
Setelah terbang untuk waktu yang lama, Kai akhirnya bisa melihat daratan di depannya. Itu hanya berjarak 100 mil darinya.
Whuss!!
Kai menambah kecepatannya dan melesat dengan sangat cepat kearah daratan itu. Hanya ketika Kai sampai, dia segera turun ketanah.
Dia melihat bahwa ada sebuah pelabuhan besar dan berbagai kapal disana. Ada ribuan orang yang sedang berdatangan dan mengantri untuk naik kapal.
Kai berjalan mendekat ke salah satu orang yang sedang mengantri dan bertanya, "Permisi paman, dimanakah tempat ini? Dan kenapa banyak sekali orang yang mengantri hanya untuk naik kapal."
Orang itu segera berbalik untuk menatap Kai, tak butuh lama dia segera menjawab pertanyaan Zhukai.
"Hmm, tempat ini bernama pelabuhan Kota Hitam. " Pria setengah baya itu kemudian menjelaskan secara kenapa banyak sekali orang untuk mengantri agar bisa naik kapal.
Para pemuda itu mengantri untuk naik kapal karena kapal itu akan berangkat menuju ke Akademi Fernir yang berada di Kerajaan Xiaoli.
"Terimakasih atas informasinya, ini terimalah.." Kai mengangkat tangannya dan memberikan dua batu raja kepada pria setengah baya itu.
"Ah, tidak perlu. Informasi seperti itu adalah hal yang umum. Tidak perlu membayar ku untuk itu." Pria tengah itu menolak dengan sopan.
Tetapi Kai masih tetap memaksa agar pria itu menerima batu raja yang dia berikan. "Kalau begitu terimakasih anak muda."
Kai mengangguk setelah itu ikut berjalan mengantri untuk naik kapal. Dia membeli buku pengetahuan tentang Dataran Luo di toko System nya. Sayangnya, informasi yang dia dapatkan dari buksangatlah minim.
Kai membayar 10 batu raja sebagai biaya naik kapal, setelah itu seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan di dalam kapal mulai menuntun Kai kearah Kamarnya.
Di balik pintu terdapat puluhan kamar dengan nomor yang terdapat di bagian pintunya. Kamar yang Kai pesan saat ini bernomor 9, dia terus berjalan dan akhirnya tiba di depan pintu kamarnya.
"Eh, tidak di kunci?" Kai mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa pintu kamarnya sudah terbuka.
Dia masuk kedalam dan melihat bahwa kamar yang dia pesan adalah untuk dua orang.
Byurr!!
Suara gemercik air terdengar dengan begitu jelas di telinga Zhukai, dia segera menuju ke kamar mandi untuk memeriksa.
Benar saja, tepat ketika dia berada di depan pintu, terlihat sosok bayangan seseorang yang sedang mandi.
"Hmm, akan tidak sopan jika aku menganggu nya, aku akan menunggu di sana sebelum menyapanya." Kai berbalik dan segera kembali ke tempat tidur.
Tak berselang lama, teman sekamar Kai segera keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaiannya.
"Halo teman sekamar, aku Zhukai salam kenal." Melihat sosok laki-laki yang keluar dari kamar mandi, Kai segera datang dan menyapa.
"Eh.." Tepat ketika kedua mata mereka berdua saling bertatapan, salah satu alis Zhukai naik.
"Apakah dia perempuan atau laki-laki?"
Karena wajah dari orang itu cukup cantik, Kai menduga bahwa itu seorang wanita. tetapi setelah dia melihat kearah dadanya, itu dangat datar dan tidak berisi.
"Hmm, dia punya jakun? mungkin dia seorang laki-laki dengan wajah cantik.." Pikir Kai dalam benaknya.
Pria itu tersenyum dan menjabat Kai, dia berkata dengan ramah. "Halo juga, namaku Zhi Feng."
Setelah memperkenalkan diri masing-masing, Kai segera kembali ke kasur nya dan mulai mengecek semua harta yang dia dapat dari merampok Keluarga Nalan dan Sekte DuanJin.
"Ini lumayan.." Kai mengambil sebuah botol berisi beberapa Pil dari dalam Cincin Ruang nya.
Ketika botol pil itu keluar, aroma harum yang begitu menyengat segera memenuhi ruangan. Zhi Feng yang juga sedang latihan sedikit terganggu dengan hal itu..
Dia membuka mata. dan menoleh kesamping, ternyata bahwa aroma harum itu berasal dari Zhukai yang saat ini berada di sampingnya.
