Re-system

Re-system
Sedikit Nasehat Dari Zi Lin Yue



"Jadi, kamu membantu Jiang'er karena bermaksud menjadikannya sebagai muridmu?" Kai bertanya sambil duduk bersandar di tembok Goa dengan Lin Yue yang duduk disampingnya.


"Itu benar, Adik Jiang sangatlah berbakat


Dengan bakat seperti itu, dia pasti akan menjadi sangat kuat di masa depan. Bahkan melampaui kekuatanku saat ini." Ujar Lin Yue sambil meminum sebotol air mineral yang Kai berikan padanya.


"Jadi seperti itu... Terimakasih telah menjaga Jiang'er selama aku tidak ada. Tetapi aku dengan tegas menolaknya." Kai menghela nafas sambil menatap Lin Yue dengan tatapan tegas.


"Apa!! Kenapa kamu yang memutuskan, Adik Jiang telah berjanji kepadaku untuk menjadi murid mu setelah aku membantunya menyelamatkan mu.." Lin Yue mengerutkan keningnya dan berkata dengan sedikit marah.


Kai tersenyum kecut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Lin Yue, Jika bukan karena perlindungan dari Lin Yue. aada kemungkinan Jiang Lin akan terbunuh sebelum bertemu dengan Zhukai.


"Mau bagaimanapun perkataan mu, aku tetap tidak setuju. Aku baru saja bertemu dengan Jiang'er, dan kamu bermaksud membawanya pergi? Oh tentu saja aku akan menolak dengan tegas.." Kai terkekeh sambil bersikap acuh tak acuh.


"Kamu!!..." Zi Lin Yue melotot tajam kearah Zhukai, sorot matanya dan juga mata Zhukai saling bertatapan.


Hanya berselang beberapa detik, hal Ini mengingatkan Lin Yue tentang ciuman panas kemarin.. "Ah~ Kenapa aku tiba-tiba mengingat hal memalukan itu.." Lin Yue bergumam pelan dengan wajahnya memerah.


Melihat perubahan sikap Lin Yue secara tiba-tiba, Kai tidak dapat menahan diri untuk mengerutkan kening.


"Emm. Halo.. Lin Yue?" Kai melambai-lambaikan tangannya tetapi tidak ada respon dari Lin Yue.


Di detik berikutnya, Zi Lin Yue yang sudah kembali mendapatkan akal sehatnya benar-benar sangat malu mengingat kejadian barusan.


"I–Itu tidak seperti yang kau pikirkan oke? Aku pergi dulu kalau begitu.." Zi Lin Yue menghilang meninggalkan jejak aroma tubuhnya yang begitu harum.


"Sungguh wanita yang misterius.."


Kai berdiri dan berjalan mendekat kearah Jiang Lin. Dia segera duduk mengambil sikap Lotus dan menyandarkan kepala Jiang Lin di bahunya.


"Tidur yang nyenyak sayang.." Kai mencium Jiang Lin tepat di keningnya setelah itu mengelus beberapa Pil dan menelannya.


Whuss!!


Di dalam Tubuh Zhukai, selain Dantian nya yang telah di perluas, Meridian nya juga telah diperkuat sampai tingkat tertentu.


Dengan bantuan Budidaya Pelahap Bintang, Mai dapat dengan mudah memurnikan Energi kotor di dalam Dantian nya dan membuangnya melalui celah-celah pori kulit.


Setelah efek dari Pil menghilang, Kai membuka mata dan mulai mengambil beberapa Pil lagi. Dia terus mengulangi proses tersebut hingga pagi hari berikutnya menjelang.


Fajar telah tiba, matahari mulai terbit dari timur. Sinar matahari yang hangat mulai masuk kedalam Goa melalui celah retakan yang ada di dalam Goa.


"Hoaamm..." Seorang wanita menguap dari tidur pulas nya, dia menggosok-gosok keuda matanya dan segera melihat area disekitarnya.


"Ah~.." Betapa terkejutnya dia ketika melihat bahwa Kai saat ini sudah ada di sampingnya, apalagi pundak Zhukai basah kuyup karena air liur yang keluar dari mulutnya Jiang Lin ketika sedang tidur.


Melihat Kai sedang berlatih dan tidak menyadari hal yang memalukan darinya, Jiang Lin bernafas lega.


"Hehe, bahkan ketika berlatih kamu terlihat sangat tampan.." Jiang Lin terkekeh sambil menyentuh-nyentuh pipi Zhukai.


Jiang Lin berdiri dengan memakai selimutnya menutupi badannya, dia segera keluar dari Goa untuk mencari Lin Yue berada.


Dari atas sebuah dahan pohon yang berada beberapa meter dari Goa, terlihat Lin Yue sedang duduk sambil memandang dimana matahari baru saja terbit.


"Kakak Yue.. Apa yang kamu lakukan disana, ayo cepat masuk kedalam Goa.."


Mendengar suara yang begitu polos dari Jiang Lin, Lin Yue menoleh dan segera melompat turun. Dia berjalan begitu anggun memasuki kedalam Goa.


Ketika dia sudah masuk kedalam Goa, ia melihat Zhukai sedang berlatih dengan memurnikan beberapa Pil Dewa.


