
Boom!!
Kai dan juga Kaisar Huo telah bertukar Teknik sebanyak 100 serangan tapi tak ada tanda-tanda dari salah satu akan tumbang.
Hingga saat Pertukaran Serangan ke 150 Kalinya Kaisar Huo terpental ke belakang sejauh 7 meter dengan nafasnya yang sudah terengah-engah.
Ia mengambil sebutir Pil Pemilih Qi dari dalam Cincin Ruangnya dan memakan, Mereka berdua kembali menyerang satu sama lain.
"Ini Menyenangkan.... Anak Muda ayo kita terus bertarung hingga salah satu dari kita mati." Seru Kaisar Huo sambil menarik nafas panjang.
Whuss!!
"Ting.... Ting... "
"Teknik Pedang Pemusnah, Gerakan Kedua Palm Illusion."
"Teknik Leluhur Darah, Pedang Raja Syura."
Kedua Teknik itu saling bentrok Hingga Pedang Yang Kaisar Huo Genggam terbelah menjadi 2. Akibatnya Kaisar Huo pun terkena Teknik Pedang Pemusnah yang Kai keluarkan hingga membuatnya kehilangan Lengan Kanan.
"Argghh...' Teriak Kaisar Huo mengerang kesakitan.
Ia dengan Cepat mengalirkan Qi miliknya untuk menghentikan pendarahan di lengan Kanan nya.
"Hahaha... Nak Aku sudah Kalah, Cepatlah akhiri hidupku." Pinta nya dengan Raut Pucat.
Kai tetap memasang wajah dinginnya tanpa keraguan langsung menebas leher Kaisar Huo hingga terlepas dari tubuhnya.
"Kaisar Kalian Telah mati di tangan ku, Sekarang aku memberikan kalian dua Pilihan menyerah atau mati!!" Seru Kai dengan tangan kanan nya memegang kepala Kaisar Huo yang baru saja ia penggal.
Para Penyerang dari Benua Tengah tidak bersuara sedikitpun, keheningan berlangsung selama 1 Menit hingga terdengar suara gelak tawa di antara para Kultivator benua tengah.
"Hahaha... Hahaha... Nee Pria tampan, jika kau menganggap dengan menghabisi Kaisar Huo akan mengakhiri Perang ini, Kau terlalu Naif!!." Ucap seorang wanita dengan tubuhnya yang penuh dengan Zirah.
"Para Pasukan Cepat aktifkan Array Kutukan Darah!!"
"Baik Jendral!!"
Whuss!!
Dengan Cepatnya Para Penyerang yang tersisa membentuk sebuah Array yang melingkari Para Pasukan tang Kai Bawa.
Dalam waktu 1 Tarikan nafas Lingkaran Array telah menyala yang tandanya bahwa Array yang mereka siapkan telah Aktif.
Sebuah Asap berwarna merah muncul entah darimana yang membuat para Tumbuhan disekitar asap itu langsung lagu dan kehilangan daya hidupnya.
Namun hal itu tidak membuat para Prajurit dari Kekaisaran Elang Api gentar sedikitpun, mata mereka tidak menunjukkan adanya keputusan melainkan Perjuangan untuk melindungi seseorang yang berharga baginya.
Kai tidak bisa menahan senyumannya, Ia melangkah maju dan melambaikan tangan nya.
Whuss!!
Dalam hitungan detik Array yang Dibuat oleh Penyerang dari Benua tengah telah hancur dan digantikan oleh gumpalan Qi yang beterbangan.
"Uhukk!! Uhukk!!"
Satu Persatu Orang yang membuat Array kutukan darah itu langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
Hal ini dikarena karena adanya keterikatan antara Sudut Array dan juga jiwa mereka, Jika Array Pecah Maka jiwa mereka juga akan ikut terluka.
Wanita yang baru saja memerintahkan Para Kultivator Benua tengah menjadi marah dan mulai mengigit kuku jarinya yang cukup panjang.
"Sial Dia juga seorang Master Array, Bahkan tingkatannya tidak lebih rendah dari Pelayang Yang Mulia, aku harus mencari cara untuk melarikan diri dan memberitahu kabar ini pada Yang Mulia." Gumam Wanita dengan baju Zirah itu kesal.
Saat dirinya tenggelam dalam pemikirannya, Kai dengan cepat Menerjang kerahnya tanpa ia sadari.
"Tinju Kaisar, Gerakan Pertama. Tinju Penghancur."
Pukulan Kai tepat mengenai Pusat Perut dari Wanita Berbaju Zirah di depannya dan menimbulkan sebuah ledakan yang sangat hebat.
