
Telapak Dunia, Teknik Kuno yang seharga 1 Triliun Poin di Toko System. Kai membeli teknik itu ketika ia sedang bosan dan membuka Toko System nya.
Dia sudah sangat tertarik pada teknik itu pada pandangan pertama, apalagi ketika dia membaca deskripsi nya, entah mengapa dia menjadi begitu bersemangat dan tanpa ragu-ragu membeli teknik itu.
Sekarang, di kedalaman hutan terdengar suara lolongan binatang buas serta suara jangkrik yang terdengar jelas di telinga Zhukai.
"Argh.. Mengapa kau tidak memberitahukan padaku terlebih dulu jika Teknik ini tidak bisa kupelajari dengan Poin Keterampilan..." Kai berdecak kesal ketika mendapati teknik yang ia beli dengan harga 1 Triliun Poin ternyata sebuah teknik khusus yang hanya bisa dipelajari secara manual.
[Salah Sendiri Kakak tidak bertanya, Bwee~]
Kai menghela nafas panjang, Ia juga tidak boleh berdiam diri terus-terusan, karena pemahaman yang Kai punya dalam mempelajari keterampilan juga cukup tinggi.
Ia juga memiliki Tubuh Roh yang dapat membuatnya menjadi seorang jenius beladiri.
Telapak Dunia hanya memiliki dua gerakan, Pertama adalah Keseimbangan dan yang Kedua adalah Kekuatan.
Dengan menggabungkan dua unsur itu, Kai dapat menciptakan ribuan telapak tangan yang masing-masing memiliki kekuatan penghancur yang tak terukur.
Kai merenung untuk waktu yang cukup lama, setelah itu dia bangkit dan memulai posisi kuda-kuda, Dia mengalirkan Qi dan itu jumlah yang sangat besar.
"Haa, Telapak Dunia!!.."
Tapi naas, Bahakan setelah Kai mencoba beberapa kali dia tidak dapat membentuk satu telapak pun. Dia tidak menyerah dan terus mencoba lagi dan lagi.
Satu Hari berlalu dengan sangat cepat.
Di bawah pohon besar dan lebat, terlihat seorang pemuda sedang duduk dalam poisi meditasi, Pemuda itu membuka matanya dan muncul sebuah senyuman kecil di susut bibirnya.
Ia buru-buru bangkit dan berdiri menghadapi pohon di depannya, Ia mengangkat tangannya dengan telapak tangan menghadap Kedepan. Dia menutup matanya untuk beberapa saat kemudian berteriak.
"Telapak Dunia!!.."
Seketika aliran udara menjadi aneh dan muncul sebuah telapak tangan raksasa di belakangnya, itu berwarna emas dengan aura megah yang mengelilinginya.
"Hiaatt.." Kai mendorong telapak tangannya kedepan dan seketika itu pula bayangan telapak tangan raksasa mengikuti irama tangannya.
Telapak tangan raksasa itu bergerak maju dan menghantam Pohon besar itu menyebabkan bunyi ledakan yang sangat keras.
Serangan yang baru saja keluar memiliki jarak yang begitu luas, jika itu digunakan untuk melawan banyak musuh, satu serangan setidaknya dapat membunuh 100.000 musuh.
"Horee... akhirnya aku bisa membuat satu telapak tangan, walaupun ini adalah penyelesaian kecil, aku masih bisa membuat ini dalam satu hari, dan kerusakannya... Woo itu terlalu mengerikan." Kai berteriak gembira sambil menatap daerah yang baru saja terkena serangan nya.
"Sudah waktunya aku kembali, aku ingin melihat bagaimana Kondisi saat ini dari Kekaisaran Naga."
Kai menghilang menjadi gumpalan cahaya putih, setelah itu dia kembali muncul di sebuah Ruangan mewah.
Itu adalah Aula Istana.
Disana ada banyak sekali petinggi Istana dan Kaisar sedang membicarakan sesuatu. Karena kedatangan Kai yang tiba-tiba, Xue Chun segera menghentikan pembicaraan dan buru-buru menyambut Zhukai.
"Nak Zhukai bagaimana dengan latihan mu, apakah itu berjalan dengan baik?" Tanya Xue Chun pada Zhukai sambil tersenyum.
"Tidak, mereka bahkan menjadi lebih gila lagi, kemarin setelah mendengar Kita menjual Pil yang meningkatkan Kecepatan Kultivasi seharga 100.000 Batu Roh, mereka mulai membuat sebuah Pil yang meningkatkan Kecepatan Kultivasi sebanyak 10 kali lipat seharga 50.000 Batu Roh." Ucap Xue Chun menceritakannya dengan panjang lebar.
