
Di tengah alun-alun Desa klan fox, kerumunan orang mulai memenuhi lapangan yang tidak cukup besar di tengah-tengah desa.
Tetua agung saat ini sedang memimpin para anggota klan mengarah kesana, terlihat Kai dan Patriak Ming sedang bersenda gurau.
"Kai muda, saya telah membawa seluruh anggota klan yang berjumlah 350 orang." Tetua Agung memberi hormat dan berkata.
Kai mengangguk dan melihat seluruh klan fox yang saat ini sedang memandangnya dengan penuh hormat, bahkan ada yang menyembahnya seperti dewa.
"Kalian semua, apakah kalian ingin menjadi kuat?"
Para anggota klan fox saling memandang dengan tatapan bingung ketika mendapati pertanyaan tidak masuk akal dari Zhukai.
"Tentu saja!" Mereka semua mengangguk dan menjawab bersama-sama.
"Bagus!! Ini hadiah untuk kalian!"
Di belakang Kai terlihat sebuah karung raksasa, ketika dia membuka ikatan yang menutup karung tersebut, seketika keluar aroma yang sangat harum membuat para anggota klan mabuk.
"Ini ... Harum sekali."
Patriak Ming yang berdiri di sisi sebelah kanan Zhukai terkejut ketika mendapati hidungnya mencium aroma yang memabukkan. Ia tahu bahwa ini adalah aroma dari sebuah Pil.
Di kantung besar tersebut dapat terlihat dengan jelas ratusan botol kaca yang tertutup rapi, anehnya bau dari dalam botol kaca itu dapat merembes keluar.
"Ini adalah Pil Bintang 7, terdapat 500 botol dari kantung ini, Setiap orang mendapat satu botol dan sisanya akan disimpan di gudang klan."
Kai mengambil salah satu botol dan membukanya, kemudian Ia mulai menjelaskan tentang manfaat dari Pil. Pil ini juga disebut sebagai Pil Pemurnian tubuh. Jika dikonsumsi oleh seorang Kultivator yang masih berada di Ranah pembentukan Qi dan Pembentukan Core maka bisa membawa efek yang lebih besar dan membantu menerobos dengan mudah.
Setelah mendengar dengan jelas manfaat dari Pil Pemurnian tubuh, Para anggota klan terkejut, bahkan Patriak Ming juga tertegun mengetahui efek dari Pil tersebut.
Patriak Ming saat ini sudah memasuki Ranah Pejuang perunggu Tier 2, Pil Pemurnian tubuh hanya membawa sedikit manfaat pada dirinya, tetapi untuk orang lain itu merupakan harta yang tidak ternilai.
,"Terima kasih Kai muda, Klan fox akan berjanji akan selalu mengikuti Kai muda." Patriak Ming membungkuk dan mengucap terima kasih dengan tulus.
"Paman Ming, ini hanyalah Pil bintang tujuh, Jika Pil ini berada di Alam kultivator itu bisa dianggap sampah oleh mayoritas orang."
Tubuh semua orang menegang, setelah mendengar kata Sampah dari mulut Zhukai, mereka seakan-akan ingin muntah darah. Bagi mereka Pil ini merupakan harta tak ternilai tapi bagi mayoritas orang yang tinggal di Alam Kultivator ini dianggap sampah?. Dan juga, apa itu Alam Kultivator, mereka belum pernah mendengar nya.
Semua orang memang tidak mengetahui apa itu Alam Kultivator tetapi Patriak Ming tahu karena pernah membaca catatan kuno yang di tinggalkan leluhur.
Kai juga pernah bertanya tentang Alam Kultivator sebelumnya, tetapi sat ini Patriak Ming hanya menjawabnya tanpa memikirkannya sekarang, Ia setelah memahami apa yang baru saja Kai katakan, Tubuh Patriak Ming bergetar.
"Kk.. Kai muda, jangan-jangan Anda pernah memasuki Alam Kultivator!?"
