
Ketika fajar tiba, Kai terbangun ketika merasakan sinar hangat matahari mengenai tubuhnya.
"Hoamm.. Sudah pagi?" Kai membuka mata dan terlihat wajah Yi yang masih tertidur lelap, dia ingat kemarin malam bahwa ia tidur di pangkuannya.
Kai berdiri dan segera menggunakan Skill Teleportasi untuk memindahkan Yi dan yang lainnya ke kamar tidur yang ada dirumah.
Tempat tidur itu cukup luas mampu ditempati oleh 5-6 orang. Kai menaruh Yi, Yui, dan yang lain diatas kasur kemudian menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Sebelum ia berjalan keluar, seperti biasa ia memberikan sebuah ciuman di kening masing-masing orang.
Ketika keluar dari rumah, hal pertama yang Kai datangi adalah tempat favoritnya.. Itu tidak terlalu jauh dari rumahnya berada.
"Tempat ini masih sama.." Kai tersenyum sambil melihat sebuah pohon mangga yang begitu besar dengan banyak buah yang sudah matang.
Ia memetik salah satu buah yang sudah matang dan segera memakannya, Tiba-tiba sebuah kicauan burung terdengar jelas di telinga nya.
"Eh, sepertinya aku akrab dengan kicauan ini.." Kai berdiri dan menatap keatas langit, Disana terlihat sebuah burung yang begitu besar dengan api merah yang mengelilingi tubuh burung itu.
"Anak Ayam? kenapa dia bisa menjadi Phoenix.." Kai terkejut sesaat kemudian segera memanggil Anak Ayam itu untuk segera turun kebawah.
Menyadari panggilan Kai, Phoenix itu segera turun dan membungkuk kan kepalanya, "Tuan? Kamu benar-benar Tuanku.. Hehe.." Ucap Phoenix itu, suaranya terdengar seperti anak kecil.
"Eh, kamu dapat bicara? Kamu benar-benar anak ayam itu." Seru Kai terkejut.
"Anak Ayam? Aku bukan anak ayam tuan.. Aku Seekor Phoenix!!." Ujar Phoenix itu dengan kesal mendengar panggilan anak ayam dari tuannya.
"Haha, karena kamu sudah dapat berbicara maka aku akan memberimu sebuah nama... Bagaimana dengan Biao Jian.."
"Biao Jian.. Biao Jian.. Biao Jian, aku menyukainya.. Mulai saat ini namaku adalah Biao Jian.. Terimakasih Tuann!!"
"Baiklah, sekarang bawa aku menemui Gu Nan dan Bai Hu."
Sudah tiga tahun Kai tidak bertemu dengan Gu Nan dan Bai Hu, ia tidak tahu bagiamana keadaannya saat ini.
Phoenix menundukkan kepalanya mempersilahkan Kai untuk naik, kemudian ia mengepakkan sayapnya dan terbang begitu cepat diatas langit.
Beberapa waktu kemudian, Kai dan Biao Jian sampai didepan sebuah rumah yang sederhana yang berada di pusat kota, Kai turun dan segera mengetuk pintu rumah itu sebanyak tiga kali.
Klak!!..
Pintu terbuka memperlihatkan sosok pria berambut hitam berusia sekitar 30 tahun-an, "Bos.. Kaukah itu?"
"Lama tak bertemu ya, Gu Nan.."
"Wow.. Itu benar-benar kamu.. Mari masuk, kebetulan istriku sedang memasak banyak makanan.."
Kai mengangguk dan menyuruh Biao Jian untuk menunggu di depan rumah. Di dalam rumah Gu Nan tidak ada sesuatu yang istimewa, hanya ada beberapa buku serta sebuah maianan untuk anak kecil.
"Istriku, Bos datang berkunjung.. Cepat datang kemari untuk menyambutnya.." Ucap Gu Nan pada istrinya yang saat ini sedang memasak didapur.
Dari pintu masuk dapur, keluar Bai Hu memakai pakaian biasa.. Tetapi ada yang aneh, Perutnya besar seperti sedang mengandung.
"Halo Bos.." Ujar Bai Hu mencoba menunduk tetapi karena ia sedang hamil, ia sedikit kesusahan untuk memberi hormat dengan benar.
