
Zhukai yang telah selesai membuat jutaan jimat untuk digunakan sebagai pelindung sekaligus penghasil poin baginya terbaring lelah diatas lantai.
Suara ketukan pintu terdengar beberapa kali hingga pintu ruangannya terbuka, "Sayang, aku membawakan mu teh.."
Jiuyang Lin datang dengan nampan yang berdiri satu cangkir teh dan sebuah teko yang terbuat dari kayu.
"Ah, terimakasih Lin'er ... Beritahu saudarimu yang lain untuk jangan pernah meninggalkan tempat ini bagaimanapun situasinya." Ucap Zhukai sambil menyesap teh yang masih hangat.
Jiuyang Lin mengangguk patuh, dia sadar bahwa suaminya sedang khawatir dan tidak ingin mereka terluka.
"Baiklah sayang, kalau begitu aku akan pergi memberitahu saudari yang lain."
Sebelum Jiuyang Lin pergi, Kai menghentikan langkahnya terlebih dulu. Lengannya sudah dalam genggaman tangan Kai yang besar, ketika Kai tiba-tiba menariknya, pada saat itu juga Jiuyang Lin terkejut, ia tiba-tiba merasakan bahwa bibir Zhukai sudah menyentuh bibirnya.
"Sayang ... Kamu nakal."
Wajah Jiuyang Lin memerah, dia berdiri dan buru-buru pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hahaha, istriku yang malu-malu sangat imut "
Setelah ia selesai membuat jimat, hal yang Kai perlukan selanjutnya adalah memberikan senjata yang cocok pada para pasukan putranya.
Kai membeli perlengkapan perang yang sekiranya itu diperlukan, Kai juga menghabiskan banyak poin Takdir untuk itu.
Setidaknya, itu semua berjumlah hampir lima milyar poin Takdir.
"Haahhh, karena masih ada sedikit waktu sebelum para Supreme Demon menyerang, aku akan memanfaatkan waktu ini untuk berlatih."
Kai tidak boleh terus mengandalkan teknik di kehidupan keduanya, meski itu adalah teknik yang sangat kuat, tetapi jika Kai terlalu sering menggunakannya, keberadaannya akan terekspos oleh sebelas Dewa perang kuno yang lainnya.
Di luar, Chi Zhen yang tengah mengumpulkan pasukan tiba-tiba berhenti. Dia menatap keatas langit dengan ekspresi kurang enak di wajahnya.
"Apa yang aku takutkan benar-benar terjadi.." Chi Zhen menghela nafas berat.
Awan di atas langit mengumpul, kilatan petir yang begitu hebat terjadi dimana-mana. Seolah akan terjadi sebuah kejadian besar, Chi Zhen sudah bisa merasakan aura yang begitu kuat datang dari arah selatan.
Itu tepatnya datang di sebuah reruntuhan kuno yang ada di tanah mati. Seorang pria berwajah hancur, itu adalah Tang Hai, tetapi jiwa yang ada di dalamnya bukankah dirinya melainkan orang lain.
Tian Chen Sang Penghancur.
"Pemimpin, apakah kita akan membalas dendam pada ras naga terlebih dulu? Aku tidak sabar untuk memakan daging mereka." Seorang Supreme Demon dengan basis Kultivasi Dewa Semesta berkata tidak sabar.
Dia sudah menunggu sangat lama hingga saat ini, ras mereka telah terpukul sangat jauh akibat perang dengan ras lain, tentu saja mereka menyimpan dendam yang sangat besar.
Mendengar ucapan dari pengikutnya, Tian Chen menyeringai lebar. "Ras Naga? Tidak, mereka sudah punah ribuan tahun. yang lalu, musuh yang akan kita hadapi saat ini adalah manusia."
Mendengar kata manusia, hampir setiap Supreme Demon tidak bisa menghentikan tawa mereka.
Manusia? Mereka adalah ras yang terkenal paling lemah diantara ras-ras lain dimasa lalu. Berhadapan mereka? itu hanyalah sebuah lelucon.
"Diam!!.."
Tian Chen mendengus marah, dia tahu bahwa dia dan juga para ras Supreme Demon menganggap bahwa mereka adalah yang terkuat dan meremehkan yang lainnya, tapi itu adalah alasan mengapa kondisi mereka sampai terpuruk seperti itu.
