Re-system

Re-system
Jantung Phoenix Api!!



Karena ledakan yang sangat keras, hampir setiap orang yang ada di Kerajaan mendengarnya secara jelas.


Sebelum berlatih, kai juga lupa untuk membuat penghalang hingga membuat orang lain dapat mendengar terobosan nya.


Dia berfikir bahwa tidak akan menerobos dengan puluhan Pil itu, tetapi berbanding terbalik dengan yang dia harapkan. Kai seketika berhasil menerobos satu tingkatan tanpa hambatan.


Ketika dia terbangun, Kai menghembuskan nafas beberapa kali.


Tap Tap Tap!!..


Suara langkah kaki tertangkap oleh telinga Zhukai dengan begitu jelas, karena Kai saat itu juga sedikit bingung dengan situasinya.


Dia memasukkan Tungku Pil dan segera mengulang tanpa meninggalkan jejak auranya sedikitpun.


"Disana.. Suara ledakan itu berasal dari sana." Ujar seorang prajurit kerajaan sambil menunjuk pinggiran danau tempat Kai batu saja meramu Pil.


Meski Kai sudah menghilangkan auranya, aroma pil yang dia buat beberapa waktu masih tertinggal disana.


"Ini.. Aroma pil tingkat Dewa, seseorang baru saja membuat pil disini.." Seru seorang pria berambut pendek yang merupakan seorang Alkemis.


"Cepat cari, orang itu mungkin masih disekitar sini.."


Sementara itu, Zhukai muncul kembali di kamar Yu Chi Lan dengan skill Teleportasi nya. Terlihat bahwa Yu Chi Lan menatap putrinya dengan sangat lembut.


"Siapa itu?" Yu Chi Lan segera berbalik ketika mendapati aura kehidupan selain miliknya dan juga putrinya.


"Ini aku, kau tidak perlu khawatir.." Dari dala.kegelapan, Kai keluar dengan bajunya yang sedikit hangus terbakar.


"Apa yang terjadi padamu? Apakah ada seseorang yang menyerang mu?" Melihat pakaian Kai sedikit rusak, Yu Chi Lan tidak dapat menahan diri untuk bertanya.


"Ah tidak terjadi apa-apa, aku hanya terlalu ceroboh saat menyuling Pil tadi."


Yu Chi Lan menatap tajam kearah Zhukai, detik berikutnya mulutnya terbuka dan dia berkata dengan terkejut.


"K–Kamu.. Kamu sudah menerobos.."


"Ya, apakah itu hal aneh?" Kai menjawab sambil menepuk-nepuk tubuhnya yang penuh dengan tanah.


"Aneh? Kau itu yang aneh. Bagaimana bisa kau menerobos dengan sangat mudah. Berapa umurmu sekarang?" Yu Chi Lan kembali bertanya.


Dia berdiri dari kasurnya, terlihat baju tidur yang di pakaiannya sangat seksi.


"Hmm, biar ku hitung... Kira-kira aku berumur 70 tahun sekarang..." Jawab Kai acuh tak acuh.


"Apaa...." Yu Chi Lan tercengang ketika mendengar jawaban dari Zhukai.


"Mencapai True God Realm di usia 70 tahun.. Apakah kamu ini benar-benar manusia." Ucap Yu Chi Lan tak percaya dengan apa yang Kai katakan tentang umurnya.


"Kau ini bodoh atau apa, aku tidak bilang menerobos True God Realm di usia 70 tahun. Aku b True God Realm di usia 50 tahun.." Jelas Zhukai menaikkan salah satu alisnya.


"Sudahlah aku tidak kesini untuk menemui mu." Kai berjalan dan mendekat kearah kasur, terlihat Biao Jian tertidur dengan sangat lelap.


Setelah memastikan Biao Jian tertidur dengan nyenyak Kai segera pergi meninggalkan kamar Yu Chi Lan.


"Tunggu dulu.. Kapan kamu akan pergi dari sini?" Yu Chi Lan mengangkat salah satu tangannya untuk menghentikan langkah Zhukai.


"Hmm, aku tidak tahu. Karena tidak ada harta disini, mungkin aku akan pergi 3 hari lagi."


"A–Apakah kamu juga akan membawa putriku bersamamu?" Yu Chi Lan bertanya dengan sedikit ragu-ragu.


"Hmm, itu tergantung jawaban Jian'er. Jika dia memang ingin tinggal disini aku juga tidak akan melarang nya." Dengan begitu, Zhukai menghilang menjadi kumpulan asap hitam dan hilang seketika.


Sementara itu, Yu Chi Lan yang mendengar jawaban Zhukai seketika terjatuh di atas lantai dan menangis dengan keras.


Dia hanya bersama dengan Biao Jian untuk beberapa hari, tidak mungkin Biao Jian akan memilih untuk tinggal bersamanya di dunia kecil ini.


Dia menangis untuk waktu yang lama setelah itu mulai berjalan menuju ke atas kasur dan memeluk lembut kepada putrinya.


