
Kai memeluk kedua anaknya dengan erat untuk waktu yang lama, setelah itu mereka bertiga saling menatap satu sama lain.
"Kalian cepat sekali tumbuh ya!!.." Terakhir kali Kai bertemu dengan mereka berdua adalah pada saat ia akan menuju Alam Immortal.
Itu adalah tujuh tahun yang lalu dan mereka masih begitu kecil, tetapi sekarang mereka telah tumbuh tinggi hampir sama dengan Kai.
Sekarang Mun terlihat begitu tinggi, fitur wajahnya juga semakin tampan dan tatapannya menjadi semakin tajam. Berbeda jauh ketika Kai pertama kali bertemu dengannya.
Sementara itu, Kun juga telah tumbuh besar, Duah buah dadanya juga dalam proses pertumbuhan. Wajahnya juga begitu cantik dengan dua lesung pipi, Rambutnya berwarna biru cerah dan itu sangat panjang.
"Ini karena ayah tidak pernah bertemu kami untuk waktu yang lama.." Ucap Mun sambil tersenyum bahagia, Walaupun mereka jarang bertemu tetapi Mun dapat merasakan kasih sayang orang tua yang begitu tulus dari Zhukai.
Kai tertawa dengan canggung kemudian mulai berjalan menuju Rumah besar yang ia bangun dulu..
Mereka terus berjalan hingga berhenti tepat didepan sebuah gerbang yang begitu besar yang terbuat dari Batu Roh berkualitas tinggi.
"Eh, bagaimana mungkin ada tembok disini.." Ucap Kai dengan bingung.
"Ayah, karena banyaknya orang yang ada di dalam Dunia Jiwa.. Kita semua memutuskan untuk membangun sebuah kota."
Sambil berjalan masuk, Mun mulai menjelaskan perubahan dati Dunia Jiwa kepada Kai dengan sangat detail.
Mereka bertiga berhenti tepat di depan sebuah Rumah besar berwarna merah, Itu berada di pinggiran kota yang tepatnya berada di pinggiran sungai. Rumah itu adalah rumah yang pertama kali Kai bangun untuk dia tinggali bersama Istri-istrinya.
Ketika Kai hendak membuka pintu, tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan sosok gadis yang begitu cantik dengan Rambut yang diikat poni.
"Yi'er, kenapa kamu berpakaian seperti ini." Kai sedikit terkejut ketika melihat pakaian yang dipakai gadis itu.
"Kakak laki-laki? Hehe, apakah kakak terkejut dengan penampilan baruku.." Gadis itu terkekeh ketika melihat ekspresi terkejut di wajah Zhukai.
"Kamu!! Kamu Yui.." Kai membelalakkan matanya tidak percaya, Ia melihat balik tubuh Yui dengan begitu teliti dan menyadari bahwa hanya mata merek yang berbeda.
"Kakak Laki-laki kenapa diam saja, ayo cepat masuk.. Mun dan Kun kalian juga ayo ikut masuk.." Yui menarik tangan Kai dan segera masuk kedalam, di dalam rumah suasananya masih begitu sama dengan 10 tahun yang lalu.
Kai merasa begitu bernostalgia, dulu sekali ketika hanya ada dirinya, Yi, Xia Bing Yao, Jiuyang Lin, dan yang lainnya.. Suasananya begitu hangat, dan itu melekat pada Hatinya.
"Lin'er, Yao'er.. Kalian tunggu aku, setelah menyelesaikan masalah ini, aku pasti akan mencari kalian.."
Ruang tamu yang begitu bersih, Chiyan dan Yi saling mengobrol sementara Yola sedang berlatih. "Kakak perempuan, Kakak Laki-laki datang, ayo datang dan sambut dia."
Meskipun Yui sudah memiliki tubuh yang begitu dewasa tetapi sifatnya masih seperti anak-anak.
"Sayang?.." Mereka berbalik secara bersama dan segera berdiri dan berlari memeluk Zhukai.
"Uhuk!!?. Uhukk!.. Kalian, aku tidak bisa bernafas."
Mereka tertawa kemudian segera melepaskan pelukannya dari Zhukai, "Jadi sayang, ada urusan apa kamu sampai harus datang kemari?" Tanya Yola pada Kai sambil merapikan kerah bajunya.
