
Di Sebuah desa tepatnya di Utara sungai yang mengelilingi Kota Wu, Desa itu tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.
Ling Zhukai yang telah menyelesaikan urusannya di Kota Wu mulai melanjutkan perjalanannya kembali.
Saat ini dirinya bertujuan ke Sekte seribu Pedang yang terletak di Ibukota Kekaisaran 6 Cahaya.
"Desa ini Luar Biasa... "
Ling Zhukai saat ini sedang bersantai di Tepi sungai sambil memancing sebuah Ikan, Saat Kai merasa ada tarikan di Benang Pancing nya, Ia dengan sigap langung menarik Pancing di tangan nya dengan. Cepat.
"Byarr...."
Sebuah Ikan yang cukup besar mengigit Kail Pancing tepat Kai memasang Umpan, "Haha... Memancing Memang sangat Hebat.."
Ia menaruh Ikan yang berhasil Ia peroleh di sebuah Ember besi yang cukup Besar.. Di dalam Ember besar itu terdapat beberapa Ikan yang berhasil Kai tangkap.
"Kurasa Ini sudah Cukup... Saatnya Ke Dunia Jiwa, Aku tidak sabar bagiamana Rasa Ikan Ini jika Yao'er yang memasaknya."
Kai melihat Ke samping Kanan dan Kiri dan menyadari tidak ada seorangpun Disana, Ia membuka Gerbang yang menuju Dunia Jiwa dan mulai memasukinya.
Seperti Biasa.... Hal pertama yang Kai lakukan di Dunia Jiwa adalah memetik Buah mangga Favoritnya dan bersantai di bawah Pohon.
Setelah Buah mangga di Tangannya Habis, Ia segera Berjalan Pulang... Tepat 10 Menit berlalu Kai berada tepat di depan Rumah.. Ia berhenti sebentar dan menatap Rumah itu.
"Ada yang Aneh Kurasa..."
Kai menggunakan Mata Elangnya dan menyadari Bahwa tidak ada satu orang pun. dirumah itu.
"Dimana Yi dan yang lainnya?.." Gumamnya Bingung.
Kai menggunakan Kesadaran Spiritual dan menyusuri seluruh Dunia Jiwa... Tepat di Tepi danau, Kesadaran Spiritual memberitahu Kai bahwa Yi dan yang Lainnya sedang mandi Disana..
"Hah..." Menghela Nafas Lega Kai dengan Cepat mengarah kesana...
**
Di Danau~
"Kyaa~..."
"Hmph... Awas Kau Yi, Rasakan Ini..." Jiuyang Lin membalas Yi yang telah menyiram dirinya dengan Air danau..
Saat Yi dan Jiuyang Lin sedang Asik bermain Air, Bibi Yao sedang Berendam sambil menggosok Tubuhnya dengan Sabun.
"Benda Ini sangat Harum... Tuan sangat hebat bisa membuat benda seperti ini.."
Bibi Yao juga membantu Anak-anak mandi, Ia membersihkan Tubuh Anak-anak menggunakan Sabun yang baru saja ia pakai.
"Bibi, Benda ini sangat Harum.. Darimana Bibi mendapatkannya?"
"Itu Rahasia..."
Tak Lama setelah itu, Kai dari Atas langit melihat Semua orang sedang mandi dan memutuskan untuk menunggu di atas Pohon.
Kai menunggu Selama 30 Menit sampai akhirnya Yi dan yang lainnya keluar dari Danau.
"Akhirnya mereka keluar.. Aku lelah sekali menunggu." Gerutu Kai dari atas Pohon.
Saat Para orang selesai mandi, Kai segera turun dari atas Pohon dan menyapa mereka.
"Halo..."
Yi dan Lainnya sangat terkejut dengan Kedatangan Kai yang tiba-tiba, Bahkan bibi Yao yang biasanya terlihat tenang juga menjadi sedikit terkejut.
"Kk...Kai Gege!! Sejak Kapan kau ada disini.." Ucap Yi dengan wajahnya yang telah memerah.
"Etoo... Sebenarnya aku sudah berada disini Setengah Jam yang lalu." Jawab Kai sambil menggaruk-garuk kepalnya.
"Sudah-sudah, Cepat Berkumpul Kau akan menteleportasikan Kalian Semua.."
Sebuah Cahaya Aneh mengelilingi Kai dan Yang lainnya, Hanya beberapa detik setelah itu semua orang sampai di Rumah..
"Kerenn!!!..."
"Ayo masuk.."
Setelah masuk kedalam Rumah, Kai mengambil Sebuah Ember Dari cincin Ruangnya dan menyerahkan itu Pada Bibi Yao.
"Yao'er Ini ikan yang aku tangkap tadi siang, Untuk makan malam nanti aku ingin Kau memasak Ikan itu.."
"Baik Tuan Muda.."
Kai menyerahkan Ember yang ada di tangannya pada Bibi Yao. Setelah bermain Sebentar dengan anak-anak Kai pamit untuk keluar dari Dunia Jiwa..
**
Kai Terbang dan menggunakan Langkah Angin Untuk mempercepat dirinya menuju Ibukota Kekaisaran.
Dalam perjalanan Kai sering Kali bertemu beberapa Binatang Roh, Hanya dengan Sekali tatap Binatang Roh itu langsung meledak seketika.
Kai terus Terbang Selama 5 Hati hingga dirinya melihat sebuah Kota yang sangat besar, Bahkan Ukurannya 5 Kali lebih besar daripada Kota terbesar di Benua Barat.
Ia seger Turun Ketanah dan Mulai memasuki Ibukota... Kemanan Ibukota lebih ketat dari pada Kota-kota yang pernah Kai masuki.