Duarr!!!
"Akkhhh..." Tanpa di duga wanita itu terpental sejauh ratusan meter hingga tubuhnya menabrak sebuah Pohon raksasa dan membuatnya patah.
Saat Dirinya hendak Bangkit, Kai telah berada di depannya dan kembali memukul Perutnya hingga terpental sekali lagi.
Kai terus melakukan serangan seperti itu Hingga Zirah Wanita di depannya Pecah disertai dengan Tubuh yang berlumuran darah..
Wanita itu mencoba bangkit tapi tubuhnya tak merespon dikarenakan luka nya yang sangat parah.
"Bajingan ini ternyata belum mengeluarkan seluruh kemampuannya saat pertarungan tadi, Dia hanya seorang Dao Realm kenapa bisa sekuat ini... Haruskah aku membuka segel itu?" Batin Wanita itu yang sudah tak mampu lagi mempertahankan kesadarannya.
Melihat Kai yang telah mengenyam Pedang besar di tangan kanan dan hendak menusuk perut Wanita Berzirah.
Tak punya pilihan Lain Wanita itu dengan cepat melepas sebuah cincin di jari manisnya dan langsung membuangnya.
Whuss!!!
Kilatan Cahaya bersinar terang yang membuat Kai menutup matanya menjauh, Saat Siluet Cahaya perak itu menghilang terlihat Wanita Berzirah tadi terbang ke langit menatap Kai dengan penuh kebencian.
Fisik Wanita itu berubah Total, Kulit yang awalnya berwarna Putih mulus berubah menjadi Merah, Muncul 2 Pasang sayap di belakang punggungnya. Matanya berubah menjadi hitam serta munculnya 2 Tanduk panjang menyerupai seorang Iblis.
"Iii.... Iblis!!" Teriak Salah seorang di belakang Kai.
"Iblis? Dari Novel yang kubaca di bumi dulu, Iblis digambarkan sebagai Ras Kuno yang membantai manusia untuk kesenangan mereka sendiri!! Tapi ada juga beberapa Iblis yang memiliki Sifat Baik... Kuharap aku dapat bertemu salah satu dari mereka untu aku jadikan teman." Gumam Kai pelan.
"Yi Analisis..."
[Memuat Analisis...]
Ding
(Status)
Nama: Jiang Lin
Ras: Demon
Usia: 1000+
Identitas: Pelayan Raja Iblis.
"Pelayan Raja Iblis!! Jika Pelayannya sekuat ini bagaimana dengan Raja Iblis..."
Saat pandangan Kai tertuju pada Laya Hologram di depannya Ia tak sadar bahwa sebuah bola api raksasa sedang mengarah kepadanya.
"Cih!! Hanya seorang Ranah Dao berani mempermalukan ku seperti itu!! Matilah Bajingan."
Boomm!!!
Kabut Asap mulai menyelimuti tempat Kai berada, "Apakah dia sudah mati?" Ucapnya sambil melirik kebawah.
Bamm!!
Sebuah Pukulan yang sangat keras mengenai Punggung wanita itu dan membuatnya terpental ketanah.
Duarr!!
"Fuhh!!! Kulitnya sama kerasnya dengan Kaisar Idiot itu."
Kai memandang Tanah tempat ia Iblis itu terjatuh dan melihat bahwa iblis itu tidak terluka sama sekali.
"Perbedaan 3 Ranah memang tidak bisa diremehkan, Walaupun Aku memiliki beberapa tubuh spesial tapi itu tidak cukup untuk mengatasi perbedaan nya."
Dirinya juga tak berniat untuk mengaktifkan Title Kaisar Bintang yang merupakan kartu As miliknya, ia hanya akan menggunakan nya dalam keadaan genting saja.
"Teknik Thousand Sword Spirit."
Ribuan Pedang Roh muncul dibelakang Kai, Karena penguasaan Kai telah mencapai tingkat maksimal dirinya dapat menggabungkan Pedang Roh itu dengan Elemen ya g ia miliki.
Untuk saat ini Kai sudah menguasai 4 Elemen, Yaitu Elemen Api, Cahaya, Es, Kegelapan. Ia menggabungkan Pedang Roh dengan Elemen Cahaya dan juga Elemen Es.
Whuss!!
Ratusan Pedang Roh itu mulai melesat menuju satu titik yaitu Iblis wanita yabg sedang berdiri tegak di tanah.
Bamm!!.
Duarr!!
Karena Kecepatan pedang itu terlalu cepat untuk dilihat, Bahkan serangan itu dapat membunuh Ribuan Kultivator Ranah Saint dalam sekejap. Tapi Kai juga harus menghabiskan Energi yang sangat besar.
