
Demon God, Dewi Roh, dan Sun Wukong, mereka bertiga adalah satu-satunya Kultivator yang bisa bersaing dengan dewa perang kuno yang telah mendapatkan berkah ilahi.
Meskipun begitu, di antara mereka bertiga, Sun Wukong adalah yang paling lemah. Sedangkan untuk Demon God, banyak orang yang sudah mengetahui seberapa kuat dirinya.
Tetapi untuk Dewi Roh, tidak ada satupun yang tahu seberapa kuat dia saat ini, semenjak kemunculan pertamanya di Alam Surgawi ratusan ribu tahun yang lalu.
Sampai saat ini, tidak ada seorangpun yanga mengetahui dimana keberadaannya...
Gerbang masuk Klan Xia, itu adalah gerbang masuk yang sangat besar dengan tinggi yang mencapai 15 meter.
Di samping kanan dan kiri setelah memasuki gerbang masuk, Zhukai bisa melihat banyak toko serta ribuan murid luar Klan Xia yang sedang berlatih.
"Ah, kita sudah sampai ternyata." Xia Bing Yao membuka mulutnya terkejut melihat bahwa mereka sudah sampai di Klan Xia.
Pada awalnya dia hanya ingin bersandar di pundak Zhukai, tetapi dia tidak menyangka bahwa ia akan tertidur hanya karena itu.
Sementara itu, Zi Lin Yue yang sudah terbangun lebih awal darinya memilih diam daripada berbicara.
"Lin Yue... Apa kamu mendengar ku?"
Melihat bahwa Zi Lin Yue hanya duduk diam tanpa berbicara satu patah kata pun, hal itu membuat Kai merasa ada yang aneh padanya.
"Lin Yue!!" Kai menepuk pundak Zi Lin Yue sekaligus meneriakkan namanya di telinganya.
"Ah~..." Zi Lin Yue tersentak kaget, dia menatap Zhukai dengan marah.
"Cih, apa kau bodoh! Kau hampir menghancurkan gendang telingaku tahu!" teriak Zi Lin Yue.
"Itu salahmu, aku terus memanggil mu tetapi kau hanya diam membisu."
"Apa kau memiliki masalah? Katakan saja, aku pasti akan membantumu." Zhukai bertanya dengan wajah Khawatir.
Dia tidak pernah melihat Zi Lin Yue hanyut dalam pikirannya selama ini, jelas saja bahwa ada sesuatu yang Lin Yue pikirkan dalam benaknya.
Zi Lin Yue tersenyum, dia mencubit kedua pipi Zhukai hingga membuat Kai berteriak. "Aku tidak apa-apa, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku."
Untuk sesaat, Kai sedikit terpesona melihat senyuman Zi Lin Yue yang sangat indah. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Zi Lin Yue tersenyum selebar itu.
"O–Oh.. Baiklah kalau begitu."
Dari dalam sebuah dimensi hitam yang berada di dalam Pedang Hitam, Qi Yue yang baru saja selesai melatih kekuatannya membuka matanya sambil menguap beberapa kali.
"Hoaamm... Sudah berapa lama semenjak aku berlatih disini. Hmph, siapa yang peduli, aku akan melihat Hubby terlebih dulu."
Qi Yue membuka sebuah portal hanya dengan satu kibasan tangannya, terlihat sosok Zhukai yang duduk di kereta dengan banyak gadis di sampingnya.
"Hmph, dasar suami mata keranjang! Aku hanya pergi berlatih sebentar dan dia sudah memikat tiga gadis cantik lainnya." Qi Yue bergumam kesal dari dalam dimensi pedang hitam.
Saat pandangannya berhenti pada sosok gadis yang duduk di sebelah kiri Zhukai, kerutan muncul di wajahnya.
"Siapa gadis ini!? Aura itu... tidak salah lagi, dia sudah menembus Ranah God of Creation!."
Semua orang jelas sudah tahu bahwa God of Creation adalah batas dimana seseorang bisa mempertahankan diri di dunia ilahi.
Jika seseorang sudah melewati Ranah God of Creation, mereka seharusnya tidak bisa berada di dunia ilahi karena hukum kuat yang ada disana.
"Meskipun teknik seperti itu tidak jarang di jumpai di Alam... Tetapi tidak seharusnya orang dari dunia ilahi mengetahuinya kecuali dia bukan berasal dari dunia ilahi."
