
Saat ini, di antara ribuan dunia, seorang pemuda tiba-tiba muncul setelah merobek sebuah dimensi kosong di semesta.
Zhukai menatap kosong pada ribuan Alam yang ada di dunia ilahi. Karena Alam neraka terletak sangat jauh dari Alam-alam di dunia ilahi. Kai masih butuh beberapa waktu untuk sampai di sana.
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah hampir satu jam berlalu.
"Ini luar biasa, kecepatan ini puluhan–... Tidak, ratusan kali lebih cepat dibandingkan kecepatan ku saat datang ke Alam neraka dulu."
Dengan perasaan bahagia, Kai melapisi tubuhnya dengan energi bintang kemudian melesat ke Alam Neraka yang sudah tidak jauh lagi.
Selang beberapa menit, Kai sudah tidak minat lagi Alam-alam lain di sekitarnya. Hanya kegelapan dengan setitik cahaya redup yang menerangi jalannya.
"Oh, aku bisa melihatnya dari sini... Aku harus segera bergegas.."
Karena Kai sudah tidak sabar untuk kembali ke dunia jiwa dan merawat kedua istrinya yang sedang hamil. Dia datang ke Alam neraka untuk memastikan sesuatu yang dulu menarik perhatiannya.
Karena kekuatannya belum cukup kuat saat itu, Kai tidak memiliki keyakinan penuh untuk menyusuri lebih jauh reruntuhan Shura.
Tapi sekarang, Kai memiliki sedikit keyakinan untuk menyusuri reruntuhan Shura sedikit lebih dalam.
Kai berhenti melesat, dia menatap lurus kesebuah Alam yang terus memancarkan aura kematian yang sangat pekat.
Bahkan dengan tingkatannya saat ini, Kai masih memiliki perasaan aneh terhadap aura kematian itu.
Seperti ... Terasa sangat familiar.
Tanpa menunggu lama, Kai menggunakan gelarnya sebagai pemilik Alam Neraka untuk masuk kedalam Alam itu.
Begitu Kai sampai di Alam berkata, dia di sambut dengan dataran tandus tanpa sedikitpun tanaman yang masih hidup.
Ia mengedarkan persepsi ilahinya dan akhirnya menemukan sebuah reruntuhan kuno yang terus memancarkan energi aneh tanpa henti.
Whuss!!
Kai segera melesat ke arah reruntuhan itu dan memakan waktu sepuluh menit untuk sampai di sana..
"Ini masih sama seperti aku datang waktu itu ."
Kai tersenyum puas, saat dia hendak melangkah masuk. Terdengar peringatan dari Yi dan Yui.
[Kai Gege cepat pergi dari sana–....]
Notifikasi itu menghilang sebelum Zhukai bisa mendengar dengan jelas suara Yi dan Yui.
Pada saat yang sama, tubuh Zhukai diselimuti boleh energi aneh yang akhirnya membawanya masuk secara paksa ke dalam reruntuhan Shura.
***
Di dalam dunia jiwa, Yi, Yui, dan Yue saling memberi pandangan satu sama lain.
"Kalian berdua, apakah kalian juga merasakan aura miliknya dari reruntuhan itu..." ucap Qi Yue dengan ekspresi serius.
Ini adalah pertama kalinya seseorang bisa melihat wajah serius Qi Yue. Karena Qi Yue adalah wanita yang senang bercanda, dia sangat jarang menunjukkan wajah seriusnya pada seseorang.
Mendengar perkataan Qi Yue, Yi mengangguk. Ekspresi wajahnya juga sama seriusnya dengan Qi Yue.
"Bagaimana aura itu ada di sana, bahkan hubungan antara aku dan Kai Gege di putuskan secara paksa." ujar Yi dengan wajah khawatir.
"Kakak benar, kuharap Kai Gege bisa bertahan dari reruntuhan itu dan menyelesaikannya." Yui memejamkan matanya sambil terus berharap untuk keselamatan Zhukai.
Qi Yue menghela nafas panjang sambil menatap dua pecahan dirinya yang lain, "Ya, Hubby pasti bisa selamat dari sana karena dia sendiri pemilik reruntuhan itu."
Yi mengangguk setuju, "Ya, rahasiakan ini hanya di antara kita bertiga. Karena saudari Jiang dan Saudari Lin saat ini sedang mengandung, kita tidak bisa memberitahu mereka tentang Kai Gege."
Setelah menerimanya anggukan dari Yui dan Qi Yue, mereka hanya bersikap biasa. Tetapi sebenarnya, mereka bertiga sangat khawatir dengan situasi Kai saat ini.