"Tidak perlu seperti itu Bai Hu jagalah kesehatan mu ini adalah hadiah dariku." Kai tersenyum manis sambil memberikan sebuah Giok Indah, itu memiliki efek menyehatkan.
"Baiklah aku datang hanya untuk melihat keadaan kalian berdua, Jika anak kalian berdua sudah lahir, jangan lupa untuk mengabari ku.." Kai pamit dan berjalan keluar.
Dia kembali Ke rumah Dimana Yi dan yang lainnya tinggal, setelah mengabiskan waktu yang sangat lama bersama istrinya, Kai pamit keluar dari Dunia Jiwa.
***
Sama seperti dimana Kai memasuki portal Dunia Jiwa, Hal pertama uang ia lihat setelah keluar adalah hutan yang begitu lebat serta suara lolongan dari Binatang Buas.
Kai segera merubah Profesi nya menjadi seorang Necromancer ( Ahli Nujum Author ganti jadi Necromancer aja yah, kemarin ada yang komen kalo Ahli Nujum Ama Necromancer itu beda padahal Author Kira sama wkwk)
Setelah penampilannya berubah, Kai segera menggunakan Skill Teleportasi untuk pergi Ke Istana Phoenix.
Di dala Istana Phoenix, terlihat Yu Chan dengan penampilan acak-acakan, ia sama sekali tidak memiliki solusi untuk keluar dari masalah ini.
Sementara itu, para tetua dan petinggi Istana yang lain memilih untuk menyerah kepada Kekaisaran Naga dan memberikan Bulu Raja Phoenix pada Zhukai atau Kekaisaran Phoenix akan musnah dari Alam Immortal.
'Cukupp!!.. Kalian semua berhenti berbicara, walau bagaimanapun, Bulu Raja Phoenix adalah satu-satunya peninggalan leluhur kita tidak boleh menyerahkan harta leluhur begitu saja pada pemuda yang tidak dikenal." Yu Chan masih bersikukuh pada pilihannya, yaitu melawan Zhukai secara habis-habisan.
"Apakah kamu bodoh!! Dia memusnahkan Kekaisaran Macan Putih seorang diri, bahkan Disana ada seorang Early God, tetapi mereka masih saja musnah, apakah kamu pikir kita memiliki kesempatan untuk menang melawannya." Salah satu tetua berteriak tidak setuju dengan pilihan yang Yu Chan katakan.
Yu Chan terdiam, ia tidak ingin mengorbankan nyawa rakyatnya yang tidak bersalah tetapi ia juga tidak bisa begitu saja menyerahkan peninggalan satu-satunya dari Leluhurnya.
Suasana di dalam Aula begitu sunyi, tidak ada orang yang berbicara.. Tiba-tiba terdengar sebuah tawa yang begitu mengerikan, Aura hitam segera memenuhi Aula membuat orang lain menjadi sesak nafas.
"Hahahaha... Yu Chan oh Yu Chan, aku berubah pikiran, sekarang cepat putuskan apa pilihanmu.. Serahkan harya itu dan tunduk pada Kekaisaran Naga atau melihat seluruh Ras Phoenix mu mari dan berubah menjadi Undead... Akan ku hitung sampai tiga.. Satu . Dua... Tig–."
"Berhenti!!.. Baiklah aku akan memberimu Bulu Raja Phoenix dan juga Kekaisaran kami akan bersedia tunduk dibawah Kekuasaan Kekaisaran Naga.." Ucap Yu Chan sambil berlutut memberi hormat.
Dalam Waktu yang begitu singkat itu, Yu Chan memilih untuk tidak mengorbankan para Rasnya hanya untuk sebuah Harta.
"Keputusan yang bijak.. Jadi sekarang cepat Serahkan bulu itu."
Yu Chan hanya bisa pasrah dan segera memanggil Pelayan untuk mengambil Bulu Raja Phoenix di dalam Kamarnya.
Setelah pelayan suruhan Yu Chan keluar, ia membawa sebuah kota yang terdapat sebuah Energirgi Panas yang merembes keluar dari Kotak itu.
"Yi'er.. Analisis... "
Ding
Nama : Bulu Raja Phoenix
Tipe : Artefak Kuno
Efek : Meningkatkan daya ledak Elemen Api, Dapat mengevolusikan Garis Darah Phoenix (Jika Punya)
"Apa.." Kai tertegun karena terkejut.
***
Bersambung