Kai juga bertanya-tanya berapa banyak Poin System yang ia miliki sekarang, setelah membantai para Nyamuk darah di tambah dengan Poin yang Kai dapat dari Ratu Nyamuk, ia memperkirakan Poin miliknya akan mencapai 200 Milyar.
Tubuh Patriak Ming menegang, Ia tidak pernah menyangka pemuda didepannya pernah memasuki Alam Kultivator, dari catatan leluhur, disebutkan bahwa Alam Kultivator memiliki sumber daya yang melimpah, bahkan energi spiritual di sana berkali-kali lebih padat dari pada di Bumi.
"Aku saat ini sedang mengalami cidera yang membuat basis Kultivasi ku menurun, Jika aku berhasil menembus Ranah Pendekar Raja, aku akan membawa klan fox bersamaku menuju Alam Kultivator."
Suasana di tengah alun-alun sunyi akibat pernyataan yang Kai ucapkan, menembus Ranah Pendekar Raja? Membawa klan fox ke Alam Kultivator?.
Para anggota klan menatap Patriak Ming dengan rasa ingin tahu, setelah melihat perubahan ekspresi di wajah Patriak Ming. Mereka tahu bahwa Patriak mereka memahami apa yang Zhukai ucapkan.
"Patriak, Apa itu Alam Kultivator?" Seorang tetua yang sudah tak bisa menahan rasa ingin tahunya mulai bertanya.
Patriak Ming menoleh, ia menghela nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang ia ketahui tentang alam Kultivator, ia juga menceritakan isi catatan leluhur yang menyebutkan bahwa Klan rubah awalnya berasal dari Alam Kultivator.
Ia juga menceritakan tentang Alam Kultivator yang memiliki Energi spiritual yang lebih pekat serta sumber daya yang melimpah.
Kai berdiri sambil tersenyum, ia sudah menduga akan seperti ini. "Baiklah, aku tidak punya waktu, kurang dari satu bulan dari sekarang aku pasti akan mencapai Ranah Pendekar Raja. Dalam kurun satu bulan ini selain berlatih, aku ingin kalian mengumpulkan beberapa klan binatang buas lainnya yang ingin bergabung, Jika mereka tidak mau tidak usah memaksa."
Karena mereka menolak, kenapa ia harus memaksa. Bahkan jika mereka mau ikut, itu tidak terlalu mempengaruhi kekuatan yang kai miliki, tapi jika mereka mau ikut secara sukarela Kai akan memperlakukan mereka dengan baik dimasa depan.
Kai berjalan mendekat kearah Patriak Ming dan menyerahkan sisa pil yang ia miliki, ia juga meminta Patriak Ming untuk mencarikannya beberapa herbal langka untuk menyuling Pil.
Sekarang, Kai harus memfokuskan dirinya untuk meningkatkan basis Kultivasi. Ia juga akan meminta kepada ibunya untuk tidak pergi ke sekolah selama satu bulan.
Walupun ia tahu bahwa nanti ibunya akan menolak keinginan nya, tetapi Kai tetap bersikukuh untuk bertanya.
Ia berpamitan dengan Patriak Ming, tepat sebelum ia berbalik untuk pergi, ia mendengar Yola memanggilnya.
"Kai tunggu dulu!!"
Tanpa sadar ia berbalik dan melihat bahwa Yola sedang berlari kearahnya. Ia tersenyum ringan setelah dan bertanya, "Ada apa Yola?"
Dia mendekat kearah Kai dengan malu, "Emm, Anu.. Apakah kamu mau ikut makam malam bersama kami?"
Kata-kata Yola bergema di telinga Patriak Ming, ia sangat tahu sifat putrinya yang sangat keras kepala dan sedikit nakal, tetapi di depan Kai seolah-olah ia bersikap seperti gadis lembut dan anggun.
"Baiklah." Kai tidak menolak ajakan Yola, bagaimanapun saat ini ia dan Yola sedang berpacaran dan jika ia menolak ajakan nya itu pasti akan menyakiti hatinya.
Jawaban yang keluar dari mulut Kai membuat hati Yola berdebar-debar, ia bersemangat menarik lengan Kai meninggalkan kerumunan.''