Tanah yang terkena Serangan Kai berbuah menjadi Kawah raksasa, Tak berhenti sampai disitu, Kai mengaktifkan Tubuh Kaisar Petir dan mulai memanggil sebuah petir Kuno namun Petir Kuno itu hanya mengandung 10% dari kekuatan aslinya.
Meski begitu Petir Kuno sudah dapat membunuh Seorang Kultivator dalam sekejap, Kai mengubah Petir Kuno itu menjadi sebuah tombak dan melemparnya kearah Kawah Tempat Iblis itu berada.
"Ha... Ha.... Ha... Aku terlalu berlebihan untuk menghabiskan Energi dari dalam diriku." Ujar Kai dengan tubuhnya yang bercucuran keringat.
Saat dirinya dalam sedang kelelahan muncul sebuah serangan dari bawah menuju dirinya.
Boomm!!!
Kai terkena serangan itu dan terjatuh ke tanah, Ia melihat sumber dari serangan itu dan mendapatkan sebuah serangan kembali mengarah pada dirinya.
Kai dengan cepat menghindari serangan itu dan berdiri sambil mengusap sedikit darah di bibir nya.
"Cuhhh!!! Seberapa Kuat pertahanan wanita itu dengan semua seranagn terkuat ku ia masih dapat menahannya bahkan membalas ku."
Saat Kabut Asap di Kawah mulai menghilang terlihat seorang Iblis wanita dengan Kondisi salah satu sayapnya telah robek akibat serangan yang Kai berikan. Tubuh Iblis itu juga sangat buruk kedua tanduknya Patah, terdapat luka tebasan di setiap bagian tubuhnya bahkan pakaian yang ia pakai juga ada beberapa yang sobek.
"Haha... Pria tampan Kau hanya seorang Dao Realm tapi sudah sekuat ini, Bagaimana jika kau telah menerobos Ke Ranah Raja Dao? Kaisar Dao? Bahakan Rajaku Sendiri tak dapat menghentikan mu... tapi itu semua sudah terlambat karena kau akan mati disini."
Iblis Wanita yang sudah berdiri tegap mulai menerjang ke tempat Kai berada, Saat jarak Antara dirinya dan Kai terpisah 10 Meter, Kai mengambil sebuah Kertas tipis dari Inventory dan menyobeknya.
Ding~
[Kontrak Budak telah diaktifkan, Mendeteksi Seseorang dalam jarak 15 Meter..... Terdeteksi adanya seorang Iblis dalam jarak 10 Meter, Apakah Tuan Ingin menjadikannya seorang Budak, Y/N]
"Ya.."
[Kontrak Telah berhasil dibuat..."
Seketika Muncul sebuah Kalung di Leher Iblis Wanita yang membuatnya mengerang Kesakitan.
"Ahh... Kenapa Bisa muncul sebuah Kalung di leherku... Ahh Kepalaku sakit." Teriaknya sambil Memegangi Kepalanya dengan kedua tangan.
Kai Mengangguk Puas, Tak sia-sia Ia menghabiskan 5 Milyar Poin untuk membeli Kontrak Budak, Tapi ketika melihat efeknya seperti ini Ia sangat Senang.
"Hei Gadis Iblis Cepat kemari!!"
Iblis Wanita yang tengah kesakitan itu dengan mudahnya menuruti apa yang Kai katakan, Dirinya berjalan kearah Kai Sambil menahan rasa Sakit di kepalanya.
"Hhh... Hei Manusia Apa yang telah Kau lakukan padaku, Cepat Hilangkan teknik busuk mu itu jika tidak, Ayahku tidak akan pernah mengampuni Dirimu." Ancam Iblis Wanita menatap Kai dengan penuh kemarahan.
"Banyak Bacot!!"
"Plak.."
Kai menampar Pipi Kanan Iblis wanita sehingga membuat Pipinya menjadi merah, Ia semakin marah kepada Kai, Ia tak memperdulikan Rasa Sakit di kepalanya dan menyerang Kearah Kai.
"Manusia Matilah!!"
Kai diam tidak bergerak dan hanya mengucapkan satu Kata, 'Diam!!"
Deg
Seketika Sakit Kepala yang dialami oleh Iblis Wanita itu bertambah parah hingga membuatnya kehilangan kesadaran.
Melihat Kejadian itu Kai langsung memerintahkan Para Prajurit untuk menghabisi Para Penyerang yang tersisa dari Benua Tengah.
Kai menggendong Iblis itu dan membawanya terbang entah Kemana.