Membayar 100 Koin Emas sebagai Biaya masuk, Kai memasuki Ibukota dengan Baju mewahnya Layaknya seorang Bangsawan.
Masuknya Kai kedalam Kota langsung menarik Perhatian Penduduk Kota, Dengan Poin Kharisma dan Juga Wajah tampannya, Bagaimana tidak dirinya menjadi pusat perhatian, Apalagi Para Gadis.
Dari kerumunan Gadis Disana Muncul salah seorang Gadis yang cukup Cantik mendekati Kai.
Gadis itu berambut Coklat dengan Bajunya yang berwarna Kuning, "Pemuda tampan Disana..."
Kai yang mendengar seseorang memanggil dirinya langsung menengok ke arah gadis itu berada..
Menyadari bahwa Pria tampan Disana menanggapi Panggilannya, Gadis itu berjalan dengan cepat kearah Kai.
"Siapa Kau? Kenapa kau memangilku?" Tanya Kai acuh tak acuh.
"Maaf biar ku perkenalkan Diriku... Namaku Zhong Que." Jawabnya.
"Oh, Terus..."
Zhong Que terkejut dengan Reaksi Kai yang keluarkan, Selama Ini belum pernah ada satu orang lelaki pun yang bersikap seperti ini padanya.
"Menarik!!.."
"Siapa Namamu Pemuda Tampan?"
"Shi Yan.... Kali begitu Selamat Tinggal.."Kai berbalik dan menghilang dengan cepat.
"Tungg-..." Sebelum Zhong Que dapat menyelesaikan Kata-katanya, Kai menghilang terlebih dulu.
"Pria Itu!! Sudahlah.. Aku yakin pasti akan ada kesempatan untuk bertemu dengannya Lagi."
Zhong Que melirik sekitar dan menyadari Tatapan semua orang tertuju Padanya, Ia menghiraukan Pandangan Semua orang dan berlari Ke dalam Rumah Makan.
Setelah Zhong Que masuk ke dalam Rumah Makan, Terdengar Suara bisikan diantara Para Remaja dan juga Gadis yang ada Disana.
"Apa Kau lihat Pria tadi, Sebaiknya Kau urungkan niatmu untuk mendekatinya.. Bahkan Zhong Que yang merupakan salah satu 4 Dewi di Kekaisaran saja Ia hiraukan, Apalagi dirimu.." Bisik Salah seorang Gadis.
"Kau benar Sister Yun.."
Sebaliknya Para lelaki menjadi sangat marah atas Perlakukan Yang Kai tunjukan tadi, "Senior Shao, Beraninya Pria tadi memperlakukan Dewi Zhong seperti itu... Apa sebaiknya Kami menghajarnya.." Ujar Salah seorang Pemuda Cukup Kekar dengan Mata Merah menyalanya.
"Tahan dulu Amarahmu Junior Gun, Pria tadi setidaknya berada di Ranah Pendekar Kaisar.. Bahkan Jika aku dan kalian Bertiga melawannya itu sama saja dengan Bunuh Diri.."
Orang yang di Panggil Senior Shao itu mulai berfikir sejenak, Selang Sepuluh menit berlalu sebuah Ide tiba-tiba muncul di Kepala Shao..
"Ada Apa senior?? Apa kau memiliki Sebuah Ide untuk memberinya pelajaran?.."
"Haha... Apa Kalian tahu Yun Qian!! Dia merupakan Seorang Pemuda Jenius dari Keluarga Yun, Saat ini Ia telah berada di Ranah Pendekar Kaisar Puncak, Ada sebuah rumor yang pernah kudengar bahwa Yun Qian Menyukai Dewi Zhong... Kuharap Rumor itu benar.."
Mendengar Kata-kata dari Senior Shao Ketiga Pemuda itu menjadi bersemangat.. Masing-masing dari mereka menunjukan Senyuman Jahat.
Sementara Itu, Kai saat ini sedang berada di Depan sebuah bangunan besar yang memiliki 2 Lantai.. Ia memandang Kedua penjaga Yang menjaga Pintu bangunan itu sembari bertanya.
"Permisi, Aku baru saja sampai di Ibukota Kemarin Jadi jika boleh tahu, Sebenarnya Bangunan Apa itu?.."
Kedua Penjaga itu saling memandang dan mulai menatap Kai, "Anak Muda, Bangunan ini merupakan Tempat Pelelangan, Hanya Orang-orang dari Keluarga Bangsawan atau Orang Kaya yang dapat memasukinya." Jelas salah satu penjaga.
Kai mengganguk Paham dan mulai tertarik dengan Pelelangan yang ada di depannya..
"Dari Novel yang aku baca di Bumi dulu, Pelelangan ini merupakan Tempat yang menyediakan Barang-barang langka.. dan juga untuk setiap pembeliannya harus menggunakan Sistem Lelang, Yaitu Penawar dengan Jumlah terbesar akan mendapatkannya.."
Ia mengambil Sekantong Emas dari Cincin Ruangnya dan memberikan itu Pada Kedua penjaga itu sebagai Biaya masuk..
"Apakah ini Sudah Cukup.."
Kedua Penjaga itu tercengang, Dengan tangan yang gemetar salah satu penjaga perlahan membuka kantong emas di tangan nya dan melihat bahwa Ada Ratusan Ribu Koin Emas di dalamnya.
"Ss..Silakan Masuk Tuan.." Ucap Kedua penjaga itu sambil membungkuk kan badannya.
Tanpa Basa-basi lagi Kai segera memasuki Tempat Pelelangan di depannya.