Reruntuhan Shura adalah reruntuhan paling misterius di dunia ilahi. Bahkan jika Zi Lin Yue atau bahkan Zi Lama Mei datang ke reruntuhan Shura, mereka tidak akan bertahan bahkan dalam satu tarikan nafas.
Karena Kai sudah mengetahui siapa identitasnya di kehidupan keduanya, dia menjadi penasaran tentang siapa dirinya di kehidupan pertamanya.
Yi, Yui, dan Yue pasti terhubung dengan nya di masa lalu. Ini adalah hal yang selain membuat Zhukai penasaran.
Saat ini di dalam reruntuhan Shura, seorang pria muda terbangun setelah ada energi aneh yang menyelimuti tubuhnya.
"Hmm, apa yang baru saja terjadi ... lalu peringatan Yi dan Yui saat itu, apa maksudnya?" Kai berdiri sambil menepuk tubuhnya yang dipenuhi oleh debu.
"Yi? Yui? apakah kalian mendengar ku!" Kai berkata dalam hatinya, tapi dia tidak menerima jawaban sedikitpun.
"Aneh, aku pernah mengalami hal ini... Bukankah kejadian ini mirip saat aku terjebak di dalam kubus hitam?" Tepat setelah Kai menyelesaikan ucapannya, terdengar suara yang berasal dari ruangan tak jauh dari tempat Kai berdiri.
Saat pandangan Kai terfokus pada area dimana suara itu berasal, dia tidak menyadari muncul sesosok seperti roh jahat di belakangnya.
Swosshh!!.
Crattt!!...
Serangan tiba-tiba dari roh jahat itu cukup membuat Kai terkejut. Karena jarak yang begitu dekat, Kai sedikit terlambat untuk beraksi dan membuat wajahnya terkena goresan dari senjata yang di bawa oleh roh jahat itu.
"Bukankah mereka roh jahat yang waktu itu pernah kubunuh? tapi bagaimana kekuatan mereka saat ini berada di tingkat yang sama denganku!?" Kai melebarkan matanya menatap tajam pada tiga roh jahat yang melayang tak jauh darinya.
Jika Kai tidak salah ingat roh-roh jahat ya g berada di lantai pertama reruntuhan hanya memiliki basis Kultivasi God of Destruction.
Tapi mengapa Kultivasi mereka sekarang meningkatkan hingga berada di tingkat yang sama dengan Zhukai?
Tapi saat ini Kai tidak memiliki waktu untuk memikirkannya, dia mengambil pedang hitam yang terselip di pinggangnya.
"Absolute Domain : Surgawi Membelah Bumi!.."
Kai memberi tebasan vertikal di tanah hingga memunculkan getaran kuat yang mengacaukan gerakan roh-roh jahat.
Kai kembali memberikan tebasan pedang lurus hingga membelah tubuh roh jahat itu menjadi dua bagian..
Melihat bola putih yang melayang, Kai segera mendaratkan sebuah pukulan hingga menghancurkan bola putih itu..
Setelah berhasil membunuh satu roh jahat, empat roh jahat lainnya mulai menjadi waspada.
Mereka menghilangkan hawa keberadaan mereka dan menyerang Zhukai dengan sabit panjang di tangan mereka.
Swoshh!! Swosshh!.
Kai dengan gerakan lincah menghindari setiap serangan dan bilah angin yang roh jahat lepaskan.
Dia kemudian kembali melakukan teknik yang sama hingga akhirnya dapat membunuh empat roh jahat lainnya.
Saat Kai selesai membunuh roh-roh jahat yang berada di sana, dia segera duduk dan menarik nafas panjang-panjang.
"Itu cukup melelahkan, sekarang aku harus mencari pintu keluar untuk keluar dari reruntuhan ini.
Kai berdiri kemudian berbalik untuk mencari pintu keluar reruntuhan Shura.
Tetapi bahkan setelah Kai mencari selama satu jam lebih, dia sama sekali tidak dapat menemukan pintu keluar Reruntuhan itu.
"T–Tidak mungkin ... Apakah aku benar-benar terjebak di tempat ini!!..."
Tubuh Zhukai bergetar, jika apa yang di pikirannya memang benar terjadi, Kai tidak tahu bagaimana cara untuknya keluar dari tempat itu.
"Tidak, aku harus segera bergegas mencari pintu keluar, mereka semua pasti menungguku di dunia jiwa."
Karena Zhukai tidak dapat menemukan pintu keluar di lantai satu, dia memutuskan untuk turun ke lantai dua dan berharap menemukan pintu keluar di sana.
****
Bersambung...