Kai segera paham apa yang diceritakan Xue Chun padanya, sebuah seringai dingin muncul di wajahnya.
"Kamu bisa tenang Paman Chun, sebentar lagi mereka tidak akan dapat bertahan jika terus menggunakan cara seperti itu. Sebaliknya, turunkan Harga dari Pil Kecepatan dari 100.000 menjadi 75.000. Kita lihat bagaimana mereka akan menghadapinya." Ucap Kai sambil tersenyum setelah itu ia pergi keluar dari ruangan dan menuju Ruangan Alkimia.
Dia sudah menyuruh Xue Chun untuk menyiapkan bahan-bahan nya beberapa hari yang lalu. Sama seperti beberapa hari yang lalu, Kai memasukkan bahan dengan tangan kanannya sementara tangan kiri ia gunakan untuk mengontrol Api.
Proses itu tidak begitu memakan waktu yang lama, dalam kurun waktu 4 Jam, bahan yang Kai punya sudah habis dan di depannya terpamapang jelas Puluhan Juta Pil.
Kai tidak berhenti disitu, dia memasukan salah satu obat ke dalam Toko System dan segera, muncul gambar Pil yang ia buat dengan harga 1 Poin per lima butir.
Kai menghabiskan 20 Juta Poin untuk mendapatkan 100 Juta Pil, karena Kai terlalu malas untuk menyuling Pil dan membuang-buang waktu, cara seperti ini lebih efektif.
Yah, 20 Juta Poin System tidak begitu berarti baginya yang saat ini memiliki lebih dari 2 Triliun Poin.
Dia segera memasukkan semuanya kedalam Cincin Ruang dan segera berjalan kembali ke Aula Istana. Di lorong ia bertemu dengan beberapa pelayan dan juga orang yang mencurigakan di antara mereka.
"Heh.. Mata-mata.."
Dia mengambil sebuah kerikil kecil dan dilemparkan kearah Mata-mata itu tepat di lututnya.
"Arghh.." Pelayan itu segera berteriak dengan sangat keras. Dia segera jatuh dalam posisi berlutut dengan lutut kirinya terus-menerus mengeluarkan darah.
Dia merintih kesakitan sambil mencoba menghentikan pendarahan di lutut kirinya.
Sementara itu, Kai datang mendekat sambil tersenyum hangat. "Apakah ada yang bisa kubantu?"
Pelayan itu adalah seorang wanita dengan wajah yang bisa dibilang rata-rata, ketika ia melihat Kai hatinya berdebar-debar kencang.
"Ah, Ini.. apakah kamu bisa membantuku menyembuhkan lututku?" Tanya Pelayan wanita itu dengan malu.
"Tentu..." Jawab Kai dengan wajah datar, ia mengalirkan Qi miliknya untuk menyembuhkan Luka yang ada di lutut pelayan itu.
Luka yang ada di lutut itu sembuh dengan cepat dan wajah kesakitan dari Pelayan itu menghilang, "Terima Kasi-.. Ahhhh.. "
Dia menjerit sekali lagi dengan keras, ini karena kedua kakinya telah terpisah dari tubuhnya. Dia mengaligkan pandangannya kearah Zhukai dan melihat bahwa Kai masih mengungkapkan senyuman hangat seoerti tadi. Dia sangat ketakutan.
"Aku tidak akan basa-basi lagi, katakan siapa yang menyuruhmu." Ucap Kai dengan ekspresi dingin, senyuman hangat di wajahnya telah menghilang.
"Ae.. Itu-i.. Mereka adalah Kekaisaran Macan Putih." Di bawah tatapan Kai yang sangat mengerikan, pelayan kecil itu dengan patuh menjawab.
"Sudah kuduga.."
Setelah selesai membereskan mata-mata dari Kekaisaran Macan Putih, Kai segera berjalan menuju Aula istana untuk memberikan cincin Ruang yang berisi ratusan juta Pil pada Xue Chun.
Setelah selesai memberikan Cincin itu padanya, Kai pergi ke kamar untuk Menemui Xue Yu... Tetapi setelah pintu terbuka, Xue Yu menghilang dengan selembar suart terdapat di atas kasur.
Kai mengambil Kertas itu dan dengan cepat membacanya, "Bagus!! Bagus!! Karena kalian begitu berani menyentuh Kekasihku, Maka rasakan sendiri akibatnya."