Re-system

Re-system
Tubuh Yin dan Yang murni



Di pagi hari, saat ini sinar matahari sangat cocok untuk menghangatkan badan, tetapi dua orang Pria dan Wanita saling berpelukan di atas sofa yang cukup besar. Mungkin muat untuk empat sampai lima orang.


Kai mencium mulut Chiyan dan dengan ganas memasukkan lidahnya kedalam mulut Chiyan, sensasi panas mengalir ke seluruh tubuhnya, ia sudah tidak kuat lagi Manahan nafsu setiap harinya. Kai dapat bertahan karena ada sebuah tembok yang menghadang jalannya disebut "Ikatan. Darah" tetapi hari ini, ia mendengar dari mulut Ibunya sendiri bahwa ia bukan ibu kandung aslinya. Tembok penghalang itu pecah begitu saja.


"Ahh, Berhenti Kai... Ibu mohon!!."


Tubuh Chiyan lemas, ia tanpa daya juga menikmati berciuman dengan Zhukai, perlahan ada rasa perlawanan dari tubuhnya, tetapi Perlahan-lahan rasa itu menghilang.


"Ibu-... tidak, Aku sudah tidak dapat menahan rasa ini lagi, setiap hari aku begitu tersiksa karena tidak dapat menyentuhmu."


Kai memegang dua buah lembut di dada Chiyan, sekiranya itu hampir menyamai ukuran bibi Yao. Kai sudah tidak sabar lagi, kini adik kecilnya juga mendongak keluar.


Chiyan mengerang diatas sofa, ************ kini sudah basah akibat cairan yang keluar dari anunya. Chiyan yang merupakan seorang gadis murni, ini adalah kali pertama dirinya disentuh oleh seorang pria, kecuali Kai yang dulu ia anggap sebagai keluarga.


"Tidak, ini tidak benar.. kita tidak boleh melakukan ini." Tubuh Chiyan sudah lemah karena baru saja keluar.


"Benarkah, Kurasa kamu menyukainya?" Kai merasakan tangannya basah ketika memegang area terlarang Chiyan.


Chiyan tidak menjawab, sekarang ia sudah sangat malu hingga telinga dan wajahnya memerah. Ini merupakan pengalaman pertamanya, ia sangat gugup sehingga tidak bisa bertingkah normal.


Sementara itu Kai merobek seutas Kain tipis yang menutupi tubuh Montok Chiyan, Lekuk tubuhnya begitu menggoda, ia juga memakai sebuah bra dan celana d*lam berwarna hitam dengan motif bunga.


Ketika ia hendak melepas celana d*lam Chiyan, sebuah tangan lembut menghentikannya, "Kai, Kumohon hentikan, aku tidak mau ini."


Kata-kata Chiyan dipenuhi dengan nada sedih membuat Kai segera keluar dari niatnya, bagaimana pun jika ia menyukai seseorang, ia akan membuat nya menyukainya sendiri bukan dengan cara memaksa. Apalagi perempuan di depannya dengan susah payah membesarkan dirinya seorang diri, dan begini cara dia membalasnya?. Begitu Memalukan!!...


Ia berdiri dan memakai pakaian atasnya kembali dan segera berbalik dan berjalan keluar, sedangkan Chiyan menatapnya dengan pandangan kosong disertai air mata yang mulai menetes di wajahnya.


***


"Sialan!! Sialan!! Sialan!!."


Di sebuah bangku taman kota, Kai terlihat sangat marah sambil memukul sebuah bangku taman yang terbuat dari besi hingga bengkok.


Banyak pasangan muda yang saat ini sedang menghabiskan masa romansa nya di taman menjadi ketakutan ketika melihat Kai di bangku taman. Bahkan besi saja bengkok bagiamana dengan tubuh mereka ketika menerima pukulan dari Kai?.


Sementara itu Pikiran Kai sangat kacau, Ia sangat marah pada dirinya sendiri, tentang bagaimana ia ingin memperkosa ibunya, walupun bukan ibu kandung, tetapi ia menyayangi Kai layaknya anak sendiri.


"Bagaimana bisa aku begitu bodoh.. Sial!! Apa yang telah terjadi padaku, saat aku masih berada di Alam Kultivator, banyak wanita cantik Disana kenapa hanya ketika melihat Chiyan aku menjadi seperti ini."


Ia kembali melakukan pukulan ke bangku taman hingga membuat besi itu terbelah menjadi dua.


Waktu berlalu, hingga sinar matahari sudah terbenam kearah barat, kini dapat terlihat bintang-bintang yang sangat cantik diatas langit serta cahaya bulan keperakan membawa suasana dingin dimalam hari itu.


Di taman lampu jalanan mula menyala, banyak orang sudah pulang kerumah, dan hanya sebagian orang yang masih berada disana.


Di bangku taman yang terletak di pusat taman, bangku itu sudah sangat rusak dengan bekas bengkok dimana-mana. Kai yang sedang duduk di bangku taman tiba-tiba berdiri, setelah merenung sepanjang hari ini, ia akhirnya menemukan sebuah alasan yang cukup logis.


