
Setelah Zhukai menghabiskan tiga hari penuh berlatih di dalam dunia jiwa, dia akhirnya bisa memahami sampai 30 persen dari keseluruhan teknik sword emperor.
"Ha Ha Ha..." Di bawah teriknya panas matahari, Zhukai berdiri dengan tubuh dipenuhi oleh keringat.
Terlihat tubuhnya yang sangat kekar dengan otot-otot lengannya yang masih berkontraksi.
"Sayang, kenapa tidak istirahat terlebih dulu."
Yu Chi Lan berjalan keluar dari rumah sambil membawa nampan berisi air dingin di tangannya.
Zhukai menatap Yu Chi Lan yang datang kearahnya sambil tersenyum lebar, "Baiklah, tunggu aku disana."
Zhukai menancapkan pedang hitam di tanah dan berjalan ke arah Yu Chi Lan yang saat ini duduk di bawah pohon yang sangat lebat.
Meskipun siang itu adalah hari yang sangat panas, tetapi karena hembusan angin yang menyejukkan, Kai tidak merasa lelah sama sekali.
"Apakah kamu akan pergi sore nanti?" Yu Chi Lan bertanya dengan mata terpejam.
Kai tidur di paha Yu Chi Lan sambil memandang wajah istrinya yang terlihat sedih itu.
"Ya, aku juga harus membantu Yao'er menyelesaikan konflik di dalam Klan nya."
Yu Chi Lan mengangguk tulus setelah mendengar itu, "Haahh, mau bagaimana lagi. Apakah kamu ingin minum?"
Yu Chi Lan memberikan sebuah teko yang berisikan air dingin pada Zhukai. Setelah dia dan Yu Chi Lan menghabiskan waktu bersama, akhirnya sore hari telah tiba dengan cepat.
Di halaman depan rumah, Kai berdiri bersama dengan Zi Lin Yue menatap sepuluh wanita berdiri tak jauh dari mereka.
"Sampai jumpa sayang, kami akan merindukanmu." Sepuluh wanita itu melambaikan tangan mereka dengan ekspresi sedih.
Melihat ekspresi di wajah mereka, Kai bisa merasakan rasa sakit yang dialami mereka. Tetapi bagaimanapun, Kai tidak bisa menetap di dunia jiwa lebih lama lagi.
"Sampai jumpa lagi." Kai melambaikan tangannya pada sepuluh wanita itu.
Sepuluh wanita yang melihat sosok Zhukai berjalan pergi sedikit bersedih karena waktu yang mereka habiskan bersama Zhukai hanya tiga hari.
Setelah Zhukai hilang dari pandangan mereka, Yi mengajak mereka masuk kedalam untuk memulai latihan.
***
Di hutan dimana Kai dan Zi Lin Yue masuk kedalam dunia jiwa, terlihat sebuah portal transparan yang baru saja muncul.
Dari dalam portal itu, terlihat seorang pria tampan dengan seorang wanita cantik berjalan keluar dari dalam portal.
Wanita cantik itu memeluk erat lengan pria di sampingnya hingga membuat pria di sampingnya merasa tidak enak.
"Emm, Lin Yue.. Bisakah kamu melepaskan ini." ucap Zhukai sambil berjalan pelan.
"Melepaskan apa?" Zi Lin Yue bertanya dengan polos.
"Pelukanmu? bisakah kamu melepaskannya?"
Zi Lin Yue menggelengkan kepalanya cemberut, "Tidak, aku tidak ingin melepaskannya."
Mendengar jawaban Zi Lin Yue, Kai menghela nafas panjang sambil berkata dalam hatinya.
"Sejak kapan Lin Yue berubah seperti ini?"
Kai benar-benar bingung, beberapa hari yang lalu. Hubungannya dengan Zi Lin Yue semakin menjauh karena sikap Zi Lin Yue yang berubah drastis.
Tetapi saat ini, bagaimana bisa hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat hanya dalam waktu tiga hari!?
Karena Zi Lin Yue tidak berniat melepas pelukannya dari lengan Zhukai, Kai juga tidak mencoba memaksa wanita itu.
Kai tidak langsung kembali menuju ke Klan Xia, dia berjalan menyusuri hutan terlebih dulu bersama dengan Zi Lin Yue.
