Re-system

Re-system
Alam Dewa!!



Alam Dewa!!!


Ini adalah sebuah Tempat dimana setiap orang yang berhasil menerobos batasan berada. Realm Dewa adalah sebuah tujuan bagi para Kultivator lainnya, Hanya ketika orang itu berhasil menerobos Realm Dewa, umur mereka bukan lagi masalah, selama jiwa mereka belum mati, mereka dapat mengembalikan tubuh kembali.


Di Alam Dewa ada 7 Dataran yang berjajar secara vertikal, masing-masing dipisahkan oleh sebuah tempat yang disebut... AhZhuan.


AhZhuan terlihat seperti sebuah pelindung yang memiliki ruang di dalamnya. AhZhuan berada tepat di ketinggian langit. AhZhuan juga dikenal luas sebagai pemanggil Kesengsaraan Ilahi oleh para Kultivator kuat lainnya.


Dataran di Alam Dewa di bagi menjadi :


-Dataran Luo (Terkuat)


-Dataran Jie


-Dataran Nuo


-Dataran San


-Dataran Xie


-Dataran Xuan


-Dataran Gao (Terlemah)


Dataran Gao yang merupakan Dataran terlemah di Alam Dewa saja memiliki kapasitas Qi yang begitu padat, setidaknya itu ratusan kali lebih padat dari Alam Immortal.


Jika seorang Kultivator berhasil menerobos Realm Dewa dan bermaksud memasuki Alam Dewa, mereka akan ditempatkan di Dataran terlemah yaitu Dataran Gao. Jika mereka bermaksud untuk naik ke Dataran yang lebih tinggi, mereka harus dapat melewati AhZhuan atau selamanya tinggal di Dataran Gao.


****


Di sebuah Celah Ruang yang begitu besar, terlihat sebuah tituk putih yang mengeluarkan sebuah sinar yang begitu silau, karena ruang yang begitu gelap itu, titik putih menjadi satu-satunya cahaya yang bersinar.


Titik putih itu tiba-tiba berhenti, ketika cahaya putih menghilang, Titik putih itu berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.


"Sial, kenapa aku tiba-tiba berhenti disini, Tujuanku adalah Alam Dewa." Gerutu pemuda itu dengan Kesal, dia memandang ke samping kanan kiri dan hanya warna hitam yang di tangkap oleh matanya.


"Sebenarnya dimana ini.." Pemuda itu yang tidak lain adalah Zhukai mulai berjalan lurus kedepan tetapi langkahnya terhenti ketika sebuah notifikasi System terdengar di Kepalanya.


[Disekitar sini terdapat banyak sekali Dao Ruang, Apakah Kai Gege ingin mempelajari nya?]


Kai mencoba berfikir sejenak, kemudian ia tanpa ragu mulai duduk dan menutup matanya.


Whusss!!


Seketika aliran tidak diketahui memasuki tubuhnya, detik berikutnya Kai membuka mata dan menjerit dengan sangat keras.


"Argghh.."


[Kai Gege jangan bertindak ceroboh. Dao Ruang tidak muda dipelajari, butuh waktu lama bagi seseorang agar dapat mempelajari Dao Ruang dan hanya beberapa dari mereka yang dapat menggunakan sedikit saja manfaat dari Dao Ruang]


[Untungnya Kai Gege memiliki Title Dewa Bintang, akan mudah bagi Kai Gege untuk mempelajari Dao Ruang untuk waktu yang dekat]


Kai mengangguk, Ia sangat memiliki sedikit informasi tentang Dao Ruang jadi dia bermaksud untuk mempelajari Dao Ruang dan memanfaatkannya ketika bertarung dengan seorang Kultivator kuat.


Sementara itu, Dao of Dragon miliknya telah sepenuhnya lenyap karen menyatu dengan Transformasi Naga.


Hari berganti Minggu, Minggu berganti Bulan, Bulan berganti Tahun, Tahun berganti Dekade, Dekade berganti Abad....


Untuk waktu yang sangat lama, Kai terus berusaha untuk memahami Dao Ruang, hanya ketika sebuah cahaya perak merembes keluar dari tubuhnya, Ia membuka mata.


Ding


[Kai Gege berhasil mempelajari Dao Ruang, Skill Teleportasi meningkat dari tingkat menjadi Tingkat Kuno]


[Karena adanya Dao Ruang, Kai Gege dapat menggunakan Skill Teleportasi untuk berpindah Alam tetapi Yi peringatan, jangan sekali-kali Kai Gege berani berpindah Alam dengan Skill Teleportasi sebelum menembus Ranah True God]


"Sudah berapa lama aku berada di Dimensi Ruang ini?" Tanya Kai pada Yi.