"Cih, Dasar maniak latihan!.." Lin Yue mencibir pelan.


Mendengar apa yang dikatakan Jiang Lin, Zi Lin Yue mengangguk. Dia sangat paham betul hukum rimba di Dunia ini..


Yang kuat memangsa yang lemah..


Jika kau terbunuh dalam suatu pertarungan, itu adalah salahmu sendiri karena lemahnya dirimu.


Menjelang malam hari, Kai menghentikan latihannya. Setelah dia menerobos ke ranah Dewa Ilahi Tahap Surga.. Daya ledak serta pertahanan dari Tubuh Iblisnya meningkatkan dengan pesat. Organ dalam, otot, tendon, tulang, dan kulit Zhukai juga telah meningkat beberapa kali lipat dari sebelumnya.


Dengan kekuatannya saat ini ditambah dengan Title 'Dewa Bintang' dan 'Sang Penakluk'. Kai sangat yakin dapat bertarung dengan seimbang melawan Heaven God Tahap Bumi.


"Huh Haah..." Kai menoleh kesamping dan menyadari bahwa Jiang Lin tidak ada disisinya, dia berdiri dan berjalan keluar. Tiba-tiba langkahnya berhenti ketika mendengar pembicaraan Jiang Lin dengan Lin Yue.


"Kakak Yue.. Aku benar-benar minta maaf, aku tidak bisa menjadi muridmu.. Aku–.."


"Sshhh.." Lin Yue menghentikan Jiang Lin berbicara sebelum menyelesaikan kalimatnya, " Aku tahu Adik Jiang.. Itu pasti karena dia bukan? Meskipun aku tidak bisa menjadi gurumu, tetapi kini bukankah aku adalah kakakmu?" Lin Yue tersenyum manis.


"Huaa.. Kakak~..." Jiang Lin segera memeluk Lin Yue dengan erat, baru kali ini dia dapat merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang Kakak perempuan sekaligus temannya yang berharga.


Sementara itu, Kai sudah pergi cukup jauh dari tempat mereka berdua. Di bawah angin malam yang berhembus dingin. Kai memetik sebuah ranting pohon dan mulai mengalirkan Qi miliknya kedalam ranting pohon itu.


Swosshh!! Swosshh!!


Penguasa Zhukai terhadap pedang kini semakin mahir dalam waktu ke waktu. Tak berselang lama semenjak dia berlatih pedang, Lin Yue datang sambil bersiul pelan.


"Mengapa kamu kesini?" Kai bertanya dengan acuh tak acuh.


"Mengapa? Apakah aku tidak boleh datang kemari?"


"Bukan begitu.. Hahh..." Kai menghela nafas dan membuang ranting kayu yang sudah rusak karena energi Qi yang terlalu berlebihan.


"Kenapa kamu tadi pergi sebelum mendengar jawaban dari Adik Jiang?" Lin Yue bertanya dengan penuh rasa penasaran.


Kai masih mengatur nafasnya setelah latih, setelah itu dia menatap Lin Yue dengan lembut.


"Tidak ada alasan khusus.. Meski aku menolak Jiang'er untuk menjadi muridmu, tetapi itu hanyalah keputusanku sepihak dan aku tidak ingin memaksa Jiang'er untuk mematuhi apa perkataan ku. Jika memang Jiang'er setuju untuk menjadi muridmu, aku akan menghargai keputusannya." Kai duduk di sekitar Padang rumput sambil memandangi langit malam yang berbintang.


"Kamu ternyata pria baik rupanya.." Lin Yue berkata dan ikut duduk tepat di samping Zhukai.


"Hehe, Pria baik? Aku telah membunuh hampir jutaan nyawa orang entah itu baik atau jahat.. Bagaimana bisa orang seperti itu disebut Pria baik?" Kai tertawa kecil sambil menatap keatas langit dengan penuh kesedihan.


Zi Lin Yue terdiam, meski dia telah hidup untuk waktu yang sangat lama. Tetapi ia tidak memiliki sedikitpun pengalaman untuk mengubur orang pada saat seperti ini.


"Begitu ya? Yah kamu benar. Kamu bukanlah seorang pria yang baik, tetapi seseorang yang sangat jahat!..." Lin Yue terkekeh seolah-olah dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk menghibur Zhukai.


"Gadis ini..." Kai menggerutu dengan kesal, Kai menduga bahwa Lin Yue akan mencoba menghibur nya tetapi itu malah sebaliknya.


"Tetapi... Percaya dirilah dengan apa kata hatimu. Kamu bukan seorang Dewa yang bisa memutar balik waktu untuk kembali ke masa lalu. Pikiranlah masa depan dimana kamu harus hidup bersama dengan orang-orang yang kamu cintai."


Kai terkejut atas perkataan Lin Yue barusan. Dia menatap Lin Yue dengan tatapan kosong dengan mulut sedikit terbuka.


Sementara itu, Lin Yue yang mendapat tatapan aneh dari Zhukai menjadi tersipu malu.


"A–Apa yang kamu lihat..." Dia berkata dengan nada gugup.


"T–Tidak, aneh saja mendengar itu darimu, tapi terimakasih..."


***


Bersambung..