"Apa kalian sudah lupa alasan kematianku dimasa lalu? Itu karena kita terlalu meremehkan mereka, ingat ini! Jangan pernah sekalipun meremehkan musuhmu."
Tian Chen berjalan memimpin para ras Supreme Demon yang lain.
"Pertama-tama kita akan menghancurkan kekuatan utama ras manusia! Sekte Ashura."
Tian Chen mengangkat pedangnya memberi semangat pada semua bawahannya, "Bunuh mereka, musnahkan, hanguskan, hahaha..."
Jumlah Supreme Demon yang telah bersembunyi ribuan tahun lamanya saat ini hampir mencapai sepuluh juta.
Jutaan ras Supreme Demon terbang menghalanginya cahaya matahari dan membuat langit sangat gelap.
Kai sendiri berdiri jauh di bawah gunung, ia sudah membuat Array pelindung yang besar mencangkul keseluruhan sekte Ashura.
"Ayah, apakah pelindung ini benar-benar bisa menahan serangan dari ras Supreme Demon?" Chi Zhen mendarat turun, ia berjalan mendekati ayahnya dan bertanya penuh kekhawatiran.
"Percayalah pada ayahmu Zhen'er, ayah yakin bahwa Supreme Demon itu tidak akan bisa menghancurkan pelindung ini." Ucap Zhukai menepuk pundak putranya sambil tersenyum.
Chi Zhen menghela nafas panjang, "Baiklah ayah, maaf sudah meragukanmu."
"Oh benar, bagaimana dengan senjata dan jimat yang aku berikan padamu, apakah kau sudah memberikan itu pada semua bawahanmu?" Kai tiba-tiba teringat dengan hal itu.
Dia tidak bisa melewatkan kesempatan untuk mendapatkan poin gratis.
Cho Zhen tersenyum, "Aku sudah melakukan apa yang ayah katakan."
Dengan bantuan senjata yang ayahnya berikan, setidaknya kesempatan mereka untuk menang meningkat.
Untuk Chi Zhen sendiri, dia tidak memerlukan senjata itu karena dia sudah memiliki senjata sendiri dengan roh di dalamnya.
Chi Zhen juga sudah menerima bantuan dari Organisasi pembunuh milik adiknya, mereka sudah datang beberapa jam yang lalu.
"Ketua sekte!!" Seorang pria setengah baya yang tak lain adalah tetua agung datang turun dari gunung sambil berteriak.
"Ada apa tetua agung?"
"Mereka, ras Supreme Demon ... Mereka sudah datang." Tetua agung berkata dengan raut wajahnya dipenuhi dengan kepanikan.
Chi Zhen terkejut, "Bukankah mereka datang terlalu cepat."
Bahkan jika mereka sudah bangkit, untuk mengumpulkan kekuatan mereka sepenuhnya setidaknya perlu waktu satu hari.
Tetapi ini, hanya kurang dari tujuh jam dan mereka sudah sampai di dekat sekte Ashura.
Langit tiba-tiba menjadi gelap, Kai mendongak keatas dan melihat bahwa itu bukanlah mendung, melainkan jutaan Supreme Demon sedang terbang diatas langit.
"Tuanku, sepertinya di depan terdapat Array pelindung yang sangat kuat, akan butuh waktu lama jika kita menghancurkannya."
Di bawah, ketika Zhukai menyadari jumlah mereka yang sangat banyak, kerutan muncul di keningnya, "Jumlah mereka ada sebanyak ini? Hah, Poin-poin gratis ... Terimakasih telah datang."
Tanpa menunggu lebih lama, Kai mengeluarkan dua bilah pedang hitam dan menggabungkannya menjadi satu.
"Badai Neraka!!.."
Tebasan hitam melengkung dengan Aura Kematian yang sangat cepat melesat cepat menuju kerumunan Supreme Demon yang tengah melayang di udara.
Karena serangan Zhukai yang begitu cepat, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menghindar dan terdapat ribuan dari mereka terbunuh karena serangan itu.
Ding.
[Kai Gege berhasil membunuh 4359 Supreme Demon ranah Immortal God tahap Legenda. Mendapatkan 4,3 juta Poin Takdir, mendapatkan 8,6 juta Poin pengalaman]
Kai menatap Tian Chen yang terlihat paling kuat diantara mereka semua dengan seringai lebar di wajahnya.
"Selanjutnya ... Kamu yang akan mati!.."
***
Bersambung..