"Untuk saat ini, mari mengawasinya terlebih dulu. Jika dia mempunyai niat jahat pada suamiku, aku tidak akan segan untuk membunuhnya." Saat Qi Yue menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya di kelilingi oleh aura kematian yang sangat pekat.
Di bagian dalam Klan Xia, itu lebih menakjubkan dibandingkan dengan bagian luar. Terlihat banyak bangunan-bangunan tinggi serta menara Kultivasi yang di bangun di berbagai tempat.
Kai tidak dapat menahan dirinya untuk mengagumi seberapa besar Klan Xia. Apalagi dengan banyaknya menara Kultivasi dan juga sumber daya disana, Klan Xia jelas memiliki banyak jenius muda.
"Ini hebat, bahkan sekte bintang primordial tidak bisa dibandingkan dengan ini." Zhukai berdecak kagum sambil terus melihat ke samping kanan dan kirinya.
"Benarkan kakak, apa yang sudah aku katakan–..." Sun Wukong berhenti berbicara, dia bisa melihat kerinduan di wajah Zhukai saat menyebutkan sekte bintang primordial.
"Wukong... Apa murid-murid ku, apa mereka masih hidup?" tanya Zhukai dengan ekspresi sedih.
"Maaf kakak, setelah kematian mu, sebelas dewa perang kuno mulai menyerang sekte bintang primordial dan membunuh banyak murid disana. Aku sungguh minta maaf karena tidak bisa melindungi mereka."
Zhukai menepuk pundak Sun Wukong sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak, itu bukan salahmu. Jika ada yang harus disalahkan, itu seharusnya dewa perang kuno yang telah membunuh mereka."
Terlihat dari ucapan Zhukai barusan, niat membunuh yang sangat kuat merembes keluar dari tubuhnya.
Tetapi sesaat, niat membunuh itu segera menghilang.
"Kai Gege, aku yakin bahwa masih ada muridnya yang masih hidup."
"Terimakasih Yao'er, aku juga yakin bahwa ada banyak dari mereka yang masih hidup. Murid sekte bintang primordial tidak selemah yang mereka pikirkan."
Karena Klan Xia yang memiliki luas hampir seperti sebuah kota besar, membutuhkan waktu semalaman untuk sampai di bangunan utama.
Saat kelompok Zhukai sampai di sana, mereka segera disambut oleh beberapa tetua dan juga seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Xia Wen.
"Keponakanku, darimana saja kamu?" Xia Wen tersenyum lebar dengan wajah khawatir.
Jika bukan Kai yang memberitahunya, Xia Bing Yao mungkin tidak tahu bahwa senyuman yang terlihat tulus itu sebenarnya hanyalah senyuman palsu.
Tetapi karena Zhukai sudah memberitahu rencananya sejak berada di dalam Kereta, Xia Bing Yao membalas tersenyum.
"Aku hanya membutuhkan sedikit kebebasan paman."
Zhukai yang berdiri tepat di belakang Xia Bing Yao memberi Xia Wen tatapan tajam, tetapi sebelum Xia Wen menyadari itu, Kai sudah menarik tatapannya terlebih dulu.
"Sudah-sudah, aku sudah lapar saat ini. Ayo masuk kedalam untuk makan malam."
Saat Sun Wukong dan Xia Bing Yao berjalan masuk, Xia Wen yang melihat tiga wajah yang terasa asing mengerutkan alisnya.
"Berhenti! siapa bajingan kotor ini, cepat pergi! Sampah seperti kalian hanya akan mengotori bangunan ini."
Kai yang mendengar itu jelas merasa tidak senang, siapa dia? dia adalah dewa bintang di kehidupan keduanya.
Tetapi pria tua bangka ini baru saja menyebutnya sebagai seorang sampah dan tidak pantas memasuki bangunan utama Klan Xia.
"Pak tua, sepertinya janggutmu itu terlalu panjang. Apakah perlu aku untuk memotongnya?"
Tanpa menunggu jawaban dari Xia Wen, Zhukai hilang dari pandangan semua orang.
Swoshh!!
Saat sosoknya muncul kembali, rambut, janggut, kumis, bahkan alis di wajah Xia Wen telah sepenuhnya menghilang.
***
Bersambung...