Perasaan yang dibawa Chiyan kepadanya sama seperti ketika ia dan Jiuyang Lin saling bertemu, ada semacam ikatan yang membuat Kai sangat bernafsu hanya dengan melihat wajahnya sekilas.


Kai melesat ke udara dan berubah menjadi siluet bayangan dan seketika menghilang.


Tal jauh dari taman kota berada, terdapat sebuah bukit kecil, di pinggiran bukit terlihat ada sebuah bayangan hitam sedang naik keatas bukit.


Bukit itu tidak terlalu tinggi hanya beberapa ratus meter, Kai naik dengan cepat dan setelah sampai di puncak bukit, ia segera mencari tempat yang nyaman untuk berkultivasi.


Tak jauh dari sana ada sebuah batu Oval yang terletak dibawah pohon besar, dengan beberapa buah yang mulai tumbuh, Kai segera duduk diatas batu dan mengambil sikap bersila.


"Mari kita lihat apakah aku memilki Tubuh Yang murni atau tidak."


Kai memejamkan matanya dan mulai memasuki Lautan Qi milikinya, di dalam sana terdapat 7 buah Bola berbeda warna, 6 bola memiliki ukuran yang sama dengan satu bola berwarna emas memiliki ukuran yang cukup kecil, hanya sebesar bola kasti.


Sebaliknya pandangan Kai tertuju pada bola itu, berwarna emas layaknya sebuah matahari kecil. Ia mendekat kearah bola itu, dan tanpa sadar sedikit rasa bahagia tumbuh dalam hatinya. "Ini adalah Yang Qi, salah satu dari ciri-ciri tubuh Yang murni, alasan kenapa aku begitu tertarik dengan Chiyan adalah karena ini."


Kai tidak dapat menahan rasa bahagianya, dengan ini jika ia melakukan Kultivasi Ganda, ia akan melakukan kemajuan dalam kultivasinya dengan cepat. Apalagi orang yang memiliki tubuh Yin murni adalah ibu angkatnya sendiri.


Sementara itu ia juga menjadi bingung, seharusnya seseorang yang memiliki tubuh Yin murni hanya mampu bertahan hidup selama dua puluh tahun, tetapi melihat Usia Chiyan saat ini ia sudah memasuki awal 50 tahun-an.


Itu dikarenakan tubuh Yin murni akan merasakan rasa sakit yang menusuk setiap awal tahun, perasaan dingin seperti membeku akan ia rasakan di setiap pembuluh darah, tulang, organ, dan lainnya. Ia memerlukan Sebuah Yang Qi untuk menekannya dan hanya dengan tubuh Yang murni itu dapat di hilangkan.


Bisa juga disembuhkan dengan Pil Mahkota Matahari, tetapi Pil tersebut merupakan Pil tingkat Ilahi, bahkan saat Kai dulu telah mencapai Alkemis tingkat Master Menengah, ia tidak dapat membuatnya.


Ini juga alasan kenapa Keluarga Cheng dulu membuangnya, Tubuh Yang murni tidak dapat melatih seni beladiri ataupun berkultivasi.


Sebaliknya, Tubuh Yang murni dapat hidup melebihi 20 tahun dan dapat ditekan menggunakan energi Yin murni dan dihilangkan dengan Tubuh Yin.


Tetapi jika Kai tidak melakukan apapun ia juga dapat menyembuhkannya sendiri karena memiliki Tubuh Roh yang memungkinkannya menjadi jenius beladiri.


Menekan perasaan bahagia di hatinya, Kai bergegas pulang kerumah untuk menyembuhkan Tubuh Yin murni milik Chiyan sekaligus meminta maaf atas apa yang ia lakukan hari ini.


**


Di Rumah Kai, lonjakan energi spiritual yang tidak menentu membuat udara di sekitar rumah itu menjadi sangat dingin.


Di dalam sebuah kamar di lantai 2 terbaring tubuh seorang wanita menggigil, walupun sudah menutup dirinya dengan selimut yang tebal, perasaan dingin di dalam tubuhnya masih tidak menghilang tetapi lebih besar.


Chiyan sudah tahu bahwa masa hidupnya sudah tidak lama lagi karena ia memiliki Tubuh Yin murni, dia berhasil hidup sampai saat ini karena waktu dulu ia menemukan sebuah keberuntungan yang membuat masa hidupnya di perpanjang.


Dalam hatinya ia sangat sedih karena saat-saat terakhirnya ia tidak dapat melihat wajah orang yang paling ia sayangi.


"Kai maafkan aku ...." Dengan nafas nya terengah-engah, air mata mulai membasahi wajahnya.


Sedangkan di luar rumah, Kai memiliki ekspresi serius ketika merasakan hembusan dingin disekitar rumahnya. Ketika memasuki rumah, ledakan energi dingin segera menusuk tulangnya membuat wajahnya menjadi sangat cemas.


Ia bergegas baik ke lantai atas dengan meneriakkan satu nama, "Ibuu ..."