Tetapi tak lama setelah itu, Kai dan Lin Yue bertemu dengan wanita cantik yang tak lain adalah Xia Bing Yao.
Meski Xia Bing Yao terlihat cantik dengan seringai itu, tetapi Kai merasakan perasaan tidak enak saya melihat seringai di wajah Xia Bing Yao.
"Hahaha... Kau tahu kan Yao'er, aku memiliki urusan beberapa hari ini." Kai tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Meskipun Kai telah menjawab, amarah dalam tubuh Xia Bing Yao tidak mereda sedikitpun.
"Hmm, beberapa urusan? Tetapi kenapa wanita ini bersamamu. Apakah urusanmu ada hubungannya dengannya?" Xia Bing Yao menunjuk Zi Lin Yue yang memeluk Zhukai di sampingnya dengan tatapan tajam.
Mendapatkan pertanyaan itu, Kai benar-benar tidak memiliki alasan lain untuk menjawab.
"Hmph, terus kenapa jika aku bersama dengan Kai? Apakah itu ada hubungannya denganmu."
"Ha!? Tentu saja, aku adalah kekasihnya, bagaimana mungkin aku tidak mengkhawatirkannya." Xia Bing Yao berkata cemberut.
"Aku juga adalah kekasihnya, apakah aku juga tidak ada hubungannya dengan ini?"
Sontak dengan pernyataan Zi Lin Yue, Kai mematung tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kekasih? Kapan kau menjadi kekasihku." Zhukai mengerutkan keningnya semakin bingung dengan situasinya saat ini.
"A–Apa itu benar?" Xia Bing Yao menatap Zhukai untuk menunggu kepastiannya.
"Tentu saja itu tid–..."
Kai berhenti berbicaralah saat merasa Zi Lin Yue mencubit perutnya. "Hehehe, sayang, bukankah kita sudah resmi jadi kekasih."
Melihat senyuman mengerikan di wajah Zi Lin Yue, Kai tanpa sadar menyetujui apa yang wanita itu katakan.
Meski Xia Bing Yao sedikit meragukan itu, tetapi dia tidak punya alasan lain untuk menjawab.
Dia segera menarik lengan Zhukai dan mengajaknya kembali ke Klan Xia.
Dalam perjalanan menuju ke Klan Xia, Kai dan Xia Bing Yao membicarakan beberapa hal yang terjadi selama Kai menghilang.
"Hmm, jadi maksudmu Xia Wen sedang mencariku karena telah mempermalukan putranya di depan banyak orang? Hahaha, itu kabar yang mengejutkan."
"Kai Gege! Bukankah kamu berkata untuk tidak mencari masalah dengan Xia Wen, kenapa kamu memprovokasinya sekarang?"
"Yah, tidak ada alasan khusus. Putranya, Xia Heng mencoba menjebak ku, apakah kau ingin aku hanya diam saja di situasi itu?"
Kai mengetuk dahi Xia Bing Yao kemudian bersiul keras. Tepat setelah itu, sebuah bayangan hitam muncul secara tiba-tiba tepat di depannya.
"Long Tian Yun menyapa tuan."
Dengan kemunculan Long Tian Yun, Xia Bing Yao sangat terkejut sementara Zi Lin Yue hanya bersikap acuh di samping Zhukai.
"K–Kai Gege siapa mereka!?" Karena Xia Bing Yao tidak menyadari hawa keberadaan pria itu, dia bisa menebak bahwa pria itu bukanlah orang biasa.
"Dia ketua dari kelompok gagak hitam, dia akan menjadi sumber informasi yang sangat berguna bagi Klan Xia di masa depan."
Kai mengalihkan pandangannya pada Long Tian Yun kemudian bertanya.
"Apakah kau sudah mengetahui siapa dewa perang di belakang Xia Wen?"
"Ya tuan, setelah lima hari kami mencari tahu selama tiga hari, dewa perang yang ada di belakang Xia Wen tidak lain adalah... God of Darkness!"
Tepat setelah ucapan Long Tian Yun berakhir, Kai sedikit dikuasai oleh amarahnya yang menimbulkan aura membunuh yang sangat pekat.
Tapi tak lama, Kai segera menarik kembali aura membunuhnya dan tertawa keras, "Hahaha... Ternyata pengecut itu adalah dalang di balik semua ini.."
****
Bersambung..