Di luar jendela, Zhukai melayang di udara sambil menyaksikan kejadian tadi. Dia menghembuskan nafas panjang setelah itu melesat pergi menuju ruangannya.


Esok paginya, Zhukai datang menghampiri Biao Jian yang sedang bermain bersama Yu Chi Lan di halaman istana.


"Kakak..." Melihat kedatangan Zhukai, Biao Jian terlihat begitu gembira dan segera berlari untuk memeluk kakaknya.


"Haha, apakah menyenangkan bermain dengan ibumu? Tapi, sekarang kita akan segera pergi meninggalkan Dunia kecil ini.."


Sontak dengan pernyataan Kai yang tiba-tiba, jantung Yu Chi Lan seakan berhenti berdetak.


"Kamu... Bukankah kamu mengatakan akan pergi tiga hari lagi.." Sudut mulut Yu Chi Lan bergetar, ekspresi sedih seketika menghiasi wajah cantiknya..


"Eh, apakah aku bilang seperti itu? Tapi maaf aku berubah pikiran." Kai menyeringai lebar seolah-olah yang dia bicarakan tadi malam adalah omong kosong.


"K–Kamu..." Wajah Yu Chi Lan memerah, dia ingin menangis tetapi menahan nya karena ada putrinya di depannya.


"Hahaha... Aku hanya bercanda, menggoda mu seperti ini benar-benar menyenangkan." Kai tertawa terbahak-bahak.


Sementara itu, Biao Jian yang mendengar hal itu segera menarik kerah baju Zhukai dan bertanya.


"Kakak, apakah benar kamu akan pergi?"


"Iya Jian'er, akuntidak bisa berlama-lama disini. Tapi, jika Jian'er ingin tinggal disini aku juga tidak keberat–.."


"Tidak!! Aku ingin ikut bersama kakak.."


"Tapi.. Ibumu akan sedih jika kamu ikut bersamaku.."


Biao Jian melirik ibunya untuk beberapa saat kemudian menatap Kai dengan mata berkaca-kaca.


"A–Aku..."


"Emm, bagaimana dengan begini. Kamu bisa ikut bersamaku bersama dengan ibumu tetapi..."


Meski dari jarak yang cukup jauh, Yu Chi Lan dapat mendengar semua itu. Dia berjalan mendekati Kai dan juga putrinya setelah itu berkata dengan suara pelan.


"A–Aku akan ikut denganmu.. Aku sudah lelah memimpin Ras Phoenix ini, aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang telah aku cari selama ini jadi, kumohon..." Yu Chi Lan berkata dengan sangat tulus, setelah memikirkan ini selama semalaman. Yu Chi Lan memutuskan untuk pergi meninggalkan Dunia Kecil bersama dengan putrinya.


"Tapi bagiamana dengan Anggota Ras Phoenix yang tinggal disini."


"A–Aku yakin mereka bisa menjaga diri mereka, bahkan tanpaku.." Jawab Yu Chi Lan sedikit ragu-ragu.


Kai menghela nafas panjang, setelah mendengar jawaban yang penuh dengan keraguan dari Tu Chi Lan. Dia memejamkan matanya dan membuka sebuah portal transparan yang menghubungkan dengan Dunia Jiwa.


"A–Apakah ini..."


"Ya, tepat seperti yang kamu pikirkan. Ini adalah Dunia Jiwa..." Jelas Zhukai dengan bangga.


Tidak sepeti Dunia Kecil yang Yu Chi Lan ciptaan, Dunia Jiwa langsung terhubung dengan pemiliknya. Itu dapat secara langsung masuk kesana di manapun pemiliknya berada.


Kecuali orang itu berada di tempat yang memiliki hukum ruang yang lebih tinggi dari pada milik Zhukai.


"Kenapa kamu diam saja? Cepat beritahu semua anggota Ras mu untuk berkumpul sekarang. Kamu tidak perlu khawatir lagi, Dunia Jiwa secara langsung terhubung denganku. Mereka akan aman disana."


Tanpa ragu lagi, Yu Chi Lan menggunakan transmisi suara untuk menghubungi setiap ras Phoenix yang tinggal di Pulau terapung.


Phoenix Api, Phoenix Es, dan beberapa jenis Phoenix lain segera berkumpul dan masuk kedalam Portal dunia jiwa.


Meski mereka sedikit bingung, tetapi setelah mendengar penjelasan dari Matriak mereka, tanpa ragu lagi mereka segera masuk kedalam.


Setelah semua anggota Ras Phoenix kuno masuk kedalam Dunia Jiwa. Portal transparan itu segera tertutup meninggalkan Kai, Biao Jian, dan Yu Chi Lan sendirian di pulau terapung.


"Bukankah ini waktunya untuk mengeluarkan itu?..." Kai menatap Yu Chi Lan dan berkata dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Bagaimana kau tahu!!.." Yu Chi Lan tersentak kaget, tetapi di detik berikutnya dia menghela nafas dan mengambil sesuatu dari dalam tubuhnya.


Itu adalah Jantung Phoenix Api!!.


***


Bersambung.