"Ah, pil itu..." Zhi Feng membuka mulutnya dan terkejut dengan Pil yang akan Kai telan.
"Kau tahu pil ini?" Kai bertanya sambil menunjukkan Pil yang saat ini ada di tangannya.
Zhi Feng mengangguk, dia berkata dengan penuh kekaguman. "Itu Pil matahari tiga warna, aku pernah membacanya dari buku Alkimia, itu adalah Pil tingkat Dewa bintang 7."
Kai melempar botol berisi Pil itu kepada Zhi Feng sementara dirinya megambil sebuah botol yang lain.
"Eh, kenapa kamu memberikannya padaku? Bukankah pil ini cukup langka?" Zhi Feng terkejut dan bertanya.
Memang benar, di cincin ruang Kai saat ini, dia hanya memiliki dua botol yang tersisa. Tetapi pil seperti itu tidak akan cukup untuk menaikkan Kultivasinya.
"Tidak apa-apa, ambillah sebagai hadiah. Ngomong-ngomong, apa alasanmu naik kapal ini? Apakah kamu seperti yang lain, untuk datang ke Akademi Fernir?" Kai mengkonsumsi sepuluh butir pil secara bersama-sama sambil bertanya kepada Zhi Feng.
Zhi Feng menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian menjawab, "Tidak, aku bukan datang kesana untuk pergi ke Akademi Fernir. Aku datang kesana untuk memenuhi tugas dari tuanku.."
Terlihat perubahan ekspresi yang begitu jelas di wajah Zhi Feng yang membuat Kai merasakan hawa aneh di sekitarnya.
Tetapi atmosfer itu segera menghilang digantikan oleh sebuah senyuman lebar di wajah Zhi Feng.
Whuss!!
Tanpa butuh lama, energi dari Pil yang baru saja Kai telan mulai berfluktuasi di dalam Dantian nya.
Kai segera mengambil sikap Lotus dan menutup kedua matanya. Dia dengan santai mengalirkan energi itu keseluruh Meridian yang ada di dalam tubuhnya.
Energi Spiritual yang begitu murni merembes keluar melalui pori-pori kulit Zhukai hingga membuat Zhi Feng terkejut.
"Sungguh energi spiritual yang sangat murni." Ucap Zhi Feng dengan penuh kekaguman, dia kemudian mulai menelan sebutir pil dan mulai berkultivasi.
Dia bukanlah seorang monster seperti Kaibyang secara langsung mengkonsumsi banyak Pil.
Ketika malam hari menjelang, Kai menyudahi latihannya. Dia membuka mata dan melihat bahwa Zhi Feng masih berlatih.
"Hoaa.. Aku bosan berada di dalam kamar, aku akan jalan-jalan keluar dulu.." Kai berdiri dan merapikan tempat tidurnya..
Dia berjalan keluar dari kamar dan pergi keluar untuk menikmati udara segar di luar. Ada banyak sekali pemuda yang berada di luar sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh pelayan kapal.
Kai menatap keatas langit dan melihat bulan purnama yang begitu indah dengan cahaya keperakan yang menerangi seisi lautan.
"Jadi seperti ini rasanya naik kao diatas laut, menyenangkan sekali." Kai tersenyum puas dan duduk disebuah kursi kosong yang berada tak jauh darinya.
"Permisi, apakah tuan ingin memesan sesuatu." Seorang pelayan wanita datang dan bertanya dengan senyuman manis diwajahnya.
"Oh, beri saja aku makanan terenak di kapal ini dan jangan lupa satu kendi arak."
Pelayan wanita itu mengangguk dan segera pergi untuk menyiapkan pesanan Zhukai. Tak butuh waktu lama, pelayan wanita itu kembali dengan makanan dan satu kendi arak.
Hanya dari pandangan sekilas saja, Kai segera tahu bahwa itu adalah makanan yang sangat enak.
"Terimakasih.." Kai membayar 10 batu roh untuk makanan yang dia pesan.
Sebelum dia bisa menikmati makanannya, terdengar suara teriakan seseorang dari bagian depan kapal.
"Apa yang sedang terjadi.." Kai mengerutkan keningnya dan segera melesat dengan cepat menuju ke bagian depan kapal.
Begitu terkejutnya dia dengan kemunculan sesosok monster seperti gurita, dengan banyak tentakel di tubuhnya.
"Yi'er, Analisis.."
Ding
Nama : Gurita Racun.
Umur : 7.450 Tahun.
Kultivasi : True God, Dewa Surgawi Tahap Kehancuran.
***
Bersambung..