"Apakah aku tidak boleh datang kesini jika merindukan kalian?"
"Hmph.. Kamu penipu.." Yola memberikan sebuah dengusan lucu, "Baiklah karena kamu sudah datang kesini, kenapa tidak jalan-jalan dulu sambil melihat situasi Kota Zhukai.." Yi berkata sambil memeluk erat lengan Zhukai.
"Baiklah kita akan jalan-jalan nanti malam, kalian dapat bersiap dulu, Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Mun dan Kun."
Mereka bertiga mengangguk dan segera memasuki kamar masing-masing, "Kakak Laki-laki, kenapa tidak membiarkanku ikut bersama kalian nanti malam, Yui janji akan bersikap patuh.."
"Haha, Baiklah. Yui juga cepat mempersiapkan diri.." Kai berkata sambil mengelus kepala Yui dengan lembut.
Dia berbalik dan menyuruh Mun dan Kun duduk, "Kalian berdua apakah kalian berfikir Ayah tidak tahu tentang hubungan kalian.." Ucap Kai tersenyum sambil menatap Mun dan Kun.
Dibawah tatapan Zhukai, Mun dan Kun hanya dapat menunduk malu, "Apa? Kalian masih tidak ingin mengatakannya pada Ayah.."
Mun dan Kun saling menatap satu sama lain, sebuah rona merah muncul di wajah mereka berdua.
Mun akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan hubungan mereka, "Anu Ayah, aku dan Kun sebenarnya saling menyukai tetapi kami takut jika ayah tidak..." Mun terdiam, takut untuk menyelesaikan kata-katanya.
"Hmm.." Kai masih dengan tenang menatap kedua anak angkatnya, ia sebenarnya sudah tahu semenjak ia membawa mereka berdua ke Dunia Jiwa dan mengadopsi mereka sebagai anak angkatnya.
Kun selalu memberikan tatapan kearah Mun setiap saat, dan ketika ia ditatap balik oleh Mun, Kun memerah dan segera mengalihkan pandangannya.
"Jadi.. Kalian berdua ingin menikah?"
Mun dan Kun gugup tidak dapat menjawab dan hanya dapat mengangguk kan kepala mereka. "Kami sebentar lagi akan menyentuh usia 17 Tahun ayah, jadi.."
"Baiklah, jika memang kalian berdua sudah memutuskan untuk menikah lakukanlah, Kalian berdua memang bukan anak kandungku tetapi aku sangat menyayangi kalian sebagai anakku sendiri." Ucap Kai tersenyum hangat dan memberikan sebuah pelukan hangat kepada mereka berdua.
Pada akhirnya Mun dan Kun menangis dalam pelukan Zhukai untuk waktu yang sangat lama...
Malam Akhirnya tiba, Yi, Yui, Yola, dan Chiyan sedang berdiri diluar sambil memakai sebuah pakaian yang terbuat dari Kain katun dengan corak bunga yang begitu indah.. (Kalau bingung yah bayangin bajunya mirip Yukata gitu)
Kai memerah, entah mengapa ia merasa ketiga istrinya begitu cocok dengan baju itu. "Kalian benar-benar cantik malam ini.."
Mendengar pujian langsung dari Zhukai, mereka bertiga memerah seperti tomat sementara Yui kesal karena hanya dirinya yang tidak mendapat pujian.
"Kakak Laki-laki, bagaimana dengan ku? Apakah Yui juga cantik?"
"Hehe, Yui juga begitu cantik hati ini, pakaian yang Yui pakai juga sangat cocok." Ucap Kai sambil memuji Yui.
"Baiklah, Ayo kita pergi ke kota sekarang..."
Kai ditemani tiga wanita yang masing-masing memiliki paras yang begitu cantik layaknya Dewi, membuat semua orang iri (Author juga iri ಥ‿ಥ)
Kai mendapatkan sambutan hangat dari para Penduduk Kota Zhukai, Ia pertama-tama mengajak Yi dan yang lainnya untuk makan malam setelah itu pergi menuju Tan bermain dan melakukan hal seru lainnya.
Hingga mereka berakhir di sebuah taman yang begitu luas, Bintang diatas langit begitu indah berkelap-kelip membuat perasaan nyaman di hati semua orang.
Kai tertidur di pangkuan Yi, sementara Istrinya yang lain juga ikut tertidur...
***
Bersambung