."
"Ah, Aku Meng Nie..." Ucapnya dengan wajah sedikit malu.
"Kalau begitu, apakah kamu tahu sesuatu tengang Meng Yudie? Seperti, dimana dia saat ini?"
"Maaf Paman, aku tidak tahu dimana kakak saat ini. Dia sudah tidak pernah menghubungiku lagi sejak tiba di Benua Ini." Jelas Meng Nie sedikit sedih.
Kai menghela nafas panjang dan lanjut berkata, "Terimakasih, aku akan segera pergi.." Kai berbalik untuk pergi, dia menggendong tubuh Yu Chi Lan yang tidak bisa bergerak dan berjalan menuju ke Kereta kuda.
"Anu Paman, bolehkah aku ikut bersamamu?"
Dari belakang, Kai mendengar dengan sangat jelas suara Meng Nie. Dia berbalik dan melihat Meng Nie sedang berjalan kearahnya.
Meski terlihat seperti gadis kecil, tetapi Kultivasi Meng Nie tidaklah rendah. Dia sudah berada di Ranah Dewa Surgawi Tahap Kehancuran, sedikit lebih tinggi dari kakaknya.
Bukan hanya itu, pedang pendek yang dilakukanya tadi juga merupakan harta tak ternilai yang terbuat dari material langka.
Tanpa menanyakan alasannya lebih lanjut, Kai hanya mengangguk dan mengijinkannya. Tetapi dia masih belum menyerahkan pedang pendek itu pada Meng Nie lagi. Alasannya cukup sederhana, itu karena Kai belum percaya penuh dengan gadis itu.
Mereka bertiga berjalan kembali ke Kereta kuda, di dalam sana terlihat Biao Jian sedang duduk bosan sambil memandang keluar.
"Ah akhirnya kalian kembali, eh.. Kakak, apa yang telah terjadi pada ibu?" Melihat Yu Chi Kan terdiam dalam gendongan Zhukai, Biao Jian tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
Kai tertawa sebagai balasan, ketika mereka bertiga sudah masuk kedalam kereta. Kai segera memerintahkan kusir untuk melanjutkan perjalanannya.
Tujuannya saat ini adalah pergi ke kota kekaisaran bagian dalam. Karena di luar hanya menjual beberapa harta yang tidak menarik perhatiannya.
"Tunggu sebentar.." Kai tiba-tiba teringat tentang Aura misterius yang menarik nya.
Dia menatap Meng Nie yang berasa tepat di depannya dan bertanya, "Hei kamu, cepat keluarkan seluruh harta yang ada dibalik bajumu.."
"Bagaimana kau tahu?" Meng Nie begitu terkejut, mau tidak mau dia terpaksa mengeluarkan seluruh harta yang ada di dalam pakaiannya.
Dari berbagai harta tersebut, ada sebuah harta yang menarik perhatian Zhukai.
"Akhirnya ketemu.."
Itu adalah sebuah sepucuk kertas hitam legam dengan Rune kuno yang sedikit rusak. Tetapi karena mengeluarkan aura misterius, Kai sangat yakin bahwa jimat itu sangatlah berharga.
"Berapa harga untuk ini, aku akan membayar nya.." Kai mengambil sepucuk kertas itu dan bertanya.
"Itu? Itu hanya sampah, kau bisa mengambilnya."
"Kalau begitu terimakasih.."
Kai menyeringai lebar dan segera memasukkan jimat itu kedalam Inventory nya. Perjalanannya menuju bagian dalam kota masih terus berlanjut.
***
Bersambung..