[Kai Gege berada di Dimensi Ruang selama kurang lebih 300 Tahun, tetapi di Dunia Luar itu hanyalah beberapa hari]


"Baiklah, sudah saatnya aku pergi."


Kai berubah menjadi sebuah Titik putih dan melesat pergi dengan dangat cepat.


Titik Putih itu melaju dengan cepat memasuki sebuah retakan Dimensi yang menghubungkan Alam tingkat menengah dengan Alam tingkat tinggi.


Begitu titik putih itu melewati retakan ruang...


Blinkk..


Seketika ruang hitam yang selalu dilihatnya menghilang digantikan oleh sebuah pemandangan yang sangat indah, laut terbentang luas, burung-burung beterbangan diatas langit sambil mengeluarkan kicauannya.


"Apakah ini Alam Dewa?" Titik putih itu berubah menjadi tubuh manusia, Tatapan matanya yang begitu tajam sambil menyapu ke cakrawala.


Kai berdiri tegak dan terbang tinggi di atas langit, Belum sempat dia dapat menghirup udara segar, Kesengsaraan Ilahi tiba-tiba muncul dan menghantamnya sebanyak beberapa kali.


Pakaian yang dipakai Zhukai sobek bagian atas tetapi tidak terjadi apa-apa dengan tubuhnya, dia menatap kearah langit sambil berkata dengan marah. "Hei kau petir sialan, Awas saja.."


"Huuummmm...." Dia menghirup udara yang begitu segar kemudian ia menutup mata. Dua pasang sayap segera muncul, kulitnya berubah menjadi sisik-sisik yang keras dengan dua pasang tanduk muncul di kepalanya.


"Saatnya mencari informasi di Kota terdekat.."


Whuss!!


Kai mengepakkan kedua sayapnya dan melesat jauh kearah Utara.


***


Dataran Gao terbagi menjadi Tiga benua yang masing-masing ukurannya 4 kali lebih luas dari Alam Kultivator.


Benua pertama sering disebut Benua Teratai, Mayoritas orang yang tinggal di benua ini ada manusia, sangat sedikit Ras Binatang yang tinggal di Benua Teratai.


Benua Kedua disebut sebagai Benua Iblis. Sepertiti namanya, hanya iblis saja yang tinggal disana, jika ada seorang manusia yang berani menginjakkan kakinya di sana maka mereka akan langsung kehilangan nyawa karena tak kuat menhan Aura Kematian yang ada.


Benua Ketiga disebut sebagai Benua Raja, Hanya orang-orang yang berhasil menembus Middle God yang layak untuk hidup disana. Mereka semua saling berbagi cara untuk menembus AhZhuan dan naik ke Dataran yang lebih tinggi.


Di sebuah pantai yang berada di Benua Teratai, Kai mendarat ke tanah dengan penampilannya sebagai setengah Naga. Untungnya tidak ada orang yang berada di dekat laut, jadi Zhukai segera berubah ke penampilan normal dan berjalan menuju kota terdekat.


Tak berselang lama, Kai tiba di depan sebuah gerbang kota yang begitu tinggi dan kokoh. Di depan gerbang masuk, ada dua penjaga gerbang yang masing-masing memiliki tubuh yang begitu kekar dengan sebuah pedang yang berada di tangan masing-masing penjaga.


Kai menekan Auranya hingga menjadi seorang Demigod, Dewa Tingkat tingkat tiga. Kai tidak ingin terlalu menarik perhatian, karena Mayoritas orang yang menghuni Benua Teratai merupakan seorang Demigod jadi Kai mungkin dianggap seperti orang biasa.


Sedangkan untuk seorang Early God, mereka merupakan salah satu penguasa yang cukup dikenal namanya.


"Bayar 200 Batu Roh jika ingin masuk kedalam Kota.." Ucap Penjaga itu sambil mengangkat tangan kearah Kai.


"200 Batu Roh? Bukankah itu terlalu mahal untuk masuk kedalam kota kecil seperti ini." Kai berkata dengan nada tidak senang.


"Ho Ho, orang miskin rupanya, cepat pergi jangan mengacau." Penjaga itu mencibir sambil mengejek Zhukai karena penampilan yang terlihat biasa.


Tepat ketika Kai hendak mengambil Batu Roh dari Inventory nya, ia mendengar sebuah suara gadis dari belakang.


"Biarkan aku yang membayar nya...."


***


Bersambung